Perjuangan seorang Gadis Desa yang tengah mencari jati dirinya hingga bertemu dengan pengusaha muda tampan yang sangat mencintainya. namun apakah keluarga CEO tampan tersebut mampu menerima seorang gadis desa itu?
jangan lewatkan kisah selanjutnya,
yuk kepo'in😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sanjiwani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20.
sedangkan Sintya yang mendengarnya tersenyum puas saat itu. ia sengaja menyebutkan pernikahan Revan dengan Cindy di depan papanya. agar papanya membenci Revan dan melarang Revan untuk menemui Lisa lagi. Ia sangat tidak rela jika orng yang sangat ia benci menikah dengan seorang pengusaha kaya dan hidup bahagia.
"Tenang pa. aku bisa jelaskan." ucap Revan yang kemudian menjelaskan semua permasalahannya dari awal hingga akhirnya ia memutuskan menikahi Cindy.
Pak Hadi diam membisu mendengarkan penuturan Revan. pandangannya kosong. entah apa yang sedang ia pikirkan.
"Begitulah ceritanya pa. aku tidak berdaya saat ini. walaupun Lisa meninggalkan ku tanpa aku tahu alasannya. dan meskipun dia meninggalkan ku karena dia tidak mencintaiku, aku akan dengan sabar menunggu sampai dia mencintaiku, karena yang ada di hatiku saat ini hanya Lisa, bukan Cindy." ucap Revan tegas.
Pak Hadi yang mendengarnya kini mulai menangis, ia benar-benar tak kuasa membendung air matanya lagi. bibirnya menjadi kaku, dadanya terasa sesak.
"Pa, papa tidak apa- apa kan?" tanya Sintya mengelus bahu ayahnya.
"Papa tidak apa-apa nak, papa hanya sangat sedih mendengar penuturan nak Revan. papa sangat tidak menyangka, ternyata apa yang papa alami waktu muda dulu, kini telah di alami kembali oleh Lisa." ucap Pak Hadi dengan lemah, ia membuka kaca matanya untuk menyeka air mata yang mulai mengalir membasahi pipinya.
"Maksud papa??" tanya Sintya dan Revan berbarengan hingga mereka saling memandang sekejap.
busyeet ternyata ni cowo ganteng amat kalau di pandang dari dekat, gue mah juga mau kalau di jadiin istrinya. Batin Cindy di sela-sela suasana yang menegangkan itu. lalu pak Hadi melanjutkan kalimatnya.
"Dulu saat aku masih muda, aku juga memiliki seorang gadis yang sangat aku cintai namun orang tua ku tidak pernah menyetujuinya, mereka punya gadis pilihan mereka sendiri, dan itu mereka lakukan untuk mempererat jalinan bisnis mereka dengan orang tua gadis yang mereka pilihkan untuk ku. aku pun memberontak dengan keras kepala ku.
dengan berbekal keberanian dan cinta, aku menikahi gadis idaman ku secara diam-diam, aku berharap, setelah kami menikah nanti orang tua ku akan dengan senang hati menerima menantunya.
gadis idaman ku itu adalah Yuni, ibu kandung dari Lisa. dan gadis pilihan orang tua ku adalah Dewi, ibu mu saat ini Sin." tutur pak Hadi mengingat seluruh masa lalunya saat itu.
Sintya yang mendengarnya pun sedikit terkejut, demikian juga dengan Revan. lalu pak Hadi melnjutkan ceritanya kembali.
"Tapi kenyataan tak seindah yang kami bayangkan, orang tua ku sama sekali tidak menyetujui pernikahan kami, mereka memberiku dua pilihan. aku harus menceraikan istriku atau pergi meninggalkan rumah ku tanpa uang sepeserpun.
karena aku sangat mencintai istriku dan tidak ingin meninggalkannya. aku lebih memilih pergi untuk menjalani kehidupan ku sendiri. saat itu kami menyewa sebuah kontrakan dan hidup dengan usaha berjualan pakaian keliling, namun uang yang kami dapatkan bahkan tidak cukup untuk makan, apa lagi untuk membayar sewa kontrakan tersebut.
Yuni istriku terus-terusan memaksaku untuk kembali menemui orang tuaku dan menikahi Dewi, ia sangat tidak tega melihat keadaanku seperti itu. tapi aku menolaknya. aku tidak ingin berpisah dari istriku.
satu bulan telah berlalu, kami pun benar-benar kehabisan uang saat itu. dan Yuni istriku terus membujuku untuk pulang. aku pun tidak punya pilihan lagi saat itu. aku terpaksa menuruti perintahnya, tapi aku berjanji akan kembali.
aku pun kembali kerumah orang tua ku. kami bertengkar hebat. dan orang tuaku tak mampu lagi menahanku, mereka akhirnya menyetujui pernikahannku dan menerima Yuni sebagai menantunya.
aku pun dengan sangat gembira menuju sebuah kontrakan tempat tinggal Istriku, dia pasti akan sangat senang mendengar penuturanku.." tutur Pak Hadi lalu menarik nafas panjang.
"Lalu?" tanya Revan penasaran. dan Sintya juga tampak bengong mendengarkannya.
"Lalu setelah aku sampai di kontrakan, aku sama sekali tidak menemui istriku, aku hanya menemukan secarik kertas yang bertuliskan (berbahagialah dengan hidupmu, jangan khawatirkan aku. aku akan selalu baik-baik saja. dan jangan mencariku. jagalah dirimu baik-baik.) aku sangat kacau waktu itu. aku berlari memanggil manggil namanya di sekitar tempat itu, lalu aku menyusuri setiap jalan dan gang di daerah sana, tapi aku sama sekali tidak menemukannya. dan aku tahu saat dia meninggalkan ku dia telah mengandung anak kami.
aku stres, dan melampyaskan semua itu dengan meminum minuman keras hingga aku mabuk setiap hari, dan pada hari di saat aku mabuk, Dewi menemuiku bermaksud untuk berunding menolak perjodohan kami. namun saat itu aku melihat Dewi sebagai Yuni. Aku pun dengan tidak sadar telah memperkosanya. dan akhirnya Dewi hamil dan aku benar-benar menikahinya. dan selama belasan tahun lamanya aku tidak pernah bertemu Yuni. aku pun sudah berusaha mencarinya, akhirnya Lisa datang mencariku dan mengakui ku sebagai ayahnya. tetapi setelah Yuni telah tiada. dan aku tidak pernah bisa bertemu dengannya lagi. aku sangat tidak menyangka bawa 19 tahun yang lalu adalah pertemuan kami yang terakhir." tutur pak Hadi menyelesaikan ceritanya.
Revan pun tampak termenung mendengar penjelasan mertuanya itu yang sangat mirip dengan apa yang ia alami saat ini.
"Maka dari itu, papa minta padamu untuk tetap menemui Lisa setelah pernikahanmu. papa tidak mau tahu. kau harus tetap bersama Lisa dan jangan pernah meeninggalkannya. bagaimanapun caramu." pesan pak Hadi.
"Tentu pa, aku tidak akan membiarkan Lisa sendirian seperti ibunya waktu itu." jawab Revan mantap.
"Baik lah nak. papa sangat percaya padamu, kau boleh pulang sekarang dan selesaikan pernikahanmu. setelah itu mari kita menemui Lisa ke Desa. papa akan ikut bersamamum karna papa akan mengunjungi makam Yuni." ucap Pak Hadi.
Revan pun pulang meninggalkan rumah Pak Hadi dengan mobilnya.
Sintya yang menyaksikan dan mendengar cerita papanya itu masih terdiam tak percaya, ia mengira selama ini bahwa ibu Lisa lah yang menggoda dan merebut ayahnya dari ibunya Bu Dewi. Sintya kemudian meninggalkan ayahnya yang sedang termenung di kursi taman sendirian.
Tanpa di sadari Radit pun mendengar cerita papa nya dari balik pepohonan yang berada tidak jauh dari taman itu. ia sangat mengerti menyimaknya. namun ia sangat tidak mengerti mengapa kisah cinta serumit itu. bahkan ia menjadi enggan untuk jatuh cinta. Radit pun berjalan mengendap- ngendap agar keberadaannya tidak di ketahui oleh ayahnya. dan kemudian ia berjalan menuju kamarnya yang terletak disamping kamar kakaknya.
#jangan lupa like koment dan votnya jika sudah selesai membaca.
Terimakasih😊😊😊