Anne seorang single mom yang berjuang membesarkan putranya semata wayang. Dan ia bertemu kembali dengan sahabat sekaligus cinta pertamanya dahulu yaitu Byan. Awalnya mereka bersahabat tapi lama kelamaan timbul rasa suka. Tetapi keduanya terpisah karena ada salah paham. Tahun tahun berganti mereka di pertemukan lagi dan memulai kisah yang baru. Melanjutkan cinta yang sempat tertuda sekian lama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shusia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20 # LAKI LAKI BERUNTUNG
Bahagia, satu satunya kata yang bisa menggambarkan suasana hati Anne dan Byan saat ini.
Malam ini Anne menginap di rumah orang tuanya, melepas rindu dengan kamarnya saat ia masih gadis. Beberapa benda dari jaman ia masih belia masih tersimpan rapi dalam sebuak kotak yang di atas almari.
Anne merebahkan tubuhnya melihat ke samping kirinya ada Abby yang tertidur pulas, lalu ia menenggok ke arah kanannya dan ia tersenyum.
Pagi harinya Anne pergi mengantar Abby lalu berangkat ke tempat usahanya. Beberapa pasang mata tampak memperhatikan jari manisnya.
" Wah mama Abby, selamat ya atas pertunangannya semoga langgeng", kata salah satu ibu teman Abby.
" Amin amin terima kasih mama Chila, doakan ya semoga langgeng sampai akhir hayat", jawab Anne.
" Sama sama mama Abby, saya permisi dulu."
Di tempat kerjanya Ayu dan Tanti sudah menyiapkan beberapa pertanyaan buat mengintrogasi bosnya. Begitu Anne masuk langsung di serbu sama keduanya.
" Ihh mbak Anne ada kabar bahagia ga kasih tahu jahatnya", kata Ayu.
" Bukan ga mau kasih tahu, tapi awalnya cuma mau lamaran saja tapi ternyata dari pihak sana mau sekalian gitu."
" Wah mas Byan sudah ga sabar kayanya pengen cepat cepat ganti status", ledek Tanti.
" Belum Tan, kita nikahnya tahun depan kok. Bukan ga sabar mau ganti status tapi lebih ke rasa aman saja kalau mau di tinggal kerja lagi."
" Uluh uluh so sweetnya, tapi memang itu yang terbaik kayanya buat mbak sama mas Byan. Soalnya mantan mbak masih suka gangguin."
" Itu salah satu alasanya, oh iya besok mbak mau pergi antar mamanya mas Byan sama rombongan arisannya buat beli kain kalian mau nitip apa?"
" Besok saja kalau mbak sudah sampai sana kirim gambar kain kain disana siapa tahu aku ada yang suka. Abby ga sekolah donk mbak?"
" Sekolah dong, berangkatnya siang kok, oh iya hari ini kita jadi lembur ya."
" Mbak nambah karyawan donk, kalau cuma berdua terus kayanya ga sanggup deh mbak."
" Kemarin berempat eh yang dua kerjanya cuma ngobrol doang. Kalau kalian punya teman yang benar benar serius kerja ajak saja kesini, biar besok mbak bisa sekalian beli mesin jahit baru."
" Seru nih kayanya, kira kira mbak mau nambah berapa orang, tanya Ayu."
" Buat yang jahit mbak mau nambah dua, buat gosok mbak mau dua juga."
" Siap mbak, nanti kita tanya ke teman yang mau kerja. Berati kalau mau nambah orang sini bakal di tata ulang donk mbak."
" Kemungkinan seperti itu,biar itu tumpukan kain bisa cepat jadi tumpukan uang. Udah ayo fokus kerja gas terus mesinnya jangan kasih kendor ",kata Anne memberikkan semangat.
Baru asik asiknya kerja datanglah Inez dengan wajah garangnya. Teriaklah dia memanggil nama sahabatnya.
" Anne Anne....... Kamu itu masih anggap aku sahabat apa ga sih, bisa bisanya tunangan ga kasih tahu."
" Apa sih Nez, orang itu acara juga mendadak kok mana sempat aku undang undang orang lain."
" Kan lewat telpon bisa, teganya kamu sama aku."
" Ga sopan sayang, masa nyuruh ke rumah kok pakai telpon. Nanti kalau nikah aku kasih kabar dech."
"Emang kapan mau di sahkan, awas kalau lupa sama aku."
" Masih tahun depan ini kok, ini tumben kesini sendiri ga ajak Tama sama dedek?"
"Dari pasar langsung kesini cuma mau bilang sama kamu nanti sore datang ya ke resto. Mau ada pesta kecil kecilan, di tunggu pokoknya."
" Acara apa, ihhh undangannya mendadak banget sih?"
" Ulang tahun pernikahan yang ke 6, kok kamu lupa sih dulu kan kita nikah hanya selisih satu minggu. Aku dulu baru kamu udah lupa ya?"
" Hahaha iya lupa, kan aku udah bubar ngapain di ingat ingat bikin sakit hati saja. Iya nanti aku usahakan datang, acara jam berapa?"
" Kan sudah ada yang baru makanya di lupain yang lama. Acara jam 7 ajak Byan dan Abby ya biar tambah rame."
" Oke oke, nanti aku kasih tahu sama mas Byan dulu."
" Udah gitu aja ya sayang, pulang dulu dada bebeb Anne", kata Inez sambil melambaikan tangannya.
Anne melanjutkan lagi pekerjaannya sampai ia lupa kalau harus menjemput Abby di sekolah.
" Assalamualaikum mama mbak Ayu mbak Tanti, salam Abby."
" Waalaikumsalam kesayangan mama,loh kok kamu sudah pulang, kata Anne kaget."
" Hemm yang asik kerja sampai ga lihat jam, ini sudah jam 1/2 12 Abby sudah nunggu dari tadi. Tadi ga sengaja lewat depan sekolah Abby terus lihat dia di depan gerbang di temani ibu gurunya nunggu di jemput. Ya aku belok saja terus ajak pulang deh."
" Makasih ya mas, ayo Abby ke atas dulu ganti bajunya terus makan, ujar Anne."
" Kok makasih sih kaya sama siapa saja, nanti juga aku yang bakal antar jemput Abby kalau kita sudah resmi."
" Eh sejak kapan nih panggil mas, goda Byan."
" Sejak tadi, masa mau sebut nama terus kan aneh. Eh iya mas, nanti sore kita dapat undangan ke resto Inez ada pesta ulang tahun pernikahan katanya."
" Oke, aku usahakan ,nanti aku jemput kamu sama Abby."
" Mama temani Abby makan, takut di atas sendiri, rengek Abby."
" Ayo om Byan temanni, mamanya biar kerja dulu."
Anne melanjutkan lagi pekerjaannya, ia tenang karena ada yang mengawasi Abby. Menit demi menit berlalu, suara riuh tawa Abby dan Byan lama lama menghilang.
" Mbak sepertinya ada tamu, kata Ayu yang melihat ada mobil parkir di depan."
" Iya, sebentar."
Tok tok tok suara ketukan pintu di sertai salam.
"Assalamualaikum...."
" Waalaikumsalam, jawab Anne lalu keluar."
" Loh tante, kok ga kasih kabar dulu mau kesini?"
" Masih panggil tante saja kamu ini, iya tadi dadakan soalnya. Ini mama antar teman katanya mau tanya tanya dulu kalau mau bikin baju seperti ini satu orang habisnya berapa meter. Besok mau sekalian ikut kalau kita beli kain. Byan disini ya sayang."
" Untuk berapa orang kalau boleh tahu?"
" Yang cewek untuk bawahan lima belas orang, terus yang cowok buat hemnya panjangnya lima belas orang juga. "
" Ibu beli satu gulung saja kainya, terus kalau atasannya ceweknya paling tidak juga satu gulung soalnya modelnya kaya gini memakan banyak kain."
" Baik mbak, besok saya sekalian bareng ya buat beli kainnya."
" Iya ibu, besok kita kumpul di rumah mama, oh iya itu ma, mas Byan ada kok di sini itu di atas baru main sama Abby, sebentar Anne panggilkan,jelas Anne"
Anne ke atas memanggil Byan, ternyata keduanya sedang tidur. Sementara mama Byan dan temannya di bawah sambil melihat hasil karya Anne yang di pajang di manequin.
" Masih muda tapi usahanya sudah sukses seperti ini ya bu, mas Byan beruntung punya calon seperti dia. Sudah cantik, sopan, tutur katanya lembut punya usaha yang sukses."
" Jeng bisa saja, saya selaku orang tua hanya mendukung keinginan mereka. Jujur saya bahagia bisa melihat mereka bersatu. Ya semoga Byan adalah laki laki beruntung bisa mendapatkan istri yang solehah."