NovelToon NovelToon
Dendam Yang Diwariskan

Dendam Yang Diwariskan

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lautan Ungu_07

Alka hanya ingin hidup sederhana, mengejar mimpi, menjaga orang-orang yang ia sayangi, dan membuktikan bahwa kerja keras bisa mengubah masa depan.

Namun tanpa ia sadari, langkahnya tak pernah benar-benar bebas. Di balik kehidupannya, ada dendam lama yang terus tumbuh, dendam dari seseorang yang seharusnya menjadi tempat pulang.

Fellisya menyimpan luka dari masa lalu. Dan tanpa disadari siapa pun, dendam yang ia pelihara perlahan merusak kehidupan orang-orang di sekitarnya, termasuk dirinya sendiri.

Hingga suatu hari, Lista ikut terseret dalam permainan yang tak pernah ia pahami. Persahabatan berubah menjadi luka, kepercayaan berubah menjadi pengkhianatan, dan mimpi-mimpi yang dulu terasa dekat… kini hancur tanpa sisa.

Karena dendam tidak pernah berhenti pada satu orang. Ia akan terus hidup, menjadi dendam yang diwariskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lautan Ungu_07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab:20 Kesibukan Di Cafe

Cafe malam itu lebih ramai dari biasanya. Musik live dari panggung kecil bikin suasana hangat dan riuh. Aroma kopi dan makanan ringan memenuhi ruangan.

Lista dan Cakra tampil tenang di atas panggung kecil cafe itu. Alka sibuk nganter dan bikin pesenan buat pelanggan. Sementara Athar sama sibuknya dengan Alka, sibuk ke dapur, ke pelanggan dan ke meja kasir untuk nyatet pesanan. Kadang juga marah-marah sendiri.

"Hidup kok jadi tukang fotocopy gini. Bolak balik, bolak-balik..."

Alka yang denger cuma nyengir sambil bawa nampan.

"Silahkan ya, Kak!"

Alka tersenyum ramah, lalu bergegas lagi menuju dapur. Pelanggan baru masih terus berdatangan. Membuat Alka dan Athar khawatir, bukan karena mereka keteteran. Tapi karena takut kursinya tak cukup.

Suara motor kembali terdengar memasuki parkiran. Kali ini bukan pelanggan, tapi Liona. Ia buru-buru masuk, langsung ngambil buku menu dan bantuin tanpa nanya.

"Silahkan, mau pesan apa?" kata Liona, sambil menyerahkan buku menu itu.

Customer itu mencatat pesanannya, setelah selesai, Liona langsung berlari masuk ke dalam dapur.

"Nih pesanan meja nomor lima." Liona menyerahkan catatan pesanan customer. "Ada yang udah beres belum, biar gue antar." katanya.

Alka yang tengah menggoreng kentang seketika bengong. "Liona, kamu ngapain datang?"

"Udah biarin, mau bantuin dia." sahut Athar yang berdiri di belakangnya.

"Tapi..."

"Udah buruan." sahut Athar sambil menyiapkan roti bakar dan rice mango. Pesanan yang barusan Liona bawa.

"Itu selesai belum, Ka?" tanyanya sambil berdiri samping Alka.

"Belum, lo handle dulu ini deh. Gue mau bikin minumannya." Alka mundur, berlari ke tempat khusus pembuatan minuman.

Liona langsung mengambil alih dengan semangat. Hawa panas dapur, membuat pelipisnya basah karena keringat.

"Na, meja nomor delapan belas udah beres nih." kata Athar yang menyelesaikan pesanan sebelumnya.

"Oke, gue angkat kentangnya dulu. Takut gosong." Liona langsung meraih nampan yang sudah di siapkan Athar. Ia berjalan cepat mengantar makanan.

Semua kesibukan mereka handle bertiga, sementara dua orang di atas panggung, suaranya sudah mulai serak.

Tapi untungnya cafe perlahan mulai agak reda. Tak ada lagi pelanggan yang datang, tak ada lagi pesanan yang masuk.

Dari atas panggung sana musik perlahan di hentikan.

"Guys, gue turun dulu. Suaranya udah serak kayak ember kekecilan." teriak Cakra pada pelanggan yang dari tadi ikut bernyanyi.

"Makasihhh semuaa! Kami break dulu ya!" kata Lista, ia tersenyum sambil melambaikan tangan, lalu turun dari panggung.

Suara penonton langsung riuh, di iringi dengan tepuk tangan dari mereka.

Keduanya langsung duduk lemas di kursi. Cakra ngambil minuman, Lista masih sedikit ngos-ngosan.

"Kering banget tenggorokan gue." kata Cakra sambil membuka tutup botol.

"Lo mah mending, duduk doang. Gue di sini... lari ke dapur, meja kasir, ke pelanggan. Lebih capek dari lo." sahut Athar, nada suaranya sedikit ngegas, tapi ada tawa di wajahnya.

"Lo pikir nyanyi nggak capek, harus jaga suara di bagian nada tingginya." celetuk Lista, menatap tajam Athar.

Alka menggebrak meja pelan. "Udahh, semuanya juga capek! Kalian pikir gue nggak capek."

"NGGAK!!" jawab Lista, Cakra dan Athar bareng.

Mulut Alka seketika terbuka. "Kalian... nggak lihat kerja keras gue." Alka nunjuk dirinya sendiri. "Jahatt! Kalian jahat!!" lanjutnya sambil nunjuk mereka satu per satu.

Tawa mereka langsung pecah, melihat ekspresi Alka yang sungguh di buat menyedihkan.

"Sabarr... ada gue kok yang lihat." Liona nepuk pelan bahunya.

Alka noleh cepat, senyumnya langsung lebar. Ia menaikkan alisnya beberapa kali.

"Btw, kalian mau lanjut nyanyi kapan?" tanya Liona, matanya tertuju pada Lista dan Cakra.

"Nanti aja, masih pengen istirahat gue." jawab Cakra sambil menyandarkan kepalanya.

"Lo aja sana yang gantiin." sahut Lista sambil nendang sepatunya pelan.

"Makanya gue nanya. Gue naik ya!" Liona bangun dari duduknya, merapikan rambut dan pakaiannya.

Alka mendongak, menatapnya. "Serius, Na?"

Liona mengangguk sambil tersenyum. "Lo mau ikutan juga?"

"Nggak ah, capek!" tolak Alka, tatapannya kembali jatuh ke atas meja.

Liona berjalan cepat menuju panggung. Senyumnya lebar.

Setibanya di atas panggung, Liona meraih mic. "Selamat malam semua, saya Liona, mohon ijinkan untuk menemani waktu santai kalian, dengan menampilkan sedikit kemampuan dance saya!" suara Liona menggema di dalam cafe.

Suara riuh customer dan tepuk tangan langsung menyambutnya hangat.

"Boleh banget!!"

"Boleh, Kakk."

"Huuu..."

Liona mulai menyalakan lagu yang sudah ia pilih. Begitu lagu di putar, tubuh Liona perlahan mulai bergerak. Hentakkan setiap iramanya cukup bagus, energik, ekspresif, kedipan lampu panggung seolah mengikuti gerakannya.

Alka menatapnya kagum, matanya berbinar, senyum di wajahnya lebar, sampai mulutnya terbuka.

"Gila... keren banget. Lionaa..."

Athar noleh arah Alka, nyikut bahunya. "Mulut lo mangap tuh. Tutup dikit napa."

Alka buru-buru nutup mulut sambil nyengir malu. "Ganggu aja lo."

Perlahan musik dan gerakan Liona berhenti. Orang-orang tepuk tangan lebih heboh dari tampilan nyanyi tadi.

"Makasih semua!" teriaknya, sebelum akhir ya ia berlari kecil turun dari atas panggung.

Napasnya masih ngos-ngosan. Tanpa mikir panjang, Alka refleks langsung memeluknya. "Liooo! Lo keren banget sumpah! Gue suka banget!"

Liona tertawa, pipinya merah nahan malu. "Gue tahu lo pasti suka. Tapi lepasin dulu, gue nggak bisa napas."

Alka langsung melepaskan pelukannya. Wajahnya nyengir kaku. "Sorry!"

Liona hanya menggeleng sambil menahan senyum. Perasaannya salah tingkah.

"Ciee..." goda Lista, sambil nunjuk ke arahnya.

"Apaansi, lagian Alka cuma refleks."

Athar memalingkan wajahnya, mual setengah iri. "Idih idih, reflek bapakmu."

"Berisik. Iri lo ya." Alka menatapnya sambil menaikkan alis.

Athar ngangkat bahu cepat. "Kagak, ngapain gue iri. Udah-udah, lanjut tuh beresin piring kotor."

"Beresin dulu hati lo yang kotor tuh, julid mulu perasaan." celetuk Alka sambil nyengir lebar.

"Sembarangan banget mulut, lo." Athar nunjuk wajah Alka.

Cakra menatapnya bergantian, ia menghela napas dalam. "Udahh, kenapa jadi adu mulut."

Athar senyum tipis, lalu berjalan menuju meja kasir. Sedangkan Alka dan Cakra berjalan menuju meja-meja yang sudah kosong, yang hanya menyisakan piring dan gelas kotor.

Liona masih diam di tempat, matanya mengikuti langkah Alka, bibirnya melengkung tanpa sadar. Tapi tak lama, senyum itu memudar setelah ia sadar, Lista tengah memperhatikannya.

1
Its me
Terus terus kami juga mau dengar Tante
Its me
Ada ada aja nih mereka auto sepi cafe nya
james
wah kasian tuh twins /Grievance/
james
lama juga yah perjanjiannya 20 tahun..
Agatha soul
20 tahun anak udah gede terus cerai gitu? iii males banget
Its me
alesha masih mau mepet sama Jehan karena ada jantung Alka. coba kalau bukan alka udah di cuekin tuh si Jehan.
Yue xin🥀(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠)
16 tahun udah bawa mobil eummm boleh sih tapi minimal punya sim lah
Yue xin🥀(⁠.⁠ ⁠❛⁠ ⁠ᴗ⁠ ⁠❛⁠.⁠)
kalau begitu terus gimana bakal berhenti /Hey/masak nanti cucunya juga bakal saling serang
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
renata baik banget yah💖
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ibu kandung serasa peri jahat
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
ini nih si nenek yg biang rusuh. jd ada dendam di keluarga ini
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
betuuuullll.. ingatanmu ga salah alka
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy
padahal alka ga salah kan ya
Its me
jangan sampai Jehan memanfaatkan jantung alka untuk Tetap dekat dengan alesha
Its me
sudahlah Jehan gak usah mikirin Alesha dia aja gak mikirin kamu
Its me
hmmm hawa nya bakal di plot kan sama Jehan
Its me
innalilahi wa innailaihi rojiun
selamat jalan alka
Its me
idih drama kan kamu yang bunuh anakmu sendiri
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
yang cewek cuek dan yang cowok penuh perhatian 😄
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
nongkrong tapi tetap menghasilkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!