NovelToon NovelToon
Sugar

Sugar

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:51.9M
Nilai: 5
Nama Author: fitTri

Warning!! Adult content, dibawah umur dilarang mampir!

Bijaklah dalam memilih bacaan, novel ini bergenre Adult romance.

Membaca novel ini bisa membuat senyum-senyum, panas dingin dan baper berkepanjangan. Mengandung konten dewasa, pembaca dibawah umur dilarang ngintip, atau nanti akan penasaran.

Sofia Anna harus tercebur kedalam dunia yang tak pernah dibayangkannya. Satu masalah hidup membuat dia menjalani pekerjaan yang tak biasa. Menjadi simpanan pria-pria beristri.

Hingga suatu hari seseorang dari masa lalu menemukannya dan merubah segala yang ada di hidup Sofia.

"Apa kamu adalah kak Niko?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fitTri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Nama

*

*

"Mbak?!!" suara pria di depan membuyarkan lamunan Sofia. Seorang pria bermata sipit menyodorkan kartu member kepadanya.

"Oh, ... maaf Ko." Sofia gelagapan menerima kartu dari tangan pria tersebut.

"Lagi ada masalah, ya. Ngga biasanya mbak Sofi melamun." tanya pria tersebut, yang menyandarkan tubuh atletis nya di meja resepsionis tempat Sofia bekerja.

Perempuan itu hanya tersenyum.

"Ambil cuti, mbak. Liburan yuk. Mbak Sofi kayaknya lagi suntuk." katanya lagi, selagi Sofia memasukkan data ke komputer di depannya.

"Cuma lagi cape aja, Ko." jawab Sofia, Sambil menerima beberapa lembar uang merah dari member gym tempatnya bekerja tersebut untuk membayar keanggotaannya.

"Capek ya istirahat, ini masih kerja?" timpal pria berkulit putih tersebut, sok perhatian.

Sofia kembali tersenyum.

"Dih, si mbak, malah senyum-senyum. Bikin saya GR deh." godanya, terkekeh pelan.

"Ko Gery kali yang bikin saya GR, tiap kesini godain saya melulu." tukas Sofia, tergelak.

"Berarti mbak tergoda dong sama saya?" Gery menaik turunkan kedua alisnya.

Sofia tergelak, "Koko jangan godain saya melulu ih ..."

"Abisnya mbak kelihatan menggoda sih." tukas Gery lagi, yang kemudian berlalu ke ruang ganti di bagian lain gedung.

"Hadeh ..."

Dua teman kerja di belakangnya cekikikan, "Cieee ... yang digodain member,"

Sofia mendelik, kemudian menggelengkan kepalanya jengah.

Godaan-godaan seperti itu sudah biasa dalam kesehariannya. Banyak member gym yang bahkan secara terang-terangan mengajaknya berkencan, namun Sofia tak berniat menanggapi. Bukan sok jual mahal, dirinya hanya menjaga hati agar tak tersakiti lagi.

Sofia merasakan kapok untuk mempercayai rayuan laki-laki. Karena yang dia percayai justru menikamnya dari belakang. Seperti Firza. Hatinya bagai diremas setiap kali mengingat nama itu.

Namun kemudian Sofia menggeleng. Dia harus fokus, tidak boleh melihat lagi kebelakang. Mungkin saja ketika dirinya meratapi nasibnya karena perbuatan Firza yang kabur setelah menggadaikan rumah orang tuanya, justru pria ******** itu mungkin sedang bersenang-senang. Tanpa mengingat dirinya atau setidaknya Dygta, putri semata wayangnya yang tak lagi merasakan kasih sayang dari ayahnya.

Persetan dengan semua yang sudah terjadi, yang penting adalah hidupku hari ini dan yang akan datang.!! Gumamnya dalam hati.

Keputusannya sudah bulat, harus mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya agar bisa segera menebus sertifikat rumah dan terbebas dari beban hutang. Tapi semua itu membutuhkan kerja keras. Bahkan yang dilakukannya saat ini masih belum cukup.

Membayar tagihan sebesar 10 juta rupiah setiap bulan bukanlah perkara mudah baginya. Gajinya yang hanya UMR standar jelas tak cukup. Hanya pekerjaan sampingannya lah yang kini menjadi tumpuan harapannya. Mendapatkan uang dari laki-laki hidung belang yang memakai jasanya, juga dari pria-pria yang mengikat kontrak dengannya.

Sofia menghela napasnya dalam.

Kontrak.

Perempuan itu kembali teringat dua malam yang lalu saat sang papi yang merobek kertas kontrak mereka menjadi serpihan kecil.

Apa pria itu serius dengan ucapannya? Bagaimana dia bisa setenang itu mengutarakan keinginannya?. Juga niatnya yang akan menanggung semua beban yang kini ada dipundaknya. Apa itu hanya bualan seperti pria-pria hidung belang lainnya yang hanya menggombal demi hasratnya yang ingin dipuaskan?

"Aarrrggghh ...!!!" Sofia mengacak rambutnya kasar. Kebimbangan melanda pikirannya.

Pria itu sepertinya serius, tapi dirinya takut untuk mempercayai semua yang dikatakannya. Dia takut semua tak seperti apa yang dipikirkannya. Semuanya terasa terlalu sempurna untuk dirinya.

*

*

"Gue sih terserah lu, Fi." jawab Cece ketika Sofia membuka percakapannya dua malam lalu dengan Satria.

"Lu pikir dia serius, Ce?" Sofia mencoba meyakinkan hatinya.

"Gue nggak tahu. Tapi kalau dilihat dari cerita lu sih, gue pikir dia beneran deh mau miara lu." Cece sambil menyesap minuman ditangannya.

"Lu kira gue anak kucing, apa. Pake nyebut dipiara segala." Sofia mendelik.

Cece tergelak. "Ya abisnya lu nggemesin kayak anak kucing, makannya bikin tuh papi klepek-klepek pengen miara elu, neng."

"Cece, ihh ..."

"Ya lu kasih syarat aja ke dia. Mau nggak dia jamin hidup lu sama keluarga lu. Terus bilang kalau lu punya hutang yang lumayan gede ke bank. Kalo dia mau bayar lunas hutang lu, baru dia bisa jadiin lu piaraan dia seutuhnya." tegas Cece, berapi-api.

"Duh, gue berasa jual diri banget ya kalau gitu caranya." Sofia menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Lah, terus yang selama ini lu lakuin ke Papih-papih sebelumnya apa, pea? Main dokter-dokteran?" Cece mendelik.

"Ya maksudnya, kalau gitu gue jadi bener-bener terikat dong sama dia?" Sofia menghela napasnya pelan.

"Tapi hidup lu lebih aman. Lebih enak pula. Lu nggak usah capek-capek Nerima job kesana sini. Tinggal ngangkang doang kalo dia dateng, terus duit ngalir ke rekening lu." Cece dengan datarnya.

"Ih Cece ngomongnya gitu amat." Sofia mendelik lagi.

"Ya emang gitu kenyataannya. Gue harus ngomong gimana dong? kan kerjaan kita-kita ini emang gitu."

Sofia terdiam.

"Tapi gimana kalau misalnya dia psikopat? tau-tau gue dibunuh gitu pas setuju sama dia?"

"Ih elu mah pikirannya serem. Lu bilang dia orangnya baik banget. Gak pernah kasar? Bahkan memperlakukan lu kayak istrinya, sampai-sampai lu juga terbawa suasana yang bikin lu menikmati apa yang dia lakuin ke lu. Terus lu juga bilang kalau main sama dia lu sering ..."

"STOP!! Udah , Ce. jangan diterusin.!!" Sofia berteriak. Rasanya malu sendiri jika mengingat kebersamaannya dengan Satria yang sedetikpun tak pernah bisa dia lupakan. Wajahnya bahkan kini memerah dan terasa panas.

"Tuh, kan ... jangan-jangan lu ketiban lope deh sama tuh papi,!!" godain Cece.

"Ih Cece apaan sih ..." Sofia kini tersipu.

"Cieeeeee, yang ketiban lope nya papi!!"

"Nggak, Ce!! Mana ada. Pikiran lu jauh banget. Dia sama gue bagaikan bumi dan langit. Dia langit, nah gue bumi nya, yang ada di dasar tanah lagi. gak kelihatan."

"Dih, lu kayak ABG bucinnya, neng." Cece terkekeh.

"Ih, Cece, udah.. jangan bahas itu. Yang gue pikirin sekarang gimana caranya gue nyari tahu siapa dia sebenarnya." Sofia seperti berpikir keras.

"Lah, udah hampir setahun, lu masih belum tau siapa dia?"

Sofia menggeleng.

"Astaga!!"Cece menepuk keningnya, " lu polos apa ****?"

"Gue takut, Ce. Dia sendiri bilang gue gak usah cari tahu siapa dia sebenarnya."

"Mungkin dia mafia?" Cece geli sendiri dengan pikirannya.

"Ih, mana mungkin mafia selembut itu orangnya.?"

"Lu bilang dia galak ke pegawainya."

"Iya. Tapi ke gue dia lembut kok, buktinya, ..." Sofia menggantung kata-katanya, bayangan sikap manis Satria melintas di kepalanya. Membuatnya tersipu lagi dengan pipi yang merona.

"Dih, sampai segitunya lu bucin sama tuh papi." Cece mendelik kesal.

"Cece!!" Sofia merengek.

"Lu cari tahu aja ke hotel tempat dia biasa nginap. Mungkin disana lu bakal dapat info." Cece dengan santainya.

"Oh iya. Kenapa gue gak kepikiran ya?"

"Dih, ... lu mah kebanyakan bucin, jadi otak lu nggak jalan. Sadar neng, lu bukan lagi ABG. Lu wanita dewasa!!"

"Serah lu Cece, gue mau pergi dulu." Sofia seraya bangkit dari sofa tempatnya duduk.

"Kemana lu?"

"Nyari tahu siapa papi gue yang misterius itu, terus abis itu baru gue mau mutusin jalan hidup gue bakal gimana." katanya, dengan semangat.

Cece pun menggelengkan kepalanya. Mengantarkan kepergian Sabahat sekaligus partner in crime nya tersebut hingga ke depan gerbang rumah mewahnya.

*

*

Dan disinilah Sofia, di depan hotel yang menjadi tempat tinggal papinya setiap kali pria itu berkunjung ke Bandung. Perempuan itu membulatkan tekad untuk mencari tahu siapa pria yang selama ini mengikatnya dengan kontrak, yang dua malam yang lalu memintanya untuk berhenti melakukan apa yang selama ini menjadi tumpuannya mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Sofia melangkah melewati pintu masuk, beberapa pegawai mengangguk sopan dan tersenyum ramah, sepertinya mereka mengenali wajah Sofia yang sering keluar masuk hotel itu bersama Satria.

Perempuan itu berjalan menuju meja resepsionis, tekadnya sudah bulat. Hari ini dia harus mengetahui jati diri sang papi yang misterius itu.

Dari kejauhan dua resepsionis cantik sudah bersiap menyambutnya. Senyum ramah tersungging di bibir keduanya. Kemudian segera menyapa ketika Sofia telah sampai di depan mereka.

"Selamat sore, Bu." sapanya, dengan nada sopan.

"Sore, mbak." jawab Sofia, tak kalah sopan.

"Ada yang bisa kami bantu, Bu?" tanya nya lagi.

"Mmm ... itu, saya mau tanya soal kamar nomer 11 yang di lantai 11," Sofia, menjelaskan.

"Iya, Bu.?" resepsionis itu mengerutkan dahinya.

"Ng ... kamar itu dipesan atas nama siapa, ya?"

Dua resepsionis itu saling berpandangan. Kemudian menatap Sofia dengan tatapan aneh.

"Maaf, Bu?"

"Saya mau tahu, siapa yang pesan kamar itu."

"Bukannya ibu sama bapak yang pesan kamar itu?" resepsionis yang satu melempar pertanyaan.

"Iya. tapi saya mau tahu kamar itu dipesan atas nama siapa." Sofia mengulang pertanyaannya.

"Oh, .. kamar itu di pesan atas nama bapak, bu. Bapak Satria Nikolai Mahardika."

Deg!!

"Satria Nikolai Mahardika?"

"Iya, Bu."

"Selain nama itu, ada yang suka menginap disana?" Sofia masih penasaran.

Resepsionis itu menggeleng pelan, "Tidak ada Bu. Kamar itu khusus untuk bapak kalau sedang berkunjung ke Bandung. Beliau menginapnya selalu di kamar 11." katanya lagi, menjelaskan.

Sofia jelas terkejut. Nama Satria menjadi satu-satunya orang yang selalu mengisi kamar 11 itu. Dan selama ini mereka berdua tidak pernah mengganti dengan kamar lain.

"Ada lagi yang bisa kami bantu, Bu?" ucap resepsionis, menyadarkan Sofia dari lamunan.

"Oh, ... nggak. Saya cuma mau memastikan kamar itu nggak dipesan orang lain." Sofia segera menguasai keadaan.

"Tidak, Bu. Kamar 11 memang khusus untuk bapak." jawabnya,

Sofia mengangguk. "Oke." katanya.

"Mungkin Ibu mau keatas? nanti bisa diantar oleh staf kami." resepsionis itu menawarkan.

"Oh, ... nggak usah, mbak. Saya cuma sambil lewat kok. Saya permisi." Sofia pun berlalu meninggalkan dua resepsionis yang masih bertanya-tanya dalam benaknya.

*

*

Bersambung ...

like

**koment

vote**!!

1
Adeeva Haboo
tenang ada didim,ada daryl sama darren..
ya ampun padahal udah 5 tahun lalu tapi masih apal 🤭🤭
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
meninggalkan jejak sek
Adeeva Haboo
setelah puyeng ma emaknya nanti puyeng ma anaknya double pula puyengnya atas bawah 🤣🤣🤣
Adeeva Haboo
ahhh kang jaheeeee
Adeeva Haboo
kangeeeen maaa
Borahe 🍉🧡
Kasian banget si Papa Bear saking paniknya jd kek org bodoh😁
Borahe 🍉🧡
Sabar Fan🙈🤣🤣
Borahe 🍉🧡
Salting 😋
Borahe 🍉🧡
Hahah lucu banget 🤣🤣🤣. Dari dapam kandungan sampai gede anak Satria merepotkan Om Arfan terus🙈😂😂.
Borahe 🍉🧡
Fan Fan. Lucu banget. Calon mertua mu itu Fan di 10 thn yg akan dtg😂😋
Borahe 🍉🧡
Sengaja banget terbar pesona🙄😂
Borahe 🍉🧡
betul fan🙄
Borahe 🍉🧡
tak ada yg luput dari pantauan om Arfan😁
Borahe 🍉🧡
plek ktiplek dgn kisah anaknya🤣ternyata story turunan
Borahe 🍉🧡
Fia gak pernah mens ya🙊🙈. Bercocok tanam mulu
Borahe 🍉🧡
selama masih muda si papi gak pernah pacaran hanya sibuk kerja jd saat ketemu Fia udah kek anak ABG yg baru merasakan cinta cintaan😋😂😂
Borahe 🍉🧡
Calon mertua mu Fan 😁
Borahe 🍉🧡
Salah satu kalimat spesial Papi ke Pasangannya. "Berkat doa kamu saya selalu sehat"😍 sweet banget kalimatnya
Borahe 🍉🧡
kata andalan si Papi. "Move" 😋
Borahe 🍉🧡
Back again. Sesuka itu bacanya🙊😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!