NovelToon NovelToon
Pesona Si Gadis Badas

Pesona Si Gadis Badas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:254.4k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Mikayla Rasyida Rayn atau Mika adalah sosok gadis yang ceria dan pecicilan seperti Onty-nya dulu. Dia adalah pengamat yang handal dan analisanya selalu tetap. Kelihatannya saja dia sangat pecicilan dan ucapannya ceplas-ceplos, tapi dia sangat genius.

Namun di balik wajahnya yang ceria dan menyebalkan, dia mengikuti jejak dari Opa buyutnya. Bahkan dia jauh lebih mengerikan dibandingkan Opa buyut dan Uncle-nya. Semua itu dikarenakan sesuatu yang membuatnya trauma.


Season Baru untuk cerita Mika dari (Anak Genius Milik Sang Milliarder)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Minimarket

"Dimana rumahnya Mika? Emangnya lo tahu?" tanya El pada Reska dengan tatapan menyelidik.

Axel mengatakan analisanya tentang kejadian hari ini. Semua ini ada hubungannya dengan Mika, tentu mereka akan mencoba membantu. Ada seseorang yang ingin menghancurkan Mika lewat geng motor AMOR. Beruntung mereka mengenal Mika. Jika tidak, mungkin Axel akan menerima tawaran menggiurkan itu. Apalagi Yuan mengarang cerita bahwa keluarga Mika orang jahat.

Namun Reska langsung membantahnya dengan tegas. Reska mengaku mengenal keluarga Mika dan tahu rumahnya juga. Oleh karena itu, Reska ingin menemui Mika untuk membicarakan hal ini. Setidaknya dia juga ingin mengonfirmasi tentang kebenaran ucapan Yuan. El dan Axel yang mendengar pengakuan Reska pun tentu saja penasaran darimana sahabatnya itu mengetahui rumah dari Mika.

"Waktu itu nggak sengaja ketemu terus diminta mampir sama Mika. Ya udah, mampir aja sekalian minta makan." ucap Reska memberikan alasan berbohong. Reska takkan mengatakan tentang dia yang hampir saja mati karena tembakan orang misterius. Ini adalah rahasianya dengan Mika.

"Oh... Kalau gitu, kita ke rumah Mika aja sekarang. Penasaran aku dimana rumah anak itu," ucap El dengan raut wajah antusiasnya.

"Dih... Axel itu juga tahu kali dimana rumahnya Mika," ucap Reska tak ingin merasa bahwa hanya dirinya yang mengetahui dimana rumah Mika. Padahal Axel pun mengetahuinya ketika mengantar Mika pulang setelah balapan waktu itu.

"Gue nggak tahu," ucap Axel dengan raut wajah datarnya.

"Kok bisa nggak tahu? Kan lo yang waktu itu antar Mika pulang," ucap Reska menatap aneh pada Axel.

"Jangan-jangan..."

"Mika lo turunin di jalan ya?" serunya menuduh Axel.

Axel menggelengkan kepalanya tak percaya mendengar tuduhan dari Reska. Padahal sahabatnya itu tahu jika dia tak mungkin tega meninggalkan perempuan di jalanan sepi dan tengah malam begitu. Lagi pula apa yang dikatakan oleh Axel itu benar adanya. Dia memang tak tahu dimana rumah Mika. Pasalnya dia menurunkan Mika di gang masuk antara sebuah kampung dan perumahan. Apalagi jalanan di sana begitu gelap hingga Axel kurang tahu Mika pergi ke arah mana.

"Jangan menuduh sembarangan. Mika yang minta diturunkan di gang belakang rumah katanya. Mana aku tahu rumahnya yang sebelah mana," Axel menatap sinis pada Reska yang hanya bisa cengengesan.

"Udah ayo kita ke rumahnya si Mika itu," ajak El agar keduanya menyudahi berdebatan tidak berfaedah itu. Apalagi ini sudah sore, khawatir nanti kalau Mika sedang ada acara di malam hari. Atau keluarganya tidak menerima tamu ketika malam hari.

"Aduh... Kayanya nggak bisa deh gue ajak kalian. Masalahnya nih gue belum ijin sama dia," Reska tentunya tak bisa gegabah mengajak El dan Axel untuk ke rumah Mika. Apalagi penjagaan di sana begitu ketat.

"Telfon dulu sih si Mika itu," suruh El dengan memaksa.

Reska pun menganggukkan kepalanya. Bodohnya dia tadi malah keceplosan ingin ke rumah Mika untuk memberitahu informasi penting. Padahal lewat panggilan telfon saja bisa, tapi malah ingin ke rumahnya. Jika sampai dia ketahuan mengajak Axel dan El ke rumah Mika tanpa persetujuan yang punya, Reska yakin nyawanya tak selamat. Membayangkannya saja sudah membuatnya bergidik ngeri. Reska pun menjauh sedikit dari El dan Axel untuk menghubungi Mika.

"Aneh banget itu bocah satu. Masa mau ke rumah orang aja harus pakai ijin segala. Padahal kan niatnya juga baik," ucap El menggerutu karena sikap dari Reska. El merasa bahwa keduanya sedang menyimpan sebuah rahasia.

"Katanya si Mika, dia lagi di supermarket dekat rumahnya. Kita susul aja ke sana," ucap Reska mengatakan tentang keberadaan Mika. Reska menghela nafasnya lega karena ternyata Mika tidak sedang berada di rumah. Jadi teman-temannya tak akan tahu siapa keluarga dari Mika itu.

Aneh sekali si Reska. Kaya ada yang disembunyikan. Wajahnya tidak bisa berbohong kalau dia tengah menyembunyikan sesuatu,

***

"Ayo buluan, plastik Mika. Ngapain kita malah duduk di depan supelmalket begini? Kebulu malam," seru Callie dengan raut wajah memberengut kesal.

Bagaimana tidak kesal? Callie sudah siap menjalankan misi. Malah Mika mengajaknya duduk terlebih dahulu di depan supermarket setelah mendapatkan telfon dari seseorang. Adrenalinnya sedang terpacu malah dijatuhkan begitu saja. Bagi Callie, Mika ini sangat lelet. Padahal dengan segera menyelesaikan masalah ini, mereka bisa tidur dan rebahan santai. Tak lupa dengan orang rumah yang pasti akan curiga kalau mereka pergi terlalu lama.

"Sabar, kali mambu. Kak Mika lagi tunggu teman. Mereka itu anggota geng motor," ucap Mika memberitahu.

"Ini mau sekalian minta buat meleka culik Omnya plastik Mika?" tanya Callie dengan mata membulat dan berbinar cerah. Jika memang hari ini semua siap, tinggal eksekusinya saja.

"Nggak. Kita hanya akan dengar katanya mereka punya informasi penting," jawab Mika membuat Callie mengerucutkan bibirnya sebal.

Wawas saja kalau sampai infolmasinya ndak penting. Callie tembak dol dol dol,

Mika yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Callie ini sangat mirip dengan Lucky yang inginnya segera selesai. Bukan seperti Mika yang harus memeriksa dan berpikir secara matang terlebih dahulu. Bahkan Mika ingin menyiksa terlebih dahulu pelan-pelan, sedangkan Callie lebih suka eksekusi langsung. Keduanya pun menunggu kedatangan Reska, El, dan Axel dengan sedikit tidak sabaran.

"Lam..."

"Hallo, kali mambu." seru Reska menyela gerutuan dari Callie. Reska hanya memanggil Callie sesuai dengan panggilan dari Mika.

"Heh... Nama aku Callie, bukan kali mambu. Situ kali yang ketiaknya mambu," Callie tak terima teman dari Mika ini memanggilnya kali mambu. Jelek sekali panggilannya itu dan tidak sesuai dengan imagenya.

"Sama aja sih," ucap Reska mencoba santai walaupun dia sedikit takut menyinggung cicit dari keluarga Roberto itu.

"Dasal wowok jelek. Minggil sana, ganggu pemandangan mata saja." usir Callie pada Reska membuat remaja laki-laki itu memelototkan matanya tak percaya.

"Nah... Ini nih yang ganteng. Cocok sama Callie,"

Bahkan Callie langsung mengedipkan sebelah matanya ke arah Axel saat melihat teman dari Reska. Matanya tampak berbinar cerah melihat cowok tampan. Reska yang mendengar itu langsung meluruhkan bahunya lesu. Rasanya dia ditolak oleh anak kecil. Apalagi dikatakan tidak tampan oleh Callie.

"Hay wowok. Mau ndak jadi pacalnya Callie?" tanya Callie dengan cepat.

"Bocah masih pakai popok aja genit sama cowok," Mika meraup wajah Callie agar tidak genit pada Axel.

"Anak kecil itu biasanya jujur, Res. Ini artinya memang aku ini tampan," ledek Axel yang kemudian malah menggendong Callie. Tentu saja Callie dengan senang hati langsung melingkarkan tangannya pada leher Axel.

Sebenarnya ada apa kalian ingin menemuiku?

Nah ini... Gawat, Mika. Kamu diincar oleh seseorang yang namanya...

1
Sani Srimulyani
moga harapannya terkabul ya thor.....
Atik Kiswati
seru abis....
Eko Susilo
luar biasa
tia
lanjut thor
Tang Bin
lanjut Thor
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bnr tuh opa
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sok gaya
Rani R.I
mika sama Axel dan Kenan sama teman nya mika gituu...🤭🤭🤭🤣🤭
Rani R.I
thourr knp kenan playboy Sihh,, kasihan lho sama ibunya, padahal anak satu satunya... seharusnya jgn di buat jahat lah kenan,,kan bisa di jodohkan sama temen cewek nya mika,,,
Healer: iya betul....
total 1 replies
Sani Srimulyani
waduh apa Kenan bakal jadi Raffa kedua ya.....mana sama ketua OSIS lagi ...
Atik Kiswati
aneh2 baek ....
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
atau baca novel ye kan santan
Rani R.I
waduh Kenan jgn ulang kejadian seperti Raffa donk,,, Kamu sudah knl keluarga Roberto lhoo Kenan,dan ibu mu sahabat Oma nya Callie,, jadi jgn jahat donk,, jika tidak berjodoh sama mika setidaknya kan ada ralia yg Kamu kejar,, apa gk kasihan sama ibu mu tah
Lupa Nama: q lebih suka mika sama Axel Thor
total 1 replies
Rai Gojess
aiii kenangan pahit jangan jadi betul² kenangan pahit ya
Healer
jangan2 sifat kennan ini spt Raffa....
muhammad ibnuarfan
ya elah...si kentongan kok gitu sih...bikin bt aja...bagus kara santan kelapa...kereeen nn🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍 gokil jg kara
Ita Xiaomi
Baru datang aja udah buat deg-degan dengar suara pintunya😁
nisacantik
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!