NovelToon NovelToon
The Absolute Sovereign

The Absolute Sovereign

Status: sedang berlangsung
Genre:Budidaya dan Peningkatan / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: arceusssxara

Karya asli!!!

on-Going

Salah satu Sovereign tertinggi di Alam Semesta yang Tak Terbatas ini, ia segera menjalani Jalan menuju Dao tertinggi di alamnya, mereka mengetahui dari catatan kuno, jika seseorang bisa melewati batas Penguasa Tertinggi, ia bisa menjadi God King.

Namun siapa sangka, Wanita yang ia anggap mencintainya, dikhianati olehnya. Saat itu ia hendak menerobos melewati batas itu, namun saat menerobos ia sempat terdampak oleh Tribulasi Hukum. Saat itulah kesempatan wanita itu menusuknya dengan Kabut beracun yang asalnya tidak diketahui, bahkan melukai Primordialnya.

Jadi, sisa jiwanya ia bereinkarnasi menjadi pangeran muda dengan nama yang sama "Huang Di", namun jalan takdir yang ia jalankan sangat bertengtangan dengan sifat Ke Angkuhannya sebagai Absolute. Bagaimana perjalanannya menjalankan takdir ini?

Di kebaradaan Dimensional yang lebih tinggi bahkan God King itu hanya seperti Dewa biasa!

"Jika Takdir mempermainkanku! aku akan memandang rendah Semuanya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arceusssxara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20 Alkemis kota Fan long

Setelah menyelesaikan makan mereka, Huang Di dan Qianlong Yue’er melangkah keluar dari kedai Dapur Tiga Kehangatan. Perut kenyang dan hati tenang, keduanya memilih duduk di bangku kayu yang berada di pinggir jalan utama kota Fan Long, tepat di bawah pohon sejuk yang rindang.

Suara kehidupan kota menyambut mereka. Anak-anak berlari dengan layang-layang spiritual kecil di tangan, para pedagang berseru menawarkan dagangan, dan sesekali terdengar tawa para pengamen jalanan yang memainkan alat musik roh dari bambu langit.

Namun, telinga tajam Huang Di tak melewatkan bisikan-bisikan samar dari dua lelaki berjubah biru yang duduk di meja seberang mereka.

“Kau dengar kabar itu? Kompetisi besar para alkemis akan digelar lima hari lagi!”

“Tentu saja! Hadiahnya bukan main-main. Pemenang utama akan mendapatkan Pilar Esensi Qi Surgawi dan satu warisan teknik pil dari Klan Tiga Api!”

“Tapi hanya alkemis resmi yang bisa ikut serta. Kita cuma rakyat biasa…”

Mata Huang Di perlahan menyipit. Pilar Esensi Qi Surgawi adalah artefak langka yang bisa mempercepat pembentukan inti roh atau bahkan menjadi fondasi untuk menembus ranah Core yang lebih murni.

“Yue’er.”

“Ya?”

“Kita ke bagian alkemis. Aku ingin mengikuti ujian hak alkemis.” ujar Huang Di.

Yue’er tersenyum kecil. “Akhirnya kau tertarik juga menunjukkan sisi manusiawimu.”

Tanpa menjawab, Huang Di bangkit dan berjalan mengikuti ingatannya tentang posisi asosiasi alkemis di kota Fan Long. Tak lama, mereka tiba di depan sebuah bangunan megah dengan atap berlapis emas hijau, simbol khas asosiasi alkemis di seluruh daratan timur benua.

Di atas gerbangnya, terukir tulisan besar bercahaya:

"Asosiasi Alkemis Kota Fan Long"

Dua penjaga berbaju perak menghalangi pintu masuk.

“Silakan tunjukkan lencana alkemis kalian.”

Kedua penjaga itu saling pandang, kemudian menunjuk ke lorong kiri. “Masuk dari pintu ujian. Ujian dasar dimulai setiap dua jam sekali.”

Huang Di dan Yue’er pun masuk ke dalam, menuruni lorong menuju aula ujian. Di dalamnya sudah ada beberapa peserta lain yang tampak muda dan penuh semangat, sebagian menggenggam pil-pil kecil untuk latihan terakhir, sebagian membaca gulungan teknik dasar.

Seorang wanita tua berjubah ungu berdiri di depan meja utama. Ia adalah penguji senior asosiasi kota Fan Long.

“Nama?” tanyanya singkat saat Huang Di maju.

“Huang Di.”

Wanita itu menatapnya tajam sejenak, lalu mengangguk. “Tugas ujianmu sederhana. Buat satu pil kelas Menengah Tingkat 3 menggunakan bahan dasar yang telah kami sediakan. Waktu: satu jam.”

Meja batu dengan peralatan lengkap muncul. Di atasnya tertata api biru, tungku, serta tiga bahan mentah: akar giok merah, bunga mata roh, dan batu salju spiritual.

Para peserta lain tampak gugup, beberapa mulai menggiling bahan dan menakar esensi dengan sangat hati-hati.

Namun Huang Di hanya memejamkan mata… dan mulai.

Dengan satu gerakan jari, api biru dinyalakan. Suhunya langsung stabil. Ia menakar bunga mata roh, menghancurkannya dengan tekanan jari saja hingga berubah menjadi serbuk halus sempurna. Kemudian akar giok merah ia iris tanpa alat, hanya dengan aura tajam dari niatnya.

(Nts: ia menekan api kekacauan sampai ke tingkat api tingkatan yang terdapat pada pengguna spiritual api makanya warnanya biru)

Setiap gerakan begitu presisi, halus, dan cepat.

Dalam waktu kurang dari sepuluh menit, aroma pil mulai memenuhi ruangan.

Semua mata peserta, bahkan sang penguji, beralih ke satu arah.

Dalam lima belas menit…

“Naikan pil..!! Teriak Huang Di

ting! Zshuasss!

Dari tungku Huang Di keluar cahaya menembus ke atas dan satu pil berwarna ungu berkilau dengan garis cahaya emas samar mengelilinginya.

Sang penguji tertegun. Ia mengambil pil itu dengan sarung tangan roh, menatapnya dalam-dalam.

“Ini... ini bukan pil Tingkat 3 biasa. Ini… pil dengan jiwa rohani! Kau berhasil membentuk kesadaran pada pil ini! Hanya alkemis tingkat tinggi yang mampu!”

Ia memandang Huang Di dengan tatapan hampir tak percaya.

“Dengan ini… kau bukan hanya lulus ujian. Aku menyatakanmu sebagai Alkemis Tingkat 5 secara langsung. Jika kau ingin, kau bisa mengikuti seleksi untuk menjadi wakil kota Fan Long dalam kompetisi lima hari lagi.”

Huang Di hanya mengangguk ringan.

“Aku akan ikut.”

Qianlong Yue’er yang sejak tadi diam, tersenyum lembut sambil menyender di tiang aula.

Hari kompetisi akhirnya tiba.

Langit kota Fan Long diselimuti aura antusiasme. Ribuan penduduk berkumpul di lapangan utama yang telah diubah menjadi arena kompetisi megah, lengkap dengan panggung dari batu roh dan platform melayang tempat para juri dan tetua sekte duduk.

Spanduk besar bertuliskan:

Kompetisi Alkemis Tingkat Regional — Wilayah Fan Long

Di atas panggung, lebih dari dua ratus peserta berdiri dengan jubah alkemis masing-masing. Mereka berasal dari sekte-sekte, klan, dan asosiasi alkemis terkemuka. Ada yang masih muda dengan mata penuh ambisi, ada pula yang sudah dewasa dengan tatapan penuh perhitungan.

Huang Di dan Qianlong Yue’er berdiri di antara peserta lainnya. Ia mengenakan jubah hitam polos dengan ukiran setiap detailnya berwarna emas tanpa simbol sekte apapun, tampak biasa, bahkan seperti murid penggembira. Namun justru itulah yang membuat banyak orang menyepelekannya.

Seorang pria tua berjanggut api berdiri di podium utama.

“Selamat datang, para peserta muda. Kompetisi hari ini memiliki tiga tahap utama, dan yang pertama adalah: Ujian Penggabungan Api Tujuh Elemen!”

Seruan gemuruh terdengar dari penonton.

“Tugas kalian adalah menggabungkan tujuh jenis api yang telah disediakan oleh panitia menjadi satu nyala api stabil. Tujuan dari ujian ini bukan semata mengukur kekuatan, melainkan kestabilan jiwa dan kontrol alkemis kalian terhadap elemen dasar.”

Di hadapan setiap peserta, tujuh obor muncul melayang. Masing-masing menyala dalam warna berbeda: biru (air dingin), kuning (petir), hijau (angin roh), merah (api biasa), ungu (petir jiwa), putih (es murni), dan hitam (kegelapan).

“Mulai!”

Ding..

Ding..

Artefak Lonceng kecil berbunyi pertanda dimulainya

Seratus lebih alkemis langsung mulai mencoba menarik nyala api dengan kekuatan jiwa dan kontrol elemen mereka.

Beberapa berhasil menggabungkan dua atau tiga warna, tetapi nyala api mereka tidak stabil dan cepat pecah. Sebagian yang mencoba empat atau lima warna langsung gagal karena ketidakmampuan menyeimbangkan suhu dan elemen yang bertolak belakang.

“Lihat! Murid dari Klan Api Hitam berhasil sampai lima warna!”

“Itu luar biasa! Jarang ada yang bisa melewati empat!”

Namun semua itu menjadi senyap... saat semua perhatian tertuju ke tengah arena.

Di sana, Huang Di berdiri diam dengan tenang.

Ia mengangkat tangan kanannya.

Tanpa gemetar, tanpa tekanan jiwa yang terlihat, ia mulai menarik satu per satu nyala api ke telapak tangannya.

Api biru masuk, mengalir halus.

Api kuning mengikuti, terjalin sempurna tanpa mengganggu warna pertama.

Hijau... merah... ungu... putih...

Hingga akhirnya api hitam, yang biasanya menelan atau menghancurkan nyala lain, menyatu seakan-akan tunduk.

Tzzhhhhh!!!

Damm…dammm

Bunyi api dan tekanan angin spiritual membentang di arena ujian.

Sebuah api campuran dengan tujuh warna menyala di tangannya, berputar pelan dalam formasi spiral sempurna, tanpa meledak, tanpa goyah.

Langit terasa lebih hangat, bahkan beberapa juri yang berada di tahap nascent soul dan soul transformation tinggi mulai berdiri dari kursinya.

“Apa itu... penggabungan penuh?”

“Bagaimana bisa anak muda itu menyeimbangkan semua warna? Mustahil... bahkan Grandmaster Liu di masa mudanya hanya mencapai lima!”

Pada saat itu semua orang tidak mengetahu kultivasi apa yang dimiliki pemuda itu tapi penekanan apinya sangat terkontrol dan presisi

Huang Di menutup tangannya.

Api tujuh warna itu padam dengan lembut, tidak meninggalkan jejak.

Seorang juri berdiri dan mengumumkan:

“Peserta nomor 137, Huang Di. Lulus sempurna! Anda akan menerima hadiah khusus dari panitia: Inti Api Fusion Tujuh Warna. Ini adalah versi permanen dari api gabungan yang telah kau taklukkan.”

Sebuah kristal nyala api seukuran buah delima melayang turun ke tangan Huang Di. Di dalamnya terlihat percikan tujuh warna yang bersatu seperti pusaran.

Qianlong Yue’er yang melihat dari bangku penonton tersenyum kecil.

Namun justru saat Huang Di menerima itu, ia mengangkat tangan kirinya dan membuka telapak tangan...

Api lain muncul.

Bukan api tujuh warna... tapi api yang tak memiliki bentuk tetap.

Warnanya berubah-ubah liar—ungu tua, biru gelap, keemasan, lalu mendadak hitam pekat, dan sesaat kemudian transparan.

Api itu berputar... berdetak... seolah hidup.

Semua juri berdiri serempak. Beberapa langsung mengaktifkan lapisan pelindung spiritual.

“Itu… itu bukan api biasa...!”

“Jangan-jangan… itu salah satu dari 27 Api Surgawi?!”

Di dunia ini, dikenal 27 jenis Api Surgawi — api yang bukan berasal dari unsur dasar dunia, tapi terbentuk dari kehendak alam, kehampaan, atau bahkan dimensi yang runtuh.

Contoh dari Api Surgawi ini termasuk:

Api Jiwa Langit: Membakar langsung ke jiwa.

Api Salju Hitam: Api dari dimensi beku yang membekukan waktu dan membakar eksistensi.

Api Naga Petir: Terlahir dari petir surgawi murni yang menabrak inti dunia.

Setiap api surgawi memiliki kekuatan destruktif dan keunikan yang hanya bisa dijinakkan oleh makhluk dengan kekuatan jiwa yang sangat tinggi atau tubuh khusus yang cocok dengannya.

Kembali ke arena...

“Tidak... ini bahkan lebih kacau dari salah satu dari dua puluh tujuh...”

“Mungkinkah... itu Api hasil gabungan beberapa Api Surgawi? Legenda yang hanya tercatat dalam gulungan terlarang Sekte Roh Abadi?”

Tetua dengan jubah merah berdiri. Ia adalah alkemis peringkat tertinggi di kota Fan Long.

“Huang Di... dari mana kau mendapatkan api ini?”

Huang Di menatapnya dengan tenang.

“Aku tidak mendapatkannya. Api ini adalah bagian dari diriku.karena aku memiliki inti spiritual api dan aku memilah dari beberapa inti roh binatang untuk memaksimalkan kinerja api ini”

Hening.

Satu kota sunyi.

Seorang tetua akhirnya bergumam pelan, seakan berbicara pada dirinya sendiri.

“Mungkinkah… kita sedang menyaksikan kelahiran Alkemis termuda yang berhasil membuat api sehebat itu pertama dalam sejarah dan dapat membuat kuatnya dengan api surgawi?”

Langit di atas arena seolah membeku.

Semua yang hadir, baik peserta, juri, maupun penonton, terpaku saat Huang Di mengangkat kedua tangannya secara bersamaan.

Di tangan kanannya, menyala Api Gabungan Tujuh Warna, yang baru saja ia taklukkan dengan sempurna.

Di tangan kirinya, berputar Api Kekacauan Mutlak, energi yang tak memiliki bentuk tetap, liar, tak terkendali, dan mengguncang kestabilan spiritual di sekitarnya. Aura dari api ini membuat udara seperti menderita—bergetar dan mendesir meski tanpa angin.

“Apa yang dia... coba lakukan?” seru salah satu tetua dengan napas tercekat.

Huang Di menyatukan kedua telapak tangannya.

Huang Di menyatukan kedua telapak tangannya.

Dua api itu saling mendekat, seolah bersiap bertarung. Namun yang mengejutkan, Api Gabungan Tujuh Warna tidak melawan—ia malah diserap perlahan oleh Api Kekacauan Mutlak, seperti anak kembali ke pelukan ibunya.

Vuuummmm!!!

Suara mendesing terdengar tajam, diikuti cahaya menyilaukan.

Dalam sekejap, api itu meledak... bukan karena tidak terkendali, tetapi karena berevolusi.

Api itu berubah menjadi api emas terang, memancarkan kilau murni seperti cahaya mentari. Namun yang paling mengejutkan adalah—di dalam api itu berkedip bintik-bintik cahaya putih, mirip bintang-bintang kecil yang melayang dalam kobaran.

Aura keagungan menguar dari tubuh Huang Di, membuat siapa pun yang memandangnya merasakan tekanan seperti menatap kehendak alam semesta itu sendiri.

Salah satu juri terjatuh dari kursinya.

“Itu... itu bukan api biasa lagi... bahkan bukan sekadar api surgawi...”

Juri lain, seorang wanita alkemis peringkat puncak dari Sekte Pil Abadi, berseru dengan suara bergetar:

“Itu... bentuk awal dari Api Kosmik...! Api yang diyakini hanya ada di ranah legenda! Api yang terbentuk dari perpaduan antara kekacauan asal dan harmoni tujuh elemen!”

Seorang tetua Void Manifestation Realm menatap Huang Di dengan tatapan tak berkedip.

“Bocah ini... adalah monster yang dikirim oleh langit sendiri.”

Semua peserta lain gemetar.

Bahkan alkemis berbakat dari sekte besar yang tadinya merasa percaya diri, kini menundukkan kepala. Tak satu pun dari mereka bisa membantah kenyataan bahwa Huang Di bukan hanya menang... tapi memecahkan rekor sejarah.

Huang Di menatap api emas berbintang itu dalam telapak tangannya.

Ia merasakan sesuatu... sebuah kehadiran yang sangat kuno di dalam nyala itu. Bukan kesadaran, tapi semacam jejak... kehendak... dari alam itu sendiri.

“Ini... mungkin hanya awal dari api sejati yang bisa membakar surga.”

Baiklah akan ku namakan api ini sekarang Crown of chaos Flame Di.

Dengan satu kedipan, ia menyerap api itu ke dalam dantian-nya.

Tak ada ledakan.

Tak ada teriakan.

Namun semua orang tahu: sejarah baru, baru saja tercipta.

1
Mbah Haryo
wah...terlalu cevat over oowernya...ach.
Mbah Haryo
pangeran ke 18 si poni di ini skarang jd agak laen.. 🤭
Mbah Haryo
oaalaaahh...jebulnya novel sistem...????????🤔
Mbah Haryo
naaiiissss...
Mbah Haryo
coment" readersnya mengeriken skalee...coba ach ikut nongkrong dsini...syapa tau critanya wagu tp seru...

gaassss....
Ip 14 PRO MAX
nh ini krkter yg aku ska mntaap
Ip 14 PRO MAX
mntaap bntaii
Ip 14 PRO MAX
tingkat kn kekuatan
Kaisar Abadi
mampir bang.
Vee aja
gk jelas ceritanya Thor 😁
Vee aja
wow otakku mumet Thor 🤣🤣
Vee aja
kereeen👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Vee aja
kereen 👍👍👍
Vee aja
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Ardi Provision
mc tidak percaya sama orang lain tapi membantu orang asing ini ngelantur 😂😂
Ardi Provision
mc pertama masuk yang lain harus melewati tes tapi ada yang mendahului didepan mc, apa tidak ngelantur ni thor
Ardi Provision
tidak kawin bagaimana ada penerus?? kawin dulu 😂😂😂
Arceusssxara: haha maksudnya pewaris yang beruntung mendapatkannya😄
total 1 replies
Ardi Provision
haiis,, harta rampasan dibuang begitu saja
Ardi Provision
ambil dulu harta rampasan perang
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
Mantap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!