Mungkin bagi sebagian orang hal ini aneh, namun bagiku ini memang nyata. Aku anak ketiga dari empat bersaudara. Entah itu keberuntungan atau kesialan. Sejak dari kecil mama selalu melarang dan menyuruh aku ini itu. Ketika aku memprotes perintah mama, ia selalu bilang "Lakukan saja perintah mama kalau kamu tidak mau terkena musibah,".
Awalnya aku tak percaya dengan kata mama, namun semakin aku beranjak dewasa aku mulai paham dengan kata-kata mama. Aku menyesal, kenapa aku baru sadar akan kata-kata mama disaat musibah itu datang. Ya aku tidak melakukan perintah mama ketika aku telah menyelesaikan studi ku. Seharusnya aku ikut mama dan papa pulang, namun aku membantah perintah itu.
Hingga suatu hari, keputusan ku itu menyebabkan mama jatuh sakit. Sebelum mama pergi untuk selama-lamanya, ia berwasiat kepada ku untuk menikahi perempuan pilihannya sesegera mungkin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defani Zulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
C-19
Mesir
Gilang
Beberapa hari terakhir ini perasaan ku tak tenang. Sedangkan tidurku juga tak nyenyak. Setiap hari dalam hampir satu bulan ini, selalu saja aku mimpi bertemu cewek yang dulu selalu mendatangi ku dalam mimpi sebelum aku pindah kesini. Namun setelah pindah kesini aku baru kali ini memimpikan dia lagi. Selain itu aku juga mimpi bertemu dengan mama yang menginginkan ku segera pulang.
Ketika selesai pengajian ba'da subuh aku berdiam diri di masjid. Ku terpikir apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga ku. Aku juga memikirkan dengan mimpi-mimpiku akhir-akhir ini.
" Nak" panggil Abah dan duduk di sampingku
"Iya bah"
"Pulang lah, mamamu membutuhkan dirimu"
"......."
"Saya tahu beberapa hari ini kamu selalu mimpi bertemu dengan seorang wanita dan juga mamamu"
" Iya bah, apa Abah tahu apa maksud dari mimpi saya tersebut"
"Wanita itu adalah calon istri mu. Sedangkan mamamu, dia ingin kamu segera pulang. Dan menikah dengan wanita dalam mimpi mu itu. Umur mamamu sudah tak lama lagi. Dia menunggu mu pulang"
seketika air mata ku turun perlahan.
Kring.... Kring...... Kring......
Ku lihat siapa yang telpon dan aku pamit ke Abah untuk mengangkat telepon tersebut.
Setelah lama aku bercakap-cakap dengan seseorang yang menelepon ku. Dia memutuskan telpon tersebut setelah selesai menyampaikan kabar yang membuat ku semakin sedih.
Seseorang yang menelepon ku adalah bunga. Dia memberi tahu bahwa keadaan mama semakin memburuk dan papa menyuruh ku untuk segera pulang.
"Siapa yang menelepon mu nak"
"Bunga bah"
"Dia memberi tahu keadaan mamamu dan menyuruh mu pulang kan"
"Iya bah"
"Sebenarnya inilah yang Abah takutkan selama ini. Kenapa Abah dulu melarang mu tetap disini. Tapi karena mama dan papamu merestui mu maka Abah juga merestui mu"
"Lalu saya harus bagaimana sekarang bah"
"Pulang lah, dan turuti permintaan mamamu. "
"Baiklah, saya akan segera pulang. Maafkan saya jika saya telah merepotkan Abah selama saya disini."
"Kamu tidak merepotkan tapi kamu telah berjasa. Jangan lupa akan nasihat-nasihat Abah dan jaga dirimu baik-baik"
"Iya bah, kalau begitu saya pamit. Assalamualaikum...."
"Wangalaikumsalam....."
Setelah aku Abah menyuruh ku pulang. Aku segera berpamitan dengannya. Dan kubereskan semua barang-barangku. Aku juga sudah pesan tiket penerbangan untuk pulang. Karena aku sudah lama lulus jadi aku tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan surat-suratku.
Setelah semua selesai dan aku merasa tidak ada yang tertinggal. Aku segera ke bandara untuk kembali ke Indonesia.
********************************
Selama perjalanan pikiran ku juga tak tenang. Perasaanku semakin kacau namun aku berusaha untuk tetap tegar dan sabar.
Abah juga memberi tahu ku soal siapa wanita dalam mimpiku. Beliau memberi tahu ku untuk segera bertemu dengan nya. Dan memberikan semua informasi tentang nya.
Kubaca setiap tulisan yang Abah berikan tadi. Dimana Abah memberikan ku pesan-pesan dan apa yang harus aku lakukan.
Perjalanan ku sangatlah lama. Setelah pesawat terbang yang kunaiki mendarat. Aku segera mencari taksi untuk membawaku ke rumah sakit.
Karena tidak ada satu pun keluarga ku yang ku beri tahu bahwa aku akan pulang hari ini. Jadilah tak ada yang menjemput ku. Karena aku tahu mereka semua pasti menemani mama. Dan hanya aku yang selama ini tidak ada di samping mama.
Taksi yang ku naiki berhenti didepan rumah sakit dimana mama dirawat. Akupun turun dan menyuruh sopir taksi itu untuk mengantarkan barang-barangku kerumah.
Aku langsung tanya dimana mama di rawat. Aku sudah sedikit lupa tentang letak rumah sakit ini. Karena aku terlalu terburu-buru, aku salah masuk kamar orang lain. Beberapa kali aku salah, akhirnya aku menemukan kamar dimana mama dirawat.
Langkah ku perlahan-lahan mulai melambat. Tidak seperti tadi, sungguh aku tak kuat melihat keadaan mama. Karena aku tak mau membuang waktu lagi. Ku paksa kakiku untuk melangkah dan membuka pintu kamar tersebut. Dan aku terdiam di pintu melihat keadaan mama.
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
RAEL BELLA
Termiakasih🙏
TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
makasih 🙏🙏