NovelToon NovelToon
Terjebak Bersama Sang Iblis

Terjebak Bersama Sang Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Romansa Fantasi
Popularitas:350.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: sweetsugar

Hermia Selena kembali bertemu dengan Eros William, pria yang pernah menolak pernyataan cintanya semasa SMA. Saat itu Selena hanya seorang gadis cupu yang tidak mempunyai teman dan sering dijadikan korban bully oleh beberapa siswa, termasuk Eros.

Selang beberapa tahun, Eros kembali dari Oxford dan menemukan Selena yang kini berprofesi sebagai seorang model majalah dewasa. Bak memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, Eros sengaja menyeret Selena untuk membalaskan dendamnya pada sang mantan kekasih yang menikah dengan kakaknya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweetsugar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 20

"Jadi...apa yang sudah terjadi selama ini?" Sam duduk di samping kursi yang ditempati Selena dengan membawa dua botol minuman bersoda.

Menuju musim panas, hujan menjadi lebih sering turun. Selena menikmati setiap cipratan air yang sesekali tertiup angin dan menyentuh kulitnya. "Kurasa kau bisa menebak apa yang terjadi."

Sam membuka kaleng sodanya dan mengangkat alis. "Memangnya aku cenayang?" Pria itu meneguk sodanya sebentar. "Tapi pria itu tak macam-macam, kan?"

"Macam-macam seperti apa?"

Sam mendesah. "Seperti—menyentuhmu."

Selena mendelik. Sedetik kemudian, ia kembali memalingkan wajah dengan pipi yang merona. Pikirannya melayang pada kejadian dimana Eros menciumnya dengan paksa dan itu adalah ciuman pertamanya.

"Hei." Sam mengibas di depan wajah Selena. "Kau...tidak mungkin." Pria itu menggeleng pelan saat menyadari wajah Selena yang merona.

"Ini tidak seperti yang kau pikirkan," sanggah Selena cepat.

"Memang apa yang kupikirkan?"

Selena mengibas. "Sudahlah, jangan dibahas." Ia membuka kaleng soda dan meneguknya untuk mengalihkan perhatian Sam yang masih menatapnya dengan curiga. "Apalagi?" tanya Selena sewot.

Sam mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Kau masih memiliki perasaan padanya?"

Selena tersedak. Soda berperisa jeruk tampak sedikit tumpah mengenai pakaiannya. "Apa maksudmu?!"

Sam mengerling. "Kau masih mencintai pria itu, kan? Setiap kali aku mengingat perlakuannya padamu, aku heran kenapa kau masih mau membantunya. Padahal biarkan saja dia mat—"

"Sam," potong Selena penuh peringatan. "Aku tidak sama seperti Eros."

Sam menghela napas. "Tentu saja, aku tahu hal itu. Maksudku, tak adil bagimu jika kau masih mempedulikannya."

Selena terdiam. Memilih untuk tak menjawab dan meneguk sodanya kembali. Ia tidak bisa. Sungguh tidak bisa membalaskan rasa sakitnya. Bagaimanapun, membalas dendam itu tak pernah dibenarkan.

***

Eros duduk menyandar di kepala ranjang sambil menatap air hujan yang membasahi jendela kamar inapnya. Ia sudah dipindahkan ke ruang VVIP.

Beberapa menit lalu ia masih terlelap dan terbangun tanpa ada satupun orang yang menemaninya disana. Tapi Eros tahu, bahwa Alex menatapnya penuh khawatir dari balik jendela buram, bersama Emilia yang terus mengusap bahunya berulang kali.

Alex akan selalu memiliki orang yang menyayanginya. Ayahnya, ibunya, bahkan Emilia. Siapa yang tak akan terpikat dengan Alex? Tampan, berkarisma, cerdas, tenang dan dewasa. Mungkin karena itulah Alex selalu mendapatkan apa yang sebenarnya tidak pernah ia minta. Karena orang-orang akan selalu melihat ke arahnya tanpa Alex perlu mengemis perhatian mereka.

Eros menghela napas pelan. Ia melirik pada nakas yang terletak di samping ranjang dan berniat untuk meraih air dalam gelas. Namun perhatiannya malah teralihkan pada sebuah cincin berwarna perak dan ponselnya yang tergeletak—sudah retak dibeberapa bagian.

Lalu Eros melirik jemarinya sendiri, cincin itu masih tersemat apik di jari manisnya. Ia tersenyum pahit, rupanya Selena benar-benar membuktikan ucapannya. Wanita itu pergi. Menolak terlibat lebih jauh dengannya.

Tapi mengapa Selena masih mau menolongnya? Bersikap seolah-olah membenci tapi selalu berlagak seperti pahlawan?

Eros meraih cincin milik Selena dan menatap setiap pahatannya. Butuh waktu bertahun-tahun untuk memusnahkannya karena benda itu terbuat dari bahan terbaik dan berkualitas. Benar kata Selena, mengapa untuk sebuah sandiwara ia sampai berlebihan seperti itu? Ia bisa membeli satu pusat perbelanjaan dengan cincin itu.

Mengapa? Eros yakin Selena tahu bahwa ia adalah pria dengan harga diri dan ego yang tinggi. Tapi bukan itu.

Sesungguhnya Selena juga tahu bahwa Eros tidak ingin kalah dari kakaknya sendiri—juga Emilia.

Tapi Eros tak pernah sebaik itu, ia tak akan membiarkan sesuatu yang telah digenggamnya lepas lagi. Tidak untuk yang kesekian kali. Bagaimanapun caranya.

***

Leo bergegas ke kantor Eros ketika ia mendengar bahwa pria itu kecelakaan. Didapatinya Steve yang berada di ruangan Eros dengan beberapa lembar kertas dan bolpoin.

"Kau sudah tahu?!" katanya sambil menghampiri pria itu.

Steve mengangkat kepala sejenak dan kembali kembali pada kertas-kertasnya. "Kau pikir kenapa aku duduk di kursinya?"

"Kenapa kau tidak menghubungiku?"

"Aku tahu kau sibuk, Smith."

Leo menghela napas. "Baiklah, cepat selesaikan pekerjaanmu dan kita ke rumah sakit setelah ini."

Goresan tinta di kertas putih itu terhenti. Steve kembali mengangkat kepala dan menatap Leo.

"Apa?"

"Sebaiknya kau tidak usah ke rumah sakit lebih dulu."

Leo mengernyit. "Kenapa?"

Steve meraih tablet yang terletak diujung meja dan menyerahkannya pada Leo. "Apa yang sudah kau lakukan bersamanya?" tanyanya dengan tatapan menyelidik.

Leo mengerjap. "Ini..."

BREAKING NEWS: PENYEBAB KECELAKAAN EROS WILLIAM KARENA TUNANGANNYA BERSELINGKUH DENGAN LEORGE SMITH?

Judul yang memakai huruf kapital itu dilengkapi dengan foto Leo bersama Selena beberapa waktu lalu.

"Apa ini?!" Leo tertawa kering.

Steve mengambil tabletnya kembali dan menghela napas. "Aksi heroikmu kali ini malah berujung petaka."

Rahang Leo mengeras. "Apa Eros yang melakukannya?"

"Dia tak akan mempermalukan dirinya untuk yang kedua kali setelah dicampakkan Emilia yang menikah dengan Alex."

Leo tersenyum kecut. Ia bisa menebak arti tatapan Steve padanya. "Semakin merepotkan saja, ya."

1
✨Susanti✨
hai.. hai Thor

gabosen balik lagi kesini
Nie
Jgn bilang andreas musuh dlm selimut jg ya thor 🙈
Nie
Berarti eros ga salah nyembunyiin alex dr emilia,semoga cpt sembuh alex dan bs berkumpul dgn eros,jgn lg ada dendam diantara kalian
Nie
Orlando tahu kalo alex msh hidup ya,bener ga sih thor
Nie
Hati2 dgn permainanmu eros,jgn sampe menimbulkan masalah baru untuk hubunganmu dan selena
Nie
Apa alex msh hidup ya,tp dia koma 🤔🤔🤔
Nie
Syukur deh kalo eros ga akan meninggalkan selena,buat selena bahagia eros
Nie
Duh selena hamil,alex meninggal trus masa eros harus kembali ma emilia sih..menang banyak tuh emilia,jgn sampe eros nikahi emilia dan meninggalkan selena thor,ga rela aku..saatnya eros dan selena bahagia
Nie
Biang kerok disini tuh emilia...alex,eros dan selena mereka yg jd korbannya
Yunia Spm
deg degan baca tiap bab nya 😁
Yunia Spm
baca novelnya harus konsentrasi tinggi 😁
✨Susanti✨
karyamu ini salah satu favorit AQ kak,,
sukses buat apapun yg qm jalani
semoga semua berjalan lancar
semangat terus kakak
buat eros bertekuk lutut.. dihadapanmu.. helena....
Herliana 995
udh ga mau up ya thor?
aku sampe lupa sama cerita ini
Mamae Rasya
thoooorrr sumpah deechhh jngan buat aku puyeeeenggg mikir🙄🙄🙄🙄🙄
Martha Karsten
dah berbulan2 g up ini hiatus atau something happen with the author?
khaliqa purba
kemana Thor?
Fatma Kodja
nggak nyangka Emilia yang bersikap polos, anggun ternyata memiliki dendam buat menghancurkan keluarga William
Fitria Prasetiyo Utomo
lanjut thor
Dwi Andriyani
ini upnya kapan sih thor, lama amat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!