NovelToon NovelToon
Pelabuhan Terakhir

Pelabuhan Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:752.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi tan

Lika adalah seorang guru SD baru di sebuah sekolah swasta di Bandung, pengalaman sebagai guru sejak ia lulus kuliah membawanya masuk ke sekolah favorit yang cukup bergengsi.

Namun kehidupannya berubah setelah dia bertemu dengan Kezia dan Nando, murid luar biasa yang tak beribu yang selalu membutuhkannya setiap saat.

Melalui Kezia dan Nando, akhirnya Lika menemukan pelabuhan terakhir cintanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimana Anak-anakku?

Siang itu sekolah sudah usai, sebagian murid-murid sudah pulang, sebagian lagi menunggu jemputan. Para guru juga mempersiapkan diri setelah mengajar, sebelum jam 4 sore, guru juga tidak diperkenankan pulang.

Ada yang mengoreksi tugas-tugas murid, ada yang main game online, ada yang ngobrol, bahkan ada yang tidur di ruangan.

Lika merapikan mejanya yang masih nampak berantakan karena banyaknya buku-buku, di ruangan itu hanya ada tiga guru yang masih betah di ruangan, mereka adalah Pak Alan dan Bu Tri, masing-masing sibuk dengan aktivitasnya.

"Bu Lika...gimana udah dateng ke lokasi perumahan itu? cocok gak Bu?" Tanya Alan sambil beringsut mendekati Lika.

"Cocok pak, lokasinya strategis dan aku suka, malah aku sudah boking lho..." Sahut Lika semangat.

"Wah...Bu Lika mau pindah rumah ya...." Sambung Bu Tri.

"Betul Bu Tri...kita tinggal tunggu makan-makannya nih..." Ujar Alan sambil mengedipkan matanya.

"Ah kalian ini....kalau bukan karena terpaksa harus pindah karena akan digusur aku juga lebih betah di tempat yang lama...tapi apa boleh buat...mungkin nasib harus pindah..." Jelas Lika.

Tiba-tiba dengan tergopoh-gopoh Bu Ina masuk keruangan, wajahnya kelihatan pucat, nafasnya tersengal-sengal.

"Bu Lika...tadi lihat gak Kezia dan Nando dijemput siapa??' Tanya Bu Ina panik.

"Lho...biasanya kan sama papanya Bu..." Sahut Lika.

"Itu Papanya baru jemput...tapi anak-anaknya sudah gak ada, kata security tadi sudah ada yang menjemput tapi karena banyak anak-anak mereka kurang memperhatikan siapa yang jemput mereka...sekarang pak Ricky sedang marah-marah di luar..." Jelas Bu Ina masih tampak tegang.

"Tenang Bu...ayo kita keluar..." Kata Alan sambil bergegas melangkahkan kakinya, diikuti oleh Lika, Bu Tri dan Bu Ina.

Di luar gedung sekolah, tepatnya di parkiran, tampak Ricky sedang mengintrogasi Dua orang security, wajahnya tegang dan panik.

"Aku akan tuntut sekolah ini, karena keteledoran kalian anak-anakku hilang!! Apa kalian tidak tau sama sekali mereka pulang dengan siapa?!!" Kata Ricky dengan suara keras. Kedua security itu nampak ketakutan.

"Ma...maaf pak...tadi situasi sangat ramai sekali...banyak orang tua murid yang menjemput juga beberapa mobil jemputan sekolah...jadi kami kurang jelas memperhatikan..." Sahut salah satu security dengan agak gemetar.

"Kalau terjadi sesuatu dengan mereka, aku tak akan mengampuni kalian!!" Bentak Ricky.

"Tenang Pak...kita bicara baik-baik...semua pasti ada jalan keluar..." Kata Alan yang kemudian muncul bersama dengan guru-guru yang lain.

"Pak Ricky...ayo duduk dulu, tenangkan hatimu..." Lika kemudian membimbing Ricky duduk di bangku yang biasa untuk menunggu jemputan, kemudian dia memberikan sebotol air mineral. Ricky menerimanya kemudian meminumnya. Matanya masih merah menahan kemarahan.

"Aku akan laporkan perkara ini ke polisi!" Sungutnya. Napasnya berburu begitu cepat.

"Ini kan belum 24 jam pak...baru beberapa jam mereka tidak ada..." Celetuk Bu Ina. Ricky menoleh sambil melotot, Bu Ina mundur beberapa langkah.

"Kalian tidak tau betapa berharganya mereka...bahkan seluruh milikku akan ku serahkan asal mereka kembali padaku...mereka adalah anak-anakku, aku menyayangi mereka lebih dari diriku sendiri..." Ucap Ricky terbata sambil meneteskan air matanya.

Hati Lika tersentuh melihatnya, belum pernah dia melihat Ricky yang kelihatan cuek namun memiliki hati yang begitu lembut. Perlahan Lika mendekatinya dan menepuk bahunya.

"Kalau terus begini mereka akan semakin jauh...sebaiknya pak Ricky pulang dulu, tenangkan pikiran setelah itu hubungi orang-orang yang mungkin tau keberadaan mereka...yakinlah mereka akan baik-baik saja..." Lika menatap Ricky, seperti tersadar akhirnya Ricky berdiri kemudian menarik tangan Lika menuju ke mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempat itu. Alan, Ina dan Tri saling berpandangan satu dengan yang lain.

***********

Ricky mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tinggi, Lika yang duduk disampingnya memejamkan matanya ngeri. Kemudian sampailah mereka dikediaman Ricky.

"Ayo masuklah Bu guru...." Ricky tanpa sadar menggandeng Lika memasuki rumahnya yang nampak sepi. Nampak pengasuh Kezia dan Nando memandang heran pada majikannya yang datang tidak bersama anak-anak.

"Lho...anak-anak dimana pak?" Tanya pengasuh itu panik.

"Sssst....bapak jangan diganggu dulu mbak...tolong ambilkan makanan dan air minum saja...anak-anak tadi tidak ada disekolah, ada orang yang menjemputnya duluan..." Ucap Lika pelan terhadap pengasuh itu, Kemudian pengasuh itu segera berlalu dari situ walaupun nampak sangat kaget mendengar berita itu.

Ricky menghempaskan tubuhnya di sofa, bahkan pakaiannya masih rapi dan dasi pun masih melingkar di lehernya, wajahnya benar-banar penuh dengan kekuatiran, kedua tangannya memegang kepalanya, pikirannya benar-benar kacau.

"Coba pak Ricky ingat, kira-kira siapa orang yang mungkin anak-anak kenal...kalo gak kenal kan gak mungkin mereka mau diajak..."

"Aku tidak tau Bu guru...pikiranku benar-benar buntu..."

"Yah...apa mungkin kakek neneknya, atau om dan tantenya....atau saudara yang lain mungkin..."

"Semua tidak mungkin...orang tuaku ada di luar negri...mereka pasti mengabari kalau mau datang, semua saudaraku juga diluar negri...bahkan mereka kurang dekat pada anak-anak..." Lika nampak mengerutkan keningnya mendengar penjelasan Ricky.

"Tapi tidak ada salahnya kalo bapak menelepon mereka...atau telepon orang terdekat bapak...teman atau siapa kek..." Usul Lika. Ricky menghembuskan nafas dengan berat.

"Baiklah Bu guru...aku akan coba menghubungi mereka satu-satu...maukah Bu guru disini menemaniku...aku butuh teman saat ini..." Ucap Ricky dengan suara yang agak gemetar.

"I...iya pak...aku akan temani bapak...." Sahut Lika lirih.

"Trima kasih bu guru..."

********

1
Nur Aini
suuuiiip
Aldy Nusdiansyah
Sarah menangx sendiri kayak jailangkun🤣🤣🤣🤭
nana supriyatna
Luar biasa
Azizah Mehrunnisa
suka , alurnya rapi dan mudah dimengerti
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓫𝓪𝓰𝓾𝓼 𝓬𝓮𝓻𝓲𝓽𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓼𝓪𝔂𝓪 𝓼𝓾𝓴𝓪 😘😘😘👏👏👏👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓱𝓪𝓹𝓹𝔂 𝓮𝓷𝓭𝓲𝓷𝓰 👏👏👏👏👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓚𝓮𝔃𝓲𝓪 😘😘😘😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓪𝓫𝓪𝓻 𝓹𝓪𝓹𝓪 𝓡𝓲𝔃𝓴𝔂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝓶𝓹𝓾𝓷 𝓭𝓮𝓱 𝓡𝓲𝓬𝓴𝔂 🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓷𝓮𝓷𝓮𝓴 👍👍👍👍👍👍
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓚𝓮𝔃𝓲𝓪 𝓭𝓪𝓷 𝓝𝓪𝓷𝓭𝓸 𝓭𝓪𝓱 𝓰𝓮𝓭𝓮 𝓷𝓲𝓱 😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓵𝓾𝓬𝓾𝓷𝔂𝓪 𝓷𝓮𝓷𝓮𝓴
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝓴𝓱𝓲𝓻𝓷𝔂𝓪 𝓶𝓮𝓻𝓮𝓴𝓪 𝓫𝓪𝓱𝓪𝓰𝓲𝓪 😃😃😃😃
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓢𝔂𝓾𝓴𝓾𝓻𝓵𝓪𝓱 𝓢𝓪𝓻𝓪𝓱 𝓼𝓫𝓵𝓶 𝓶𝓮𝓷𝓲𝓷𝓰𝓰𝓪𝓵 𝓭𝓪𝓱 𝓼𝓪𝓭𝓪𝓻
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓮𝓭𝓲𝓱𝓷𝔂𝓪 𝓳𝓭 𝓡𝓲𝓬𝓴𝔂 😭😭😭😭😭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓹𝓮𝓷𝔂𝓪𝓴𝓲𝓽 𝓾𝓽𝓪𝓶𝓪𝓷𝔂𝓪 𝓲𝓽𝓾 𝓢𝓪𝓻𝓪𝓱
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓪𝓼𝓲𝓱𝓪𝓷 𝓡𝓲𝓬𝓴𝔂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓭𝓾𝓱 𝔂𝓰 𝓼𝓮𝓷𝓮𝓷𝓰 𝓭𝓲 𝓴𝓲𝓼𝓼 𝓼𝓪𝓶𝓪 𝓛𝓲𝓴𝓪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓡𝓲𝓬𝓴𝔂 𝓶𝓸𝓭𝓾𝓼 𝓷𝔂𝓪 𝓫𝓷𝔂𝓴 😅😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓢𝓪𝓻𝓪𝓱 𝓸𝓱 𝓢𝓪𝓻𝓪𝓱🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!