Ahimsa Radeya Sanjaya adalah kandidat Presdir dari kerajaan bisnis milik kakeknya. Salah satu syarat yang harus dia penuhi sebelum menjadi seorang Presdir pilihan adalah menikahi perempuan pilihan kakeknya. Sevim Zehra Mahveen adalah perempuan yang harus dia nikahi.
Awalnya Ahimsa menyetujui syarat tersebut hanya untuk mendapatkan posisi sebagai Presdir. Namun, akhirnya dia jatuh cinta kepada Sevim. Sayangnya, meskipun saling mencintai, tapi mereka seringkali dibuat salah paham.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Piye? Enak Jamanku tho?
Fahmi prihatin dengan keputusan yang mempermainkan adik perempuannya. Seperti pemilihan calon pasangan gubernur, kalo sudah tidak cocok , diganti. Mereka pikir adiknya itu boneka? Merasa iba, Fahmi mendatangi kamar adiknya, siapa tahu bisa sedikit mengurangi kesedihan Sevim.
" Kakak boleh masuk Vim..",
" Iya kak..",
" Lagi apa? "
" Rebahan aja,, tuh nonton Tv..",
" Bukannya malah Tv yang nonton kamu?"
" Hmmmm..,"
" Kamu sedih?", tanyanya to the point."
" Mama marah kayaknya kak.."
" Iya gimana, mama juga kecewa. Pasti bingung..",
" Nasib Sevim gini banget.., masih mending kakak dulu, udah jelas calon istrinya. Lah Sevim? Kemarin calon suami Sevim masih Himsa, sekarang uda ganti Harsa..",
" Kamu keberatan? Kalo iya, ngomong..",
" Percuma kak..,yang ada Papa Mama tambah malu. Sevim kan penebus hutang Papa.."
" Berarti kamu terima nikah sama Harsa? ",
" Iya.., dia baik kok..",
" Gimana sama Himsa? ",
" Sevim nggak tau kak..",
" Dia nggak kecewa? ",
" Kenapa harus kecewa, kan dia tetep jadi Presdir.., awal dia mau dijodohin sama Sevim kan karena dia pengen jadi Presdir..",
" Padahal kalo kakak liat, kayaknya Himsa suka loh sama kamu..",
Tapi, dia nggak pernah ngomong kak..,
" Dia masih sama Rosy kak..",
" Kalo dia tau Rosy itu siapa, dia pasti nyesel..",
" Emang kenapa? "
" Hmmm, nggak usah tau. Kamu masih polos..",
" Kak.., masih ngejar Aira? "
" Nggak..",
" Kenapa?",
" Cowoknya posesif.., susah ngerebutnya..",
" Iyalah, orang Aira sebenarnya udah nikah kok..wajar suaminya kayak gitu..",
" Darimana kamu tau? Emangnya kamu kenal?"
" Kenal.., yang ini kan orangnya?", jawabnya sambil memperlihatkan potretnya bersama Aira dan Farah.
" Iya.., kok bisa kenal?"
" Nggak sengaja kak, beneran jangan ya? Nanti kakak dicap pebinor lagi..",
" Kakak ketemu sama Mala lagi Vim.."
" Hah? Terus..terus gimana?? "
" Kakak sempet sapa dia..tapi Mala menghindar..",
" Ketemu dimana? Udah punya pacar belum? Gimana kalo kakak CLBK aja? Sevim kangen loh sama dia..",
" Maunya sih gitu, tapi kayaknya dia masih belum maafin kakak..",
" Iya wajar, bertaun-taun pacaran tapi ujungnya kakak tinggal nikah..",
" Tadi dia sempet sapa Bian juga.., terus nanyain Mamanya ada dimana. Kayaknya dia belum tau kalo Mamanya Bian udah nggak ada..",
" Kenapa kakak nggak cerita? "
" Dia langsung pergi. Katanya buru-buru..",
" Kerja dimana sekarang kak?",
" Nggak tau.., katanya di luar kota.., tolong cariin dia ada diperusahaan Sanjaya cabang mana?"
" Kakak kan tau sendiri, kak Mala itu punya keistimewaan, mana bisa Sevim tau dia ada dimana? ",
" Masa iya kamu sekretaris presdir, nggak bisa tau dia ada dimana?"
" Iya coba nanti Sevim cari tau. Kakak sih, dulu masih ngejar-ngejar kak Mala, identitasnya disembunyiin kan dari orang-orang. Nggak bakal bisa ditemuin di sistem kepegawaian..",
" Iya..makanya cari tau..",
" Oke.., nanti Sevim usahain ya..",
" Ya udah, kakak pulang dulu ya..",
" Nggak nginep aja?",
" Bian kan ada di rumah. Kakak mampir dari Rumah sakit langsung kesini..",
" Oh.., ya udah hati-hati..",
"Nggak usah sedih.., jalanin dengan ikhlas..",
" Iya..makasih kak",
Keesokan harinya.
Sevim masih bersiap-siap di dalam kamarnya, namun tiba-tiba Maid mengetuk pintu kamarnya.
" Non.., ada yang cari..",
Sevim membuka pintu kamarnya.
" Siapa Bik?"
" Kata nyonya.. calon suaminya non Sevim..", ucapnya dengan menggaruk-garuk kepalanya.
" Kenapa bik? Gatel? Belum keramas ya..", goda Sevim.
" Bukan non.., tapi bingung. Kemarin bukan itu calonnya, tapi kok sekarang berubah. Sama-sama ganteng sih.., tapi Bibik suka yang kemarin, sukanya bercanda kalo lagi nungguin Non...",
" Kalo yang ini pendiem non, cool gitu..",
" Apaan sih.., menurut Bibik cocok yang mana?"
" Cocok semua non.., kalo non nggak mau sama yang kemarin buat bibik aja non..",
" Inget Mamang dirumah bik..",
" Hehe.., non Sevim mau punya suami dua? jangan maruk non.., mana cakep semua..",
" Hust.., ngawur.Calonnya emang udah ganti, bukan yang kemarin..., ya udah bilang sana bik, suruh nunggu bentar",
Sevim bergegas menyelesaikan dandannya untuk segera menemui Harsa . Sevim hanya perlu 10 menit saja untuk bisa berpenampilan rapi seperti ini.
" Pagi Pah.."
" Pagi.."
" Mama mana pah? Nggak ikut sarapan?"
" Lagi nggak enak badan..",
Mama pasti masih marah sama Sevim .
" Sevim ke kamar Mama ya Pah..",
" Nggak usah, kamu sarapan aja dulu. Kasian nak Harsa nunggu kamu..",
" Sarapan dulu bang..", tawar Sevim.
" Kita sarapan di luar aja ya Vim.., abang mau ngobrol..",
" Ya udah.., Pah..Sevim ke kantor dulu ya..",
" Iya..",
" Pamit dulu ya om..",
" Iya.. hati-hati ya bawa mobilnya.
Bukan di cafe atau resto, tapi Harsa mengajak Sevim untuk sarapan di pedagang kaki lima. Sevim tentu saja tidak keberatan, apalagi jarang sekali dia bisa menikmati suasana seperti ini.
" Nggak apa-apa kan kalo diajak sarapannya di tempat kayak gini..",
" Iya nggak apa-apa. Abang mau ngomong apa? ",
" Vim.., kamu tau kan kalo abang terima pernikahan ini? ",
" Iya..tau..",
" Kamu sendiri gimana? ",
" Terima..",
" Abang udah mutusin hubungan sama pacar abang, demi menikah sama kamu. Itu artinya, abang nggak main-main sama pernikahan kita..",
" Iya.., Sevim ngerti bang..",
" Abang harap kamu juga nggak usah deket-deket sama Himsa lagi. Hormati abang sebagai calon suami kamu..",
" Tapi, Sevim kan sekretarisnya bang..",
" Abang udah minta dia untuk mengganti dengan sekretaris baru. Tapi, dia minta waktu, setidaknya sampai kita menikah..",
" Oh..,",
" Abang memang belum kenal , belum cinta sama kamu. Tapi, abang berusaha belajar. Abang harap kamu juga gitu..",
" Iya bang..Sevim boleh tanya sesuatu?"
" Apa? ",
" Abang punya pacar kan? Bagaimana sama dia? Pasti Sevim dicap perusak hubungan lagi..",
" Ini semua juga karena dia..",
" Maksudnya? "
" Belum saatnya kamu tau. Yang jelas, abang udah dikecewain sama dia..",
Kantor Sanjaya pusat dibuat gempar oleh kedatangan Sevim dan Harsa bersama-sama. Tentu saja, pergantian calon suami untuk Sevim sudah di dengar oleh karyawan di sana. Alasannya? Hanya itu yang tidak mereka tahu.
Mbak Sevim beruntung ya, kemarin pak Himsa sekarang jadi pak Harsa.
Pak Himsa sama pak Harsa sama-sama gantengnya. Mbak Sevim nggak bakalan rugi.
Mamanya mbak Sevim dulu ngidam apa ya. Nasih anaknya bagus kayak gitu.
Sevim hanya menggelengkan kepalanya. Mereka pikir Sevim bahagia dengan keadaan sekarang? Kalau hatinya bisa berteriak, mungkin dia akan berkata.
Woy..rasanya sakit gaes...
" Abang keluar dulu. Semangat ya kerjanya...", ucapnya dengan mengusap kepala Sevim sebelum Harsa keluar dari Lift.
Langkah Sevim berat, ketika sudah sampai di lantai tempatnya bekerja. Bagaimana nanti kalau dia berhadapan dengan Ahimsa? Rasanya tidak akan sanggup.
" Vim..",
" Mbak.."
" Anggap aja nggak ada apa-apa.."
" Canggung mbak rasanya..",
" Nanti lama kelamaan juga nggak kok..",
" Eh mbak..mau tanya dong..",
" Apa?"
" Kenal sama Mala nggak? Pegawai istimewa..",
" Oh..yang jadi whitelist? Yang masih jadi karyawan tapi nggak dimasukin di sistem?"
" Iya.., kok bisa sih?"
" Dulu..dia pacaran kan sama kakakmu? Karena kakakmu dijodohin sama keponakan pak Adiguna, jadi mereka putus. Terus Mala dikasih keistimewaan sama perusahaan..Bisa minta fasilitas apa aja? HRD aja nggak bisa ngatur-ngatur dia... Untungnya Mala orangnya baik, dia nggak neko-neko cuma pengen dimutasi aja semaunya dia..",
" Mbak Rani, tau nggak dia mutasi kemana? "
" Sebelum mutasi, dia kesini.., kayaknya di Kalimantan deh.., kalo nggak salah ya..",
" Beneran?",
" Iya..aku kan kenal sama dia, waktu itu sempet aku tanya..",
" Di perusahaan Banjar berarti ya.., yah jauh deh..",
" Kenapa? Mau dijodohin lagi sama kakak kamu?"
" Iya..niatnya sih gitu. Oke mbak, makasih ya..
To : Kak Fahmi.
Kak Mala pindah ke cabang Banjar.., kejar gih..
Sesaat setelah mengirimi kakaknya pesan, Sevim langsung memulai bekerja. Belum juga menyalakan laptop, tapi teleponnya sudah berbunyi.
" Halo, dengan Sevim..",
" Masuk Se..",
Deg deg deg..
Jantung Sevim langsung berdetak kencang setelah pria yang diujung sana bersuara. Ahimsa sudah berada di ruangannya? Tumben.
Sevim menghela nafasnya panjang, ketika berjalan masuk ke dalam ruangan Ahimsa. Mudah-mudahan Ahimsa tidak membahas masalah pribadi.
" Se.., tolong kamu ketik ini ya.., kalo udah bawa kesini lagi..",
" Iya pak.., permisi..",pamitnya langsung berbalik badan.
" Se.. tunggu..",
Sevim menghentikan langkahnya dengan memejamkan mata. Ada apa lagi?
" Aku harap kamu menolak menikah sama kak Harsa..",
Ya Allah, apalagi ini.
" Maaf pak, kalo anda tidak bisa memberikan alasan kenapa saya harus menolak, sebaiknya anda tarik kata-kata anda barusan. Permisi..", jawabnya dengan memunggungi Ahimsa.
" Kamu lihat nanti Vim, Aa'.. pasti mendapatkan kamu kembali", batinnya dalam hati.
Sevim mengerjakan apa yang diperintah oleh Ahimsa tadi. Sudah tidak ingin mengingat-ingat apa yang dikatakan oleh Ahimsa. Pikirannya hanya fokus kepada pekerjaan, tidak ada yang lain. Namun, dia dibuat tidak nyaman dengan suara ponselnya yang dari tadi berbunyi.
Sedari tadi, calon suaminya tidak henti-hentinya mengiriminya pesan. Jika Sevim belum membalasnya, maka Harsa akan mengirim pesan kembali.
"Bang Harsa apa-apaan sih, nggak tau apa orang lagi sibuk..", ucapnya dengan meletakkan ponselnya di atas meja dengan keras.
Kekesalan Sevim, rupanya dilihat oleh Ahimsa yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari meja kerja Sevim. Ahimsa tidak kaget dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Sevim. Harsa memang perhatian, tapi perhatiannua itu berlebihan cenderung posesif.
Aa' tau kamu penurut, tapi kamu nggak suka dikekang. Piye? Enak Jamanku tho? ", ucap Himsa dalam hati.
Yang baca Aira Rendra, pasti tau dong Mala itu siapa? Hayo..
Mudah-mudahan Author juga bisa update Aa' sama Sevim nya sering ya.
Jangan lupa tinggalin Jejak ya, biar Author semangat updatenya 😘
semoga ad kelanjutan season 2nya
Selamat ya Sevim untuk kelahiran baby girl