Albert Fernando laki laki yang sangat kaya raya menikahi Danisha Atmanegara, gadis cantik yang bekerja di klub malam...
Awal pertemuan yang kurang tepat membuat Albert maupun Danisha saling membenci
Awal pernikahan yang menyakitkan pun di rasakan Danisha karena Albert sang suami sering merendahkannya dan menghinanya,
Namun dengan berjalannya waktu ,Danisha pun mulai terbiasa dengan sikap acuh Albert padanya,
Meskipun begitu perhatian lebih pun selalu di curahkan Albert untuk Danisha, semakin hari Albert semakin bingung dengan perasaan nya untuk Danisha.
''Apakah ini yang di namakan cinta, apakah aku menikahi karena cinta? ''itulah yang selalu ada di dalam hati Albert.
Masih ada tokoh di belakang yang tak kalah unik yang harus di patuti jempol, siapa lagi kalau bukan mely sang sahabat ,
Bahkan Mely pun menikah dengan orang yang juga dingin dan angkuh,
''Apakah semuanya akan berujung bahagia, mengingat perjuangan mereka yang sama sama menghadapi pria angkuh? ''
Kalau penasaran kita baca yukkk!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# 20
Mely masih belum melupakan bayang bayang wajah sang sahabat, tawanya, kekanak kanakannya membuatnya senyum senyum sendiri, taman itu menjadi saksi bisu terakhir kalinya Danisha bercanda sebelum mereka di keluarkan dari kampus.
''Ikut aku!'' tiba tiba suara berat dari belakang mengagetkan Mely yang sedang menerbangkan pikirannya.
Mely menoleh ke arah sumber suara, namun sudah tidak ada orang kecuali punggung dosen kampus yang sangat di segani ,siapa lagi kalau bukan pak Ricko, dosen muda yang super jutek angkuh namun sangat di segani dosen lain .
''Pak Ricko, apa benar yang bicara tadi pak Ricko, ikut kemana, aku kan nggak buat salah, gumamnya namun masih pada tempatnya.
Tapi setelah Ricko menghentikan langkahnya dan menoleh, Mely langsung berdiri dan berlari menyusul dossen yang killer itu,lalu melanjutkan kembali langkahnya.
''Ada apa ya pak, apa bapak mau menghukum saya, saya kan tidak berbuat salah apa ap....akhirnya Mely memilih diam sambil mengusap jidatnya yang terbentur punggung Ricko karena tiba tiba saja Ricko kembali menghentikan langkahnya.
Aduhh sakit itu punggung apa batok kelapa ya keras banget, Apa aku salah ngomong ya kalau pak Ricko benar benar marah gi mana, Danisha tolong gue Nis, ada dosen killer di depan gue, batinnya merengek.
''Diam, jangan banyak bicara ikuti saja,kalau kamu masih saja mengoceh aku pastikan, aku akan menghukummu tiga hari berturut turut, ucap Ricko mengancam, dan langsung melanjutkan jalannya.
Karena tak mau membuat Ricko marah akhirnya Mely memilih untuk diam dan membuntutinya.
''Tunggu di depan gerbang!'' perintah pak Ricko.
Mely bingung, tapi Mely pun harus melakukan itu,menunggu di depan gerbang.
''Masuk!'' titahnya setelah mobil Ricko berhenti di depan Mely.
Dalam perjalanan keduanya saling diam, namun Mely lama lama bosan karena sangat hening, akhirnya Mely pun bertanya. ''Sebenarnya bapak mau membawa saya kemana? ''kok lama, tanya Mely saat mobil sudah berjalan lebih dari tiga puluh menit.
Bukan menjawab, Ricko malah menyetel musik, yang sedikit keras.
Apa jangan jangan pak Ricko mau menculikku, makanya dia tak mau menjawab, batin Mely menerka.
''Jangan sembarangan, pikiranmu itu kotor, aku ini orang baik baik ,mana mungkin aku menculikmu, lagi pula apa untungnya, membawa perempuan yang masih ingusan sepertimu, mencuci baju saja belum bisa, tiba tiba saja celetuk pak Ricko itu pas dengan apa yang terlintas di otak Mely,
wah wah wah hebat juga nih orang, bisa menebak apa yang aku pikirkan, benar benar, mungkin pak Ricko ini selain killer juga indigo kali ya, batinnya kembali sambil manggut manggut.
Setelah itu Mely pun tak bersuara sampai mobil pun akhirnya berhenti di depan cafe yang terbilang sangat mewah.
''Keluar!'' titahnya lagi.
Lama lama kayak babu juga ngikutin perintahnya yang nggak habis habis ,menggerutu dalam hati sambil membuka pintu mobil.
Ricko berjalan dengan langkah gontainya dengan di ikuti Mely dari belakang.
Heran aku, nggak di kampus nggak di cafe kenapa semua menunduk padanya, kenapa nggak ada yang menunduk juga padaku sih hehehe... batinnya.
Ricko terus berjalan menuju sebuah ruangan,terlihat seperti ruangan khusus,
''Duduk!'' titahnya pada Mely,
Mely pun tak banyak bicara langsung dan duduk di depan Ricko.
''Kenapa kamu nggak nanya apa tujuanku membawamu ke sini?'', ucap seperti basa basi.
Mely menggeleng.
''Apa kamu tidak ingin mengetahui keadaan Danisha?'', ucapan Ricko kali ini membuat Mely langsung mendongak.
''Danisha ,bapak tau di mana Danisha, mengulangi barang kali Mely salah dengar.
''Tau, dia di tempat yang aman, dengan santainya mengucapkan kata itu ,padahal Mely sudah bingung mencari keberadaannya.
''Di mana pak, saya kangen sama Danisha, saya ingin bertemu dengannya, Kini Mely mulai berlinang air mata,
Mendengar kata Danisha memang membuatnya langsung teringat kejadian malam itu, dimana gara gara dirinya ketiduran dan tak bisa menemani Danisha pergi.
''Untuk saat ini aku tidak bisa memberi tau kamu, aku cuma mau bilang kalau kamu nggak usah khawatir tentangnya, meskipun dia nggak bisa kuliah lagi, aku yakin hidupnya akan terjamin, dan dia juga nggak akan susah mencari pekerjaan lagi, ucap Ricko membuat Mely penuh dengan pertanyaan.
''Sepertinya bapak sangat tau tentangnya, apa jangan jangan .....Mely menghentikan ucapannya menerka.
''Jangan salah sangka dulu, aku tidak menculik dia atau menyandranya, tapi untuk saat ini biarkan dia terbiasa dengan tempatnya, dan aku tau kalau kamu butuh pekerjaan, jadi kamu boleh bekerja disini, malam, tapi ingat jangan sampai telat kalau jam materiku, ucap pak Ricko.
Mely langsung mengucapkan terima kasih dan melupakan tentang pertanyaannya mengenai Danisha.
''Mulai sekarang jangan memikirkan Danisha lagi, bukan maksudku menyuruh kamu untuk melupakannya, tapi kamu harus terbiasa hidup sendiri tanpa dia, aku memang belum bertemu dengannya, tapi aku benar nenar yakin kalau memang dia itu baik baik saja, Ricko meyakinkan.
Mely hanya mengangguk dan menerima kenyataan saat ini.
Hening sejenak, tiba tiba saja ada waitress masuk membawa makanan dan minuman.
''Makanlah, pasti kamu belum makan gara gara belum dapat kerjaan. sedikit mengejek,
Bodo amat pak pak, mau bapak mengejek atau menghina yang penting bapak sudah membantuku, memberi pekerjaan untukku, batinnya sambil memakan makanan yang tersaji di depannya.
''Berapa hari kamu nggak makan?'' celetuk pak Ricko membuat Mely menghentikan suapannya.
''Baru tadi malam dan pagi tadi pak, lagi pula saya tadi belum selera, karena nggak ada teman makan, biasanya saya selalu makan bersama dengan Danisha ,tapi setelah dia pergi, saya jadi nggak selera makan, ucapnya pelan membuat Pak Ricko tersenyum kecil.
''Lanjutkan, dan nanti malam kamu sudah bisa kerja, ucapannya kali ini membuat mely Mengangguk dan tersenyum.
Ricko beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu ,namun sebelum membukanya Mely memanggilnya,.
''Kenapa lagi, ?''tanya Ricko pada Mely.
''Apa boleh saya bertemu dengan Danisha sekali saja, saya nggak akan berharap dia lagi bersama saya kok, saya hanya ingin melihat wajahnya kalau memang dia benar benar baik baik saja saat ini. nada memohon.
Pak Ricko membalikan badannya menghadap Mely..
''Maaf Mel, kalau untuk saat ini nggak bisa ,tapi nanti aku akan bicara dengan pemilik kampus, dan semoga kamu bisa bertemu dengan Danisha, tapi aku nggak bisa janji, aku hanya bisa berusaha saja, semoga pemilik kampus itu mau mendengarkan ku, ucap pak Ricko memberi tau.
''Selesaikan makanmu,aku mau keluar dulu, nanti kalau sudah selesai kamu tunggu aku di mobil, karena aku ada urusan sebentar, ucapnya dan meninggalkan Mely yang masih sibuk dengan makanannya.
Ternyata pak Ricko baik Juga, Baiklah Nisha meskipun gue nggak bisa bertemu dengan lo ,yang penting lo baik baik saja, dan gue percaya kalau pak Ricko nggak mungkin membohongi gue, membatin.
sukses thor
smangat thor
mksh
Lektor....
agk ganggu mb Nad...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa