Syeira yang sejak kecil berada di panti asuhan mulai mempunyai mimpi disaat seorang Dokter muda datang mengunjungi Panti Asuhan mereka. Syeira yang saat itu masih sekolah SMP kelas 9 menemukan cinta pertamanya yaitu Koas Muda berusia 24 tahun. Perbedaan usia 10 tahun tak membuat tekad Syeira ciut. Semenjak itu dia rajin belajar untuk meraih mimpinya agar bisa bersanding dengan pria bernama Haider. Selain itu Haider memiliki sepupu ganteng dan kaya raya bernama Xavier yang juga tergila-gila pada Syeira. Bagaimana kisah selanjutnya, apakah Syeira akan memilih bersama Xavier atau tetap pada tujuan utamanya Haider? ikuti terus novel baru saya yang tentunya sangat menarik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fazariah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 : Rahasia Masa Lalu
Naura menghela nafas penuh dengan rasa kecewa. Dia merasa terjebak akan masa lalu yang hanya dirinya dan Haider yang tahu. Dia merasa bersalah pada Haider dan Syeira karena dihadapkan oleh situasi yang begitu menyakitkan.
Kejadian enam tahun lalu
Syeira tengah sibuk berbelanja dengan Naura. Tiga bulan lagi dia akan berusia 22 tahun. Dia memastikan dirinya harus memakai dress baru di saat ulang tahun ke dua puluh dua tahun.
"Kamu lebih suka warna merah muda atau yang biru muda?" tanya Naura menawarkan dua dress terbaik pilihannya.
"Wah, dress warna merah muda ini sangat bagus dan anggun" ujar Syeira kagum.
"Aku tahu kamu akan memilih merah muda ini" balas Naura.
"Setelah ini kita makan dulu aku sudah lapar" lanjut Naura.
"Baiklah kita akan makan setelah membeli parfum baru" balas Syeira ingin tampil sempurna.
"Astaga, lihat wanita penggila Kak Haider ini" ujar Naura sudah tidak sanggup melihat kegilaan sahabatnya.
"Kamu tahu Kak Haider sudah berjanji akan berkencan dengan ku di ulang tahun ke dua puluh dua tahun" ujar Syeira senang.
"Aku sudah mendengar itu sebanyak 1000 kali" balas Naura sudah bosan mendengarkannya.
"Tentu saja kamu harus mendengarkannya 1000 kali lagi" ledek Syeira.
Syeira yang sedang bahagia berbanding terbalik dengan Haider yang tengah mendapatkan kejutan dari keluarganya. Papa Haider ingin dia menikah dengan teman kecilnya bernama Juliet.
"Kamu sudah Papa jodohkan dengan Juliet teman kecil kamu" ujar Papa Haider.
"Aku tidak mau dijodohkan Pa, lagi pula aku tidak menyukai Juliet" balas Haider.
"Kamu tidak bisa memilih menerima atau menolak, itu sudah kewajiban" balas Papa Haider.
"Kenapa Papa memaksaku seperti ini" jawab Haider.
"Kamu tahu rumah sakit kita sedang ada masalah, keluarga Juliet akan menjadi investor terbesar bagi rumah sakit kita, mereka sanggup menolong kita dari kesulitan sekarang ini" balas Papa Haider.
"Kenapa Papa seperti menjual aku?" tanya Haider.
"Kamu tahu, kita yang lahir dari kalangan atas tidak bisa memilih jodoh kita sesuka hati, dulu Papa dan Mamamu juga menikah diawali dengan bisnis, akhirnya kami tetap mencintai" balas Papa.
"Mencintai? Papa tidak ingat bagaimana Papa terlambat ke rumah sakit hanya karena wawancara dan Mama akhirnya meninggal dunia?" ujar Haider dengan suara yang keras.
"Tutup mulut kamu Haider, Papa juga sangat menyesali hal itu, Papa tidak tahu Mamamu akan berakhir seperti itu" balas Papa marah.
"Sudah lah Pa, aku tidak mau menikah apapun alasannya, aku sudah punya wanita pilihanku" ujar Haider.
"Wanita apa? gadis dari panti asuhan itu?" tanya Papa kasar.
"Paaa" teriak Haider marah.
"Segera temui Juliet sekarang, dia sudah menunggu di rumahnya" jawab Papa.
"Kalau aku tidak mau?" tanya Haider.
"Jangan sampe gadis panti asuhan itu dipecat jadi anak magang, kamu tahu kan Papa bisa kapan saja membuat dia keluar dari Perusahaan itu" ujar Papa mengancam.
Mendengar jawaban Papa membuat Haider menurut terlebih dahulu. Dia tidak mau Syeira keluar dari perusahaan impiannya. Syeira bersusah payah belajar agar bisa menembus magang di perusahaan nomor satu itu.
Setelah empat puluh menit di jalan, Haider tiba di rumah Juliet. Wanita itu tengah minum teh di taman rumahnya. Dia tersenyum melihat Haider yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Akhirnya yang kita tunggu datang juga" ujar Juliet berguman pelan.