Instagram : @imeldona
SEASON 2 : Tentang Kasih Sayang dan Perjuangan Orangtua untuk mengungkap kebenaran anaknya, juga berlatar belakang kisah cinta Remaja.
SEASON 1 :Kisah Cinta pertama.
Saling mencintai namun karena pertentangan orangtua, mereka saling dipisahkan.
Hingga Kemudian Mereka dipertemukan kembali, tapi mereka sudah tidak dapat bersama karena Sefia sudah menjadi istri pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bekas Lipstik
Sherly tiba tiba langsung menerobos masuk dengan penuh percaya diri bahwa Dedi akan menyambut kedatangannya.
siapa sih yang akan berani menolakku? sekalipun itu Dedi.
pasalnya Sherly sekarang tengah berdandan serta berpenampilan sebaik mungkin, dan ketika mantelnya dibuka. belahan dadanya yang besar akan terlihat.
"Dedi, maaf aku tiba tiba masuk" ucap Sherly penuh manja dengan memamerkan lekuk tubuh indahnya
dan Sefia yang berada dibelakangnya hanya bisa membungkuk penuh penyesalan karena tugasnya untuk melindungi atasannya dari tamu yang tak di inginkan masuk, Ia tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan benar.
"ada apa kamu kemari?" tanya Dedi datar
"hm, apa aku boleh berbicara hanya empat mata denganmu?" pinta Sherly sembari memberikan kode lirikan pada Sefia untuk meninggalkan ruangan.
"Tidak, biarkan sekretarisku disini" perintah Dedi tegas, "langsung saja apa yang ingin kamu bicarakan denganku?"
apa boleh buat, pikirnya. Ia lalu berjalan berlenggak lenggok mendekati Dedi sedikit mencondongkan tubuhnya agar terlihat jelas belahan dadanya, menatap Dedi yang tengah duduk dikursi kerjanya.
"kamu perlu memikirkan ulang tentang perjodohan kita, bukankah kamu masih lajang? aku bisa membuatmu perlahan mencintaiku" pintanya dengan nada lembut dan manja
Sefia yang mendengar hal itu langsung keluar begitu saja tanpa memperdulikan perintah atasannya karena rasa cemburu.
"Fi..." Dedi ingin mengejar Sefia tapi Ia tidak ingin perempuan didepannya tahu dan mengganggu kehidupan Sefia dengannya.
"Tidak" tegasnya kemudian pada Sherly, "aku sudah memikirkannya dengan matang, aku akan menikah dengan orang yang aku cintai"
"tapi Ded, aku ini mencintaimu. aku sudah mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu, gak bisa ya kamu balas perasaanku walau sedikit saja?" ucap Sherly memelas
Dedi beranjak dari tempat duduknya lalu memegang kedua sisi pundak Sherly, "maaf Sherly, kamu pantas dapat pria yang lebih baik dari aku. kamu gak akan bahagia jika bersamaku yang gak mungkin balas perasaanmu, bagiku cinta itu penting Sher"
"tapi, aku maunya kamu Ded!"
"maaf"
Dedi lalu mengambilkan mantel Sherly untuk kembali Ia kenakan, untuk menutup lekuk tubuhnya yang indah yang coba untuk Ia pamerkan tapi tak berguna.
Sherly yang merasa dirinya gagal lantas mengambil tindakan gegabah dengan tiba tiba menangkup sisi wajah Dedi dan menciumnya tanpa permisi.
"Sherly, kamu apa apaan! keluar sekarang!" ucap Dedi kasar ketika Ia berhasil mendorong tubuh Sherly yang menciumnya tiba tiba.
"huh, pokoknya aku tidak akan menyerah. Aku akan meminta orangtuamu secepatnya melamarku!" ucap Sherly lalu pergi begitu saja.
"sialan, argh!" umpat Dedi sembari menjambak rambutnya kasar karena kesal.
Sefia yang tengah duduk dengan mata sembab kemudian langsung berdiri lalu membungkuk memberi hormat ketika mengetahui Sherly sudah keluar dari ruangan atasannya.
"awas saja nanti aku akan membuatnya bertekuk lutut padaku" gumam Sherly sebelum benar benar meninggalkan ruangan.
****
Dedi yang tengah gusar langsung keluar dari ruangannya dan menarik paksa Sefia untuk ikut masuk dengannya.
"kenapa kamu tadi tiba tiba keluar?" tanya Dedi
"kamu masih tanya kenapa, apa harus menontonmu bermesraan dengan wanita lain hah?" sahut Sefia kesal ada nada cemburu disana.
"kamu cemburu?"
"tidak!" sahutnya memalingkan muka.
"tenang sayang, aku tidak menerima perjodohan dari orangtua ku kok"
Dedi memegangi dagu Sefia agar mendongak padanya, tapi yang Sefia dapatkan adalah bekas lipstik yang masih menempel dibibir Dedi membuat dadanya semakin sakit.
Sefia kemudian mengambil tissue, "nih tissue pake buat hapus bekas lipstiknya dibibirmu!"
Sontak Dedi salah tingkah, mengambil tissue lalu dengan cepat mengusap bibirnya.
"saya undur diri dulu pak!" Sefia bergegas keluar ruangan atasannya dengan cepat.
Dedi sungguh sangat menyesal membiarkan perempuan tadi masuk begitu saja, menyesal karena tidak langsung mengusirnya.
"sial"
****
"aku anterin kamu pulang ya, Fi!" pinta Dedi
"gak perlu pak, saya bisa sendiri" lalu Sefia membungkuk memberi hormat, "terimakasih"
Ia kemudian berlalu pergi menaiki Busway, dan Dedi mengikutinya tanpa Sefia tahu.
Sefia hanya duduk termenung menatap lampu jalan yang mulai menghiasi, rute dari kantor dengan rumahnya cukup jauh jika Ia tempuh dengan menaiki kendaraan umum. hingga membuatnya menguap dan kantuk mendera.
Dedi yang tahu kemudian meminta seseorang yang duduk Di dekat Sefia mau bertukar tempat dengannya, Ia menyetujui.
Dengan pelan pelan tanpa sepengetahuan Sefia yang mulai memejamkan mata, Dedi duduk disampingnya. menarik kepala Sefia agar mau bersandar pada pundaknya.
sungguh Dedi merasa lega, Sefia bisa tertidur pulas Di dekatnya. Ia ingin sekali mengecup bibirnya yang merona tetapi ini ditempat umum.
"argh kesal"
Setelah Bus berhenti tepat dihalte yang tak jauh dari rumahnya, Sefia langsung kaget bangun dari tidurnya seketika seperti sudah menduganya.
"maaf, maaf" Sefia menunduk meminta maaf pada Dedi karena sudah kurang ajar tidur dibahunya.
Ketika Ia ingin melangkah keluar, sungguh yang Ia rasakan aneh, wajahnya tak asing.
Ia kemudian menoleh, dan mendapati Dedi tersenyum sambil melambaikan tangan padanya.
"Dedi, kamu ngapain disini? kamu mengikuti ku?" tanya Sefia heran
"udah hayo, turun dulu!"
Dedi memegangi jemari Sefia kemudian turun dari Bus bersama.
"Lepas! kamu ngapain sih sampek ngikutin aku segala?"
"ya karena aku ingin ngejelasin semua sama kamu, kejadiannya gak seperti yang kamu pikir"
"gak seperti yang aku pikir gimana sih, jelas jelas kamu tadi habis mesra mesraan dengan Sherly, siapa sih pria yang berani nolak dia. Dia itu cantik, putih, sexy, terkenal dan..."
CUP
"udah ngomongnya?" ucap Dedi setelah memberikan ciuman
"Dedi" Sefia melotot, "ini kan ditempat umum, gimana kalau orang lain ngeliat kita?"
"habisnya kamu gak berhenti ngomongnya sih"
"ya tapi kan ini dijalan, ditempat umum. kalo orang lain ngeliat kita kan rame urusannya"
"Oh, ya udah hayo kita lakuin di rumahmu aja!"
Dedi menggapai kembali jemari Sefia lalu menarik agar mengikuti nya.
"Dedi, kamu nih ya!"
"He he, aku hanya becanda."
****
"Ini untukmu." Sefia memberikan minuman hangat untuk Dedi teguk.
"Terimakasih." ucapnya. "Oh ya, suamimu mana?"
"Dia sepertinya pulang telat hari ini."
Dedi mengangguk, menelaah. "Oh begitu." ia pun menoleh. "Oh ya, Fi. kapan kamu akan mengatakan semuanya pada suamimu?"
Seketika Sefia gugup. "Ded, berikan aku waktu. Aku tidak bisa meninggalkan mas Angga hanya demi keegoisanku."
"Lalu bagaimana denganku?"
Sefia hanya bisa menunduk. "Maaf."
Dedi memalingkan wajahnya, dan beranjak berdiri. "Aku pulang dulu, Fi. Terimakasih minumannya dan aku harap kamu secepatnya bisa memilih." ucapnya langsung berlalu pergi.
Sefia hanya bisa mematung dan menunduk, tak tahu lagi harus bagaimana. Cinta atau rumah tangganya yang hampa.
"Ded, maafkan aku."
****
terimakasih banyak ya VOTE POIN nya.
untuk yang belum, silahkan download NOVELTOON, lalu pergi ke pusat misi untuk mendapatkan koin gratis lalu Vote novel Author yang sederhana ini.
miss u :*
Author suka yang kasar kasar, tapi sayang. kena sensor he he
aga & Yuna jg donk Thor.. lg seru2 nya..