Arnet tiba-tiba saja mendapatkan sistem yang mengubah hidupnya.
[Ding!]
[Selamat Host mendapatkan hadiah 100.000.000.000]
Suara itu muncul di pikirannya,disaat kejadian itu langsung mengubah hidupnya menjadi lebih baik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Keakraban Arnet dengan Kak Jovan
Pagi hari
Arnet masih malas tiduran ditempat tidur, dengan suara berisik disamping kamarnya.Arnet segera bangun dan keluar dari kamarnya.
Arnet melihat Doni yang tergesa-gesa berangkat sekolah di pagi itu,"Berangkat sekolah?" Tanya Arnet pada Doni yang saat itu sedang memegang tas ditangan kanannya.
"Iya Kak." Jawab Doni yang begitu semangat.
"Kakak Anterin ya ." Arnet berinsiatif mengantarkan keponakannya itu menuju sekolah.
"Tidak perlu,biar Jovan saja yang mengantarkan Doni berangkat sekolah.Sekalian Bibi menyuruh Jovan pergi ke warung untuk berbelanja beberapa bumbu dapur." Jawab Bibinya yang langsung menolaknya.
"Bukannya kamu baru saja bangun tidur,lebih baik kamu duduk dan minum teh hangat yang ada dimeja dapur." Ucap Bibi Nurma yang tak ingin merepotkan Arnet.
"Nanti saja minumnya Bibi, Arnet sekalian ingin jalan-jalan keluar. Bosen di rumah terus."jawab Arnet yang ingin sekali keliling-keliling di sekitar kampung.
Ibu Nurma hanya bisa menghela nafas,"Baiklah,nanti antarkan Doni ke tempat sekolahannya sekalian kamu pergi dengan Jovan membeli bumbu-bumbu dapur."pesan Ibu Nurma kepada Arnet.
"Oke."jawab Arnet yang terlihat begitu semangat di pagi itu, mereka bertiga langsung pergi dengan menaiki mobil milik Arnet.
"Mobil Kakak bagus sekali."ucap Doni yang kagum dengan desain mewah mobil milik Arnet.
Arnet hanya membalas dengan senyuman, berbeda dengan Jovan yang dari tadi melirik ke arah Arnet.
Akhirnya mereka sampai di gerbang sekolah Doni, dan langsung saja situasi menjadi ramai. Melihat ada mobil mewah yang berhenti di depan gerbang sekolah itu.
Setelah keluar dari mobil, Doni langsung dihampiri oleh beberapa temannya,"Itu mobil siapa, Kenapa kamu bisa naik ke mobil itu?"pertanyaan itu langsung keluar dari beberapa teman Doni yang saat itu baru saja sampai.
"Nanti aku ceritakan, Ayo kita masuk ke dalam." Ajak Doni kepada teman-temannya untuk segera masuk ke kelas mereka.
Di posisi Arnet sekarang,Ia berada didalam mobil bersama Kak Jovan yang terlihat diam sedari tadi.
"Arnet."
"Iya Kak,ada apa?" Tanya Arnet pada Kak Jovan.
"Bolehkah kakak bertanya sesuatu." Ucap Jovan yang terlihat begitu serius dengan apa yang ingin dia tanyakan.
"Kakak ingin tanya apa?" Tanya balik Arnet kepada Kak Jovan.
"Darimana kamu mendapatkan ini semua,bukan Kak ingin mencurigai mu.Tapi Kakak hanya ingin tahu." Ucap Jovan yang masih tanya perihal itu.
Arnet sedikit melirik kearah Kak Jovan,"Semua itu hasil kerja kerasku Kak,selama Arnet tinggal di kota diam-diam Arnet memiliki usaha yang sedang Arnet rintis.Ada Cafe yang saat ini sedang akan berjalan dengan beberapa ruko yang Arnet jadikan ladang bisnis." Jovan pun mengerti apa yang dijelaskan oleh Arnet.
"Syukurlah, akhirnya kamu bisa sukses dengan apa yang kamu miliki." Jawab Jovan yang tak menaruh kecurigaan tadi kepada Arnet.
"Lalu bagaimana dengan kakak?"Tanya balik Arnet kepada Jovan.
"Mungkin Kakak akan gunakan uang itu untuk modal Kakak membangun usaha, kakak merasa berhutang budi padamu Arnet.Dengan kamu membantu kakak,akan mengubah nasib Kakak lebih baik lagi." Jawab Jovan yang mulai menata hidupnya lebih baik lagi.
"Semoga saja kakak jadi orang yang sukses dan terus menata masa depan yang lebih baik lagi." Arnet memberikan dukungan pada Kak Jovan yang begitu baik padanya.
Akhirnya mereka berhenti disebuah toko yang cukup besar di kampung itu,"Kenapa berhenti disini?" Tanya Jovan yang terlihat bingung yang tiba saja berhenti di tempat itu.
"Arnet mau belanja disini saja, sekalian Arnet mau belanja sesuatu." jawab Arnet yang langsung keluar dari mobil.
Tanpa mereka sadari ada beberapa ibu yang melihat keduanya masuk ke toko itu dan luar biasanya Arnet berbelanja begitu banyak barang.
"Sangat banyak." Protes Jovan yang melihat banyaknya kardus berisi sembako yang sengaja ia belikan untuk Bibinya.
"Apa tidak terlalu banyak,ini niatnya kamu maunya borong." jawab Jovan yang memasukkan satu-persatu kardus ke dalam mobil.
Setelah selesai barulah mereka pergi,tanpa Jovan sadari ada seorang wanita yang terus menatap mereka berdua.
"Bukannya itu Jovan,lalu siapa wanita cantik itu dan kenapa Jovan masuk ke mobil itu." Penasaran yang begitu tinggi yang wanita itu rasakan,bahkan Jovan sebenarnya melihat kehadiran shanty yang berdiri terdiam menatap mereka.
Arnet pun tidak sengaja melihat sosok wanita yang dimana dulu dia kekasih Kak Jovan.
"Tak perlu dipikirkan,semuanya hanya masa lalu." ucap Arnet yang tahu betul apa yang sebenarnya yang terjadi pada Kak Jovan.
"Maksud kamu apa Arnet?"
Arnet menatap balik Kak Jovan,"Arnet tahu jika Kak Jovan sudah tidak ada hubungan dengan Kak shanty."mendengar jawaban itu Jovan hanya terdiam menundukkan kepala.
"Dari mana kamu tahu, jika Kakak sudah tidak ada hubungannya dengan wanita itu?"tanya Jovan kepada Arnet.
"Maaf jika Arnet lancang Kak, Arnet tidak sengaja menguping pembicaraan Kakak dengan Bibi."mendengar jawaban itu Jovan hanya menganggukkan kepala.
"Itu memang benar, kakak sudah tidak ada hubungan lagi dengan wanita itu.Sudah cukup rasa sakit yang selama ini kakak pendam." mendengar perkataan itu, Arnet memahami kesakitan yang di derita oleh Kak Jovan.
"Maaf, jika Arnet mengingatkan kembali rasa sakit Kakak."Permintaan maaf Arnet pada Kak Jovan.
Jovan hanya menggelengkan kepala,"Kamu tidak salah, mungkin ini sudah jalannya kakak untuk menjalani ini semua." jawab Jovan yang mencoba tegar.
"Kakak tak boleh terpuruk dengan keadaan seperti ini,lebih baik kakak fokus untuk bisnis Kakak.Hal itu jauh lebih menguntungkan untuk kehidupan Kakak sendiri." Setelah mendengar pesan seperti itu,Jovan langsung membalas dengan menganggukkan kepala mengerti apa yang dijelaskan oleh Arnet.
"Baiklah, akan Kakak mulai dari awal."jawab Jovan yang merasa apa yang dikatakan oleh Arnet memang benar adanya. Mungkin sudah waktunya iya bangkit dan memperbaiki kehidupannya yang lebih baik.
Akhirnya mereka sampai juga, Jovan mulai sibuk mengangkat satu persatu kardus yang tertumpuk di belakang.
"Ini apa-apaan, Kenapa banyak sekali kardus?"tanya bibi Nurma yang terlihat kebingungan dengan begitu banyaknya setumpuk kardus memenuhi area dapur.
"Tadi ibu menyuruh Jovan untuk berbelanja, tapi akhirnya Arnet yang berbelanja semua ini."mendengar penjelasan dari putranya, Bibi Nurma melirik ke arah Arnet.
"Arnet."
"Ada apa Bibi?" tanya Arnet kepada Bibinya.
"Untuk apa kamu membeli barang sebanyak ini, kan Bibi sudah menyuruh Jovan untuk membeli bumbu dapur." Bibi Nurma mulai protes kepada Arnet yang datang-datang membawa begitu banyak barang.
"Daripada membeli sedikit-sedikit barang lebih baik Arnet beli sebanyak ini. Jadinya Bibi tidak perlu repot keluar hanya untuk membeli satu barang." jawab Arnet yang sengaja ingin membantu Bibinya.
kapan pertemuan reuni biar ada booommm yg meledak
nanti gk terkejut itu temannya dan mantan kekasihnya bahwa arnet jauh lebih cantik
kenapa jovan nya gk pakai ruko arnet yg 6 itu kan bisa dibagi tu tempat rukonya
nanti adakah kerjasama antara arnet dan alex didlm perusahaan