Di rumah dia hanyalah seorang ibu rumah tangga, yang kerjanya hanya mengurus suami dan rumah, karna mereka belum di karunia seorang anak,Suaminya adalah seorang Intel di kepolisian yang selalu harus siap siaga apabila ada tugas mendadak, yang membuat dia heran seberat apapun kasus yang dia hadapi selalu dengan mudah dia atasi karna ada seseorang yang selalu membantunya,tapi orang itu sangat misterius karna dia membantu secara diam - diam setelah semuanya beres dia langsung menghilang tanpa jejak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Arlan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20
Dengan mata tajamnya meta memperhatikan tempat sekitar, tapi para pria yang menyekapnya tidak memperhatikan bahwa wanita yang telah mereka sekap matanya setajam elang, Meta masih menunggu reaksi para pria yang menyekapnya dia mau tahu apa yang akan mereka lakukan terhadapnya.
Para pria tersebut mulai mengelilingi Meta, mereka merasa bahwa wanita yang ada di depan mereka ini sedikitpun tidak terlihat seperti orang yang ketakutan pembawaannya yang begitu tenang membuat pria yang di panggil bos, sedikit merasa curiga.
"Cantik coba lihat kami, jangan banyak menunduk saja dari tadi, apa kau begitu takut melihat wajah kami!" Ujar pria yang di panggil bos tersebut.
Meta tetap diam dan menunduk tapi mata tetap awas memperhatikan pergerakan para pria yang ada di sekelilingnya.
"Bos, kita sikat saja wanita ini setelah itu kita serahkan bos besar pasti harga jual wanita seperti ini sangat tinggi!"Ujar pria tinggi besar yang tangannya penuh dengan tato.
Mendengar apa yang di katakan pria itu, Meta bisa memastikan bahwa mereka ini adalah sindikat perdagangan manusia atau Human Trafficking, atau jangan - jangan mereka ini juga adalah sindikat narkoba dan penjualan organ tubuh manusia.
Para pria itu mulai mendekati Meta dan dengan segera dia menarik Meta hingga Meta tertarik kearah tubuh pria yang bertubuh gempal, tapi sebelum tangan mereka singgah kearah area terlarangnya dengan segera Meta memelintir tangan pria tersebut dan dengan gerakan yang cepat dan tak terlihat Meta menendang arah selangkangan sang pria hingga pria itu terjengkang dan merasa sangat kesakitan.
"Kurang ajar kau wanita jalang!" Ujarnya sambil memegang selangkangannya yang terasa sangat sakit.
Pria yang di panggil bos oleh mereka tadi, menatap Meta dengan tajam dan sadis,dia tidak terkejut karna dia sudah menduga dari pertama dia menyentuh pipi wanita itu tadi sedikitpun wanita itu tidak merasa ketakutan, malah dia begitu santai dan tenang.
"Ternyata kau bukan wanita sembarangan, aku sudah menduga dari penampilanmu dan pembawaan mu yang sangat tenang." Ujar pria itu sambil menaikan kedua alisnya.
Dengan tersenyum sinis dia memberi perintah untuk menyerang wanita tersebut,Sementara dia memperhatikan gerakan mereka dari jauh, dia ingin memastikan sekuat apa wanita yang ada di depannya ini.
Setelah mendengar perintah dari sang bos dengan segera mereka menyerang Meta dengan membabi buta dan penuh amarah karna melihat teman mereka yang sudah di buat tidak berdaya. akibat tendangan keras Meta tadi.
Dengan gerakan lincah dan gesit dengan waktu singkat Meta dapat melumpuhkan semua lawannya.Melihat itu sang bos mereka sangat geram dan malu karna tubuh mereka yang besarnya melebihi dua kali lipat tubuh si wanita.
"Ternyata kekuatanmu boleh juga cantik, sekarang giliranmu yang akan aku buat bertekuk lutut di hadapanku!" Ujarnya menantang Meta yang hanya menatapnya dengan dingin.
"Jangan banyak bacot tunjukan kekuatanmu, berapa menit lima belas atau dua puluh!" Ujar Meta meremehkan pria tersebut.
Mendengar ejekan sang wanita membuat si pria semakin emosi dengan penuh amarah dia menyerang Meta, tapi dengan gerakan cekatan dia bisa mematahkan serangan - serangan pria tersebut.
Selagi pria itu lengah dengan tendangan memutar Meta membuat pria tersebut terpelanting beberapa meter.
Akhhhhh.....
Darah segar keluar dari mulutnya,membuat dia semakin emosi, terpancar kemarahan dari matanya saat dia menatap kearah Meta.