NovelToon NovelToon
Duda Perawan

Duda Perawan

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:26.4k
Nilai: 5
Nama Author: pejuang keluarga

Tia adalah seorang gadis biasa yang ingin mengubah nasib keluarganya menjadi lebih baik, bahkan bercita-cita ingin menjadi penulis hebat dan berharap mendapat suami yang bisa mengangkat derajatnya, akan tetapi apalah daya, sejak tia bertemu dengan duda yang sudah merusak hidupnya dan menghancurkan segala impian juga harapannya, tia pun ahirnya pasrah dengan keadaan dan menerima nasibnya yang harus menjalani hidup dengan duda itu walou hidup sederhana. tapi apakah tia akan menyerah begitu saja dengan ke inginannya setelah menikah dengan si duda itu.
baca cerita selanjutnya ya.! di angkat dari kisah nyata, entah percaya atau tidak. tapi begitulah kenyataannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pejuang keluarga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali kerja di asesoris

Kalou 4 bulan yang lalu, aku kerja di ci bubur yang kena kasus itu, sekarang aku kerja di jakarta daerah tebet. aku ke sana di kasih info sama Yuli yang ternyata dia sudah kembali mendapatkan kerja, dia udah 2 bulan di sana katanya, dia kerja jadi kariawan atau penjual aksesoris, tapi gajinya gak seberapa kalo di bandingkan denga waktu kita dulu katanya, tapi aku gak peduli kalo aku betah aku akan kerja di sana sampai aku bosan he heh...

Dirumah aku benar-benar bosan dan jenuh. Aku ingin kerja lagi sambil memikirkan dan terus bertanya info tentang kerjaan ke semua teman yang ada di kontak henpon ku, satu per satu aku menanyakan kabar lowongan pekerjaan, namu hasilnya nihil, yang terakhir aku ingat dengan Yuli. aku penasaran apa dia sudah dapat kerjaan lagi atau belum, aku segera menghubungi nomornya, aku harap nomor Yuli masih aktip, aku coba miskol, ternyata aktip segera aku mengrim pesan pada Yuli

"Assalamualaikum_Yul apa kabar? Aku Tia teman kamu yang waktu itu di ci bubur, masih inget gak sama aku," isi pesan ku terkirim

Namun beberapa jam tak ada jawaban "entah dia sibuk atau gimana, atau gak pegang henpon

Aku terus menunggu balasan dari Yuli, berharap Yuli segera membalas pesan ku.

Sampai malam tiba, baru lah Yuli membalas pesan ku, Jam 10 : 17.

"Waalaikumsalam_eh, iya Tia, aku baik maaf aku baru bales soalnya aku lagi sibuk, jadi jarang bawa henpon," balas yuli.

"Emmh iya gak papa Yul, udah malem gini kok belum tidur," tanya ku.

"Belum aku baru pulang ini baru buka henpon sambil bersiap mau tidur," jawab Yuli

"Oooh ya udah kalo mau tidur, maaf ya kalo aku ganggu," balas ku.

"Iya gak papa Tia, gak masalah ya sudah aku mau tidur ya, aku udah ngantuk banget soalnya, kita sambung lagi besok ya," balas Yuli.

"Ya Yul, met istirahat ya."

"Iya makasih. maaf ya Tia," blas nya lagi

"Oke."

Ku hela napas panjang membuang nya kasar, tadi nya aku mau menanyakan ada kerjaan enggak nya, tapi aku urungkan niat ku kali ini, karna memang udah malam waktunya semua mahluk hidup istirahat tidur.

Esok hari yang ku tunggu ahirnya tiba, aku akan menelpon Yuli kali ini, "pikir ku."

Tutuuuut_tuuut

Yuli : "Halo assalamualaikum, ada apa Tia? tiba-tiba menelpon ku ?" tanya Yuli di sebrang sana.

Tia : "Iya waalaikumsalam eh enggak, gak papa, aku ganggu gak, kalo nelpon?"

Yuli : "Oh enggak kok enggak. aku baru siap-siap mau berangkat ke toko."

Tia : "Emmh, aku mau tanya boleh gak?"

Yuli : "Iya tanya apa?"

Tanpa ba bi bu, aku langsung menanyakan pekrjaan ke Yuli.

Tia : "Gini, aku lagi cari kerja, kamu udah kerja belum Yul ?"

Yuli : "Ooh itu, alhamdulillah aku sekarang udah mulai kerja lagi di tempat ku yang dulu yang lama, sebelum ke ci bubur waktu itu."

Tia : "Emmh, syukur alhamdulillah deh kalo gitu, omong-ngomong ada lowongan gak di situ?" tanya ku sedikit malu.

Yuli : "Emang kamu mau kerja di sini?"

Tia : "Iya mau, kerja apa aja boleh lah. aku mau asal halal, he...he."

Yuli : "Emmh, kebetulan di sini ada, butuh kariawan baru katanya, tapi aku gak yakin takut sudah ada yang masuk, nanti aku tanyain dulu yah sama Ibu Nyai dan Bapak Akbar pemilik toko ini."

Tia : "Oke deh, aku tunggu kabarnya ya?"

Yuli : "Iya siap! kalo gitu aku berangkat dulu ke toko ya takut kesiangan, sambil mau ngasih kabar tentang kamu ya Tia," pamit Yuli

Tia : "Oke deh, mudah-mudahan aku bisa kerja di sana ya. aamiin," harap ku.

Malam hari tiba, Yuli mengabari ku setelah selesai dari tempat kerjanya.

Dreet_drrreeee_henpon ku berbunyi, lalu aku segera mengambilnya dan melihat siapa yang menelpon ku, ternyata dari yuli.

Yuli : "Assalamualaikum_ halo Tia."

Tia : "Waalaikumsalam, iya Yul gimana?"

Yuli : "Emh gini kamu besok bisa langsung ke sini ajah katanya, nanti alamatnya aku kasih ya lewat pesan."

Tia : "Hah...yang bener Yul ? Aku seneng denger kabarnya, tapi aku gak ada buat ongkos, kalo harus berangkat besok gimana dong?"

Yuli : "Emmh gak masalah nanti kamu di kasih dari sini katanya, kamu tinggal siap-siap ajah."

Tia : "Wah_serius ni! ya udah kalo gitu aku siap-siap dari sekarang, sekalian mau kasih tau Mamah.

Yuli : "Iya oke, assalamualaikum."

Tia : "Waalaikumsalam, lalu telpon pun terputus.

Aku segera menghampiri mamah yang sedang menghitung wajit-wajit yang akan di ambil pemiliknya besok dengan Nenek, Bibi dan juga Uwa.

"Mah_maaah!" aku berlari kecil menghampri mamah sambil manggil-manggil.

" Kenapa?" ucap semua serempak

"Gak ada apa-apa, ini aku mau berangkat kerja besok, sama Yuli yang kemarin di ceritain dia udah kerja katanya baru masuk juga, terus ada lowongan katanya lagi butuh kariawan baru," jawab ku menjelaskan.

"Ooh_tapi gak ada ongkos kalo berangkat besok,"

ucap Mamah.

"Ya udah pake aja dulu itu punya Nenek, kalo cuma buat ongkos mah ada, tadinya buat pake modal lagi," timpal Nenek.

"Gak usah Nek, katanya nanti di kasih dari sanah," jawab ku.

"Ooh syukur kalo gitu "alhamdulillah, orang lain mah mana ada yang di kasih ongkos dari tempat kerja. yang ada kita harus ngeluarin dulu," sahut Nenek.

"Iya alhamdulillah. tapi gak tau juga kalo misalnya nanti harus di ganti kalo udah gajian," timpal ku sembari nyengir.

"Ya gak papa lah kalo gitu juga yang pentingkan kita gak harus nyari buat ongkos," timpal Mamah.

Sedangkan yang lain hanya mendengarkan dan menyimak.

Ke esokan harinya aku sudah bersiap untuk kerja dan pamit dengan keluarga besar.

"Hati-hati_semoga selamat sampai tujuan, semoga betah dan awet kerjanya, bosnya baik sama anak buah," ucap Nenek mendoa kan.

"Semoga hasil, sehat-sehat di sana, jaga diri baik-baik," ucap Mamah.

Bibi dan Uwa pun mendoa kan hal yang sama.

Lalu aku pergi menunggu bis di jalan 10 menit menunggu ahirnya bis datang juga, segera menaiki bis sampai terminal tasikmalaya.

Dari terminal tasik aku menaiki bis jurusan jakarta sampai terminal entah apa namanya lupa, pokonya sampai terminal terahir pemberhentian bis itu tiba di sana banyak bis yang sama dengan bis yang aku naiki, mungkin itu terminal yang di maksudkan.

Setibanya di terminal aku celingukan dan menunggu jemputan di ruang pemberangkatan.

30 menit kemudian ada yang menelponku dari nomor yang tak di kenal. aku segera mengangkatnya, karna kata yuli dia udah memberikan nomor ku sama orang yang akan menjemput ku di terminal nanti.

"Halo_maaf ini siapa?" tanya ku

"Saya yang mau jemput. apa benar ini dengan nomor Neng Tia," tanya nya, suara seorang pria tua di sebrang sana.

"Oh, iya saya sendiri.

"Oh sukur, apa sekarang sudah sampai?"

"Sudah pak, saya udah sampai sejak tadi, sekarang lagi di ruang pemberangkatan.

"Kalo gitu bisa keluar sajah, saya lagi di depan," ucapnya.

"Iya Pak saya keluar sekarang,"

segera aku keluar tanpa memutus sambungan telpon, aku melirik sekeliling tapi tak ada tanda-tanda yang mau jemput.

"Pak saya udah di luar dekat warung kopi."

"Oh iya sebentar saya kesana sekarang, kamu pakai baju warna apa?"

"Aku pakai baju merah, kerudung hitam dan celana hitam Pak, bawa koper biru," jelas ku.

Tak lama kemudian orang yang menjemputku tiba di depan ku, lalu Bapak itu bertanya.

"Maaf, Neng Tia yang mana yah.

"Saya, Pak," ucap ku.

"Ooh iya, ayo naik kalo gitu," mempersilahkan.

"Aku segera naik ke motor si Bapak, langsung melaju pergi dari terminal, agar tidak terlalu sore karna kalo udah sore jalanan sangat macet.

Tiba di tempat yang Yuli katakan. aku di sambut dengan baik sama bu nyai, anak-anaknya juga ke 3 kariawannya 4 dengan Yuli.

Kemudian Pak akbar memberi tau Yuli, kalow aku sudah sampai.

Yuli segera menghampiri ku, sekaligus beristirahat sebentar menemani ku, karna sudah tiba waktu menjalankan kewajiban.

Kami langsung berpelukan dan saling sapa layaknya emak-emak. Cipika cipiki kanan kiri hi_hi.

Namun tak lama Yuli kembali ke toko lagi dan menyuruhku untuk beristirahat.

"Kita lanjut nanti ceritanya ya Tia, aku mau ke toko lagi nanti malam kita akan bicara lagi, gak enak kalo kelamaan," kata Yuli.

Aku juga mau cerita sesuatu sama kamu Nanti," sambil berlalu meninggalkan ku.

Aku pun melanjutkan istirahat ku yang memang masih terasa cape, setelah melalui perjalanan yang lumayan cukup jauh itu, huaaah, kepalaku pusing dan memutuskan untuk tidur sebentat. tapi tiba-tiba Bu Nyai datang membawakan ku sepiring nasi dan lauknya, menyuruhku makan.

Hemmh, betapa baiknya mereka, baru datang ajah udah di ladenin kaya tamu agung ajah, "gumam ku dalam hati, kalo bosnya baik banget kaya gini pasti betah.

malam pun tiba. Yuli pun sudah pulang segera mengajak ku ke balkon sebelah dia ingin memberi taukan hal yang mau dia omongin tadi sama aku.

Aku dan Yuli pun melangkah kan kaki ke balkon rumah sebelah, karna atapnya yang sama tinggi dan sedikit longkang jadi mudah untuk di langkahi, kita duduk di sana dengan alas sandal karna tak ada tikar he he. Aku dan yuli pun mulai bercerita.

"Tia! aku tadi takut banget loh, kalo kamu gak nyampe ke sini, aku takut kamu nyasar,"

"Ha_ha_ha_gak mungkin lah kalo ngasih alamatnya bener gak bakal nyasar, tapi kalo nyasar, ya paling balik lagi lah ke rumah," jawab ku enteng.

"Iya si ya, tapi kan bisa aja kalo orang nya yang kurang paham sama arahan pasti nyasar,"

"Yaa iya juga sih, bisa jadi, tadi katanya mau ngomong. Ngomongin apa sih?" tanya ku penasaran.

"Eeh nggak deh gak jadi, takut nanti bocor, terus pada tau," ucap nya bimbang

"Ah elah, emang nya ember bocor," celetuk ku.

"Cerita aja lah, aku juga gak bakalan ngasih tau siap-siapa kok, tenang aja aman," ucap ku meyakinkan.

"Bener ya janji, nanti kalo ada yang lain tau berarti itu dari kamu, awas ya kalo ngasih tau yang lain liat aja nanti," ancam Yuli.

"Tapi gak masalah juga sih kalo yang lain tau, bukan sesuatu rahasia besar ini," ucapnya lagi.

"Oke-oke tenang aja," sahut ku mengerlingkan mata dan mengacungkan jari membentuk hurup O.

"Jadi gini ceritanya."

"Hey kalian lagi apa di sana udah malem, cepet tidur."

teriak laki-laki hitam manis dengan rambut cepak itu meneriaki kami dari arah pintu rumah, entah siapa dia aku belum mengenalnya.

"Baru juga mau cerita eh udah ada yang ganggu "rutuk ku lirih.

"Iya kak sebentar 10 menit lagi," jawab yuli.

"Ya udah jangan malem-malem," ucap laki-laki itu.

Aku tak mengeluarkan kata-kata apapun hanya menatapnya sajah, laki-laki itu pun berlalu pergi turun ke bawah.

"Lanjut lagi ceritanya," ucap ku.

"Iya, tadi sampe di mana ya lupa,"

"Hadeuuuh belom bu belom. Tadi belom cerita," jawab ku sambil nepok kening.

"Ah gimana sih si ibu nie," celetuk ku

"He_he he o iya ya," jawab Yuli sambil nyengir kuda.

Sedangkan ke 3 pegawai yang lain mereka sudah bersiap tidur sepertinya mereka benar-benar sangat ke lelahan, sedangkan aku. aku baru saja datang jadi gak langsung di suruh kerja he_he....

Flash back on prov Yuli

Ya gini, dulu aku kerja di sini cuma karna ada sedikit masalah jadi aku keluar dari sini, karna kau gak mau jadi perusak keluarga gara-gara aku. jelas yuli terpotong, mungkin mengingat kejadian dulu.

"Ooh_emang kenapa? Kok jadi perusak, maksudnya gimana gak ngerti aku," tanya ku

Dulu kan Kak Ujang suka sama aku. Aku gak tau kalo dia suka sama aku dia anak ke 2 pak akbar dan bu nyai, mereka punya 3 anak yang tadi negur itu Kak Aris anak ke 1 dan yang ke 3 cewe kak iput namanya Putri tapi di panggil Iput.

"Ooh_gitu, lah terus apa salah nya kalo Kak Ujang suka sama kamu Yul," mengerutkan dahi masih belum mengerti apa maksud Yuli.

Jadi gini, aku gak pernah tau kalo kak ujang suka sama aku. Pantesan ajah dia suka agak beda sama aku, dia selalu perhatian banget sama aku terus lama-lama dia nebak, aku juga gak percaya waktu itu kalo kak ujang bener-bener suka dan mau serius sama aku, aku gak pernah menerimanya awalnya aku ragu. tapi lama kelamaan aku terima, karna perhatiannya yang begitu sering dan spesial. Bu Nyai dan Pak Akbar mereka gak tau kalo aku sama Kak Ujang jadian, karna aku takut kalo mereka gak suka sama aku, tapi yang namanya orang tua pasti tau apa lagi melihat tingkah aku sama Kak Ujang yang deket.

kalo Pak Akbar sih dia biasa ajah, tapi Bu Nyai nya yang terlihat gak suka sama aku, Bu Nyai sikapnya jadi berubah sejak aku dan Kak Ujang suka deket, Bu Nyai jadi ketus gitu sama aku, gak seperti biasanya, pokok nya beda banget lah, meski pun gak ngeliatin kemarahan dan mengatakan kebenarannya gak suka sama aku, tapi dari sikapnya udah ke tebak. Bahkan Bu Nyai suka nyindir aku, Bu Nyai pernah bilang kalo punya pasangan tu yang serasi sama derajatnya, meskipun dia ngomongnya sama kak Aris tapi rasanya menyindir ku, sebab Bu Nyai ngomongnya seperti di sengaja pas ada aku gitu," jelas yuli panjang lebar.

"Jadi aku mutusin Kak Ujang dan keluar dari sini. aku gak mau kalo sampai terlalu jauh dan lama sama Kak Ujang. Takutnya nanti aku gak bisa lupain dan nyembuhin luka hati aku dengan cepat," jelas yuli panjang lebar dengan mata menerawang jauh.

Flash back of

"Heeeemmhh yang sabar ya, pedahal menurut ku gak ada salahnya sih kalo begitu, emang salah nya di mana coba? apa nya yang di bikin masalah," rutuk ku kesal.

"Mungkin karna aku orang miskin yang gak punya apa-apa, mereka maunya yang sama setara dan kaya seperti mereka," umpat Yuli kecewa.

"Ya gak gitu juga si harusnya menurut ku, kalo cewe kan emang udah tanggung jawab cowo segalanya," meski cewe kaya juga.

"Kalo cowo yang gak punya, baru gak di pilih juga gak masalah, karna buat apa cowo gak kerja," umpat ku kesal.

"Eh iya, terus kok bisa kerja lagi di sini, gak sakit hati emang," tanya ku.

"Enggak sih, aku gak terlalu sakit hati untungnya, malah aku merasa bersalah, tadinya aku juga ragu mau balik lagi ke sini. aku pikir mereka masih membenci ku dan gak mau nerima aku lagi tapi alhamdulillah, ternyata mereka mau nerima ku lagi," jelas Yuli.

"Hemmh syukur deh kalo gitu, eh iya, makasih ya udah ngajak aku ke sini," ucap ku

"Iya sama-sama, mudah-mudahan betah ya kerja di sini,"

"Iya aamiin, udah yu masuk, kita tidur," ajak ku yang memang sudah ngantuk.

Aku tidur dengan Yuli, juga yang lainnya ikut membaur dengan mereka, berjejer kaya ikan asin, he...heh.

1
վմղíα | HV💕
sabar semoga dapat rejeki mendadak dapat motor lagi
Amira Jihan Nurfaiza: aamiin
total 1 replies
վմղíα | HV💕
Tia kamu sangat lucu 😂
Amira Jihan Nurfaiza: mkasiiih.,😁
total 1 replies
HARTIN MARLIN
menyimak dulu
Amira Jihan Nurfaiza: ah jadi malu aku di mampirin suhu,.,🙈🙈
total 2 replies
JW🦅MA
mantap tuh duda
Alice
aku mampir kak, semngat.
Amira Jihan Nurfaiza: makasih ya dukungannya,.🥰
total 1 replies
JW🦅MA
walah kakaknya bisa bersikap gitu ya 😄😄😄😄😄
Amira Jihan Nurfaiza: emmh,.,maksudnya,.,/Doubt/
total 1 replies
վմղíα | HV💕
kk yunia mampir
Amira Jihan Nurfaiza: oke,.,makasih say,.,komen ya kalo ada yang gak sesuai atau ada kekurangan
total 1 replies
yosh—
kakak macam apa ini..🥴🥴🥴bilal....
Amira Jihan Nurfaiza: hooh,.,adek nya si tia namanya bilal,.,
bilal bin rabah,.,😁😁
total 1 replies
ℭ𝔲𝔱 🍁𝔎𝔲𝔱𝔦𝔡𝔥𝔦𝔫𝔤 🍁
Aku mampir kk💃🥰
Amira Jihan Nurfaiza: oke,.,makasih say,.,kalo da yang kurang boleh di korksi ya
total 2 replies
Belinda Dayes
Ceritanya memukau, jangan berhenti menulis ya author!
Amira Jihan Nurfaiza: terimakasih say,.doakan sajah semoga bisa selalu menulis denga baik,.dan jangan lupa koreksinya ya,.jika ada kekurangan,.🥰
total 1 replies
Táo mèo
Baper deh!
Amira Jihan Nurfaiza: makasih,.🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!