Direnggut, dianggap remeh dan dihancurkan. Semua itu sirna saat diriku mengalami kebangkitan. Ingatan yang diwariskan akan menjadi saksi bisu untuk mengembalikan kehormatanku. Apa yang ditakdirkan untukku akan kembali padaku. Langit dan bumi, seluruh penjuru dunia, akan kuukir sebuah kisah, kisah tentang reinkarnasi sang dewa naga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sam Ilfar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
XYD 20 - Melawan Perintah Sembilan Dewa II
XYD 20 - Melawan Perintah Sembilan Dewa II
Kultivasi Xiao Yang jauh dibawah Tan Huan dan Li Xing, namun pengalaman Xiao Yang membuatnya dapat bertarung seimbang. Selepas melakukan pertukaran serangan dengan Tan Huan, saat itu juga Xiao Yang menyadari bahwa keterbatasannya membuatnya mengambil tindakan ekstrim.
“Kenapa kau tersenyum bocah?!” Tan Huan menatap tajam Xiao Yang dan mengayunkan tangannya lebih cepat untuk mencambuk Xiao Yang.
“Ya, aku sudah lama tidak merasakan sensasi ini. Terimakasih karena kau telah membantuku untuk bangkit.” Xiao Yang pun mengeluarkan aura berwarna emas dari dalam tubuhnya.
Perlahan aura berwarna emas yang Xiao Yang keluarkan membentuk seekor Naga. Menanggapi hal ini, Tan Huan mengeluarkan aura berwarna merah yang sangat pekat dan secara perlahan membentuk seekor ular.
Melihat Xiao Yang dan Tan Huan beradu aura, Li Xing menjauh sambil mengamati Xiao Yang dengan seksama. Li Xing menyadari jika Xiao Yang menyembunyikan sesuatu yang membuatnya waspada.
‘Apa yang direncanakan bocah itu?’ Li Xing membatin sambil menciptakan seribu jarum secara diam-diam.
“Aku tidak bisa berdiam diri saja Tan Huan!” ujar Li Xing sambil menghempaskan seribu jarum kearah Xiao Yang.
“Kalian mengincar ini bukan?” Akhirnya Xiao Yang pun menunjukkan Golok Naga Emas kepada mereka sebelum melepaskan tebasan yang mematikan, “Golok Mengguncang Bumi!”
Tan Huan mengumpat karena cambuknya terbelah menjadi dua bagian dan ia dipaksa mundur sedangkan Li Xing mempersingkat jarak dan menciptakan sebuah pedang untuk melakukan serangan jarak dekat.
“Teknik yang hebat! Namun kau bukan tandinganku!” Dengan kepercayaan dirinya, Li Xing mengayunkan pedangnya mengincar leher Xiao Yang.
Saat itu juga Li Xing menyadari gerakannya tiba-tiba melambat dan terasa berat. Sebelum menyadari lebih jauh, Li Xing merasakan aura berwarna emas yang dilepaskan Xiao Yang semakin besar dan pekat.
“Kau...” Li Xing mengerutkan keningnya dan melepaskan nafsu membunuh yang sangat besar kepada Xiao Yang saat merasakan aura berwarna emas yang dilepaskan Xiao Yang semakin berbahaya, “Kau adalah anak dari Xiao Chen!”
Xiao Yang pun tersenyum tipis, “Ya, aku adalah anak dari mendiang Xiao Chen! Orang yang telah kalian bunuh secara keji!” Lalu dengan gerakan yang lincah Xiao Yang menghindari tebasan pedang Li Xing dan melakukan serangan balik, “Kita lihat sejauh mana kau bisa bertahan?”
TRANG!!!
BOOOMMM!!!
Tubuh Li Xing terpental cukup jauh saat menangkis tebasan golok Xiao Yang. Setelahnta Li Xing melihat Xiao Yang sudah melakukan pertukaran serangan dengan Tan Huan. Keduanya bertarung secara seimbang sebelum akhirnya Tan Huan mendaratkan beberapa luka tusukan kepada Xiao Yang.
“Kultivasimu berada jauh dibawah kami berdua! Aku tidak tahu teknik apa yang kau gunakan untuk dapat mengimbangi kami! Namun pada akhirnya kau cukup kesulitan bertahan bukan?!” Tan Huan tersenyum menyeringai sebelum mendaratkan tusukan yang dalam ke perut Xiao Yang.
“Matilah!” Tan Huan menusuk lebih dalam dan tersenyum semakin lebar saat tidak merasakan aura milik Xiao Yang lagi.
“Apa dia berhasil membunuh bocah itu?” Li Xing memperhatikan dengan seksama sebelum menyadari sesuatu pada Xiao Yang.
“Tan Huan! Menjauhlah dari bocah itu!" teriak Li Xing.
“Apa maksudmu-”
“Buka mata kalian berdua dengan baik...” Xiao Yang memegang bilah pedang milik Tan Huan yang menusuk perutnya, “Teknik Kultivasi Naga...”
“Jalan Naga Keabadian!”
BOOOMMM!!!
Dalam sekejap apapun yang ada disekitar Xiao Yang meledak dan hancur tak terkecuali Tan Huan yang mendapatkan luka parah akibat ledakan energi Qi tersebut.
“Sial! Apa yang barusan terjadi?!” Tan Huan menemukan setengah badannya mendapatkan luka bakar.
Secepat mungkin Tan Huan memusatkan energi Qi miliknya pada luka bakarnya. Hal yang terjadi selanjutnya membuat Tan Huan dan Li Xing terkejut saat mengetahui kultivasi Xiao Yang sudah setara dengan mereka berdua.
“Tidak mungkin!” ujar Li Xing dan Tan Huan secara bersamaan.
“Perintah Sembilan Dewa yang diciptakan Tang Feng semakin merepotkan!” Xiao Yang melepaskan Aura Dewa Naga untuk mengintimidasi, “Kalian berdua mungkin tidak mengetahui diriku dimasa lalu dibandingkan mereka bertiga! Kalau begitu aku akan memperlihatkan perbedaan besar diantara kita!”
Xiao Yang pun membuka gerbang dimensi yang muncul dibelakang tubuhnya, namun dengan gerakan yang cepat Tan Huan lebih dulu menggunakan tekniknya untuk membawa Xiao Yang ke sebuah dimensi yang bernama Dunia Bulan Darah.
“Kau pantas untuk kubunuh!” ujar Tan Huan dengan senyuman lebarnya, “Dunia Bulan Darah!”
Sedetik kemudian Xiao Yang menemukan dirinya berada ditempat yang sangat asing. Didalam dimensi milik Tan Huan, Xiao Yang tidak dapat menggunakan kekuatannya secara penuh.
“Kemampuanmu disini dibatasi! Dengan kata lain tidak ada orang yang lebih kuat dariku di dimensi ini!” Tan Huan tersenyum lebar dan memanipulasi darah yang ada disekitarnya menjadi senjata.
Xiao Yang mengamati situasinya. Dalam dunia dimensi yang diciptakan Tan Huan, Xiao Yang menemukan banyak sekali cecerah darah yang dimanfaatkan Tan Huan sebagai senjata.
“Kupikir kau sangat diuntungkan bukan?” Xiao Yang tersenyum tipis saat melihat kepercayaan diri Tan Huan.
“Sudah kukatakan dirimu akan berakhir ditempat ini!” Dengan kecepatan tinggi Tan Huan melepaskan satu serangan yang mematikan.
Xiao Yang dengan santai memberikan tangkisan tangan kanannya untuk menahan tebasan pedang Tan Huan. Mengira dapat memotong tangan Xiao Yang, Tan Huan dikejutkan dengan pedang darah miliknya yang hancur menjadi dua bagian.
“Pedangku hancur?!” Tan Huan mengerutkan keningnya dan menjaga jarak, “Bagaimana mungkin? Aku sungguh tidak percaya ini!”
“Manusia, tulang yang kumiliki ini berbeda dengan kalian!” Xiao Yang menatap dingin Tan Huan yang berkeringat dingin, “Kau terlalu meremehkan diriku!”
Xiao Yang pun mulai mengalirkan qi pada Golok Naga Emas dan melepaskan tebasan bertubi-tubi. Tusukan dan sayatan yang tajam berhasil menyudutkan Tan Huan yang sekuat tenaga bertahan.
‘Apakah bocah ini adalah anak dari Xiao Chen? Atau dia adalah orang yang berbeda?’ Tan Huan membatin dan berusaha menghindari setiap serangan yang dilepaskan Xiao Yang.
Hingga akhirnya perut Tan Huan tertusuk golok Xiao Yang dan kesempatan ini digunakan Tan Huan untuk menggunakan segenap kemampuannya.
“Kau tertangkap...” Dengan mulut yang mengeluarkan darah, Tan Huan memegang golok milik Xiao Yang dan tersenyum lebar.
Xiao Yang hendak menarik goloknya namun ia merasa goloknya tertancap pada sesuatu yang teramat keras dan membatu.
“Kau terlalu angkuh! Apa kau lupa dengan kemampuanku?!” Tan Huan tersenyum lebar dan melepaskan tapak yang dipenuhi cahaya berwarna merah kearah Xiao Yang, “Aku dapat memanipulasi darah menjadi sebuah senjata termasuk darahku sendiri!”
Xiao Yang berdecak kesal dan langsung menyambut tapak Tan Huan dengan tapaknya. Kedua tapak pun bertemu menimbulkan gelombang kejut yang dahsyat, serangan Tan Huan jauh lebih unggul dan membuat Xiao Yang terkena dampaknya.
“Mari kita lihat seberapa jauh dirimu bisa bertahan?!” Tan Huan dengan sombongnya mendekati Xiao Yang yang mundur sekitar sepuluh langkah karena serangannya.
Setelah mempersempit jaraknya dengan Xiao Yang, Tan Huan menarik Golok Naga Emas yang tertancap diperutnya dan berniat menggunakannya untuk menyerang Xiao Yang.
“Matilah kau!”
TRANG!!!
Dengan golok yang dialiri qi, Tan Huan yakin leher Xiao Yang terpotong oleh Golok Naga Emas. Namun yang ia temukan justru hal yang membuatnya terdiam seribu bahasa. Golok Naga Emas sama sekali tidak melukai leher Xiao Yang dan itu membuatnya reflek menjauh dan menjaga jarak.
“Golok itu tidak lebih seperti golok biasa saat berada di tanganmu! Apa kau tidak sadar jika kau baru saja berpikir dapat membunuh sosok yang menciptakan golok tersebut?!”
Sekilas Tan Huan melihat bayangan seekor Naga dibelakang tubuh Xiao Yang. Sedetik kemudian Tan Huan langsung berpikir tidak dapat mengalahkan Xiao Yang, namun sebelum dirinya mengambil tindakan, Xiao Yang sudah berada didepannya.
“Tapak Dewa Naga!”
BOOOMMM!!!