NovelToon NovelToon
BEAUTY

BEAUTY

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:75.9k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Selalu dianggap jelek dan dihina oleh suami dan keluarganya, bahkan hingga diceraikan. Membuat Nadi Djiwa membalaskan dendamnya dengan merubah penampilannya, ia ingin membuat mantan suaminya menyesal karena telah menceraikannya, dan ia pun ingin merebut kembali perusahaan yang ia rintis dari nol.

Akankah Nadi berhasil membalaskan dendamnya? Cerita selengkapnya hanya ada di novel Beauty - NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Suasana yang kontras justru terlihat di apartement mewah Nadi, ia nampak santai menikmati sarapan paginya dengan segelas susu hangat rendah kalori dan salad sayur yang kini menjadi makanan favoritnya selama Nadi menjalani program diet ketatnya, ia tak akan membiarkan lagi lemak jahat bersarang di tubuhnya

Hari ini merupakan hari yang di nantinya, ia akan kembali ke perusahaan lamanya namun dengan nama yang berbeda. Djiwa Karya. Nadi sudah tidak sabar ingin segera menempati kembali ruang kerjanya.

Beberapa hari yang lalu ia sudah mengundurkan diri dari perusahaan Sofia, Sofia sempat terkejut dengan keputusan Nadi mundur dari perusahaannya dan berniat kembali ke perusahaan Surya. Namun setelah Nadi menjelaskan bahwa saat ini Surya tidak lagi menjabar sebagai CEO Permana Persada, Sofia mulai mengerti dan membolehkan Nadi untuk kembali perusahaan lamanya.

Nadi meyakinkan Sofia, meski dirinya kembali ke perusahaa lama, ia tidak akan mengambil satu pun client Soe Karya, seperti yang ia lakukan kepada Surya kemarin. Nadi justru bersedia membantu Sofia kapan pun Sofia membutuhkannya, baik bantuan berupa tenaga mau pun berupa gagasannya, dengan senang hati Nadi akan membantunya.

Nadi meneguk tegukan terakhir susu rendah kalorinya, barulah ia melangkah keluar dari apartement dan memulai harinya yang telah ia tunggu-tunggu.

Nadi melangkah dengan anggun memasuki ruang meeting, sebagian karyawan lama yang pernah bekerja dengannya nampak terkejut dan mengelurkan ekspresi bahagianya saat Nadi mengumumkan bahwa dirinya yang akan jadi pemimpin baru di perusahaan ini.

"Semoga kita bisa bekerja sama dengan baik untuk memajukan Djiwa Karya," ucap Nadi di ujung sambutannya, kemudian ia mempersilahkan seluruh pegawainya kembali ke ruang kerjanya masing-masing, tapi ada beberapa pegawai yang justru malah menghampirinya dan memberikan ucapan selamat kepadanya secara langsung.

"Selamat, Bu Nadi," Rebeca mengulurkan tangannya. "Aku tidak menyangka Bu Nadi akan kembali memimpin perusahaan ini, aku sangat senang dengan kedatangan, Ibu."

"Ya, kami juga sangat senang dan percaya jika Bu Nadi akan membawa perusahaan ini menjadi lebih baik," sahut yang lain.

Nadi tersenyum ramah kepada mereka, mereka begitu baik dan setia kepada Nadi sebab dari dulu Nadi sudah menganggap mereka seperti keluarganya sendiri. "Terima kasih banyak atas dukungan kalian," ia menerima jabatan tangan mereka satu persatu. "Kembalilah bekerja, karena setumpuk pekerjaan telah menanti kalian," ucap Nadi sembari tertawa.

"Siap, Bu Boss. Kami tidak akan mengecewakan, Bu Nadi." Selesai obrolan singkat itu, mereka kembali ke tempat kerja masing-masing, begitu pula dengan Nadi, ia kembali ke ruang kerjanya.

Sibuk mengurus dokumen perpindahan nama dan client barunya, Nadi sampai tidak memiliki waktu untuk merubah suasana ruang kerjanya. Ia ingin menghilangkan tentang Surya dari ruangan itu, sehingga ia mulai menyempatkan waktu untuk mendesign ulang ruang kerjanya di tengah kesibukannya.

Beberapa kali ikut dalam pertemuan bersama para konglomerat kolega bisnis Aaron, membuat Nadi memiliki banyak relasi sehingga ia tidak begitu mengalami kesulitan untuk mendapatkan client dan project yang nilainya cukup besar, di tambah dengan bantuan Margareth membuat Nadi semakin lancar dalam memulai bisnisnya kembali.

...****************...

Hari demi hari berlalu, Nadi semakin sibuk dengan perusahaan barunya, sampai-sampai ia hampir saja melupakan hubungannya dengan Aaron, bahkan Nadi belum sempat cerita tentang perusahaan barunya, sebab sudah dua minggu ini ia dan Aaron belum bertemu.

Nadi selalu pergi pagi dan pulang larut malam, bahkan di akhir pekan ia gunakan waktunya untuk bekerja dari rumah, membuat planing-planing perusahaannya agar mencapai goals yang ia inginkan.

Dua minggu tak bertemu dengan Nadi, membuat Aaron begitu merindukannya, akhir-akhir ini juga Nadi sangat sulit di hubungi, nomor teleponnya selalu sibuk. Pria itu memutuskan untuk menyambangi kekasihnya di Soe Karya, ia ingin memberikan kejutan pada Nadi.

"Wah bagus sekali bunganya," ucap Sofia saat Aaron masuk ke ruang kerjanya. "kau tak usah repot-repot membawakan ini untukku, atau ini dari Harry?" Sofia hendak mengambil bunga tersebut dari tangan Aaron namun Aaron menepisnya.

"Enak saja," elaknya. "Ini buat Nadi. Kalau kau mau, nanti aku suruh Harry membawakan satu toko untukmu, akan aku katakan padanya jika serang kau pemakan bunga," ledek Aaron.

Biasanya Sofia akan tertawa jika Aaron melintarkan lelucon, namun kali ini Sofia justru menatap Aaron dengan serius. "Kamu lagi PMS ya?" ia mencoba menebaknya. "Tadi aku hanya bercanda, tapi maaf bunga ini untuk calon istriku."

Sofia menggelengkan kepalanya. "Bukan itu Aaron, aku sama sekali tidak marah dengan leluconmu."

"Lalu?" tanyanya tidak sabar.

"Apa kau dan Nadi baik-baik saja?"

Aaron duduk di hadapan Sofia, kemudian ia menyandarkan tubuhnya di kursi. "Sebetulnya kami tidak ada masalah, hanya saja..." Aaron terdiam.

"Hanya saja...?" sambung Sofia.

"Hanya saja, Nadi sedang sedikit sibuk sehingga kita jadi jarang bertemu dan komunikasi kita jadi sedikit terganggu," Aaron tersenyum untuk mengurai ketegangan. "Tapi tidak masalah, aku sangat mengerti. Dia adalah wanita yang sangat cerdas, energic dan luar biasa. Untuk itulah aku datang kemari, aku ingin bertemu dengannya. Apa dia ada di ruangannya? Tadi aku telepon handphonenya sibuk, jadi aku memutuskan ke ruanganmu dulu untuk mencari tahu, aku tidak ingin kedatanganku justru membuatnya semakin repot."

Sofia menyimak Aaron dengan tatapan kasihan pada pria itu, sebab sepertinya Aaron sama sekali tidak tahu keberadaan kekasihnya. "Nadi sudah tidak bekerja di sini lagi."

Aaron mengerutkan keningnya, seolah ia tak percaya dengan apa yang Sofia katakan. "Apa maksudmu dia sudah tidak bekerja di sini lagi? Kau tidak mungkin memecatnya," pikir Aaron. "Apa kau bertengkar dengannya? Katakan Sofia."

"Tidak. Sama sekali tidak," Sofia menggelengkan kepalanya. "Aku tidak memecatnya dan kami tidak bertengkar," ia bersandar sembari melipat tangannya di dada. "Dia keluar atas kemauannya sendiri."

Aaron semakin bingung di buatnya, sebab Nadi sam sekali tak mengatakan apa pun kepadanya. "Lalu di mana dia sekarang bekerja? Dan untuk apa dia bekerja di tempat orang lain sementara perusahaanku dan perusahaanmu terbuka lebar untuknya??" Aaron semakin tak mengerti dengan jalan pikiran Nadi.

"Dia kembali ke perusahaan lamanya," jawab Sofia.

Aaron kembali perpikir. "Perusahaan Surya?" ia menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak. Kau jangan bercanda Sofia, dia tidak mungkin meningglakan perusahaanmu untuk bekerja dengan Surya. Kecuali jika dia berniat rujuk dengan pria itu," Aaron memelankan suaranya.

"Permana Persada sudah gulung tikar sejak beberapa waktu lalu, kini perusahaan itu berganti nama menjadi Djiwa Karya. Dari namanya kau pasti sudah bisa menebaknya."

"Perusahaan itu sekarang milik Nadi?"

"Tepat sekali. Nadi berhasil merebut kembali perusahaan itu dan kini dia mulai mengepakan sayapnya dengan nama baru itu, jadi itulah sebabnya akhir-akhir ini dia sangat sibuk dan dia sudah tidak lagi ikut meeting di perusahaanmu."

Ada dua perasaan yang sekarang menimpa Aaron secara bersamaan, di satu sisi dia begitu bangga pada Nadi karena kini memiliki perusahaan sendiri, tapi di sisi hubungan pribadinya, ia merasa seperti orang asing karena Nadi sama sekali tak pernah cerita apa pun mengenai pekerjaannya, ambisinya dan mimpinya.

"Wow," ucap Aaron dengan penuh keterkejutan. "Itu sangat luar biasa, aku bangga padanya."

Sofia tersenyum sinis mendengar kata bangga yang Aaron lontarkan. "Jangan bohong, aku tahu kamu kecewa padanya." Sofia bisa melihat hal itu dari pancaran mata Aaron.

Aaron tertawa pelan. "Aku dengan hanya pacaran, tidak lebih dari itu. Dia punya hak untuk sesuatu yang dia anggap privasi dan tak perlu untuk di ungkapkan," ia beranjak dari tempat duduknya dan mengulurkan bunga yang ia bawa. "Ini untukmu saja, aku mau langsung jemput Alyssa les renang." Aaron berbalik dan berjalan menuju pintu.

"Aaron," panggil Sofia kembali, Aaron pun menoleh ke arah Sofia. "Ya?"

"Aku harap hubunganmu dan Nadi baik-baik saja."

Aaron tersenyum kepada Sofia. "Pasti. Dalam waktu dekat ini aku akan melamarnya secara resmi."

"Good luck," ucap Sofia sebelum Aaron menutup ruang kerjanya, ia sudah tidak lagi berharap Aaron dan Nadi bersatu, tapi ia berharap kedua sahabatnya bahagia apa pun akhirnya nanti.

1
Yunerty Blessa
Nadi bertemu dengan Aaron.. sungguh pilihan yang tepat..
Yunerty Blessa
akhirnya semua bahagia.... sungguh sebuah karya yang mantap walaupun singkat... makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
tahniah buat kehamilan Nadi dan Sofia
Yunerty Blessa
Nadi belum percaya kalo dia hamil..
Yunerty Blessa
semoga Nadi cepat hamil....biar dia buktikan bukan Nadi yang mandul melainkan Surya....
Yunerty Blessa
bahagia selalu Aaron dan Nadi
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Cindy
Yunerty Blessa
syukur Surya bagi tumpangan kalo tidak tidur di bawah kolong jembatan
Yunerty Blessa
aduh gagal lagi... apakah kejutan buat Nadi setelah menikah dengan Aaron
Yunerty Blessa
syukur lah hati Nadi terbuka kembali untuk menerima Aaron dan Alyssa
Yunerty Blessa
Alyssa sakit kerana merindukan mu Nadi
Yunerty Blessa
kasian sekali nasib mu Cindy... apakah Surya dan Cindy sudah berpisah
Yunerty Blessa
kau kan bisa berbicara berdua tentang diri mu.... jangan terus putuskan..
Yunerty Blessa
balasan buat keluarga kalian....
Yunerty Blessa
sabarlah Aaron....bagi Nadi waktu
Yunerty Blessa
terima lah hakikat nya..
Yunerty Blessa
tapi Nadi tidak semua lelaki seperti Surya
Yunerty Blessa
percaya saja Aaron....Nadi bisa menyelesaikan masalahnya dengan Surya
Yunerty Blessa
kena kau Surya.... rasakan 🤣😏
Yunerty Blessa
seperti nya Aaron mulai bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!