NovelToon NovelToon
The Bastard Duke'S Son

The Bastard Duke'S Son

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyeberangan Dunia Lain / Barat
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: mawangsyah

Ini adalah kisah tentang Fredrick Von Heisenberg. Sejarah mencatat namanya dengan banyak julukan dan gelar. Sang penakluk, yang agung, si penjagal, tiran, bahkan pahlawan. Kejahatan apa yang membuat Fredrick mendapat julukan sang penjagal dan tirani? Kebaikan hati macam apa yang membuat Fredrick dijuluki sebagai pahlawan. Sekali lagi, ini adalah kisah Fredrick dan perjalanan hidupnya. Mari kita ikuti petualangannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawangsyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan

Setelah menyelesaikan urusannya dengan Fredrick, Paul beranjak menuju tempat pertemuan yang ada di dalam mansionnya. Ruang pertemuan adalah salah satu bangunan terbesar di dalam mansion Heisenberg. Terdapat meja besar yang memanjang, ditemani dengan 20 kursi yang berada disetiap sisinya. Pada dinding ruangannya, tertempel berbagai lukisan, ornamen, dan berbagai macam pernak-pernik lainnya yang telah menjadi warisan selama ratusan tahun semenjak keluarga Heisenberg berdiri.

Paul tidak sendirian. Dalam ruang pertemuan, para vassal keluarga Heisenberg telah hadir. Mereka telah menunggu kedatangan Paul. Duduk di kursi paling ujung, yang dikhususkan untuk pemimpin, Paul memulai pertemuannya

"Seperti yang kalian sudah ketahui, kerajaan telah menemukan jejak-jejak bangsa iblis yang kembali aktif jauh di dalam wilayah kerajaan. Jejak itu ditemukan di perbatasan wilayah selatan dan barat, terbukti dari miasma yang tersisa di sana."

Suasana ruangan menjadi lebih dingin dan tegang. Setiap vassal Duke Heisenberg bereaksi dalam diam. Kepanikan jelas terlihat di wajah mereka. Ancaman bangsa iblis bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng. Terakhir kali umat manusia menghadapi invasi skala penuh bangsa iblis, yang terjadi adalah kehancuran yang bahkan tidak bisa diperbaiki dalam kurun dua generasi.

"Lalu apa yang harus kita lakukan, tuan Duke? Kalau berita ini sepenuhnya benar, tidak menutup kemungkinan dampaknya akan terasa ke wilayah kita." Salah satu pendukung Duke Heisenberg menanggapi. Secara tidak langsung, kabar mengenai kemunculan para iblis akan membuat wilayah Heisenberg gaduh.

"Untuk sekarang, mari kita tutupi berita ini dari penduduk. Meskipun, entah bagaimana berita ini pasti akan bocor, entah itu lewat para pedagang maupun para pengembara yang singgah di wilayah ini.". Anak buahnya yang lain menimpali. Itu menjadi salah satu solusi. Tapi hanya sementara. Cepat atau lambat, para penduduk yang tinggal di dan sekitar wilayah Heisenberg pasti akan mengetahui berita ini.

"Kau benar. Kita akan menyembunyikan kabar ini serapat mungkin untuk menghindari kegaduhan yang tidak perlu. Tetapi kalau bisa, aku ingin kita bersiap untuk menghadapi kemungkinan tidak terduga yang ada di depan kita." Kekhawatiran Paul bisa dirasakan bawahannya.

"Maka, setidaknya kita harus mengirimkan pasukan kita untuk memastikan pengaruh iblis tidak mencapai wilayah kita. Bagaimana dengan itu?" Count Manstein, vassal paling setia Duke Heisenberg, memberikan saran. Segera, saran itu disepakati oleh yang lain.

"Tidak perlu khawatir. Soal itu, aku telah mengaturnya. Kita akan mengatur detailnya dalam pertemuan ini." Setelah itu, mereka mulai membicarakan detail dari rencana mereka.

...****...

Suara panah melesat dan mengenai targetnya terdengar di lapangan tempat pasukan pemanah Duke Heisenberg berlatih. Meskipun matahari telah terbit, tetapi hawa dingin masih menusuk. Saat seseorang menghembuskan nafas, asap putih akan keluar dari mulutnya. Dan di suasana sedingin itu, Fredrick sedang fokus membidik targetnya. Nafasnya tenang dan teratur. Matanya tertuju pada satu titik.

Tangan kananya dengan mantap mencengkeram busur. Sementara tangan kirinya menarik tali yang telah ditambatkan anak panah.

Zaap

Zaap

Dua anak panah melesat di saat yang bersamaan, dengan telak menghantam target latihan. Tumpang tindih di titik paling tengah. Membuat satu anak panah membelah anak panah lainnya. Dia terus mengulang itu, hingga pada akhirnya, dia tidak lagi memiliki anak panah untuk ditembakkan.

"Kalau kamu tidak mengubah gaya latihanmu, Duke Heisenberg tidak akan memiliki cadangan anak panah untuk berlatih lagi, lho.". Suara seorang wanita memanggil Fredrick dari belakang. Saat Fredrick menoleh ke belakang, ia melihat sesosok gadis berambut pirang dengan mata hijau zamrud berdiri di belakangnya, membawa nampan dengan dua cangkir minuman hangat di atasnya.

"Oh, hai Louise. Selamat datang. Kau ikut ayahmu kesini, ya?". Mendengar Fredrick, Louise cemberut. Pipinya menggembung. Bukan itu reaksi yang dia harapkan!

"Kamu tidak terkejut aku kesini?".

"Tidak. Aku sudah merasakan kehadiranmu semenjak pagi tadi."

"HMPPHH!! ". Fredrick tertawa kecil. Dia mengusap rambut louise dan mengacak-acaknya. Louise yang tadinya cemberut, kembali riang.

"ehmm... Fredrick, kenapa kau tidak menggunakan jaket tebal? Padahal saat dingin hari ini."

"Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Selain itu, aku sengaja melakukan hal ini untuk melatih kemampuan ku dalam beradaptasi di segala kondisi cuaca. Nah, jangan khawatir. Aku tidak melakukan hal ini setiap hari." Louise menyipitkan matanya, tidak yakin dengan Fredrick.

"Pokoknya tidak perlu khawatir. Kalau cuma segini tidak akan ada masalah."

Louise akhirnya menghembuskan nafas. Pasrah. Kalau memang seperti itu, mau bagaimana lagi. Begitulah pikirnya. Pada akhirnya, keduanya menikmati secangkir teh hangat, hingga sore tiba.

1
Agus Mulyadi
cerita nya oke gan...
tinggal typo sama penempatan kata yg kadang masih ga sesuai...
overall mantabs...
Gustrik Swastika
ceritanya bagus, alur cerita bagus, tata bahasa nya juga bagus, harusnya bisa berlanjut ngga berenti disini
Gustrik Swastika
bagus bagus 👍👍👍
kanm
lanjut thor
kanm
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!