Syahira Nazira gadis berusia 21 tahun dijodohkan dengan anak pemilik pondok tempat dia menuntut ilmu agama tanpa sepengetahuan darinya.
Namun, dia tetap menjalankan perjodohan tersebut karena tidak mau durhaka dengan orang tuanya. Syahira yang berniat menikah dengan orang yang dia cintai harus menguburkan harapan itu dan mencoba menerima apa yang orang tuanya pilihkan untuknya.
Zaidan pria berusia 28 tahun, juga ikut berkorban untuk bisa melihat orang tuanya bahagia. Zaidan yang baru kembali dari Mesir harus mengorbankan perasaannya sendiri dan menerima permintaan kedua orangtuanya.
Menikah tanpa ada rasa cinta sama sekali bahkan tidak saling kenal satu sama lain. Bagaimana sikap keduanya setelah menikah?.
Ikuti terus!!!
Dukung terus karya remahan author.
berupa! Like, komen, vote, gift, and start. sebagai motivasi dan juga dukungan dari kalian semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Umul khaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20
" Waalaikumsalam, ustadz" jawab keduanya kompak.
...----------------...
Alana meninggalkan Syahira berdua dengan Zaki karena ia masih ada hal yang harus dia kerjakan, jadi tinggallah Syahira dan Zaki berdua saja. Ketika keduanya sedang membahas persiapan Syahira, Zaidan yang baru saja keluar dari dalam mesjid merasa kesal dan juga cemburu pada Zaki dan Syahira yang sedang membicarakan sesuatu yang tidak ia tau apa itu. Zaki sesekali tersenyum saat berbicara dengan Syahira begitu juga Syahira yang tidak mungkin tidak membalasnya meskipun dalam batas wajar saja.
Syahira yang lagi fokus bicara dengan Zaki tidak melihat Zaidan yang wajahnya sudah mengepalkan tangannya tapi ia juga tidak bisa gegabah, ini baru pertama kali ia menyukai seseorang dan ia sedikit posesif.
Zaidan sengaja berlalu di hadapan keduanya untuk menyadarkan Syahira kalau dia sedang di pantau. Syahira bisa memastikan kalau suaminya pasti merasa cemburu sekarang, ingin segera menyelesaikan pembicaraan dengan Zaki tapi ia tidak bisa memotong begitu saja.
" Permisi ustadz Zaki" ucap Zaidan ketika berlalu di depan Zaki dan Syahira.
Setelah kepergian Zaidan, Syahira terlihat gelisah takut Zaidan marah padanya, Syahira menjadi tidak fokus bicara dengan Zaki dan itu semua tidak lepas dari pandangan Zaki.
" Ada apa? Kenapa terlihat gelisah?" Tanya Zaki. Membaca gelagat Syahira yang berbeda dari pertama kali mereka berbicara.
" Bukan ustadz, tapi maaf! Apa saya boleh berpamitan terlebih dahulu?" Tanya Syahira akhirnya ia tidak akan tenang selama belum bicara dengan Zaidan.
" Baiklah, nanti kita bicara lagi sekalian saya akan mendengarkan langsung bacaan kamu dan juga beberapa hal yang menyangkut lomba" balas Zaki.
" Terima kasih ustadz, saya permisi dulu Assalamualaikum" ucap Syahira berlalu dari hadapan Zaki.
" Ada apa dengannya tidak seperti biasanya, tenang Zaki tidak akan lama lagi, bersabar sedikit lagi setelah itu kamu bisa memiliki Syahira" gumam Zaki setelah Syahira pergi dari hadapannya.
Setelah mengatakan itu, Zaki juga pergi dari sana untuk mengajar kembali, sementara Syahira sendiri bingung harus melakukan apa karena ia sendiri yang tidak mau ada orang yang tau tentang pernikahannya dengan Zaidan tapi kini ia sendiri merasa bingung bagaimana caranya untuk bisa berbicara dengan suaminya.
Jujur! Ia tidak tenang saat melihat raut wajah sang suami ketika melewati mereka tadi, makanya ia menjadi tidak fokus saat Zaki bertanya padanya.
" Pasti abi akan marah, aku harus apa sekarang tidak mungkin aku langsung menghampiri abi yang ada mereka semua akan salah paham. Tapi aku akan tidak tenang kalau tidak bicara dengan abi apalagi harus menunggu nanti malam. Ya Allah berilah hamba petunjuk!" gumam Syahira gelisah.
Alana yang memperhatikan Syahira gelisah menghampiri dan bertanya kepada sang sahabat, tidak biasanya Syahira bersikap seperti ini setelah bertemu dengan Zaki. Biasanya Syahira akan terlihat senang setelah bertemu dengan Zaki bukan malah terlihat gelisah seperti ini.
" Kamu kenapa? Apa ada masalah dengan persiapan lombanya?" Tanya Alana.
" Lombanya tidak ada masalah semua baik-baik aja" balas Syahira.
" Lalu kenapa kamu terlihat gelisah, apa ada hal lain yang membuat kamu khawatir?" Tanya Alana lagi.
" Tadi abi lihat aku sama ustadz Zaki, pasti abi akan marah sama aku" jelas Syahira tidak sengaja menyebut Zaidan dengan sebutan abi di depan Alana sang jomblo abadi.
" Abi!" Seru Alana antara tidak mengerti dan lupa kalau sahabatnya sudah bersuami.
" Maksudnya gua Zaidan" ucap Syahira cepat.
" Astagfirullahaladzim, aku sampai lupa lain kali jangan sebut abi di depan aku. Mau buat jomblo seperti aku ini merasa iri," balas Alana cepat merasa terintimidasi oleh Syahira.
" Maaf, makanya cepat nikah sama abang aku aja mau!" Goda Syahira.
" Kalau beliau mau kenapa enggak!" balas Alana lagi.
" Beneran, wahhh aku akan sangat senang kalau sahabat aku jadi ipar aku pasti akan sangat seru," ucap Syahira melupakan kegelisahannya karena Zaidan.
" Jadi, sekarang kita mau bahas apa?Kenapa jadi kemana-mana seperti ini! " Tanya Alana.
" Astagfirullahaladzim, aku sampai lupa" ucap Syahira.
" Apa gus Zaidan cemburu kamu dekat sama ustadz Zaki, bagaimana kalau beliau tau kalau kamu... pernah menaruh rasa sama ustadz Zaki" bisik Alana.
Syahira membulatkan kedua matanya, bagaimana bisa Alana tau hal yang ia sembunyikan dari semua orang, ia juga tidak pernah menceritakan perasaannya kepada siapapun tapi kenapa Alana bisa tau.
" Dari mana kamu tau, kalau aku sempat suka sama ustadz Zaki?" Tanya Syahira terkejut.
" Aku tau semuanya tentang sahabat aku ini, kamu tidak perlu menceritakannya aku bisa tau hanya dengan melihat tatapan kamu sama ustadz Zaki dan kamu bahagia setelah bertemu dengannya" jelas Alana.
" Aku mohon jangan ceritakan semua ini dengan siapapun, aku juga akan melupakan ustadz Zaki dan belajar mencintai suami aku" balas Syahira.
" Aku tidak akan menceritakan ini sama siapapun kamu tenang aja, sekarang pikirkan cara agar suami kamu tidak merajuk, senang rasanya melihat gus Zaidan cemburu ternyata seorang gus bisa cemburu juga" ucap Alana tersenyum.
" Senang gimana, aku lagi cemas pasti abi nggak mau bicara sama aku nanti. Kenapa jadi begini," gumam Syahira.
" Tenang aja, jelaskan saja nanti sekarang kita harus cepat-cepat ikut pengajian rutin, ini aja udah telat. Dari tadi aku cari kamu nggak ketemu taunya di sini lagi ngelamun" ucap Alana menarik tangan Syahira ikut bersamanya.
Jangan lupa like, komen, biar author tambah semangat up setiap hari. Jangan lupa juga mampir di karya teman author sambil menunggu author up....