NovelToon NovelToon
System Kematian

System Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Dikelilingi wanita cantik / Murid Genius / Perperangan / Spiritual / Epik Petualangan / Barat
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: m. hussein maliki

seorang pria bernama kaito yang hidup di kos-kosan murah seketika mendapatkan kekuatan untuk membunuh orang lain dengan instan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon m. hussein maliki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

anggota baru

Kaito dengan wajah dingin dan pendiamnya menatap semua pasangan yang ada di Lobby X arena, seketika sebuah pria datang dengan memegang pistol di tangannya. "jadi kau yang namanya Kaito, rank B ya aku sangat suka dengan itu, dengan begitu aku akan naik tingkat dengan mudah" seru pria itu.

Kaito hanya diam lalu mengajak pria itu ke arena bertarung, mereka berjalan ke arena bertarung dengan aura membunuh. Sesampainya di arena bertarung, pria itu langsung melancarkan tembakan yang membuat Kaito terluka, Kaito langsung membuat pelindung es dan mencoba menahan kekuatannya agar membuat pertarungan menjadi lebih menyenangkan, seketika Kaito tersenyum menyeramkan sampai membuat pria itu ketakutan. "aku akan bertarung tetapi yang kalah harus menerima 1 permintaan yang menang" tantang Kaito.

Pria itu menerimanya lalu menembakkan 5.000 peluru Energy sampai membuat Kaito kelelahan. "boleh juga, kalau begitu aku aku sedikit serius, bullet type: Energy" serang pria itu.

Kaito menggunakan pelindung es tetapi hancur karena peluru Energy, seketika Kaito berada tepat di depan pria itu sembari melapisi katana nya dengan api dan Kaito menebas tubuh pria itu dengan sangat cepat, pria itu beregenerasi dengan sangat cepat. "boleh juga aku akan perkenalkan diriku, namaku adalah Ray" ucap pria itu.

Ray menendang wajah Kaito lalu menembakkan peluru Energy ke tubuh Kaito. "peluru Energy akan membuat regenerasi melambat, aku tidak diuntungkan di jarak ini, area nya cukup jauh dengan target sepertinya satu-satunya cara adalah maju dengan kecepatan penuh" isi pikiran Kaito.

Ray tersenyum kecil lalu menembakkan peluru Energy tingkat menengah yang membuat Kaito terdorong sampai ke tembok, peluru itu juga berhasil membuat Kaito tidak bisa regenerasi tangan kiri nya. "baiklah aku akan serius, sepertinya lawan ku bukan makhluk biasa" seru Kaito.

Ray menembaki Kaito terus menerus dengan peluru Energy tingkat rendah, Kaito sulit bergerak karena efek peluru Energy. "pembuatan wilayah:volcano" serang Kaito.

Seketika arena menjadi gunung berapi yang membuat Ray kesusahan untuk bergerak karena lahar yang membakar tubuh Ray, gunung berapi yang dibuat Kaito semakin meningkat karena mengikuti pengalaman dan perkembangan Kaito, seketika Ray tersenyum tajam yang membuat Kaito keheranan. "blood rage: one" ucap Ray.

Seketika aura besar muncul dari Ray membuat Kaito keheranan dengan aura itu, Ray langsung menyerang Kaito dengan sangat cepat dan kuat, Kaito mencoba mengurung Ray di dalam lahar tetapi kekuatan Ray meningkat jauh sampai lahar pun tidak bisa melukai dirinya. "baiklah aku juga akan serius, api hybrid:tebasan" serang Kaito.

Tebasan api hybrid tidak dapat melukai Ray yang memiliki aura mengerikan, Kaito benar-benar tidak diuntungkan sekarang. "blood rage: bullet" serang Ray.

Peluru yang ditembakkan Ray berhasil membuat Kaito sekarat. "akh, kekuatan apa itu sepertinya aku belum cukup kuat untuk melawan dia, inikah akhir hidup ku" jerit Kaito.

Ledakan besar terjadi terlihat tubuh Kaito yang benar-benar hancur, Ray pun kelelahan dan aura yang sangat kuat itu menghilang. Di alam bawah sadar Kaito, makhluk misterius muncul kembali dan menunjuk ke arah Kaito. "aku akan pinjamkan kekuatan ku untukmu, lawan lah dia" ucap makhluk misterius.

Seketika pupil mata Kaito membesar, sebuah cahaya muncul dan langsung menarik Kaito keluar dari alam itu, makhluk misterius itu hanya melihat Kaito, seketika Kaito regenerasi dengan sangat cepat matanya berubah menjadi merah darah, pedangnya berubah menjadi merah darah. "heh, ini belum selesai saatnya ronde kedua" seru Kaito.

Kaito dengan cepat menebas tubuh Ray sampai Ray benar-benar kelelahan. "rasanya kematian seperti mendatangi ku, sungguh mengerikannya tapi aku senang karena aku berhasil mendapatkan pertarungan yang menyenangkan" gumam Ray.

Ray pun dalam kondisi sekarat dan kalah dalam pertarungan melawan Kaito, wujud Kaito kembali normal mata kembali hitam, pedang kembali menjadi katana, dan aura yang normal. "sungguh pertarungan yang menyenangkan, aku ingin sekali kau menjadi rekan ku" ungkap Kaito.

beberapa hari setelah pertarungan itu, Ray pun sembuh dari kondisi sekarat nya, Kaito menghampiri Ray yang sudah sembuh lalu memberikan Ray sedikit buah untuk kesehatan Ray. "oh iya, aku masih ingat perjanjian yah kita buat sebelum pertarungan, jadi karena aku kalah aku harus menerima 1 permintaan mu, jadi apa permintaan mu?" tanya Ray.

Kaito pun langsung memakai jubahnya kembali, Ray menatap Kaito yang memiliki potensi untuk menjadi lebih kuat lagi. "permintaan ku adalah, kau menjadi rekan ku" jawab Kaito.

Ray pun tersenyum lalu meminum segelas air. "jika itu permintaan mu, maka baiklah aku akan menjadi rekan mu" balas Ray.

Kaito bahagia, Ray hanya memakan buah yang diberikan Kaito dengan bahagia. "sepertinya dia cocok untuk menjadi ketua tim, tidak masalah karena dia cukup kuat untuk itu" ungkap Ray.

hari terus berlanjut, akhirnya Ray pun datang ke rumah Kaito dan resmi menjadi anggota tim Kaito, Ray pun masuk ke rumah Kaito. Yuri, Serena, dan azusa menyambut Ray dengan hangat, seketika Ray menatap Kaito dengan tatapan tajam. "hey Kaito, kau benar-benar tidak waras ya mengumpulkan wanita di dalam rumah untuk dirimu sendiri" seru Ray.

"mereka hanya rekan ku, Ray tenang saja kita ini tidak ada hubungan apa apa" balas Kaito.

Ray langsung membawa Kaito keluar rumah untuk bertarung kembali, azusa menatap Kaito dengan tatapan mengecewakan. Menjelang beberapa hari, Ray pun akhirnya menerima keberadaan 3 wanita di tim Kaito, Ray juga memiliki sifat yang pendiam dan dingin jika di dekat wanita karena Ray tidak pernah berinteraksi dengan wanita. "hai, Ray apakah kau sudah makan, Yuri sudah mulai jarang membuat makanan karena urusannya untuk mengurus keuangan dan segala hal di tim ini" ucap azusa.

Ray hanya diam karena dirinya sulit untuk berinteraksi dengan wanita, Kaito menghampiri azusa dan langsung menyeret azusa ke tempat latihan, Ray menatap Kaito dengan tatapan tajam. "sudah saatnya kau latihan, karena aku meninggalkan rumah selama beberapa hari kau jadi tidak latihan" seru Kaito.

mereka berdua pergi, Serena datang dengan membawa kue untuk Ray, dengan senang hati Ray menerimanya tetapi Ray yang terlalu waspada, memeriksa bahwa kue itu tidak beracun, Serena hanya tertawa kecil karena melihat Ray yang waspada kepada rekannya sendiri, setelah Ray merasa kue itu tidak mengandung racun, Ray memakan kue itu. "enak, sepertinya kandungan gula terlalu banyak, mungkin harus dikurangi sedikit agar menjaga kesehatan" ungkap Ray.

Perkataan Ray itu membuat Serena kecewa dengan dirinya sendiri karena tidak berhasil membuat kue yang disuka Ray, dengan inisiatif yang kuat Ray pun membantu Serena memasak, Ray juga mencoba untuk bisa dekat dengan wanita. Hari terus berlanjut sampai Ray mulai terbiasa dengan wanita di sekitarnya, dengan adanya rekan-rekan disekitar banyak pekerjaan menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Kaito melihat keluar rumah, yang ternyata salju mulai turun. "sepertinya aku harus membeli banyak peralatan untuk bertahan di salju, mungkin yang lainnya bisa bertahan karena kemampuan mereka tetapi azusa dalam kondisi lemah dan sulit menggunakan daya tahan tubuhnya, kalau begitu aku harus ke lobby X arena" ucap Kaito.

sampainya di Lobby X arena, Kaito langsung membeli peralatan untuk musim salju seperti penghangat ruangan, pakaian, dekorasi, dan lain-lain. Setelah membeli banyak barang, Kaito melihat Yuna yang bertengkar dengan pasangan nya Leon. "mereka sepertinya selalu bertengkar, yang terpenting adalah mencari cara mengembalikan azusa" ucap Kaito.

Seketika Yuna berlari ke arah Kaito lalu memeluk Kaito, air mata keluar dari mata Yuna dan terus mengenai pakaian Kaito, Leon menatap Kaito dengan kesal. "Kaito aku ingin kembali menjadi pasangan mu maafkan aku yang dulu itu semua ada alasannya" ungkap Yuna.

Kaito dengan wajah pendiam mencoba lepas dari pelukan Yuna, tetapi Yuna memeluk akito dengan sangat erat. "maafkan aku Kaito dia memang seperti itu, karena beban yang dia tanggung terlalu besar, jadi kesusahan untuk berpikir jernih sampai-sampai ingin memutuskan pasangannya" ujar Leon.

Kaito tersenyum lalu menyingkirkan Yuna dari tubuhnya, Yuna terkejut karena tindakan Kaito yang tidak sama seperti dulu, meskipun Yuna sadar akan hal yang dilakukannya kepada Kaito. "Leon aku mengakui mu sebagai rival ku, bagaimana kalau kau menjadi teman ku, aku akan sangat terbantu" ajak Kaito.

"tentu saja aku akan sangat menghargai permintaan mu, kemampuan mu di tingkat B itu membuat ku terkesan, jadi akan sangat menguntungkan jika kita berteman, demi kepentingan masing-masing" jawab Leon.

Kaito dan Leon pun berteman baik menjalin hubungan bisnis bersama. di dalam rumah Kaito, seketika terlihat azusa yang sedang menghangatkan diri di penghangat ruangan, Yuri yang sedang kerja di tablet nya, Serena dan Ray yang sedang memasak bersama. "sepertinya kalian sudah mulai akrab ya, azusa bagaimana kondisimu?" tanya Kaito.

"sebenarnya aku tidak perlu penghangat ruangan, aku memiliki daya tahan tubuh yang sangat kuat" ungkap azusa.

Kaito mengusap kepala azusa sampai azusa marah. "kondisi mu sekarang itu sedang tidak baik, jika kau menggunakan kekuatan mu, kau akan kelelahan dan pingsan" balas Kaito.

Azusa langsung kesal dan memukul punggung Kaito terus menerus, Ray menatap Kaito lalu tertawa karena kelakuan Kaito. semuanya bermain di luar rumah, azusa mencoba jatuh di atas salju, Yuri bermain bola salju dengan Ray menggunakan mesin penembak salju, Ray mencoba menghindari bola salju dengan kecepatan nya, Serena membuat manusia salju dengan bantuan kekuatan nya, Kaito membuat bola salju yang besar lalu melemparnya ke arah azusa yang membuat azusa tenggelam di dalam bola salju, dengan cepat Kaito menebas bola salju yang besar itu dengan pedangnya, azusa pun memarahi Kaito, musim salju menjadi musim yang indah karena kebahagiaan semua orang seperti tercapai. "bagaimana menurutmu, manusia salju ku hebat bukan" ucap Kaito.

seketika Kaito terkejut melihat Serena yang membuat manusia salju yang sangat besar bahkan melebihi manusia salju milik nya. "sepertinya punya mu itu sudah terlalu umum, Serena kau memang yang terbaik" ungkap azusa.

semuanya bersenang senang dengan bola salju. esok harinya, azusa pun demam sampai membuat Kaito khawatir dan cemas, untungnya dokter di X arena bisa mengatasi penyakit demam azusa dengan cepat jadi azusa dapat beristirahat di rumah. Kehidupan Kaito dan rekan-rekannya terus berlanjut.

1
cepy
keren dan menarik, semangat terus
Riou
bagus kak lanjut untuk perkembangan karakternya
Meta greats
up terus
calliga
Up
calliga
Semangat terus ya thor
HUSEIN OFFICIAL: siap, terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!