Deon diminta Mamanya untuk segera menikah karena ingin secepatnya menimang cucu, mengingat Deon adalah Putra semata wayangnya serta umurnya yang sudah tidak muda lagi. Deon berusaha keras menolak namun akhirnya ia luluh tapi berencana untuk mencari perempuan yang mau diajak kawin kontrak. Deon dan Grizelle bertemu dan salah satu diantara mereka berhutang nyawa. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Terus baca dan mohon dukungannya yaa karena ini pertama kalinya aku nulis😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wanita Dibalik Layar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERNIKAHAN
Pagi itu semua orang nampak sibuk, beberapa orang tamu serta media juga sudah ada yang lebih dulu datang. Grizelle dan Bastian pagi-pagi sekali sudah sampai di rumah Deon, dengan bantuan kursi roda, Bastian didampingi dua orang perawat dan dijaga beberapa anak buahnya termasuk Tomi. Ia hanya akan menyaksikan pernikahan anaknya itu dari kejauhan. Acara pernikahan ini begitu mewah, banyak tamu yang hadir didominasi para konglomerat, nampak mobil-mobil mewah berjejer rapi di depan gerbang. Ribuan pasang mata sudah menunggu kedua mempelai untuk keluar. Entah kenapa Deon merasakan gugup disekujur tubuhnya, sesekali ia melakukan gerakan-gerakan kecil agar gugupnya itu menghilang, Nuca tersenyum dalam batinnya melihat bosnya yang nampak gugup itu. Sementara Anna semenjak tadi sudah bergabung bersama teman-teman sosialitanya, mereka juga membawa beberapa anak gadis yang cantik-cantik. Seketika semua mata terpaku ke arah yang sama, dengan mengenakan gaun berwarna merah muda pucat serta bagian atasnya diberi plunge neck membuat Grizelle tampil begitu elegan, ia berjalan pelan menuju Deon yang berkali-kali meneguk salivanya kuat. Bisik-bisik mulai terdengar memuji kecantikan Grizelle, ada sebagian lelaki yang matanya ditutupi telapak tangan istrinya karena terlalu terpesona dengan kecantikan dan seksinya tubuh Grizelle. Bagaikan seorang bidadari kehadiran Grizelle membuat orang langsung berdiri dan bertepuk tangan kagum, Grizelle nampak malu-malu mendapati dirinya ditonton ribuan pasang mata, pipinya memerah dan jantungnya semakin berdegup kencang saat mendapati Deon sudah mengulurkan tangannya dan siap untuk menggandeng.
"Cantik" Deon tiba-tiba keceplosan dan langsung menggigit kuat bibirnya
Grizelle melirik Deon yang salah tingkah, ia tersenyum didalam hati, entah perasaan bahagia apa itu barusan.
"Ayo kita perankan peranan ini dengan sempurna" Grizelle mengalungkan lengannya ke lengan Deon dengan kuat. Untuk sementara rasa gugup Deon sudah lumayan berkurang hingga akhirnya ijab qabul itu terucap.
Grizelle menahan harunya, setelah itu Bastian sudah tidak terlihat lagi, mungkin saat ini ia sedang istirahat. Para tamu dan undangan nampak menikmati pesta tersebut, beberapa orang sudah mulai mengantri untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.
"Boleh juga istri lo" Seorang laki-laki seumuran Deon berbisik ditelinganya, orang itu bernama Nico salah satu anak konglomerat yang terkenal playboy serta banyak melakukan pelecehan terhadap wanita
"Kalo gak kepake, buat gue aja" Senyum menyeringai
Deon mengepalkan tangannya kuat dan wajahnya terlihat merah padam
"Jika sudah selesai memberi selamat, silakan pergi!" Deon berkata gusar
"Oo sang mempelai pria sudah nampak marah rupanya, kalau begitu aku pamit, jangan lupa sisakan istrimu untukku ya" tertawa jahat
Deon langsung memberikan kode kepada Nuca untuk segera mengamankan dan menyuruh pergi orang gila seperti Nico itu. Matanya melirik ke arah Grizelle, takut kalau Grizelle mendengar perkataan Nico barusan.
"Tenang, aku gak bakalan masuk perangkap orang yang otaknya mesum kaya dia"
Omongan Grizelle tadi membuat Deon terkejut
"Kamu pikir aku wanita bodoh? orang itu bisa dilihat dari tampangnya" Grizelle menjelaskan
"Kalau aja gak lagi banyak orang, sudah bonyok tu mukanya" Lagi-lagi Grizelle menimpali kesal
Deon hanya tersenyum melihat wajah cantik itu kini berubah menjadi sangar sebelum akhirnya Tomi datang dan membeku di depan Grizelle
"Selamat Griz....semoga kamu bahagia" Tak sanggup melanjutkan kata-katanya Tomi langsung melangkah lagi, kali ini menghampiri Deon.
"Tolong jaga Griz baik-baik, kalau sampai terjadi apa-apa sama Griz atau lu nyakitin Griz, lu berhadapan sama gue" Keduanya bersalaman dengan kuat
"Memangnya kamu siapa? Lihat sendiri kan dia lebih memilih kawin dengan siapa?" Deon tersenyum sinis
"Gue paling paham dan tau betul gimana Griz" Tomi berlalu sambil menepuk pundak Deon
Deon menggeram dan menggertakkan giginya
"Nggak usah diambil hati, Tomi memang begitu orangnya, tapi sebenarnya dia baik kok" Grizelle nampak tersenyum
"Apa! kamu memuji laki-laki lain dihadapanku?" Deon semakin kesal. Grizelle tidak lagi menghiraukan kekesalan itu, ia dengan ramah menyambut tamu yang mendatanginya untuk bersalaman
Waktu berlalu begitu cepat, para undangan dan tamu tak henti-hentinya mengucapkan selamat hingga
sore menjelang malam itu tiba, Deon dan Grizelle nampak kelelahan. tiba-tiba Grizelle berjongkok sambil memegangi perut dan wajahnya nampak pucat....
__________________
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN DUKUNGANNYA YAA BIAR AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI NULISNYA, BOLEH TINGGALKAN JEJAK DULU KOK😉
BTW MUNGKIN NANTI ADA BEBERAPA BAB YANG ISINYA DIEDIT LAGI SUPAYA LEBIH ENAK DIBACA
bnr2 oke dech
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa