NovelToon NovelToon
The Hunter Bloods

The Hunter Bloods

Status: tamat
Genre:Vampir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:32.4k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Caitlin Magnolia, seorang gadis cantik yang jatuh cinta pada Aaron Smith, vampire cerdas dan tampan pemilik perusahaan mebel tempat Caitlin bekerja. Aaron berusaha menyembunyikan jati dirinya sebagai seorang vampire, namun seiring berjalannya waktu akhirnya Caitlin mengetahui bahwa Aaron merupakan sesosok vampire.

Perbedaan ras tak menyurutkan cinta di antara mereka, bahkan Aaron memberanikan diri untuk memperkenalkan Caitlin ke keluarga vampir-nya. Hal ini tentu saja menimbulkan goncangan pada hubungan mereka.

Keluarga besar vampir dari orangtua Aaron, dengan keras menentang hubungan mereka, bahkan Frank Smith, paman dari Aaron mengancam nyawa Caitlin jika Aaron tak memutuskan hubungan kisah asmaranya.
Lantas bagaimana mereka menyelesaikan masalah ini?
Kelanjutan kisahnya dapat kalian baca di novel The Hunter Bloods.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER - 20

Sepanjang perjalanan menuju kediaman Aaron, Caitlin nampak terlihat tegang, keringat dingin mulai membasahi telapak tangannya. Sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya Caitlin khawatir jika keluarga Aaron tak menyukainya lantaran dirinya dan mereka berbeda.

Bayangkan yang berasal dari ras yang sama saja terdang banyak orangtua yang tidak menyukai calon pasangan anaknya, bagaimana dari ras yang berbeda terlebih dirinya merupakan santapan bagi keluarga Aaron.

Aaron yang menyadari wajah tegang Caitlin, meraih tangannya dan menggenggamnya erat. "Aku sudah cerita banyak tentangmu kepada mommy," ucap Aaron, ia mengetahui apa isi kepala Caitlin. "Beliau justru sangat senang kau mau main ke rumah."

"Ya aku juga senang bisa main ke rumahmu," Caitlin memaksakan seulas senyuman, karena lagi-lagi Aaron membaca pikirannya, sehingga Caitlin pun berusaha mengalihkan pikiran untuk tidak mengkhawatirkan bagaimana nanti pertemuannya dengan orangtua Aaron. "Aku sangat sakut padamu dan Sean yang masih bersemangat melanjutkan pendidikanmu meski kau terbilang sudah sukses," ucap Caitlin mengalihkan topik pembicaraan.

"Ya, bagi kami pendidikan sangatlah penting, untuk itulah kami melanjutkan pendidikan di tengah-tengah kesibukan kami."

Mereka masih membicarakan tentang perkuliahan sampai Caitlin menyadari jika mobil yang di tumpanginya sudah meninggalkan pusat kota, ia sama sekali tidak tahu jalanan yang di laluinya, jalanan tersebut terasa asing. Mereka melewati jembatan di sungai, jalanan yang membentang ke utara, dan rumah-rumah penduduk yang semakin jarang.

Kemudian mereka memasuki hutan berkabut, suasananya membuat Caitlin bingung apakah ia harus bertanya atau tetap bersabar. Tiba-tiba Aaron membelok ke jalanan yang tak beraspal, di jalanan itu sama sekali tak ada tanda jalan, yang ada hanyalah tumbuhan pakis, dan beberapa meter kemudian jalanan meliuk-liuk seperti ular.

Caitlin mencoba untuk tetap sabar dan tenang hingga akhirnya ia melihat sebuah rumah besar dan mewah, dengan cat putih, berlantai tiga, rumah tersebut terlihat sempurna. Saat Aaron menepikan kendaraannya di rumah tersebut, Caitlin melihat ada mobil Sean dan dua mobil mewah lainnya, yang kemungkinan itu adalah mobil orangtua Aaron.

"Wow," cetus Caitlin, ketika ia dan Aaron turun dari mobil, Caitlin bisa mendengar suara aliran sungai yang sepertinya tak jauh dari kediaman Aaron.

"Kau menyukainya?" tanya Aaron.

Caitlin mengangguk. "Rumahmu terlihat asri dan memiliki pesona tersendiri."

Aaron menggandeng tangan Caitlin. "Bagaimana? Apa kau sudah siap?" tanyanya, seolah siap untuk di mangsa atau menjadi santapan keluarganya.

"Kalau boleh jujur. TIDAK, tapi baiklah..." Caitlin mencoba untuk tertawa tapi tenggorokannya tercekat, ia merapihkan rambut dan pakaiannya sebelum masuk ke rumah Aaron.

"Kau sangat cantik dan wangi sayang," Aaron merangkul Caitlin masuk ke rumahnya.

Sejak mengenal Aaron, Caitlin sulit mengartikan kata wangi. Wangi tersebut berasal dari minyak wangi yang ia gunakan atau dari aroma darahnya yang sebenarnya Caitlin pun tak bisa mengendusnya.

"Aku pulang," teriak Aaron. Mereka terus masuk lebih dalam, mata Caitlin tertuju pada deretan foto wisuda Aaron yang tepajang rapih di dinding.

"Sebenarnya kau ini sudah berapa kali wisuda?" mengapa banyak sekali?" sesuai dengan dugaan Caitlin bahwa usia Aaron yang sengguhnya bukanlah 23 tahun.

"Sudahku katakan aku suka sekali belajar," Aaron tergelak.

"Kami di sini nak," teriak salah seorang wanita dari arah belakang.

Mereka berdua pun menghampiri sumber suara wanita tadi. "Wow," ujar Aaron, ia terkejut melihat suasana bagian belakang kediamannya yang nampak berbeda. "Sejak kapan kita punya dapur, kompor dan peralatan lainnya?" tanya Aaron binggung.

"Sejak ada gadis cantik ini mau datang kemari," jawab Laura, ibunda Aaron. Laura menaruh mangkuk adonan pastanya, kemudian ia menghampiri Caitlin. "Aku Laura, ibunda Aaron," ucapnya memperkenalkan diri pada Caitlin. "Senang kau main kemari," Laura memeluk dan mencium kedua pipi Caitlin.

"Aku Caitlin, senang juga bertemu dengan tante," Caitlin membalas pelukan hangat Laura, kemudian ia beralih menyalami Smith, ayahanda Aaron. "Kita pernah bertemu di rumah sakit dan rumah duka ketika Arnold meninggal."

Caitlin mengangguk, "Ya," ia ingat juga jika dirinya bertemu dengan dr.Smith sebanyak dua kali, dan ini kali ketiganya mereka bertemu.

"Aku dan Sean mencoba membuatkan makanan manusia untukmu," Laura kembali ke mangkuk pastanya. "Kami melihat resepnya di youtu*e" ia menunjuk ke arah televisi yang berada di dapur mereka.

"Ooh itu pasta," ucap Caitlin. Ia melihat sekilas makanan manusia apa yang mereka buat untuknya, namun tak ubahnya seperti bubur bayi.

"Sebenarnya sebelum kemari, aku sudah makan banyak karena aku tahu kalian tidak makan makanan manusia," ucap Caitlin hati-hati.

"Sudahku katakan, mommy tidak perlu ngide masak sendiri," gerutu Sean, ia kesal karena mommynya menyuruhnya memotong bawang bombay, membuat matanya terlihat seperti habis menangis.

"Tapi aku akan makan apa pun yang kalian buatkan," ucap Caitlin menghibur Sean dan Laura, ia tak ingin mengecewakan keduanya yang telah bersuah payah membuatkan makanan untuknya, meski ia tak yakin rasanya akan enak di makan.

Aaron tertawa melihat ekspresi Caitlin yang sangat menggemaskan ketika melihat pasta buatan ibundanya. "Ya sudah yuk, kita ke kamarku sembari menunggu chef Sean selesai masak." sekilas ia melirik ke arah Sean.

"Sepertinya besok kau sudah bisah ikutan kompetisi memasak makanan manusia," ledek Aaron pada Sean.

"Brengsek..." gerutu Sean.

Aaron kembali merangkul Caitlin menuju lantai dua kediamannya. "Di lantai dua adalah kamarku dan Sean, sedangkan kamar mommy dan daddy berada di lantai tiga," ucap Aaron. "Mereka ingin dekat dengan rooftop sehingga memilih tidur di lantai tiga," ia menjelaskan sedikit tentang bagian-bagian kediamannya yang begitu megah.

Caitlin semakin terkesan dengan kamar mewah Aaron, suasanya terkesan minimalis dan elegan. Lemari serta meja kerja yang berjejer rapih, dan ada juga beberapa alat musik seperti piano, gitar dan drum di dalam kamar yang tertata rapih bak studio musik.

Lengkapnya fasilitas di kamar Aaron, ada satu hal yang membuat Caitlin janggal pada kamar kekasihnya itu. "Di mana kasurnya?" tanya Caitlin dengan wajah heran, i masih melihat sekeliling siapa tahu Aaron menyembunyikannya di balik dinding.

Aaron kembali tertawa mendengar pertanyaan Caitlin. "Kami tidak tidur, sehingga di rumah ini tidak ada kasur," ucapnya, ia mendekat ke arah Caitlin ke,udian memeluknya dari belakang dan berbisik. "Kecuali kalau kau mau menempati kMar ini juga, aku akan menaruh kasur yang paling empuk di sini untukmu," bisik Aaron.

1
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
ilove you to Aaron eh udah tamat aja kak nggak ada spesial nya belah durennya Aaron ma Catlin nih siapa tahu caranya beda kan mereka beda bangsa eh beda jenis😄😄😄
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
Will you marry me 💏
YESS i Will😄😄😄
Catlin maksudnya 😄😄😄
akhirnya kebahagiaan itu menyertaimu cat pikir keri yak gimana nanti akhirnya pokoknya kawin dulu eh nikah🏃🏃🏃
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
eh kok Frank gadungan????hmmmm
¢ᖱ'D⃤ ̐𝙽❗𝙽 𝙶 ᴸᵁᴾᴵ
astaga aku galfok sama uang di kaus kaki😂😂😂dipikir lebih malah kurang maafkan cat pak dia lagi ketakutan jadi oleng😁
hmmmm masuk perangkap Frank kan go Aaron selamatkan Catlin
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
happy ending ya........selamat ya buat Aaron dan Caitlin ahkir nya menikah juga
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
ya lebih baik menikah supaya Caitlin bisa di jaga Aaron selalu
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
semoga Caitlin selamat ya
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
cuma jebakan ternyata ya dari frank nya
ㅤㅤʳᵛ✦
Pastinya, rasa khawatir, rindu dan lain² akan hilang seketika berganti nyaman dan lega, pas mendengar suaranya itulah Cinta
ㅤㅤʳᵛ✦
Wow satu abad menjomblo, padahal memiliki segalanya....
harta, tahta dan rupa
ㅤㅤʳᵛ✦
Ah jadi ngeri sendiri ngebayangin jadi Caitlin, harus mencintai laki² yang berasal dr keluarga Vampire yang notabene penyuka darah manusia, otomatis Caitlin jd mangsa 🙈🙈🙈
🌟𝙈𝙗 𝙔𝙪𝙡²🇵🇸
yuhuuu akhirnya aaron punya pasangan setelah berabad-abad jumblu... happy wedding aaron caitlin 💑💑💑
•§͜¢•🦢🍒"Asti "
Hwd Caitlin Aaron💒
•§͜¢•🦢🍒"Asti "
Jack yang menyerupai paman Frank
•§͜¢•🦢🍒"Asti "
Frank palsu 🤔
•§͜¢•🦢🍒"Asti "
Frank njebak Caitlin
•§͜¢•🦢🍒"Asti "
Caitlin dijebak 🤔
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
berhati-hati lah Caitlin pasti kamu bisa ngadapin Frank nya Aaron dan keluarga nya ngak akan tinggal diam mereka pasti akan nyelamatin kamu Caitlin
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
mungkin itu cuma jebakan Caitlin supaya kamu keluar dari tempat persembunyian mu dan Frank menangkap mu
💖🍁K@$m! Mυɳҽҽყ☪️🍁💖
Sean kamu harus segera sembunyiin Caitlin nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!