Nada Aruna Lya seorang perempuan dewasa terpaksa menikah dengan Fardanu Satya Aji seorang bocah SMA hanya karena kesalahan satu malam yang tak sengaja mereka perbuat, mereka terpaksa terjebak dalam suatu hubungan pernikahan yang menurut Nada sangatlah absurd karena dalam kamusnya tak ada pernikahan dengan seorang laki-laki yang umurnya berada dibawahnya.
Akankah pernikahan mereka akan terjalin selamanya? Ataukah hanya sementara waktu?
"Gue enggak nyangka gue bisa nikahin bocah ingusan kayak lo!!" sentak Nada kesal, namun Danu hanya menatap Nada tenang seakan tak terpengaruh akan perkataan Nada yang mengejeknya.
"Bocah ingusan yang kamu bilang ini bisa memberikanmu kepuasan loh, apa kamu lupa?" Danu tersenyum menatap Nada yang kini melotot.
Penasaran dengan kisah mereka? Ayo dibaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Simiftahul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Berubah
Pagi hari ini berbeda dengan pagi biasanya, ada yang sedikit berbeda dengan sikap Danu. Begitu tadi Nada membuka matanya, yang biasanya Danu memberikan morning kiss atau memeluknya sebelum mereka bangun dan melakukan aktivitas seperti biasa. Danu terlihat lebih cuek dan mengabaikannya, Nada sebal? Tentu saja tidak!! Karena inilah yang ia inginkan. Yey akhirnya Danu tidak bersikap manja dan menempel lagi padanya, artinya Nada bisa hidup tenang, damai, aman, tentram dan sentosa. Dia dikata aneh? Bodo amat, hidup-hidupya elah pembaca mah baca aja ya biar Nada yang ngejalanin he..he..
Tanpa berpamitan pada Danu, Nada langsung berangkat bekerja. Danu hari ini dan dua hari kedepan tidak masuk sekolah, kalian sudah tau kan apa alasannya? Yup, suami bocahnya itu di skorsing. Nada sih tidak masalah kalau Danu mau diskorsing, toh dia juga nanti tidak ada dirumah. Nada itu terlalu bodo amatan ya kalau berurusan dengan Danu, kecuali kalau mereka lagi main. Tau kan main yang Nada maksud? Ituloh permainan yang biasanya suami-istri lakukan dimalam jumat ditambah guyuran hujan yang menambah kesan istimewa.
Eh pagi-pagi kok malah mikir yang mesum sih Nad? Inget lo itu masih zona merah, ngapain juga mikirin lo lagi begituan sama bocah mesum itu? Sepertinya Nada saat ini ketularan otak mesumnya Danu ya, habisnya gimana dong kalau Danu terus-terusan memberikannya kenimatkan? Nada langsung memukul kepalanya, mencoba menjernihkan otaknya yang terbayang malam panas dengan Danu.
"Lo mesum banget sih Nad? Kalau sampai tuh bocah tau apa yang gue pikirin, kegeeran dia pasti." Gerutu Nada pada dirinya dan pikirannya yang tak bisa ia kendalikan.
"Astaga!! Gara-gara Danu nih!!" Rutuk Nada.
"Lagian ngapain tuh bocah tadi cuma pake bokser doang keluar kamar? Kan gue jadi tergoda ngeraba-raba dadanya. Aishh Nada, astaga otak gue sudah terkontaminasi virus bernama kemesuman bersama seorang berondong." Daripada dia terus memikirkan hal itu, lebih baik ia menjalankan mobilnya.
Sepanjang perjalanan menuju kantor, Nada tiada henti bersenandung riang karena berhasil menjernihkan pikirannya dari dada Danu yang sandarable tapi kelakuan yang kayak bocah. Ada alasan lain yang membuat Nada begini, sudah pasti taukan? Akhirnya si suami bocahnya menepati janjinya untuk berubah. Tidak manja lagi padanya, kalau begini kan hidup Nada jadi tenang tanpa diusik oleh Danu lagi. Siapa taukan dia perlahan-lahan menerima kehadiran suami beorondongnya itu kan? Kita doakan saja yang terbaik untuk Nada dan Danu hu..hu..hu..
"Seger amat tuh muka kayaknya." Celetuk Fani ketika melihat kehadiran Nada yang sepertinya terlihat riang gembira.
"Iyalah, lagi happy gue hari ini." Ucap Nada riang sambil mendudukan dirinya dibangku kerjanya.
"Pasti habis dapat jatah ya dari suami berondong lo yang imut itu?" Tebak Fani yang jelas-jelas salah karena Nada kan happy bukan karena itu, jangankan dapat jatah cium-cium aja seharian ini belum.
"Jawaban lo salah, silahkan tebak jawaban yang benar." Balas Nada masih mempertahankan wajah riangnya.
"Wuih si singa betina garang kelihatannya lagi happy nih, senyam-senyum terus." Ucap Erik yang tiba-tiba datang dan langsung menghampiri Nada, bukannya malah menaruh tas kerjanya dulu diatas meja kerjanya eh dia malah menghampiri Nada dulu. Erik..Erik..ck..ck..
"Sembarangan lo ngatain gue singa betina garang, orang wajah gue cantik, manis, baik, terus ramah gini." Protes Nada tak terima dikatai Erik, lah kan emang benar yang dibilang Erik. Kan Nada itu suka sekali marah, apa salah Erik jika menyebut Nada seperti itu?
"Ada gosip apakah gerangan hingga rakyat jelata seperti kalian bergerombol disini duhai para jongos..." Andini yang baru datang juga ikut nimbrung dengan mengatakan demikian yang sukses membuat ketiga orang itu mendengus kesal.
"Ngaca!! Lo juga jongos kali!!" Ucap Erik menatap Andini kesal yang hanya dibalas kekehan Andini.
"Jadi, ada gosip apaan nih guys? Gue kan juga pengen dengar."
"Nih si Nada, mukanya kelihatan bersinar terang kayak matahari di langit. Biasanya kan mukanya tuh kusut kucek kayak pakaian yang belum disetrika, eh ini tiba-tiba cling rapi gitu. Terus gue tebak kalau dia baru dapet jatah, eh jawaban gue salah." Cerocos Andini panjang lebar, Nada memutar bola matanya. Perasaan kok teman-temannya ini lebay amat sih? Cuma melihat dia yang senyum begini kok terheran-heran seperti melihat salju yang turun di Indonesia.
Nada tidak tau saja ya kalau wajah bersinar Nada itu bagaikan kelangkaan hewan dan tumbuhan yang sudah jarang dilihat sehingga harus dilestarikan, Nada itukan biasanya suka marah-marah, wajahnya judes, jutek, galak... Eh sekarang tiba-tiba cerah gitu, mana sambil senyum-senyum lagi. Mereka kan jadi heran dan penasaran, ada apa gerangan hingga membuat temannya jadi seperti ini.
"Iya Nad, lo kenapa happy begitu?" Tanya Andini sambil menatap Nada penasaran.
"Jangan bilang kalau Pak Wira ngajak lo ke mantenan temannya lagi kayak waktu itu, lo kan pernah senyum karena itu." Andini ini aneh ya, tadi bertanya pada Nada kok sekarang malah dijawab sendiri pertanyaan yang dia ajukan.
"Atau jangan bilang lo dilamar Pak Wira lagi!?" Heboh Fani, mereka kan tau kalau Nada itu naksir berat sama Pak Wira. Tidak menutup kemungkian kalau sang atasanlah yang membuat Nada sebahagia ini.
"Kalian ini ya? Please deh gak usah lebay!!" Lama-lama Nada kesal juga ya kalau teman-temannya ini nyerocos mulu gak berhenti-henti, gak pegal tuh mulut gerak mulu?
"Lo juga diem, gak usah ikut ngomong!!" Ucap Nada ketika Erik akan membuka suaranya.
"Lah habisnya lo diem aja Nad ditanyain, jawab kek kalau orang tanya." Nada memutar bola matanya malas mendengar ucapan Andini.
"Gimana gue mau jawab kalau lo langsung nyerocos gitu kelesss..." Geram Nada yang dibalas kekehan Andini.
"Sorry Nad, habisnya lo kelamaan mikir buat jawab." Cengir Andini.
"Jadi apa nih alasan Nada kita jadi se-happy ini?" Kali ini Fani yang bersuara.
"Gue senang aja karena tingkah Danu udah berubah, dia gak childish lagi." Ucap Nada sambil tersenyum ketika mengingat sikap Danu yang tidak merengek manja padanya lagi.
Nada memandang heran ketiga temannya yang terbahak mendengar ucapannya tadi, lah emangnya ada yang lucu ya dari perkataannya?
"Kalian kenapa ketawa? Emang ada yang lucu?" Kesal Nada merasa ditertawakan.
"Eh Nad, gue gak percaya ya kalau Danu suami berondong lo itu berubah sesuai apa yang lo bilang tadi." Ucap Fani disela tawanya.
"Gue juga gak percaya, gue yakin bentar lagi dia pasti ngerengek manja sama lo lagi. Gak mudah tau merubah sikap hanya dengan waktu yang begitu drastisnya." Kali ini Erik berbicara setelah tawanya reda.
"Menurut cerita yang lo omongin tentang suami bocah lo, kayaknya gak mungkin dia berubah secepat itu. Suami lo mungkin lagi sariawan kali Nad makanya kayak gitu."
"Nada...Nada... Lo kenapa ngelawak sepagi ini sih? Bikin sakit perut nahan boker nih gue." Ucap Fani yang masih tertawa.
Nada menatap kesal teman-temannya yang tidak mempercayai ucapannya, awas saja ya pasti nanti akan dia buktikan kalau suami berondongnya itu sudah berubah. Tekadnya dalam hati.