Bagi sebagian orang jatuh cinta adalah hal yang mudah, manusia bisa jatuh cinta bahkan tanpa mengenal lebih dalam orang yang dia cintai. Bahkan, tidak sedikit yang mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama.
Hal yang berbeda di rasakan oleh pemuda bernama David Gabriel, putra sulung dari pengusaha kaya raya bernama Louis Gabriel yang sama sekali tidak mudah untuknya jatuh cinta kepada seseorang wanita.
Baginya, jatuh cinta hanya sekali seumur hidup dan cintanya hanya untuk wanita bernama Teresia Anindya Putri, wanita yang tiba-tiba saja menghilang bak di telan bumi.
Mampukah David menemukan kembali cinta pertamanya? Seperti apa sebenarnya kehidupan yang dijalani oleh wanita bernama Teresia itu sehingga dia harus pulang ke desa terpencil dimana keluarganya berada?
Sekuel dari "Hasrat Tuan Kesepian" Untuk kalian semua Reader kesayangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anggur
Ceklek ....
Blug ....
Anggi turun dari dalam mobil dengan tubuh yang sempoyongan, setelah mendengar kabar tentang pernikahan David membuatnya benar-benar merasa putus asa dan melampiaskan kekesalan dengan meminum minuman beralkohol.
Dia pun berjalan ke arah pintu dengan tubuh yang terasa ringan, jiwanya sudah benar-benar telah dikuasai oleh minuman yang memabukkan.
Ceklek ....
Pintu rumah pun di buka, Anggi masuk ke dalamnya lalu berteriak kencang memekikkan telinga.
"Larisaaaaa ..." Teriaknya memekikkan telinga seraya melemparkan sembarang tas besar miliknya.
"Ya ampun, gak usah teriak-teriak gitu kali, Nyonya. Saya punya telinga ko." Jawab Larisa menghampiri dengan perasaan kesal.
"Sini kamu, semua ini gara-gara adik kamu yang sialan itu." Anggi mengguncangkan kedua bahu Larisa lalu menghempaskan tubuh wanita itu kasar.
"Arghhh ..." Teriak Larisa.
"Kamu tahu, gara-gara adik kamu usaha aku buat dapetin David gagal total, aku bahkan udah ngejomblo selama 10 tahun dan usaha aku itu sia-sia sudah. GARA SI TERESIA SIALAAAAAAN ...'' Teriak Anggi lagi melampiaskan rasa kesalnya kepada wanita bernama Larisa yang tidak lain dan tidak bukan adalah kakak tiri dari calon istri David.
"Maksud kamu apa, Nyonya? Kenapa anda marah kayak gini sama aku? Salah aku apa?"
"Salah kamu apa? Hahahaha ... Kamu tahu, adik tiri kamu itu akan segera menikah sama si David? Gak tahu 'kan? GAK TAHU KAN? KAKAK MACAM APA KAMU YANG TIDAK TAHU SAMA SEKALI KALAU ADIKNYA AKAN MENIKAH MINGGU DEPAN, HAH?"
Larisa seketika mengepalkan kedua tangannya. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Teresia akan menikah secepat itu dengan kekasihnya. Bukankah hubungan mereka belum terjalin lama?
'Sialan, aku gak akan pernah membiarkan dia menikah dengan si David itu. Aku gak akan membiarkan kamu hidup bahagia Tere,' (batin Larisa.)
"Kamu tenang aja, Nyonya. Aku akan membuat pernikahan mereka batal. Katakan saja dimana alamat rumah David berada, aku akan ke sana dan menyeret adikku dari sana.'' Ucap Larisa kemudian.
Anggi yang dalam keadaan mabuk berat pun tidak menjawab pertanyaan Larisa, dia menghempaskan tubuhnya di atas kursi lalu meneguk botol anggur yang sudah sedari tadi di genggamnya.
Glegek ....
Glegek ....
Glegek ....
"Akhhh ... Anggur memang obat yang cocok untuk patah hati." Gumamnya tersenyum menatap botol anggur tersebut.
Merasa kesal karena diabaikan, Larisa pun menghampiri majikannya itu lalu meraih botol anggur dan meneguknya persis seperti yang baru saja dilakukan oleh Anggita.
Glegek ....
Glegek ....
Glegek ....
Suara minuman yang melintasi tenggorokan Larisa pun terdengar begitu nyaring. Dia tersenyum menyeringai lalu menatap botol anggur tersebut dengan tatapan berbinar.
"Waah ... Minuman ini manis juga."
"Hey ... Apa yang kamu lakukan, ini punyaku tau." Anggi merebut botol tersebut.
Dia pun hendak meminum kembali. Namun, isinya sudah benar-benar kosong tak bersisa.
"Sialan, kenapa di habisin?''
"Ups ... Aku gak sengaja ngehabisin tadi." Jawab Larisa tubuhnya mulai terasa ringan.
"Hmm ... Kepalaku pusing banget ini."
"Istirahatlah kalau pusing, gak usah mikirin laki-laki itu, masih ada banyak laki-laki di dunia ini yang pastinya gak akan menolak cinta kamu. Kamu cantik, kaya, pekerjaan kamu juga oke."
"Itu sih menurut kamu, tapi tidak menurut David. Dia bilang kecantikan aku gak ada apa-apanya dibandingkan sama si Tere sialan itu."
"Hahahaha ... Si David-nya aja yang udah dibuatkan sama cinta. Masa berlian dari kota di bandingkan sama bunga busuk dari desa, dasar gila tuh orang.''
"Hahahaha ... Kamu tuh yang gila, dia itu adik kamu lho. Kalau ngomong suka jujur banget si.''
"Adik apaan? Adik gak tahu diri. Aku benci sama dia, BENCIIII banget. Ingin rasakan ya aku jambak rambutnya aku kurung dia di gudang. Heuuuh ... Kesel deh."
"Memangnya kamu sering ngelakuin hal kayak gitu sama adik kamu sendiri?"
"Hahahaha ... Kalau dia nakal, aku jambak rambutnya dan aku seret dia ke gudang."
"Dih ... Dasar kakak gila."
Keduanya pun benar-benar larut dalam minuman beralkohol, hingga tanpa sadar obrolan-obrolan yang sebenarnya garing untuk di dengar pun keluar dari bibir masing-masing.
Sampai akhirnya Anggi dan Larisa seketika tertidur di kursi ruang tamu sampai pagi menjelang.
❤️❤️
Dua Minggu kemudian.
Akhirnya, pernikahan sederhana pun benar-benar diadakan. Pernikahan yang hanya di selenggarakan di kediaman Louis Gabriel tanpa banyak mengundang tamu undangan.
Dengan berbalut kebaya pengantin berwarna putih, Tere pun siap untuk dipersunting oleh oleh pemuda bernama David Gabriel.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Promosi siang ini Reader. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian ya.