Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.
"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"
Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.
"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"
Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.
Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 09
"Ada apa?" tanya Lilian singkat dengan tatapan datar.
"Biarkan aku masuk," ucap Alen, ia hendak melangkah masuk ke dalam kamar tersebut.
"Untuk sekarang tidak, kau tidur terpisah dengan ku sejak ada wanita itu, jadi sekarang ini kamar ku," ucap Lilian menahan pintu tersebut.
"Lilian, aku tidak bermaksud untuk pisah kamar, hanya saja aku sedang lelah, butuh waktu istirahat yang nyaman, dan jangan bicara terlalu dingin padaku, aku tidak suka nada bicara mu yang terasa asing," ucap Alen sambil memegang tangan Lilian.
"Tidak perlu masuk kamar, aku senang beres-beres, sekarang kamar sedang berantakan," jelas Lilian yang tak ingin Alen tau kalau kamar tersebut sudah kosong setengahnya.
"Huh baiklah kalau begitu kita bicara di sini saja," ucap Alen terlihat tidak sabar.
"Silahkan," ujar Lilian tak sabar menunggu.
"Katakan padaku apa kau sengaja membuat makanan pedas untuk Tasya? Kau tau apa yang sudah kau lakukan kali ini hampir membuat ia kehilangan anak nya? Aku tidak menyangka kalau kau akan sekejam itu," ucap Alen.
"Jika aku bilang aku tidak melakukan itu apa kau akan percaya mas?" Lilian balik bertanya.
"Bagaimana mungkin? Dokter bilang Tasya seperti itu karena makan makanan pedas, dia juga kesakitan setelah memakan makanan yang kau buat, jangan mencoba untuk membodohi ku Lilian, anak itu tidak bersalah, jika kau marah marah saja padaku jangan mereka," tuding Alen lagi.
"Mas, kau terlihat sangat membela mereka seolah-olah mereka adalah anak dan istrimu, sedangkan aku adalah orang ketiga," lirih Lilian dengan senyum tipis nya.
"Jangan mengalihkan pembicaraan Lilian, sekarang aku mau kau ikut aku menemui Tasya, minta maaf padanya," ucap Alen semakin panas hatinya melihat reaksi Lilian barusan.
"Aku tidak mau! Aku tidak akan minta maaf atas kesalahan yang tidak pernah aku lakukan," ucap Lilian menepis tangan sang suami.
"Baik! Baik jika kau tidak mau, kalau begitu malam ini kau tidur saja di gudang sampai kau merenungi kesalahan yang telah kau lakukan," ucap Alen. Ia kehilangan kesabaran sepenuhnya dan kemudian menarik Lilian secara paksa ke dalam gudang yang berada di samping rumah.
"Lepaskan aku! Aku tidak mau! Aku mohon jangan kurung aku di sana mas, gudang itu sudah lama tidak di bersihkan, ada banyak tikus dan serangga, lampu di dalam nya juga rusak aku takut gelap," ucap Lilian ketakutan dan berusaha memberontak.
Namun bagaimana pun juga dia hanya seorang perempuan, tenaganya kalah jauh dengan Alen seorang laki-laki.
"Sepertinya kak Alen menepati janji," ucap Raya.
"Apakah Lilian benar-benar akan di hukum? Aku jadi merasa bersalah, semua ini karena ku," ucap Tasya seolah-olah dia tidak tega.
"Sudahlah, dia menerima hukuman karena kesalahan nya sendiri," ucap Sinta menyela.
Senyum tipis terlukis di kedua sudut bibir Tasya, hatinya sungguh puas melihat kejadian tersebut.
"Selangkah demi selangkah aku akan mendapatkan posisi yang baik di rumah ini, aku pasti akan jadi nyonya kaya sebentar lagi, hayalan ku selama ini akan jadi kenyataan," batin Tasya.
Sedikit info tentang Tasya, dia adalah gadis desa, ibu dan ayahnya sudah lama meninggal dalam kata lain, Tasya adalah yatim piatu, sejak kecil ia hidup dalam kesulitan karena keluarganya sangat miskin, setelah kedua orang tuanya tiada ia pun memutuskan untuk merantau ke kota lalu bertemu Tian dan menikah.
Sementara itu Alen benar-benar membuka gudang tersebut dan kemudian mendorong Lilian ke dalam tanpa belas kasihan sedikitpun, ia melakukan hal itu seolah-olah sama sekali tidak pernah mencintai wanita yang saat ini masih bergelar istri di hidup nya.
"Mas! Buka pintunya! Buka mas, aku tidak bisa berada dalam kegelapan terlalu lama, aku akan sesak nafas! Mas Alen!" ucap Lilian sambil terus menggedor-gedor pintu gudang.
"Malam ini kau tidur di sini saja sebagai hukuman untuk mu, besok pagi aku akan membukakan pintu ini, renungkan kesalahan yang sudah kau perbuat kepada Tasya sehingga kedepannya kau tidak berani lagi melakukan itu," ucap Alen yang kemudian berlalu pergi dari sana.
"Tapi aku tidak melakukan apapun! Buka pintunya! Kalian menuduhku tanpa bukti seperti ini! Itu tidak adil mas! Mas Alen!" teriak Lilian yang sama sekali tidak lagi terdengar oleh kuping suami kejam nan tak tahu diri itu.
Lilian terduduk di salah satu tumpukan kardus, suaranya kini tak lagi ia gunakan untuk berteriak, karena sekencang apapun teriakan itu tidak akan ada satupun yang akan menolong nya.
"Bercerai, secepatnya aku akan bercerai dengan mu, Alen!" ucap Lilian yang kini amarahnya semakin memuncak.
Malam harinya ...
Suasana di dalam gudang tersebut benar-benar gelap, bunyi tikus dan juga serangga seperti kecoa juga semakin terdengar jelas di kuping Lilian.
"Ya tuhan dadaku sesak, apa yang harus aku lakukan sekarang di ruangan ini? Aku tidak punya apapun yang bisa aku gunakan untuk menyalakan api, perut ku juga sangat lapar," ucap Lilian pada dirinya sendiri.
Namun tak lama kemudian terdengar suara ketukan di jendela kayu satu-satunya jendela di gudang tersebut yang tentunya tertutup rapat.
"Siapa?" ucap Lilian karena suasana malam yang semakin gelap membuat nya takut.
Awalnya Lilian berfikir kalau itu adalah Alen yang akan segera mengeluarkan dirinya dari dalam sana.
"Nona mendekat lah ke jendela," ucap suara asing yang baru saja Lilian dengar.
Lilian yang mendengar itu segera berdiri, meraba-raba untuk menghampiri jendela tersebut.
"Kau siapa?" ucap Lilian setelah sampai di depan jendela.
"Nona tidak perlu tau siapa aku, aku di kirim tuan besar untuk mengawasi dan menjaga nona, katakan padaku apa yang bisa aku lakukan untuk mu sekarang," ucap orang tersebut yang tak lain adalah mata-mata sang papa.
Lilian sempat kaget sejenak setelah mendengar penjelasan dari orang di luar jendela, namun dia tidak ragu karena tau seperti apa kekuatan koneksi papa nya sendiri.
"A-aku tidak tau," jawab Lilian.
"Jika nona ingin keluar dan pergi meninggalkan keluarga ini sekarang aku bisa membuka jendela ini dengan paksa dan membawa nona pergi," ucap sang mata-mata setengah berbisik.
"Tidak bisa, aku tidak bisa pergi dari sini sekarang, waktu ku masih tersisa satu hari dan masih ada hal penting yang ingin aku selesaikan dengan keluarga bini sebelum aku benar-benar pergi," ucap Lilian lagi.
"Kalau begitu apa yang harus aku lakukan sekarang?" ucap nya lagi merasa sangat khawatir dengan keadaan Lilian di dalam sana.
"Aku ... Aku butuh lilin, makanan dan sesuatu yang bisa menakuti serangga," ucap Lilian.
"Baiklah, tunggu di sini," ucap sang mata-mata bergegas mempersiapkan segala yang di butuhkan Lilian malam itu di dalam gudang tersebut.
Bersambung ....
rasa rasa enakan kan ketika ada Lilian,,,uang lancar dapur ngebul rumah bersih,,,tapi kalian jahat lupa semua itu sumbernya dari mana dan merdeka' Lilian kalian kelaparan kapokkk Modarrrr,,,Karin tinggal di mana kalau di Jawa Surabaya ,,,naik saja kereta exekutif gubeng gambir,,,jawa tengah naik argo lawu ,,,
👍👍👍👍