NovelToon NovelToon
Dicintai Seorang Gangster

Dicintai Seorang Gangster

Status: tamat
Genre:Mafia / Tamat
Popularitas:416.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

"Bantu aku, maka aku akan mengingat kebaikan mu ini!" Ujar seorang pria yang menodongkan sebuah senjata ke perut Laela.

Mata Laela tentu saja membelalak lebar.
"Ba... baik!" jawab Laela gugup.

Apa jadinya jika perjalanan liburan sekolah Laela malah membuatnya bertemu dengan seorang bos mafia yang baru saja terluka dan melarikan diri dari para pembunuh bayaran yang mengincar nyawanya?

Setelah menolong pria itu, bagaimanakah cara pria itu membalas kebaikan yang ia janjikan pada Laela?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Sementara itu di kediaman Maaz Adnan, suasana begitu kacau. Semua anggota keluarga hanya bisa melihat dari pagar pembatas lantai dua. Karena Maaz punya aturan yang sangat ketat jika itu menyangkut masalah pekerjaan nya.

Maaz sudah sejak tadi marah-marah dan uring-uringan setelah mendengar kabar dari Mukhtar yang meminta bantuan karena dirinya dan Ken serta semua anak buahnya di serang oleh kelompok Black Sky.

"Bagaimana ini bisa terjadi, rutenya sudah benar. Hanya aku, Ken dan Mukhtar yang tahu rute itu yang akan kita ambil. Bagaimana bisa terjadi??" pekik Maaz tak karuan.

Masalahnya semua emas itu tidak sedikit jumlahnya, Maaz sudah bahagia bukan kepalang saat Kabir berhasil mencuri emas itu dari Bondan. Tapi dia begitu kecewa bercampur kesal karena emas itu lenyap lagi darinya begitu saja.

Tangan kanan Maaz, Syahab juga hanya bisa menunduk. Dia sebenarnya sedikit kesal, karena tadinya dia yang ingin mengawal mobil box itu. Tapi karena Zulaikha, istri pertama Maaz minta Mukhtar yang melakukan nya. Dia jadi kesal.

Pasalnya Syahab juga tahu, kalau Mukhtar itu sama sekali tidak kompeten. Tapi hanya karena rengekan dari Zulaikha, Maaz malah mengijinkan anak sulungnya yang hanya tahu bersenang-senang, menghabiskan uang dan punya dua istri itu mengawal emas yang sudah susah payah di dapatkan oleh Kabir dengan taruhan nyawa.

"Tuan, tuan muda Mukhtar sudah kembali!" seru salah seorang penjaga di kediaman itu dengan terburu-buru.

Mata Maaz yang sudah memerah karena marah, sekarang malah nyaris mau keluar dari tempatnya karena kesal melihat ke arah pintu utama kediaman Maaz Adnan.

Maaz kesal karena sama sekali tidak ada bekas luka di tubuh Mukhtar. Bahkan pria yang lebih tua 8 tahun dari Kabir itu bisa berlari masuk ke dalam rumah.

"Ayah, ayah... emas kita...!"

Plakkk

Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Mukhtar. Membuat wajahnya langsung merah. Mukhtar juga langsung menatap ngeri pada sang ayah sambil memegangi pipinya yang terasa panas dan nyeri bukan main.

Tangan pria paruh baya itu memang sangat kuat. Saat usianya masih tiga puluhan, dia bahkan mampu mengalahkan 30 orang yang menyerangnya hanya dengan tangan kosong sendirian.

Zulaikha yang melihat anak sulungnya di tampar langsung memegang erat pinggiran pagar pembatas di lantai dua. Matanya juga sudah berkaca-kaca. Dia sangat takut kalau Maaz akan menghukum anaknya itu. Padahal niat awalnya dia ingin agar Mukhtar mendapatkan pujian dan nama. Karena sebelumnya Zulaikha sempat iri karena Zahra mendapatkan banyak hadiah dari Maaz, banyak permata, uang, dan banyak hadiah lainnya karena putranya Kabir berhasil melaksanakan tugas yang diberikan Maaz dengan baik.

Tapi ternyata semua harapan Zulaikha itu kini menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Karena Mukhtar tidak menjalankan tugas dari sang ayah dengan baik.

Sedangkan Kabir yang masih berada di rumah itu memang untuk menyaksikan pertunjukan bagus ini hanya berdiri di sebelah ibunya, Zahra. Yang menatap datar ke arah ruang tengah lantai satu itu.

"Bodohhh!" pekik Maaz pada Mukhtar.

Mukhtar sampai gemetaran, dia pun menundukkan kepalanya tak berani menatap Maaz sangking takutnya pada kemarahan sang ayah yang terkenal kejam walau pada keluarganya sendiri.

"Kenapa malah lari seperti pengecut saat emas yang di dapatkan Kabir dengan taruhan nyawanya di ambil orang begitu saja??" tanya Maaz dengan suara amat lantang.

Semua orang bisa mendengarkan suara kemarahan Maaz itu karena selain Maaz Adnan memang tidak ada yang bicara di rumah besar seperti istana itu.

"Ma... maaf a...!"

Plakkk

Satu tamparan lagi mendarat di tempat yang sama. Membuat satu buah gigi Mukhtar tanggal. Dan cairan merah menyembur keluar dari mulutnya yang tak sanggup menahan tamparan keras dari sang ayah itu.

"Di depan ku kau berani menjawab, di depan para perampok itu kau kabur?" teriak Maaz lagi.

Zulaikha sudah terisak, di rangkul oleh kedua menantunya. Dua istri Mukhtar yang sudah sangat ketakutan dan juga sudah menangis tanpa suara di kiri dan kanan Zulaikha.

"Ibu, bang Mukhtar bisa mati kalau terus di pukul begitu!" lirih Firsa, istri pertama Mukhtar.

Sementara Kabir sebenarnya sangat menikm4ti pemandangan di lantai satu itu. Zahra sudah merasa jengah. Dia bahkan memejamkan matanya dan meletakkan jari tengah tangan kanannya memijat mijat bagian tengah antara kedua alisnya.

Kabir yang melihat sang ibu pun, langsung merangkulnya.

"Ibu lelah ya, bersandar saja di bahu ku!" ucap Kabir pelan lalu menyandarkan kepala ibunya di bahunya.

Semua istri Maaz Adnan yang lain sangat ketakutan. Bahkan Zulaikha sudah sesak dan nyaris pingsan.

Bagh Bugh Bagh Bugh

Maaz Adnan benar-benar membuat babak belur Mukhtar.

Brukkk

Zulaikha yang sudah tidak sanggup melihat anaknya di pukuli langsung pingsan. Untung ada kedua menantunya di sampingnya. Jika tidak Zulaikha pasti sudah jatuh ke lantai.

"Ibu... ibu!" pekik Firsa dan Yani. Kedua istri Mukhtar.

Rosemary, istri ketiga Maaz yang dekat dengan Zulaikha juga langsung menghampiri sekutunya itu.

"Kak Zulaikha, kak... bangun kak!" ucap Rosemary.

Tapi Maaz Adnan seolah tak perduli dengan apa yang terjadi di lantai dua. Dia masih terus menghajar anaknya sendiri sampai tak bisa bangkit lagi dan terkula1 lem4s di lantai.

Dengan keringat mengucur di pelipisnya. Maaz Adnan berteriak.

"Ini adalah hukuman untuk orang yang merasa dirinya penting, aku ingatkan pada kalian semua. Tidak ada yang penting selain tugas. Apa kalian mengerti??" tanya Maaz Adnan dengan suara lantang.

Syahab langsung mengangguk paham, di ikuti oleh anak buah Maaz Adnan yang lain.

"Tembak supir yang sudah mengemudikan mobil yang dipakai untuk Mukhtar melarikan diri. Dan kurung Mukhtar di penjara bawah tanah. Jangan beri dia makan sampai besok malam!" tegas Maaz Adnan lalu keluar dari rumah besar itu.

Setelah semua sudah di putuskan. Semua orang menyadari kalau sudah saatnya mereka pergi dari sana. Termasuk Kabir dan juga Zahra.

Kabir pun membawa Zahra ke kamarnya dan mengajak sang ibu untuk duduk di sebuah kursi.

"Ibu, seperti yang sudah ayah janjikan padaku. Aku bisa mengajak ibu keluar dari tempat ini selama satu bulan karena aku sudah berhasil melaksanakan tugas dari ayah kemarin. Ibu istirahatlah, kita akan berangkat ke kampung halaman ibu pagi-pagi sekali besok!" ucap Kabir dan Zahra pun mengangguk senang.

Setelah Kabir keluar dari kamar Zahra. Dia sebenarnya ingin menemui Laela karena dia harus bersama dengan ibunya selama satu bulan ke depan. Tapi mengingat apa yang sudah dia lakukan hingga membuat Laela menamparnya. Kabir pun mengurungkan niatnya.

'Jika kita berjodoh, aku yakin meski kamu menjadi tunangan siapapun. Kamu akan tetap menikah denganku, Laela !' batin Kabir.

***

Bersambung...

1
syh 03
seru ih..berasa ntn film si cowok naik ke balkon demi nemuin cewenya 😊
syh 03
cinta segi tiga ini mah 😆
syh 03
aga laen emang laela ini..kita mah trauma klo ketemu hewan buas dia mah bahagia 😅
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
syh 03
bnyk bgt istrinyaa ampun dahhh 😒
mei
ceritanya seru tp sayang endingnya kurang memuaskan, ortu laela diboyong ke LN..lalu kabar ibunya kabir sendiri??

thanks ya atas karyanya
lontong sayur
plok2nya ga ada 😗😗😗
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Duh kenapa Laela ninggalin bukti,Kenapa buang semua sampah2 itu terlebih dahulu sebelum pergi...
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo mau kabur ya kabur aja sendiri,Ngapain ngajak Laela..
Noer: ho'oh ya kan 🤭
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Lagi tegang-tegangnya aku baca malah langsung ngakak,Kenapa harus jepit bulu ketiak? bukan bulu hidung?? 🤣🤣🤣😜😜
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Umur 19 tahun baru lulus SMA?? ku anggap Laela masuk sekolahnya lambat, Seharusnya 19 tahun itu udah kuliah, seumuran anak gadis ku..
Mampir Thor 🙋
Noer: ho'oh telat dia masuk SD nya 🤭
total 1 replies
Ran Aulia
ceritanya bagus, seru, tegang, komedi, romantis juga terharu 😍😍😍😍😍
terimakasih author

👍👍👍👍👍👍
Ran Aulia
👍👍👍
Ran Aulia
😂😂😂😂😂 refleks bacanya berirama
Sandisalbiah
sangat memuaskan
Sandisalbiah
happy ending.. tp gak puas krn pengenya lihat Laela hidup bahagia dgn Kabir sampe punya beby gitu.. makasih thor.. karyamu luar biasa...
Sandisalbiah
sumpah.. part ini terlalu banyak bawang 😰😰.. tengah malam awak nagis diem² ..hahh. thor.. tega bannget... sport jantung awa di buat..
Sandisalbiah
ternyata Arman sangat egois.. dia tau dan peka akan oerubahan Laela tp dia mengabaikanya... benarkah yg dirasakanya terhadap Laela itu cibta atau hannya sekedar obsesi dan ambisi utk memiliki Laela.. krn cinta sejati akan mengiklaskan yg tercinta utk bahagia walau bukan dgnnya.. seperti cinta Kabir kpd Laela kan?
Sandisalbiah
kanapa harus mementingkan nama baik Abdul kodir.. kamu seorang ayah, tdkah hatimu tersentuh melihat penderitaan putrimu... dia yg lebih mudah tp bersikap dewasa demi kalian para orang tua dgn mengesampingkan ego dan mengorbankan rasa cintanya... tp kau.. ayahnya terlalu mementingkan ego dan nama baik... dasar konyol.. semoga kau tak menyesal saat hal buruk benar² terjadi pd Laela..
Sandisalbiah
alibi Kabir sangat bagus sehingga dpt mematahkan kecurigaan Maaz adnan.. dan Zulaika.. semoga ada yg bisa membungkam mulut sampahnya..
Sandisalbiah
wow.. jgn bilang Kabir menikahi Kaira saat dia gak sadar..? gak sah dong kan gak ada walinya... krn bukan ayah Kaira yg menikahkan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!