NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Riana

Takdir Cinta Riana

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:20.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nittagiu

Wajib Baca Kita Bukan Madu !!!

Terjebak dalam permainannya sendiri, membuat Riana mau tidak mau harus menerima pinangan dari Fikri. Bagaimana kisah keduanya dalam menjalani pernikahan dadakan itu? Yuk simak kisah singkat mereka di sini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nittagiu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Kebahagiaan Pasti Akan Datang Juga

Rumah mewah milik Kenan dan Eliana, nampak begitu hangat. Dua bulan sudah berlalu setelah kejadian penculikan itu. Kini, Zahra benar-benar sudah pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Walau terkadang, Riyan masih membatasi ruang gerak istrinya itu.

"Hai, Jingga." Eliana mengecup pipi gembul cucunya berulang kali. Ia lalu mengambil alih bayi mungil itu ke dalam dekapannya, dan meminta Zahra untuk sarapan terlebih dahulu bersama Riyan.

"Terimakasih, Oma." Jawab Zahra. Setelah bayi cantiknya sudah berpindah ke pangkuan Ibu mertua, Zahra lalu melangkah menyusul Riyan yang sudah lebih dulu menuju ruang makan.

"Aku akan bawa ke rumah sakit aja, Ra. Kayaknya waktu tidak memungkinkan aku untuk sarapan di rumah pagi ini, nanti bisa keburu macet." Ujar Riyan ketika Zahra mulai menyiapkan sarapannya di atas piring.

"Baiklah, mas. Tunggu sebentar aku akan siapkan tempat bekal dulu. " Jawab Zahra.

Riyan mengangguk. Laki-laki yang sudah terlihat rapi dengan pakaian kerja itu, duduk di kursi yang ada di ruangan itu, lalu meraih segelas jus buah yang sudah tersedia di atas meja makan dan meneguknya perlahan.

Beberapa saat menunggu, Zahra kembali melangkah mendekati Riyan, lalu memberikan satu buah paper bag yang sudah berisi makanan untuk suaminya itu.

"Terimakasih." Riyan beranjak dari tempat duduk, lalu meraih tubuh Zahra dan memeluknya dengan sangat erat. Menghujani puncak kelapa istrinya yang berbalut hijab itu berulang kali. "Ingat ucapan ku semalam. Kalau merasa lelah, serahkan JIngga pada pengasuh. Kamu harus banyak beristirahat." Sambungnya memperingati setelah melepaskan pelukannya di tubuh Zahra.

Setelah mendapatkan anggukan patuh dari istrinya itu, Riyan akhirnya melangkah keluar dari ruangan bersama Zahra yang mengekor di belakangnya.

"Loh, kok cepat banget, Nak?" Tanya Eliana heran. pasalnya, putra dan menantunya itu baru saja memasuki dapur, dan kini sudah kembali berada di ruangan yang sama dengannya.

"Riyan ga jadi sarapan, Bu. Buru-buru banget takut macet di jalan." Jawab Riyan. Lelaki itu mengecup kepala bayi kecilnya, lalu berpindah pada sang Ibu. "Riyan pamit ya, Bu, Yah." Ucapnya lagi, sambil menyalami punggung tangan Ayah dan Ibunya bergantian.

Setelah selesai berpamitan pada Ibu dan Ayahnya, Riyan kembali melanjutkan langkah menuju pintu utama, bersama Zahra yang terus mengikutinya dari belakang.

"Aku pergi ya. Ingat jangan capek-capek di rumah." Riyan menarik tubuh Zahra masuk ke dalam pelukannya. "Jangan bandel. Biarkan Mbak membantumu mengurus Jingga." Sambungnya lagi dengan nada tegas memperingati.

Seperti biasanya, Zahra mengangguk patuh. Tubuh mungilnya kembali ditarik masuk ke dalam pelukan hangat. Kecupan pun berulang kali mendarat di puncak kepalanya, membuat Zahra menutup mata untuk menikmati gelenyar kebahagiaan yang terasa di dalam hatinya.

"Hati-hati ya." Ucap Zahra singkat.

Setelah melepaskan tubuh Zahra dari pelukannya, Riyan menengok ke arah kiri dan kanan, memastikan tidak ada orang lain selain dirinya dan sang istri di sana. Zahra pun melakukan hal yang sama, meskipun ia tidak tahu apa tujuan suaminya itu. Hingga beberapa saat kemudian, kecupan manis kembali mendarat sempurna di atas bibir tipisnya.

"Mas..." Zahra menyentuh bibir yang baru saja di kecup, menggunakan jemari lentik miliknya. Wajahnya bersemu merah karena perlakuan laki-laki yang kini sudah masuk ke dalam mobil.

"Aku pergi, Ra. Ingat jangan sampai lelah." Kalimat yang entah ke berapa kalinya, kembali terdengar. Dengan tangan yang masih menyentuh bibir, Zahra kembali menganggukkan kepalanya.

"Senang banget sih. Ayah ga romantis kayak gitu loh, Ra." Setelah mobil Riyan berlalu dari pelataran rumah, suara yang tidak lagi asing, tiba-tiba terdengar membuat tubuh Zahra terkejut.

"Ibu..." Ucap Zahra dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus.

"Ibu baru nyampe kok, mau ajak kamu sarapan. Kata Mbok kamu belum sarapan." Jawab Eliana sambil menatap geli pada menantunya.

Dengan perasaan malu, Zahra mengikuti tubuh Ibu mertuanya dari belakang. Tak lupa pula ia merutuki kegilaan suaminya yang selalu saja tidak tahu tempat itu.

"Jingga Ibu kasih sama pengasuhnya. Ingat kamu belum boleh terlalu lelah. Kalaupun nanti ingin merawat Jingga, pastikan kamu benar-benar sembuh dulu." Ujar Eliana sambil terus melangkah menuju ruang makan.

Di belakang tubuhnya, Zahra mengangguk patuh.

"Terimakasih, Ibu." Jawab wanita itu.

Beberapa saat kemudian, dua wanita berjilbab itu, tiba di dalam ruang makan. Di sana, Kenan sudah menunggu kedatangan mereka sambil membolak-balik lembaran koran yang ada di tangannya.

Melihat istri dan menantunya sudah tiba di dalam ruangan yang sama, Kenan segera melipat koran yang sedang ia baca itu, lalu meletakkannya kembali ke tempat semula.

Beberapa saat kemudian, ruang makan itu kembali hening. Tidak ada lagi percakapan, hanya dentingan sendok beradu dengan piring terdengar di dalam ruangan itu.

***

Fikri terus mengetuk pintu kamar mandi di mana Riana berada. Entah sudah berapa lama istrinya itu menghabiskan waktu di dalam bilik itu. Padahal sebentar lagi ia harus berangkat ke hotel.

Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka. Seorang wanita cantik yang sudah rapi dengan terusan panjang lengkap dengan hijab andalannya, sudah berdiri di ambang pintu kamar mandi tersebut, sambil memperhatikan benda yang ada di tangannya.

"Setelah menikah, aku udah ga datang bulan, Mas." Ujarnya masih sambil memperhatikan benda yang ada di tangannya sembari berdo'a garis yang ada di sana semakin terlihat jelas.

Mendengar kalimat itu, Fikri segera meraih benda kecil berbentuk panjang dari tangan istrinya. Memperhatikan satu garis yang jelas, dan satunya lagi terlihat samar itu dengan lekat.

"Aku tanya ibu dulu." Ujar Fikri membuat Riana terbelalak.

"Gila ya, Mas. Buat aku malu aja. Ga usah, kita tunggu aja sampai membuncit." Jawab wanita itu. Ia lalu meraih benda yang ada ringan suaminya, laku melempar benda itu ke dalam tempat sampah.

"Kok di buang? Kamu ga suka hamil ya?" Tuduh Fikri membuat Riana terbelalak.

"Ya Allah, Mas. Itu kan sampah, ada najisnya juga. Lagian hasilnya belum jelas kayak gitu. Aku berencana mau ke rumah sakit aja, biar lebih jelas." Jawab Riana.

"Aku antar ke rumah sakit." Putus Fikri.

"Nah, ini yang aku mau." Riana langsung masuk ke dalam pelukan suaminya itu. "Terimakasih." Ucapnya lagi sambil mendongak menatap wajah tampan Fikri yang selalu saja begitu menenangkan jiwanya.

Fikri tersenyum hangat.

Beberapa saat kemudian, mereka keluar dari dalam kamar itu sambil berpegangan erat. Wajah bahagia dari keduanya, terlihat begitu jelas.

Seberat apapun ujian yang datang, yakinlah bahwa kebahagiaan pasti akan datang juga. Yakin bahwa Allah selalu tepat waktu untuk memberikan kebahagiaan bagi seluruh umat-Nya.

1
Ila Latifah
aku brenti baca novel disini gara2 ketuker mulu antara nadira dan danira😅😅
Anita Giu: 🤣🤣🤣

Author sableng, Kak 😆😆
total 1 replies
yesi
knp blm dilanjut lagi
Mimi San
maaf kak novel cinta datang terlambat ko gak ada lagi gimana itu
Septiyani Hasanah
aafuh bingung ih namanya beda satu huruf doang.ni kembar bukan anak dr keluarga besar riyan kan .karena yg satu tinggal di panti yg satu di adopsi.
Anita Giu: Bukan ya, Kak.. Mereka pemeran baru..
Terus ikuti jisah mereka yaa
total 1 replies
yesi
wah siapa si kembar ini ya
Anita Giu: lanjut ke Langit Jingga Di Ujung Samudra, Kak 🙏🥰
total 1 replies
Ihya Oioi
ok lah ditunggu ceritanya
FiKiBiMi
kok sedih..
FiKiBiMi
selalu ditunggu kakak..
Ihya Oioi
ceritmu banyak yang dihapus knapa
Anita Giu: Maaf atas ketidaknyamanan yaa 🙏🥰
Ini masih dalam tahap menyesuaikan alurnya..
total 3 replies
Reni Asmiati
kasian zahra thor, apa nanti baby zahra ketemu thor dan anak yg ditukar siapa yg ngasuh apa dia nanti jadi anak angkat gio meisya yg bernama samudra???🙏
Anita Giu: di tunggu terus kelanjutannya ya Kka 🤗
total 1 replies
FiKiBiMi
duh.. kusut otak mencernanya.. 🥱
Reni Asmiati
lanjut thor
yesi
kok lama gak up kak???
Lala
tdi seorang bayi laki-laki.. kok sekarang perempuan?
Ny Naya
ini namanya Zahra di"kita bukan madu"namanya "minara Zahra Maulida" tp Dsni"Namira Zahra maulida. apa saya salah bacaa ka? Sy selalu ngikutin novelnya,sudah saya baca smua. emg ga prnh ksih vote atau hadiah apapun tp sy slalu ngikutin karyamu kaa. bagus soalnya,
Ihya Oioi
ini maksudnya anaknya zahra diculik
Azizi
kasihan Zahra
endang kartiningsih
msh meraba dan mengingat ingat jln ceritanya
moureza
lnjt thor semangat
bundana Al
semangat authorkuuu....selalu t intipin apa sudah ada notif UPDate pa blom
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!