“Ck..!! Kenapa aku bisa lupa!!!” rutuknya sambil melempar sembarangan botol air mineral yang dipegannya dan tanpa sengaja botol air mineral itu menganai kepala salah satu cowok yang sedang berkumpul di depan Elisan.
“Mati aku!” gumam Elisa saat pria yang terkena lemparan homerun nya tadi berjalan ke arah nya.
Dan dari muka pria itu sangat jelas kalau dia sangat marah.”Padahal tidak sengaja kan?” batin Elisa.
“Milik mu?” tanya Pria itu sambil mengarahkan botol yang Elisa lempar tadi ke arah Elisa.
“Sepertinya iya.” Aku Elisa mau tidak mau. Mau bohong juga percuma, jelas banyak saksi yang melihatnya.
Pria itu menatap Elisa dengan tatapan geram sambil membuka botol air mineral itu dan dengan tatapan tajam dan penuh kemarahannya dia menuangkan air itu di atas kepala Elisa. “ini baru sepadan.” Ucap nya tersenyum smirk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#20 REVISI
“Apa kau tidak akan mengucapkan kata maaf lagi?.” Ucap Alhen sangat pelan sehingga hanya dapat di dengar oleh Elisa.
“Deeg......” tangan Alisa bergetar.
Sekali lagi dia merasa kalau jantung nya saat ini sedang di cengkram kuat oleh sebuah tangan.
Suara Alhen yang terdengar sangat laki dan aura aneh yang menyelimuti pria ini membuat Elisa bergidik ngeri.
“Aura apa ini?” batin Elisa yang merasakan aura yang sangat mencekam saat berdekatan seperti itu dengan Alhen.
“Terasa seperti aura orang yang akan membunuh! Tapi kan tidak mungkin dia berencana membunuh ku hanya karena aku menamparnya kemarin, lalu sempat mengguyur kepala nya dengan air kemarin dan menyembur wajah nya hari ini. Masa hanya karena itu dia ingin membunuh ku? Hahaha seperti nya tidak mungkin.” Elisa terus membatin sambil membersihkan wajah Alhen dan mengusir keluar semua prasangka yang terus-terusan berputar di dalam kepala nya.
Elisa mengakui kalau dirinya memang lah bersalah. Walaupun terkejut, tidak seharusnya Elisa menyembur air itu ke wajah Alhen.
Tapi yang nama nya kaget ya mau bagaimana lagi, kan tidak bisa di kendali kan.
Apalagi yang membuat Elisa kaget tadi ya memang karena melihat wajah nya Alhen jadi wajar air itu langsung tersembur ke wajah nya Alhen yang menjadi sumber masalah.
“Kau itu sedang membersihkan wajah ku, atau akan membersihkan kening ku saja! Kening ku sampai mengkilap karena sedari tadi kau lap Elisa!” Ujar Alhen penuh rasa kesal karena sejak Elisa mengelap wajah nya, hanya kening nya saja yang Elisa bersihkan.
Elisa bahkan tidak menyentuh area wajah Alhen yang lain.
“Hah? oh ya!! Maaaf..maaaf.. maaf!” Sentak Elisa saat sadar sedari tadi dia sudah membuat kening Alhen sangat bersih dan mengkilap.
Bahkan sakin kinclongnya, Elisa bahkan bisa berkaca disana.
Ya walaupun tidak seluas lapangan bola, tapi jidat nya Alhen dapat di katakan cukup luas.
Elisa dengan cepat membersihkan area wajah Alhen yang lain.
Elisa berpikir, dia tidak boleh berlama-lama berdekatan dengan pria ini. Aura yang keluar dari pria ini sangat mengintimidasi nya
“Jadi kalian berdua sudah saling kenal?” tanya Ibu nya Alhen memecahkan keheningan yang sempat terciptakan karena kekhusukan Elisa membersihkan wajah Alhen.
“Sudah.” Jawab Alhen.
“belum.” jawab Elisa
Dua jawaban yang saling bertolak belakang keluar dari mulut Alhen dan Elisa.
Jolie dan Miranda yang mendengar hal itu langsung saling pandang kemudian tersenyum. “Aku rasa mereka sudah saling kenal Mir.” Ujar Jolie seenak nya menarik kesimpulan.
“Melihat dari keakraban mereka sepertinya kau benar Jolie. Mereka sudah saling kenal.” Sebuah pernyataan dari Miranda yang membuat kesimpulan Jolie yang tadi sudah salah menjadi semakin salah.
“Hmm sudah selesai.” Sela Elisa lalu buru-buru kembal ke tempat duduk nya.
Jolie menoleh pada Miranda dengan tatapan jahil nya lalu berkata, “Karena mereka sudah saling kenal, aku rasa kita bisa skip Mir soal perkenalan, Miranda.”Jolie masih mempertahankan wajah serius nya .
“Kau benar! Untuk apa lagi kita perkenalkan mereka lagi. Dilihat dari cara mereka saling tatap sepertinya mereka sudah sangat saling kenal.” Tambah Miranda untuk menyokong kejahilan Jolie.
“Nah kalau begitu, bagaimana kalau kira langsung masuk ke sesi berikutnya. Yaitu sesi penentuan tanggal pernikahan.” Ungkap Jolie seenak perut nya.
“Kalian setuju kan Alhen, Elisa?”
“What?!!” Jawab Alhen dan Elisa serentak.
“Hahaha.. lihat Mir, mereka berdua lucu sekali.” Tawa Jolie pecah.
Jolie sebenarnya tidak benar-benar bermaksud membicarakan soal pernikahan.
Jolie hanya ingin mempermainkan kedua bocah di depan nya ini karena sedari tadi wajah kedua bocah ini memperlihatkan ekspresi yang aneh.Yang satu seperti ketakutan. Yang satu seperti ingin membunuh!
Padahal ini kan cerita nya mereka sedang dalam momen kencan buta. yang seharusnya suasana itu harus lah penuh rasa cinta. Maka nya Jolie merasa perlu mencairkan suasana.
“Sudah! Wajah nya jangan pada tegang gitu! Aku hanya bercanda.” Ujar nya santuy lalu kembali ke tempat duduk nya.