NovelToon NovelToon
Sisi Gelap Seorang Hakim

Sisi Gelap Seorang Hakim

Status: tamat
Genre:Mafia / Kriminal / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:151.8k
Nilai: 5
Nama Author: Chika Ssi

"Setiap orang memiliki sebuah tujuan hidup yang berbeda. Dan aku memilih jalanku ini, untuk sebuah dendam di masa lalu. Bisa saja aku membunuh mereka satu per satu dengan tanganku sendiri. Tapi, bukankah aku akan sama saja seperti mereka?" -Hakim Makutha.

"Jangan terlalu lama berkubang dalam rasa dendam, Utha. Semua justru akan membuatmu lebih menderita. Terkadang melepaskan sesuatu jauh akan lebih melegakan daripada menyimpan dendam yang tidak berkesudahan." -Dokter Hasna.

Sebuah perjalanan mencari keadilan untuk seorang teman yang sudah tiada justru membuat Makutha terbelenggu dalam luka masa lalunya. Dia berjuang mati-matian menumbangkan pemerintahan hingga mengancam keselamatan diri dan juga orang-orang yang ia sayangi.

Apakah Makutha berhasil melakukan aksi balas dendamnya? Atau dia justru gagal dan berakhir dengan kehilangan banyak orang terkasihnya demi membalas dendam di masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika Ssi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito

Malam itu Ferdi bertamu ke rumah Tito. Jam sudah menunjukkan pukul 21:00. Namun, ganjalan di hati lelaki itu membuatnya nekat menemui Toto malam-malam.

Ferdi ingin mengungkapkan kegalauannya saat ini kepada Tito. Sejujurnya dia merasa bersalah karena telah membunuh seseorang walau tanpa sengaja. Ferdi berpikir bagaimana cara mengajak Tito untuk menyerahkan diri kepada polisi.

Kini dua orang lelaki itu duduk membisu di ruang tamu. Mereka sedang bergelut dengan pikiran masing-masing, sampai akhirnya Maudy (istri Tito) keluar sambil membawa dua gelas kopi hitam dan beberapa toples kue kering.

"Mas Ferdy, diminum kopinya," ucap Maudy sambil menurunkan dua gelas kopi tersebut ke atas meja.

"Makasih, Dy."

Maudy hanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Perempuan itu langsung kembali ke dapur untuk menaruh nampan dan kembali tidur di kamarnya. Tito menatap Ferdi kemudian mengembuskan napas kasar.

"Bagaimana ini? Aku dibayangi rasa bersalah! Aku benar-benar nggak sengaja bunuh gadis itu!" Tito meremas rambut frustrasi.

"Masih mending kamu, To. Aku melihat sendiri bagaimana mayatnya dipenggal sama Toni! Kalau mengingatnya perutku terasa begitu mual!" Ferdi memegang perutnya yang kembali bergejolak.

"Apa yang harus kita lakukan?" Tito mengusap wajah kasar.

"Bagaimana kalau kita menyerahkan diri saja?" ucap Ferdi sambil menatap serius temannya.

"Apa kamu gila? Kamu pikir dong pakai otak!" Tito mengetuk kepalanya sendiri dengan jari telunjuk.

"Istriku lagi hamil! Kalau aku menyerahkan diri sekarang, gimana perasaannya nanti! Aku nggak mau!" seru Tito dengan suara lirih, takut kalau sampai didengar oleh sang istri.

"Tapi, paling tidak jika kita menyerahkan diri, kita akan mendapatkan hukuman yang sedikit lebih ringan!"

"Nggak!" Tito melotot hingga membuat urat di sekitar matanya terlihat jelas.

"Tito ...."

"Pergi," usir Tito dengan nada rendah.

"To, tolong dengerin aku dulu."

"Pergi, aku bilang!" Tito beranjak dari kursi kemudian menggelandang Ferdi keluar dari rumahnya.

Akhirnya Ferdi terpaksa meninggalkan kediaman sahabatnya itu. Dia berjalan gontai ke arah mobil. Lelaki itu membuka pintu mobil kemudian duduk di belakang roda kemudi sambil menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

"Aku harus menghubungi Makutha!" Ferdi merogoh saku jaket kemudian menatap layar ponselnya sebelum menghubungi Makutha.

Dua hari setelah Praba terbunuh, sebenarnya Makutha menemui Ferdi. Akan tetapi, lelaki itu enggak menceritakan pertemuannya dengan Makutha kepada Tito.

Entah bagaimana caranya, Makutha tahu bahwa yang terlibat dalam pembunuhan tersebut adalah Tito dan Ferdi. Makutha menemui Ferdi lebih dulu dan memintanya untuk membujuk Tito.

Makutha bahkan mengatakan bahwa hukuman mereka akan dikurangi jika menyerahkan diri kepada kepolisian. Namun, sepertinya tidak akan mudah untuk membujuk Tito. Dia adalah salah satu anggota Geng Macan tutul yang keras kepala, terlebih lagi istrinya sedang mengandung. Pasti berat untuk meninggalkan sang istri dalam keadaan hamil.

Di sisi lain, Makutha dibuat pusing oleh Hasna yang sedang merajuk. Dia harus melakukan banyak hal untuk perempuan itu. Setiap dia membukakan pintu, Hasna memilih untuk keluar atau masuk melalui pintu lain. Belum lagi saat makan di restoran, saat Makutha menarik kursi untuk Hasna, perempuan itu akan memilih menempati kursi lain juga.

Makutha mengacak rambutnya karena tidak bisa memahami serta meredakan emosi Hasna. Hanya karena decakan yang keluar dari bibirnya, ternyata berakibat sangat fatal.

Ketika Makutha sedang menunggu Hasna di depan toilet, panggilan dari Ferdi masuk ke ponselnya. Lelaki itu mengerutkan dahi sebelum menggeser tombol hijau ke atas.

"Halo," sapa Makutha sambil menempelkan ponsel pada telinganya.

"Tha, aku gagal membujuk Tito."

"Kirimkan aku alamat rumahnya. Aku akan bicara langsung dengannya," ucap Makutha sambil memijat pelipis.

"Tapi .... Aku nggak yakin kalau dia mau menyerahkan diri."

"Kita pikirkan dia nanti! Tapi ... apa kamu tidak berniat untuk menyerahkan diri duluan?"

Pertanyaan Makutha membuat Ferdi membisu. Dia sebenarnya ingin segera menyerahkan diri. Akan tetapi, jika hanya sendirian, dia takut akan bernasib sama seperti dua orang lainnya yang mati sia-sia di penjara.

"Aku .... Takut ...."

"Takut kenapa?"

"Takut berakhir sama seperti Surya dan Miki."

"Aku akan menjamin keamananmu selama di sel tahanan, Fer! Percayalah padaku!"

"Baiklah, aku akan mengirimkan alamat Tito kepadamu. Tapi, aku tetap mau menyerahkan diri, jika bersama Tito! Aku tidak mau menjalani hukuman sendirian!"

Sambungan telepon terputus. Dua menit kemudian sebuah pesan teks dari Ferdi masuk ke ponsel Makutha. Lelaki itu benar-benar mengirimkan alamat rumah Tito kepadanya.

"Tha, ayo pulang! Perutku nggak enak rasanya." Hasna keluar dari toilet dengan wajah pucat.

"Kamu kenapa, Na?" tanya Makutha panik.

"Aku ternyata datang bulan," bisik Hasna pada telinga Makutha.

"Baiklah, ayo!" ajak Makutha tanpa basa-basi.

Makutha bergegas mengajak Hasna pulang. Pantas saja hari ini emosi Hasna meledak-ledak. Ternyata dia sedang PMS. Baru kali ini lelaki itu merasakan dampak buruk PMS dari seorang perempuan.

"Baru segini saja aku pusing. Bagaimana nanti, kalau setiap hari bersama dia setelah menikah?" batin Makutha sambil tersenyum kecut.

1
Defi
Haha.. anggap aja bumbu2 dalam kehidupan kalian.. kalau berat anggap aja lagi masak rendang 😜
Bisa Pesan Cover di Saya: bentar lagi mabok rendang gak tuh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Defi
kamu lupa Utha, kalau janji itu harus ditepati dan wanita itu selalu benar tak pernah salah 😜🤣
Bisa Pesan Cover di Saya: Apalagi perempuan yang lagi haid, selalu benar dan mutlak😍
total 1 replies
Defi
sepertinya memang dua2nya 😱
Bisa Pesan Cover di Saya: wkwkkek

terus pembacanya gimana nih? 🤣🤣🤣

btw makasih yaaa kak sudah meluangkan waktu buat baca novelku yg masih banyak kurangnya ini
total 1 replies
Defi
benar2 sadis cara mereka melemahkan lawannya 😱
Mailindawati danuarta
ceritanya bagus.
saya suka author
abdan syakura
Lanjuttttt Thor..
Ada bunga untuk Author-qu..
🌺🌹💪🤺
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih udah mampir Kakk🤗🤗🤗
total 1 replies
abdan syakura
Assalamu'alaikum
Salken,,Thor....
Aq mampir nih
Beda nih ceritanya dr sekian byk Novel di NT....
Semangat, Kak 🥰🥰💪🤺
Bisa Pesan Cover di Saya: Akkk makasih, Kakkk sudah meluangkan waktu buat mampir 🤗🤗🤗

Sehat-sehat, ya?😁😁😁
total 1 replies
Tebe'e
Good 👍
Semangat, Kak 🤗🤗
Bisa Pesan Cover di Saya: akkk makasih rate nya kaaaakkk😍
total 1 replies
Ayuk Noy
aku mampir kak..
beri pelajaran yg setimpal untuk mereka yg telah melimpahkan semua kesalahan kepadamu sehingga sahabatmu menjadi korbannya....
semangat makutha💪💪
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih yaaa 🤗🤗🤗
total 1 replies
AyuGi
😅😅😅😅makutha lama sih kasiannn...
Bisa Pesan Cover di Saya: wkwkwk hiyakkk
total 1 replies
Ainisha_Shanti
macam best jer
Ainisha_Shanti: Aamiin Allahumma Aamiin...
total 4 replies
Tiaga Raz aghastya
Weh perasaan makutha pernah deh liad Hasna ga pakai jilbab pas tinggal di rumah nya atau sama bibinya y, waktu Hasna buru2 buka pintu n lupa pakai jilbab krna baru bngun tdr
Bisa Pesan Cover di Saya: Wah, teliti kakak. ❤❤❤
total 1 replies
Ainisha_Shanti
Alhamdulillah... akhirnya bersatu juga cinta Makhuta dan Hasna.

Congratulation sis author kerana dah berjaya memula dan menyelesaikan novel SGSH sehingga happy ending.

keep it that 💪💪💪
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih jugaaa buat kakak, sudah mengikuti novel ini hingga selesai ❤❤❤
total 1 replies
Ainisha_Shanti
Alhamdulillah... akhirnya Liam tertangkap juga. semoga kali ini tak terlepas lagi
Ainisha_Shanti
semoga Hasna baik2 saja
Bisa Pesan Cover di Saya: Iyakkk dia baik-baik saja kok🤗🤗🤗
total 1 replies
Alifia Sakhina
ruwet spt bnang,trll bnyk konflik
Bisa Pesan Cover di Saya: makasih juga masukannya, semoga kedepannya saya bisa menulis dengan lebih baik lagi ❤
total 2 replies
Ainisha_Shanti
Astagjfirullah... apa lagi yang terjadi? semoga Hasna baik2 saja
Ainisha_Shanti
panasaran dengan masalah antara Tiara dan Andra sehingga menjadi musuh
Ayi
kok ayahnya Utha gak keliatan yaah? 🤔
Ayi: wah udah gak ada yaah 😢
total 3 replies
ambu inne
meleleh adek bank Albert 😂😂
lanjutkan Thor semangat
💪💪💪
ambu inne: gaskeun lah Thor
😁😁😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!