NovelToon NovelToon
Catatan Rahwana : Skandal

Catatan Rahwana : Skandal

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Horor / Spiritual / Percintaan Konglomerat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Septira Wihartanti

Rahwana Bataragunadi, menyamar menjadi Office Boy di kantornya sendiri untuk menguak berbagai penyimpangan yang terjadi.
Pemuda itu mengalami banyak hal, dari mulai kasus korupsi, sampai yang berhubungan dengan hal-hal gaib.
Dalam perjalanannya, ia ditemani entitas misterius yang bernama Sita. Wanita astral yang sulit dikendalikan oleh Rahwana itu selalu membantunya di saat butuh bantuan.

Masalahnya, Rahwana tahu Sita bukan manusia. Tapi semakin hari ia malah semakin jatuh cinta pada Sita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septira Wihartanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Catatan 19 : Bersabar

“Ih, Eyang telpon kok malah gitu reaksinya?!”

“Eyang, aku lagi capek banget,”

“Iya Eyang tahu makanya Eyang hubungi kamu,”

“Jangan bilang Eyang udah di depan kamarku,”

“Tadinya mau begitu, tapi setelah Eyang tanya ternyata kamu lagi senggol-bacok, ya udah nggak jadi,”

“Tanya siapa?”

“Tanya ke banyak entitas,” terdengar Eyang Gandhes terkekeh lagi, tawanya bernada misterius. “Lagipula... Mama kamu telepon tadi siang, dia sangat khawatir kalau-kalau kamu tidak kuat menghadapi cobaan, menurut kamu bagaimana?”

“Masih bisa kutahan kalau semua pertanyaanku terjawab sejelas-jelasnya,”

“Masalahnya itu yang tidak kita tahu, jawabannya itu yang sulit,” lalu keheningan memecah mereka.

Rahwana menekan tombol loud speaker dan mengenakan pakaiannya. Ia masih shock dengan penglihatan yang baru saja terjadi dan sedang berusaha mengingat-ingat mengenai sosok Fransita.

Ia yakin betul pernah melihat Fransita,

Lagi pula, ia tadi menyebut Fransita dengan nama ‘tante’, itu berarti mereka sudah pernah mengenal sebelumnya.

“Ada bagian yang hilang, yang tidak aku ingat mengenai peristiwa penculikan itu,” kata Rahwana sambil duduk di tepi ranjangnya.

“Lost memory memang kerap terjadi akibat shock, Le... biasanya lama kelamaan akan pulih. Tapi, masalahnya...” kalimat Eyang Gandhes lagi-lagi terjeda. Rahwana menghela napas.

“Eyang, jangan menumpuk teka-teki dengan teka-teki lainnya, aku sudah terlalu capek. Kalau memang ada yang berbahaya atau  perlu kuketahui, katakan saja. Eyang tahu aku butuh semua penjelasan untuk mengantisipasi keselamatanku sendiri selama bekerja,”

“Justru karena kamu masih capek, Eyang belum merasa waktunya tepat, Le. Manusia saat dalam keadaan stress ditambah informasi datang bertubi-tubi akan menyebabkan kelelahan yang luar biasa dan akhirnya jadi sakit. Sebagai cucu favorit Eyang-”

“Wareng,” potong Rahwana.

“Cucu saja lah biar Eyang  kedengaran lebih muda,”

“Aku sebenarnya tidak punya garis keturunan dengan Eyang,” potong Rahwana lagi.

“Kita semua bersaudara,” ujar Eyang Gandhes cepat

“Kalau kita semua bersaudara, Nayaka akan sangat bersedih karena tidak bisa menikah dengan Ai,”

“Dia nggak akan bisa menikah dengan Ai, keyakinan mereka berbeda,”

“Setidaknya masih ada harapan,”

“Masalah jodoh-jodohan ini, eyang sudah lelah. Eyang bertekad kamu yang terakhir setelah Gerald,”

“Siapa jodohku?”

“Hem...” Eyang Gandhes terdiam.

“Eyang!” Rahwana mendesak Eyang Gandhes.

“Masalah itu biar Tuhan yang mengatur, hehehe,”

“Tapi Eyang dapat penglihatan makanya mengusahakan Tasmirah sebaik mungkin,”

“Kalau masalah itu, Eyang cuma bisa jawab kalau Tasmirah bukan Fransita, dan Fransita juga bukan yang kamu maksud, itu nama keturunannya,”

Rahwana terdiam.

“Tapi kamu bisa bertemu Sita kalau menjalani kehidupan bersama Fransita, walau pun sesaat,”

Rahwana terdiam lagi. Ia semakin bingung.

“Apa yang terjadi sebenarnya, Eyang?”

Terdengar helaan napas dari seberang telepon.

“Iwan, mau ke villa Eyang? Kalau mau nanti dijemput Aki Tirem,” sahut Eyang Gandhes selanjutnya.

Jadi pagi harinya, Rahwana bersiap-siap ke kantor.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, sudah seminggu Rahwana di kantor kenapa Mamanya bahkan tidak tahu kalau Rahwana menyamar menjadi Office Boy. Itu karena saat pagi hari ia mengenakan baju casual yang biasa dan mengaku mau ke kampus.

Papanya yang juga tahu mau kemana Rahwana sebenarnya, hanya bisa diam sambil meliriknya dengan wajah licik.

Dan saat ini, karena Mamanya juga sudah tahu, Rahwana masuk ke ruang makan mengenakan seragam Office Boynya.

“Anak Mama sayaaaang,” Bu Milady menyambut Rahwana dengan pelukan dan kecupan di pipi.

“Aku juga anakmu, Mah,” ujar Pak Trevor sambil menyeringai. Ia menggoda Bu Milady yang usianya bahkan lebih muda darinya. Mereka bahkan pernah dijodohkan, dan dulunya sebelum menikah dengan Pak Sebastian,  Bu Milady adalah sekretaris Pak Trevor.

“Kamu anak Ibu-mu, sana nyekar,” Bu Milady mengingatkannya sambil melambaikan tangan.

“Iya nanti pas puasa nyekar, berdoa bisa dari mana saja,” Pak Trevor menyesap kopinya. “Ayah ikut nyekar ya?”

“Hm, lihat nanti,” gumam Pak Sebastian tampak tak acuh. Di usianya yang sudah 75 tahun, dengan rambut silver bergelombang yang terpotong rapi dan janggut panjangnya, ia membaca berita di ponselnya sambil memicingkan mata. “Trevor, kenapa tahu-tahu ARB kita ditentukan 5% ? Kamu salah beli saham atau bagaimana? Loss nih!!” serunya sebal.

Trevor memanjangkan lehernya melihat ponsel ayahnya dan mengernyit, “Itu ARA, Ayah. ARA kita mentok ke 5% karena harganya naik jadi limitnya ditentukan bursa,”

“Loh? Perasaan tadi aku lihat ARB,”

“Makanya pakai kacamata,”

“Kacamataku mana? Tadi di atas meja,”

“Itu di kepala Ayah,”

“Siapa sih yang naruh kacamata di kepalaku?!”

Bu Milady mencubit pipi suaminya, “Makanya kalau dibilangin pagi-pagi itu minum air putih yang banyak, kurangi nastar! Ih jadi error kan! Kesel deh...” ujar Bu Milady gemas.

“Nastarnya less sugar kok kata Dimas,” sahut Pak Sebastian mencoba embela diri.

“Tapi sekali makan dua toples!” Omel Bu Milady.

“Bawel...” gerutu Pak Sebastian. “Tingkat stressku kan lebih tinggi, butuh gula,”

“Yang seharusnya butuh gula itu anak kita!”

“Anak yang mana?” tanya Trevor.

“Kamu sih cengengesan terus, nggak bakalan stress,”

“Aku stress waktu Mitha ngambek,”

“Itu salahmu sendiri, Siapa yang nggak ngambek istri lagi belanja di mall malah kamu tinggalin nggak bilang-bilang pula,”

“Ada panggilan dari Arman, aku langsung pergi ke kantor. Lagian lupa kalau ke mall bawa istri hahahaha! Dia kan kemana-mana biasa sendirian, lah kok weekend tahu-tahu minta ditemenin ke mall,”

“Ya salahmu,”

“Iyaaa salahku,”

“Pah, Mah, aku minta izin ke villa Eyang Gandhes besok,” kata Rahwana.

Semua langsung diam.

Pak Sebastian akhirnya mematikan ponselnya, menaikkan kacamata bacanya ke atas kepalanya dan mencondongkan tubuhnya ke arah Rahwana.

“Kamu yakin siap?” tanyanya.

“Aku nggak yakin siap, tapi aku harus tahu,”

“Ini tidak ada hubungannya dengan Garnet Land, ini urusan pribadimu,”

“Betul, Ayah,” Rahwana memainkan garpu di tangannya, “Tapi aku harus tahu. Ada ingatanku yang hilang dari kejadian itu,”

“Kamu terganggu,” begtu kesimpulan Pak Sebastian.

Rahwana mengangguk sekali, “Dia terus muncul, kami seakan terikat. Juga aku mulai kesulitan menerima penglihatan ini. Semakin membuat hidupku rumit,”

“Tasmirah,” gumam Papanya.

“Papa tahu dia?”

“Tentu, tapi sebatas riwayat hidupnya saja, bukan kepribadiannya. Papa dan Arman tahu karena saat dia nekat menghubungi kami untuk memberitahukan lokasi kamu diculik, kami harus tahu dia dapat dipercaya atau tidak sebelum melakukan penyergapan,”

“Mau memberitahuku?”

“Menyerah secepat ini? Bukan sifat kamu,”

“Kepalaku hampir meledak,” gumam Rahwana. Ia menatap ke arah plafon, 10 Khodamnya berdiri terbalik di atap, semua menatap ke arah Pak Sebastian. Seakan berbicara ke arah Pak Sebastian untuk tidak menceritakan apa pun.

“Tapi kamu sedang dalam posisi labil,” desis Pak Sebastian.

“Papa, kalau aku mewarisi tahta Papa, akan ada banyak kejadian tak terduga yang menguras tenaga dan menguji imanku setiap detik. Bukankah ini saat yang tepat untuk mengajarkanku membela diri?”

Lagi-lagi semua diam.

“Dia memang anak Ayah, dan Milady. Lebih ke Milady dengan sifat mengintimidasinya itu-”

“Hush! Yang kamu ingat cuma sifat jelekku,” Bu Milady meraup wajah Pak Trevor untuk menghentikan ucapannya.

1
🇮🇩 SaNTyHaSan 🇵🇸
Gak anaknya, Gak cucunya si Sandra & Gerald, Cicitnya pula si Iwan, smuanya paling males kalo dpt telp dr Eyang Gandhes. 🤣🤣🤣
Syahdu: Gak akan bosen deh, Novel ada chat lucunya😆 di I Love you Brutally. Cewek yang naksir kakak kelas secara terang-terangan! Terima kasih dukungannya🤍🫶🏻😆
total 1 replies
Nayaka
madam bikin cerita tentang nayaka dong
eka wati
aamiin ya rabbal alamin 🤲🏽
AI AW50 𝐙⃝🦜
Wkwkwk keren banget dah minta bitcoin 🤣
AI AW50 𝐙⃝🦜
Halah bocah 😎😎
AI AW50 𝐙⃝🦜
Ayank akoh kah mas AI AW50 mah 😍
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
ternyjadi terimakasih setelah bbrp bab gk kepingin mewarisi,dasar mas Iwan ckckckck
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
dramaquen Nay n Ai dimulai...geli sekaligus seru sekali
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
Ai ternyata mpokcecif ke Nay, tapi blm nyadar🤣
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
berasa reapl bgt kisahnya
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
kyk e di novel author ini yg nyleneh,sama warisan pada emoh klu bisa ditolak aja🤣
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
bagaikan bumi n langit yak wan🤣
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
gua baca ini berasa horor tapi kok ada komedinya...yg awalnya takut jadi ketagihan baca
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
bisa bgt bikin readers ketagihan buat baca sampai end
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
ya ampun ganteng n cantiiiiiiik
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
thank Thor,gua jadi tahu lebih detail kisah pewayangan versi ini...selama gua kenal,Rahwana yg jadi penjahatnya padahal klu lebih detail baca kisahnya Rahwana gk jahat loh malah dia jadi inti di cerita RamaSinta..pikirnya aq Rama lah tokoh utamanya saja
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
bisa-bisanya gibahin orangnya didepan muka e🤣
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
ada promosinya yak disini,baca gaes kisah emak bapak Rahwana seru juga kog
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
jadi keinget kisah Rahwana n Dewi Sinta
𝐌𝐚𝐭𝐜𝐡𝐚
Dedemite akeh eram ya Ampun...Jan Jane kantore bekas opo seh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!