NovelToon NovelToon
Nisa Untuk Abi

Nisa Untuk Abi

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:15.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Erna Surliandari

Seorang pria dewasa dengan Depresi Pascatrauma. Ia selalu menolak perjodohan dengan berbagai alasan. Hingga suatu hari, sebuah berita buruk memaksanya untuk menikah.

Siapa yang akan Ia pilih?

Akan menyembuhkan, atau membuat Depresi itu semakin menjadi-jadi dan tak akan pernah sembuh?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ku buang, karena aku tak suka.

"Pak Abi!" pekiknya. Abi pun menoleh, dan menatap Nisa dengan tatapan dingin seperti biasa.

"Ya, ada apa?" tanya Abi.

Nisa melangkahkan kakinya, semakin cepat mengikis jarak antara Ia dan Bosnya itu. Semakin dekat, dengan tatapan tajam hingga alisnya berkerut.

"Kau, kenapa?" tanya Abi, aneh.

"Saya tahu ya, kalau Bapak itu ganteng, mapan dan kaya raya. Tapi, Bapak ngga bisa seenaknya gitu dong." omel Nisa.

"M-maksudnya?" Abi menyipitkan matanya. Nisa pun mengeluarkan coklat itu dari genggamannya. Meletakkan tepat di depan mata Abi.

"Kau, mengorek tong sampah?"

"Ya, berarti Bapak mengakui, jika coklat ini Bapak buang ke tong sampah. Kenapa? Coklat murah, ngga level? Harusnya, Bapak lebih bisa menghargai pemberian dari orang lain. Apalagi itu wanita, karyawan sendiri pula. Kalau ngga suka, buangnya jangan di tong sampah kantor. Kalau Febi lihat, gimana? Kan sakit hati, Pak. Kasihan."

Nisa meracau tanpa henti, dan Abi hanya mendengarnya dengan tatapan dan wajah datarnya. Tak membalas, tak mengelak dan tak berusaha menghentikan nya. Hanya diam, dan terus memperhatikan Nisa berbicara panjang lebar, hingga saat nya Ia berhenti sendiri.

"Pak, hargai dong, perasaan wanita. Yang Bapak fikir itu murah, siapa tahu mereka dapetnya susah. Nabung, nyisihin uang belanja. Ngga kayak Bapak, mau apapun tinggal tunjuk, berapapun harganya. Apa iya, orang kaya selalu merendahkan orang miskin?" Nisa mengakhiri racauan nya dengan sebuah pertanyaan.

" Sudah?" tatap Abi padanya. Tatapan yang seketika membuat Nisa diam seribu bahasa, dan hanya membalasnya dengan sebuah anggukan.

"Aku tak suka coklat. Aku tak suka hadiah. Aku, juga tak suka diberi perhatian. Jika kau bilang aku tak menghargai, aku sudah cukup mengharagainya dengan menerima itu semua. Dan sampah ini, dia tak akan tahu jika bukan kau yang memberi tahunya. Dan...."

"Apa?" lirih Nisa, mulai gugup ketika Abi mendekatinya. Begitu dekat hingga kedua hidung mereka saling menempel.

"Jangan terlalu sibuk mengurusi orang lain. Dia, belum tentu akan perduli dengan mu." bisik Abi.

"Ya, kalau memang ngga suka, tolak aja. Jangan memberi harapan palsu, dan..."

Ucapan Nisa terputus, ketika Abi menutupkan jari telunjuk di bibir gadis itu. Hp nya berdering, dan Mama Sofi memanggilny. Abi mengangkatnya dengan segera, demgan sapaan yang begitu lembut dan hangat.

" Siapa? Istrinya? Mesra banget," tanya Nisa dalam hati. Menatap aneh ketika Abi menjawab telepon mamanya dengan begitu manis.

"Ada apa, Ma?" tanya Abi.

"Pulang sekarang."

"Ma, ada apa? Kok mendadak nyuruh Abi..."

"Pulang sekarang!" Mama Sofi memekik dari sana, membuat Abi seketika menjauhkan Hp dari telinganya.

"Hiks, Suami takut istri," cibir Nisa dalam hati.

"I-iya, Ma. Abi pulang sekarang juga." jawabnya gugup.

Abi pun langsung mengantongi kembali Hpnya, dan Ia tanpa sadar menyeret Nisa untuk ikut bersama nya menuju mobil. Nisa melotot seketika, tak sempat berucap sama sekali karena mengikuti langkah Abi yang cepat. Membuatnya berlari dengan nafas nyaris habis.

"Masuk." ucap Abi, mendorong Nisa masuk kedalam mobilnya. Ia pun menyusul  masuk ke dalam mobil dan mulai menyetir.

"Pak?"

"Hmm?"

"Kenapa, saya dibawa?"

"Saya, hanya butuh teman. Tetap duduk, dan diam disana." pinta Abi.

Ia tampak begitu fokus menyetir, menatap tajam kan pandangannya ke depan. Begitu cepat, hingga Nisa memegangi sabuk pengaman nya dengan begitu erat, sembari melantunkan doa untuk kesalamatan dirinya sendiri.

"Tuhan, aku belum siap mati. Aku masih ingin menikah. Setidaknya, itu hal bahagia dalam hidupku." ucapnya dalam hati.

1
Borahe 🍉🧡
lanjut lagi dong thor sampai Dita dan Alex nikah dan sampai Nisa lahiran Pliss😍
Borahe 🍉🧡
Abi trauma dgn kejadian Rere yg kecelakaan. makanya dia tdk ingin hal tersebut terulang lagi ke Istirnya
Borahe 🍉🧡
Apaan bukan pencemburu. tp ambekan
Borahe 🍉🧡
Hahaha sabar Bu sek🤗
Desi linda Saputri
itu ulah feby pasti...
Desi linda Saputri
cari kesempatan nih si dita...sebel deh ama cwe modelan gini
Dnur
kau yg mau pergi sendiri Dita... kenapa minta dicegah? pergi ya pergi aja
Dnur
sakit yg kau buat sendiri Dita...
Dnur
dita
Dnur
nisa
herself_22
Luar biasa
Nursina
lanjutkan semangat
3sna
capek dibikin sendiri
3sna
emng blm ada kurir ya
💗 AR Althafunisa 💗
Daebakkkk 😂 Emang feeling seorang istri itu kuat ya 😌
3sna
itu bawa abinya masuk kekamar dita gimn yaa?
3sna
lha ktny dingin,,ini ramah,,,bgmn cb
Maliq kumbara: Dengan orang2 tertentu
total 1 replies
3sna
formal itu terlmbat bukan telat
3sna
nisa ambil langkah tegas abinya jg harus lebih tegas
3sna
setan itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!