Abhi Athaillah. Seorang lelaki yang sedari kecil merawat ibu nya yang mengalami gangguan jiwa harus menikah dengan wanita yang juga mengalami gangguan jiwa. Siapakah wanita itu? Akankah Abhi mencintai wanita gila itu? Dan akankah wanita itu menerima Abhi sebagai suami nya setelah kembali sehat? Mohon like, and koment nya. Serta dukungannya ya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sebutir Debu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 Rasa yang Salah
Abhi membuka kedua bola matanya, Ia tak melihat keberadaan Tania di atas kasur dan sosok cantik dan seksi itu tak terlihat di dalam kamar. Abhi cepat membuang selimut yang menutupi tubuhnya. Ia berlari ke kamar mandi namun tak menemui Tania.
Gurat wajah nya terlihat begitu pucat. Ia berlari ke dapur dan tak juga menemui sosok istrinya itu dan betapa kagetnya Abhi ketika keruang depan Tania duduk dengan seorang wanita. Wanita yang selalu terlihat cantik Dimata Abhi. Cantik tanpa memakai make up. Namun tak tampak keseksian tubuhnya karena ia selalu menutup tubuhnya itu dengan baju gamis.
"Ti-na"
Seorang wanita yang berbaju coklat sedang duduk bersama Tania. Tina yang sedang akan berangkat mengajar ke sekolah yang ada di desa itu berniat mampir ke villa Abhi karena merasa khawatir bagaimana kondisi Tania karena kemarin sore tak kemari untuk membantu mengganti pembalut Tania.
"Tadi mampir Bang, lagian sekolah ada rapat jam 10 nanti. Abang baru bangun? Ini sarapan dulu Tina beli nasi uduk kesukaan Abang."
Abhi melirik jam yang ada diruang itu terlihat jarum pendeknya berada di angka 9. Abhi mengusap lehernya karena merasa malu baru bangun jam segitu.
"Abang cuci muka dulu ya. Tania sudah cuci muka?"
Entah bertanya kepada siapa tetapi Tina menjawab pertanyaan Abhi.
"Sudah kok Bang. Tania yang bukakan pintu, aku tanya Abang kemana katanya lagi di Pulau mimpi."
"Hehehe..."
Abhi tersenyum malu dan meninggalkan dua orang wanita yang mampu membuat hatinya tak karuan dalam beberapa waktu ini. Abhi mencuci muka dan mengganti bajunya lalu kembali menghampiri Tina dan Tania di lantai bawah.
Tania telah selesai makan nasi uduk dan terlihat Tania memainkan bunga kertas yang ada diatas meja.
"Mau minum apa Tin?"
"Ga usah bang, Tina sudah sarapan kok. Oya kenapa kemarin ga telpon bapak?"
Abhi duduk di sofa yang berada di seberang Tina.
"Abang ini suaminya Tin, Abang tidak mau merepotkan kamu. Bagaimana Tania sudah menjadi tanggung jawab Abang."
Ada rasa perih dihati Tina mendengar rangkaian kata dari Abhi. Ia merasa Tania adalah wanita yang beruntung terlepas dari apa yang sedang di derita oleh wanita bule itu.
Abhi memberikan Tania sebuah roti dan ada saos sebagai bibir yang tersungging lalu dua butir obat yang menjadi matanya.
"Ayo Tania kamu harus minum ini kasihan dia kalau kamu tidak meminum matanya nanti dia akan menangis."
Tania melihat roti itu lalu tersenyum dan cepat mengambil satu butir pil yang dalam imajinasi nya adalah sebuah mata. Ia masukan kedalam mulut nya dan baru saja ia menutup mulutnya, Tania memuntahkan kembali pilnya.
"Hueeekk. Pahit."
Pil kecil berwarna putih itu terjatuh kelantai. Satu bulan lebih Tania bersama Abhi hal ini pertama kali Tania memuntahkan pil nya dan protes tentang rasa pil itu. Abhi mengerutkan kedua alisnya.
Abhi berpikir cara agar pil kedua tak kembali dimuntahkan.
"Pahit? minumnya coba begini ya."
Abhi berjalan ke arah Tania dan duduk di sebelah Tania. Abhi mendongakkan kepala Tania dan meminta Tania membuka mulutnya lebar. Lalu Abhi memasukan atau pil berwarna oranye dan ketika pil itu masuk Abhi cepat memberikan minum kepada istrinya itu.
Tania tampak memejamkan matanya dan menelan pil tadi bersamaan air yang telah masuk kedalam rongga mulutnya.
"Glek."
"Pintar.... Ga pahit kan?"
Kedua bola mata Tania terbuka dan perempuan itu tersenyum lebar.
"Iya. Aku saaaaayang Abhi "
Tania bergelayut mesra pada tubuh Abhi. Abhi refleks mencium kepala Tania membuat sepasang mata merasa kan panas hingga menciptakan butiran hangat yang tak mampu ia bendung.
"Tina permisi dulu bang."
Tina bangkit dengan cepat tanpa menoleh ke arah Abhi dan suaranya terdengar parau.
Abhi yang dapat mendengar jelas suara Tina yang sedang seperti menahan tangis cepat melerai pelukan nya dan mengejar Tina. Baru saja Tina sampai di rumah depan villa itu satu tangan yang terasa dari kulitnya ada guratan kasar menandakan pemilik tangan adalah pekerja keras.
"Tin...."
"Lepaskan bang. Tina mau kesekolah.Takut terlambat."
"Kamu bilang jam 10."
Tina tercekat dan hanya diam namun tak mampu membalikkan tubuhnya. Wanita itu tak mampu memperlihatkan wajahnya yang kini dihiasi oleh air mata. Rasa sesak di dadanya dan rasa cemburu karena melihat lelaki yang selama ini ia kagumi mencium wanita lain.
Abhi menarik Tina hingga tubuh perempuan berbaju coat itu berbalik dan Abhi menarik tubuh itu kedalam pelukannya.
"Menangis lah kalau kamu merasa lebih baik,."
Tina menangis tersedu-sedu didalam pelukan Abhi. Abhi kini menyadari bahwa ada rasa yang Tina sembunyikan dengan rapi selama ini untuknya. Ia tak menyangka jika semua perhatian dan kasih sayang yang Tina berikan pada nya bukan perhatian kepada seorang kakak melainkan perasaan cinta kepada lawan jenis.
Tina yang terlena sesaat berada dalam pelukan lelaki yang selalu membuatnya tersenyum dan lelaki yang selalu ada saat dia butuh dikala kesusahan selain pak Bambang. Aroma tubuh Abhi yang khas membuat Tina merasa tenang namun ketika tangan Abhi melerai pelukannya Tina mendongakkan kepalanya.
Wajah Abhi mendekat ke arah wajah Tina. Kulit bibir yang biasa menempel kepada sebatang rokok itu memberikan sensasi yang berbeda kepada wanita yang ada dihadapannya. Mereka menyatakan rasa dengan cara yang salah dan waktu yang salah.
Mata keduanya saling terpejam saat mereka merasakan sensasi baru. Tina tersadar akan apa yang mereka sedang nikmati adalah satu kesalahan maka ia membuka kedua matanya.Akal Sehat Tina bekerja, ia bukan siapa-siapa Abhi. Mereka sedang terbuai bujuk rayu setan. Dan Tina cepat menghentikan sesuatu yang harusnya tidak mereka lakukan.
Tina baru saja akan mendorong tubuh Kekar Abhi. Namun sebuah benda melayang ke arah Abhi.
"Buuugh"
"Jangan ambil punya Akuuuuuu!"
kka sebutir debu.. maa syaaAlloh rindu akan ilmumu.. kak /Sob/ gmna kbarnya kka?? sejak tahu novel yg kka belum up sya gak buka noteltoon lagi.. tp sekarng bbrpa hri tiba2 mau buka lagi ternyata kka bkin karya baru..
makasih kak../Rose/
alhamdulillah ibu kinan bener" sdh sembuh