Bagaimana jika hubungan yang telah di jalin selama empat tahun terbentang oleh restu orangtua?
Apa harus terus bertahan hingga restu itu datang tanpa kepastian hubungan? atau memilih untuk mengakhiri hubungan dan menjalani kehidupan masing-masing? Atau malah memilih bertahan dan memantapkan hubungan itu meski harus melawan restu?
Begitu lah dengan kisah Kriss dan Delia yang hubungannya harus terombang-ambing karena RESTU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Setelah memasukkan beberapa angka nomor ponselnya, Delia pun mengembalikan ponsel Roy.
"Hubungi aku seperlunya aja yah, aku gak mau Kriss salah paham." Ucap Delia sambil memberikan ponselnya pada Roy.
Roy pun menganggukkan kepalanya sambil menerima ponselnya dari tangan Delia. Tak lupa ia melakukan panggilan singkat ke ponsel Delia, untuk sekedar memastikan kalau nomor yang Delia masukkan memang nomor ponsel Delia.
"Itu nomor aku. Save yah." Ucap Roy setelah mendengar nada dering di ponsel yang ada di tas Delia.
Delia menganggukkan kepalanya.
"Ya udah sana masuk." Ucap Roy.
Delia kembali menganggukkan kepalanya.
"Aku masuk yah." Pamit Delia.
"Dan kamu juga hati-hati di jalan." Pesan Delia sebelum memutar tubuhnya.
Roy pun menganggukkan kepalanya.
Setelah Roy mengangguk, Delia pun memutar tubuhnya lalu berjalan memasuki gedung kantornya. Setelah memastikan Delia masuk ke dalam kantor, barulah Roy pergi dari depan kantor Delia dan kembali ke kantornya.
*****
Di rumah Mama Lastri.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Mama Lastri baru saja sampai di rumah setelah mengantar Elena ke bandara.
Setelah membersihkan tubuhnya, Mama Lastri pun mengambil ponsel Delia dan mengganti kartu lama Delia dengan kartu perdana yang Mama Lastri beli tadi siang.
Kartu perdana pun sudah terpasang di ponsel Delia. Mama Lastri pun mengambil ponselnya lalu mengirimkan nomor kartu perdana yang baru ia beli tadi pada Kriss.
"Beres." Ucap Mama Lastri sambil tersenyum licik.
Tak sampai sepuluh menit, ponsel Delia berdering.
Siapa lagi yang menghubungi kalau bukan Kriss. Mama Lastri tidak menjawab panggilan Kriss, malahan Mama Lastri menolak panggilan itu. Dan itu terjadi sebanyak lima kali.
TRING. Bunyi notifikasi pesan di ponsel Delia.
Karena Delia tak kunjung menjawab teleponnya, Kriss pun mengirimkan pesan untuk Delia.
Senyum penuh kelicikan makin mengembang di pipi Mama Lastri melihat Kriss mengirim pesan. Mama Lastri pun membuka pesan itu.
Kriss : Jawab telpon ku!!!
Dengan liciknya Mama Lastri pun membalas pesan dari Kriss.
Delia : Siapa ini?. Balasan yang Mama Lastri kirim untuk Kriss.
Tak sampai satu menit, Kriss pun menjawab pesan yang di kirim oleh Mama Lastri itu.
Kriss : Ini aku, Kriss. Jawab telpon ku!
Delia : Maaf Kriss, aku sedang bersama bos ku sekarang. Balas Mama Lastri lagi.
Kriss : Bersama bos mu atau sedang bersama Roy?
Delia : Apa maksud mu Kriss? Kamu nuduh aku selingkuh gitu?
Kriss pun mengirimkan video yang Mama Lastri kirim.
Kriss : Apa bisa kamu menjelaskan ini semua? Kamu kan tau Del kalau aku gak suka kamu deket-deket sama Roy, tapi kenapa kamu malah boncengan sama dia? Kalian punya hubungan di belakang aku?
"Oh.. namanya Roy." Lirih Mama Lastri saat tau nama laki-laki yang ada di video itu.
Delia : Maaf Kriss, aku nyaman dengan Roy. Sebenarnya aku sudah lama ingin mengatakan ini pada mu. Kriss, kita akhiri saja hubungan kita ini, aku sudah lelah. Aku juga butuh kepastian, menunggu restu Mama mu empat tahun dan di tambah lagi sekarang harus menunggu mu setahun, sepertinya aku tidak bisa. Keluarga ku sudah mendesak aku untuk menikah. Dan Roy siap menikahi aku dalam waktu dekat ini.
Kaget dengan jawaban Delia Kriss pun menghubungi Delia. Tapi lagi dan lagi Mama Lastri menolak panggilan Kriss dan menonaktifkan ponsel Delia.
***
Singapura.
Kriss melempar ponselnya saat ponsel Delia tak lagi bisa di hubungi.
"Aaargh...." teriak Kriss frustasi. Hatinya hancur berkeping-keping. Wanita yang ia cintai sepenuh hati tega mencampakkannya hanya karena laki-laki yang siap menikahinya dalam waktu dekat.
"Harusnya kamu bilang Del kalau kamu gak mau aku pergi, kalau kamu gak bisa nunggu aku!!! Sekarang aku harus bagaimana tanpa mu?!" Teriak Kriss.
Bersambung...