NovelToon NovelToon
Mantan Suami Terbaik

Mantan Suami Terbaik

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:279.8k
Nilai: 5
Nama Author: Apple Cherry

SUDAH TAMAT ~ Silakan dibaca.


Jumlah kata perbab tidak terlalu panjang
mulai update tgl 1/1/2022
tamat tgl 8/2/2022

Datang dalam keadaan hamil, Adara Virginia menangis mengenakan seragam putih abu-abunya yang dipenuhi coretan spidol, dia baru saja lulus dari sekolahnya. Dia datang ke rumah sakit saat mengetahui kekasihnya menjadi korban kecelakaan setelah balapan liar. Padahal sebelumnya mereka merencanakan akan menikah. Naas tidak ada yang tahu, sekarang bagaimana nasib Dara dengan kandungannya?

Seorang pria dengan dingin datang menghampiri Dara yang menangis memeluk lututnya, dia adalah Elang Sebastian Kusuma, adik kandung pacarnya. Mendadak Dara gagap dia seolah mati kutu saat ditanya siapa dan untuk apa menangis di depan kamar rawat kakaknya, Guntur Sebastian Kusuma.

"Kenapa kamu nangis?"

"Kamu nggak lagi hamil, kan?"

"Jawab!"

Dara perlahan memberanikan diri menatap wajah pria bermata Elang yang bernama serupa, dia harus jujur, karena semuanya sudah terlanjur.

"Iya, aku hamil."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apple Cherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19 - Flashback : Jadian

Kak Guntur : Dara, kamu udah selesai kelas tambahan?

Dara : Udah, Kak. Ini barusan aja keluar kelas.

Guntur : Aku udah tunggu kamu di luar ya. Di depan gerbang, hehe.

Dara : Serius Kak?

Guntur : Iya, kan tadi aku udah bilang bakalan jemput kamu. Dari pada kamu di gangguin sama preman kayak waktu itu.

Dara tidak percaya, ternyata Guntur serius menjemputnya. Terus dia harus berbuat apa? Apakah Guntur juga serius dengan pertanyaannya tadi?

Matanya membulat sempurna melihat Guntur sedang duduk di motornya. Benar, ternyata dia menunggu Dara. Langkah kaki Dara terhenti saat Priska muncul di depannya.

"Lo bilang katanya dia cuman temen. Kenapa dia jemput lo lagi? Jujur deh, Dara. Dia itu cowok lo kan?"

"Bu-bukan kok." Dara tetap mengelak. Dia tidak bohong saat itu memang mereka hanya berteman.

"Ya udah kalau dia bukan cowok lo, boleh dong kenalin ke gue?"

Guntur memperhatikan satu-satu murid yang melintasinya. Tapi, dia belum juga melihat gadis yang dia tunggu. Lalu, matanya tertuju pada dua orang cewek yang sedang berhadapan. "Itu kayak Dara?"

Guntur pun turun dari motornya, dia berjalan menghampiri Dara.

"Ah itu, tapi bukan nggak mau ngenalin, Pris. Cuman, aku dan dia juga belum lama kenal," kata Dara pada teman sekelasnya, Priska.

"Ih lo pelit banget!" decak Priska mulai kesal dengan Dara.

"Dara, kok kamu malah berdiri di sini?"

Guntur menghampiri Dara, dan itu membuat Dara juga Priska sama-sama terkejut.

"Kak Guntur?"

"Astaga, ganteng banget." Priska tanpa ragu memuji Guntur langsung di hadapannya.

Guntur hanya tersenyum. "Yuk kita pulang," ajaknya pada Dara.

Priska langsung mengambil alih dengan berdiri tepat di hadapan Guntur. "Kak boleh kenalan nggak? Kenalin aku Priska."

"Hai, kenalin, gue Guntur calon pacar Dara. Doain dia terima gue. Oke?"

Guntur tidak menunggu sampai Priska membalas ucapannya, dia langsung menarik tangan Dara mengajaknya pulang.

"Apa? Calon pacar?" Priska terkejut hingga mulutnya menganga.

"Kak, kok tadi Kakak bilang gitu sama Priska?" tanya Dara, dia merasa tidak enak pada temannya.

"Emang aku salah ngomong ya?" sahut Guntur.

"Em, enggak sih. Tapi, aku ..."

"Dara, aku serius. Walau pun kita kenal belum ada satu bulan, tapi aku suka sama kamu."

Mereka masih berada di parkiran. Dara memperhatikan sekitar, dia takut ada guru yang melihat mereka.

"Kak, kita bisa nggak bicara di tempat lain? Jangan di sini," pinta Dara.

"Hm, boleh. Oke, kita jalan dulu deh. Aku ajak kamu ke tempat yang bagus."

Guntur melajukan motornya menuju tempat yang Dara sendiri belum tahu mau ke mana. Tapi, kata Guntur tempat itu bisa dijadikan tempat healing yang menyenangkan.

Mereka berhenti di sebuah danau, di sekitarnya banyak sekali pohon-pohon hijau yang tumbuh subur. Air di danau itu sangat bening dan bersih. Dara belum pernah pergi ke tempat itu. Menurutnya benar yang di katakan Guntur. Tempat itu memang memberikan ketenangan karena suasananya yang sunyi, tapi sejuk.

Mereka berdua duduk di kursi panjang, tepat di depan danau yang lumayan luas.

Guntur tersenyum pada Dara sambil menghela napas panjang.

"Tenang banget di sini. Aku sering ke sini buat cari ketenangan, Dara."

Dara menoleh, dia menatap Guntur sekilas. Cowok itu terlihat seperti sedang melepas beban di dirinya.

"Kamu pernah punya beban yang berat banget, nggak?"

Dara menatap Guntur lagi. "Hm, beban ya? Mungkin beban mempertahankan beasiswa." Dara hanya tercengir.

"Beban kamu masih terbilang menyenangkan juga, ada semangat di sana yang harus kamu pertahankan." Guntur mengusap puncak kepala Dara pelan. "Tetep semangat ya."

Dara ikut tersenyum. "Memangnya Kakak punya beban seberat apa?"

Guntur menggeleng. "Enggak, aku hidup tanpa beban kok. Maaf jadi bahas beban nih. Lebih baik kita bahas yang indah aja. Misalkan yang indah kayak senyum kamu."

Dara refleks terkekeh. "Apa sih Kakak."

"Serius Dara, boleh kan kalau aku jadi pacar kamu?"

"Tapi, aku ini masih sekolah Kak."

"Aku akan dukung kamu supaya tambah semangat belajar. Janji deh."

Dara terkekeh lagi. "Kalau pacaran mana bisa semangat belajar."

"Kata siapa? Aku bakalan buktikan aku bisa kasih semangat yang luar biasa buat kamu."

Tadinya Dara ingin mengatakan tidak, tapi entah kenapa dia seperti melihat kesepian yang luar biasa pada diri Guntur.

"Hm, oke. Dara mau."

Guntur menatap Dara seolah tidak percaya bahwa gadis di sisinya barusan saja menerimanya.

"Kamu beneran nerima aku?"

Dara mengangguk. "Iya."

"Makasih Dara, aku seneng banget."

Guntur menggenggam tangan Dara lalu mengecupnya. "Makasih ya. Aku janji akan jadi teman yang paling baik, pacar sekaligus teman buat kamu."

"Iya, Kak." Dara hanya bisa merona karena dia bingung harus mengatakan apa.

Mulai detik itu mereka resmi jadian. Tepat di depan danau yang jernih, Dara menerima perasaan Guntur.

1
Happy Kids
aneh. klg bapak bayi mau tanggung jawab gamau.
Mama Pesek
ish!
Mama Pesek
pengen ku tokok kepalanya.
Dewi Sri
Akhirnyaaaaa elang benar2 mencapai bahagia nya
Dewi Sri
Dasar cewek labil!!!
Uwie Yuli
kata yg d.gunakan cukup baik,,,alur cerita bgus ahh mmng saya pecinta novel jd klo cerita.ny udh buat ht saya seneng ya berrt tu novel bgus 👍👍
Ulfa Azzafier
gooooood
Freny KBaderan Supit New
jangan2 karakter darah mirip karakter author deeh,,,, hehehe tapi yaa udah suka2 author sja lah,,,
Agustinapurwanti
d tunggu ekstra part nya thoe
@shiha putri inayyah 3107
kenapa ga sampai bayinya elang dan dara lahir... semoga ada bonchap nya...😘😘😘
@shiha putri inayyah 3107
bang elang mau bikin adek buat baby Al....
🤭😂😂😂🥰🥰
@shiha putri inayyah 3107
aduh bang elang udah mulai ketagihan,,,
@shiha putri inayyah 3107
terserah km bang elang mau ngelakuin berapa kali,,, dara udah sah jd milik km...🤭😂😂🤣
Dee-dee
trauma
Dee-dee
❤❤❤
Dee-dee
cintanya Dara
Dee-dee
❤😘😍
Dee-dee
cintanya Elang yang besar
Dee-dee
🤭🤭🤭🤭
Dee-dee
eeeaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!