NovelToon NovelToon
Rine And Shine

Rine And Shine

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Misteri / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:86k
Nilai: 5
Nama Author: Marisa Canon

Tidak ada yang tahu hubungan apa yang di jalani oleh Emily dengan anak tunggal sahabat mendiang Ayahnya, yaitu Leon Mugel. Emily dan Leon adalah sahabat masa kecil, mereka di jodohkan saat keduanya masih kanak-kanak. Leon berusia 8 tahun dan Emily 5 tahun.

Kedua org tua mereka berjanji akan terus melanjutkan perjodohan hingga mereka dewasa. Namun, naasnya Leon mengalami kecelakaan dan emily di tuduh atas kecelakaan itu. Leon mengalami luka serius dan koma, sedangkan Emily harus masuk penjara atas tuduhan palsu itu

bagaimana kelanjutan hubungan keduanya. apa akan tetap berjodoh atau berakhir. nantikan setiap babnya yeah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marisa Canon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Banyak berfikir membuat tubuh Emily lelah, ia tertidur hingga matahari masuk berganti dengan sinar bulan yang terang masuk melewati balkon kamarnya. Sejak insiden tadi pagi, Emily sama sekali tidak beranjak dari kamar, bahkan gadis itu melewatkan makan siangnya. Namun, sepertinya semua pelayan di rumah ini tidak menyukainya. Sejak ia tertidur, tidak ada satupun orang yang datang membangunkannya untuk makan siang ataupun menyuruhnya membersihkan tubuh Leon seperti biasa.

"Aku sangat lapar." Emily beranjak dengan lemas dari pembaringan dan melangkah pelan menuju pintu. Namun, saat hendak membukanya, pintu itu tidak bisa terbuka. "Apa yang terjadi, kenapa pintunya tidak bisa terbuka?" Emily mencoba memainkan gagang pintunya berulang kali.

"Joya! Joya! Melisa! Apa ada orang di luar? Tolong buka pintunya!" Emily panik, wanita bermanik cokelat itu menggedor-gedor pintu meneriaki siapa pun yang ada di luar sana untuk meminta tolong.

"Pierda!"

"Joya?" Emily memasang kupingnya di pintu. "Joya! Apa itu kau?"

"Si, Pierda."

"Tolong! Buka pintunya, aku sangat lapar. Tidak ada apapun di sini yang bisa aku makan," isak Emily di balik pintu. Rasa sakit kini berkecambuk di dalam batinnya, ia merasa sekan berada kembali di penjara.

"Maaf. Tapi aku tidak bisa menolongmu Pierda. Nyonya Saina mengambil kuncinya. Sudah 2 jam aku berdiri sambil memegang makan malam mu di sini."

"Why? Apa yang terjadi. Bukankah dia mengatakan tidak akan menghukumku?"

"Aku tidak tahu Nona, pelayan Nyonya besar melarang kami membukakan pintu. Maafkan aku tidak bisa menolongmu. Kau pasti sangat lapar, sedari siang kau tidak makan."

Emily menutup matanya sejenak. Menelan ludah sebanyak-banyaknya sebelum akhirnya ia jatuh dan tidak sadarkan diri.

"Nona! Nona! Kau baik-baik saja?" Kini Berbalik Joya yang merasa cemas. "Oh Tuhan! Kapan Tuan besar akan pulang, Bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya." Joya berlari meninggalkan Emily yang sudah pingsan di balik pintu, untuk mencari pertolongan.

*****

Hawa hangat menyeruak menutupi tubuh Emily yang dingin dan lemas. tenggorokan keringnya gang sudah basah membuat mata wanita itu bergerak dan perlahan terbuka. Saat Emily bergerak untuk duduk, pelan fokusnya teralihkan dengan tatapan dingin dari manik mata yang sangat ia kenal.

"Aaah!!"

Karena kaget, Emily mendorong tubuh pria itu dengan keras. "Apa yang kau lakukan di sini. Bagaimana bisa kau masuk?"

Pria bermata dingin itu kembali mendekat, dari kegelapan Emily melihat jika dia tersenyum.

"Mau apa kau? Jangan mendekat!"

"Jika aku tidak datang, mungkin kau akan mati." Pria itu mencondongkan tubuhnya ke depan hingga bertatap langsung dengan Emily. Namun, tetap saja, di ruang segelap ini apa yang bisa Emily lihat. "Seharusnya kau berterima kasih bukan meneriakiku seperti itu.

"Siapa kau? Kenapa kau terus menggangguku."

Emily sangat ingin tahu siapa pria yang sudah merubah semua ini. Awalnya semua baik-baik saja, Romario sangat memuji ketrampilannya dalam merawat Leon, dan Saina, dia bahkan sama sekali tidak mengusiknya beberapa bulan ini. Emily bahkan sempat berharap bisa keluar dari penjara emas ini dan melihat dunia luar dengan bebas. Lalu kenapa tiba-tiba semua jadi berubah saat pria ini muncul. Dunia impiannya runtuh seketika dalam satu malam.

"Kenapa kau diam saja! Katakan siapa kau? Jangan terus mempermainkanku seperti ini. Jika kau berani nyalakan lampunya dan perlihatkan wajahmu padaku," Isak Emily pada pria itu.

Rasanya ia ingin mencabi-cabik wajahnya agar hancur. Sudah cukup penderitaan yang ia alami, dia tidak mau mengulangnya lagi. Tangan kecil itu meraba-raba mencari tubuh Leon, malam ini dia harus melindunginya. Pria itu tidak boleh melukainya lagi.

Menyadari gerakan Emily, pria itu tertawa pelan. "Tenanglah, Nona Emily. Malam ini aku tidak akan menyentuh suami cacatmu itu."

Mata Emily melebar. "Jadi kau yang melukai Leon? Dasar bajingan! Kau membuat diriku dalam masalah. Apa kau berencana membunuhku pelan-pelan melalui dia."

Pria itu tertawa pelan. "Jadi wanita tua itu menghukum mu? Pantas saja kau sangat tidak bertenaga dan ringan saat ku gendong tadi. Untung saja aku memberikan minum padamu, jika tidak kau mungkin sudah mati di bawah pintu."

"Memberikan air?" Mata Emily menjelajah mencari jejak air yang ia maksud. Seingatnya hanya ada cangkir besar berisi air milik Leon dan tidak ada gelas ataupun sesuatu yang bisa di gunakan untuk minum.

"Tidak usah mencari, karena aku memberikannya lewat mulutku."

"What?" Emily menegakkan kepalanya menatap dengan bola mata terbuka lebar. "Mu-mulut?" Dengan gerakan cepat Emily menyeka mulutnya berulang kali, bibir tipis itu sampai memerah karena terus ia melakukannya dengan keras.

"Hentikan! Apa yang kau lakukan. Bibirmu akan sakit."

"Lepaskan! Jangan menyentuhku." Emily menepis tangan dingin yang sudah menyentuhnya.

"Kau terlalu banyak menyela hari ini." Pria dingin itu mendekat lebih dekat padanya. "Bagaimana kalau kau meninggalkan pria yang sudah mati dan pergi bersamaku memulai hidup yang kau inginkan."

Plak

Tamparan keras Emily berikan kepada pria itu. Wajahnya bahkan terlihat berpindah ke kiri saking kerasnya tamparan. "Jangan bermimpi."

1
Dyah Oktina
lah.... bukannya sdh jd mantan ya... ayah sm ibunya leon?????????kok ada perayaan 30thn pernikahan..
Dyah Oktina
apa hanya triknya leon untuk membuat emily jatuh... 🤔🤔😔
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭... ngak mau berhenti ini air mata
Dyah Oktina
semangat terus thor..... semoga d lancarkan & d beri kesehatan selalu. .. aamiin
Dyah Oktina
kasihan emily....😭😭😭😭😭😭😭😭
Dyah Oktina
sebelum masuk penjara umur emily 20thn... d dlm penjara 2thn harusnya umur nya sdh lewat 22 ...atuh thor
Dyah Oktina
wah 2 thn koma .... masa masih ada kotak2nya thor... 🤭
Dyah Oktina
punya deddy angkat lemah gitu sama mantan... ck..ck
Marisa Canon
mksi yah
Amrisa Simatupang
otwy Thor
Evelyn
semangat kak
Evelyn
😍😍😍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Marisa Canon
Leon Emily 😍
Evelyn: belum tayang ya kak?
total 1 replies
irfah albeghyttu
ohhh tamat kak,ganti judul apa????
irfah albeghyttu
huhhht....leon
irfah albeghyttu
pdhl q sudah senang kau akan pergi em...tp kau memilih melihat leon dan melukai hatimu lg
irfah albeghyttu
gud emily...ngapain dirumah memandang hal yg menyakitkan lebih baik keluar bersenang senang
irfah albeghyttu
ternyata cintamu hanya sebatas itu leon....bullshit
irfah albeghyttu
saina.....kau sungguh TERLALU
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!