NovelToon NovelToon
Satu Hati Untuk 2 Prajurit

Satu Hati Untuk 2 Prajurit

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Puspa Herliyah

Aku nyaman berada di samping nya, Cinta nya yang begitu sangat tulus dan kedewasaan nya membuat diriku sangat nyaman berada di samping nya.

Dia sangat setia pada Negara dan kekasih hatinya Aku, hanya satu ungkapan untuk ku yaitu Kamu telah memilih ku, Aku milik Negara tak hanya milikmu kamu harus siap menerima suatu saat nanti hanya nama dalam kenangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Herliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diri ku Adalah Milik Mu

" Kalau begitu usir saja mereka, toh sudah terbukti sudah bikin malu. " Teriak salah satu warga.

" Iya keluar kalian dari kampung kami." Teriak warga lain nya.

Aaaawwwww.....

Sintia menarik rambut Tasya, dengan kasar Sintia mendorong tubuh Tasya hingga Tasya terdorong sangat kuat.

Aaawwww......

" Ya Allah... " Teriak Ibu Wati.

Tasya yang terdorong sangat keras hingga keluar dari teras rumah nya, tidak terjatuh karena tangan kekar yang ada di depan nya dengan segera menangkap tubuh Tasya hingga jatuh ke pelukan nya.

" Kalian semua tidak punya etika apa, wanita hamil di siksa seperti ini." Bentak Reza saat datang melihat warga menghakimi Tasya.

" Nah itu dia yang sok ngaku - ngaku ayah dari anak yang di kandung Tasya." Teriak tetangga Ibu Wati yaitu Ibu Lena.

" Iya saya calon Ayahnya, memang nya kenapa?" Bentak Reza yang masih memeluk tubuh Tasya yang bau telur busuk.

" Itu istri nya marah - marah, bagaimana tidak marah suami malah selingkuh." Teriak Ibu Lena.

" Dia bukan istri saya." Teriak Reza.

" Jangan bohong pak, kasihan istri nya." Ucap salah satu warga.

" Dia memang bukan istri saya, berani sumpah saya. " Teriak Reza.

" Dia memang bukan suami Aku, tapi wanita itu sudah merebut suami Aku dan hamil anak suami Aku." Ucap Sintia.

" Kata siapa, ini anak Aku Sintia. Kamu jangan asal ucap, Aku yang tahu dan merasakan nya dia itu bekas suami kamu atau Aku." Ucap Reza membela.

" Alah... mana ada yang tahu itu anak siapa, jadi anak siapa yang di kandung Tasya."' Ucap Salah satu warga.

Lalu Dika datang setelah mendapatkan kabar dari junior nya bahwa Sintia membuat ribut di kampung sebelah.

" Sintia apa - apaan kamu ini." Bentak Dika.

" Itu pelakor nggak tahu diri harus di hajar." Ucap Sintia emosi.

" Kamu jangan sakit Tasya." Bentak Dika.

Lalu Pak RT pun datang melerai warga yang sedang panas menghadapi masalah Tasya.

" Maaf Ibu - Ibu dan Bapak - Bapak semuanya, kalian jangan main hakim sendiri, bisa di selesaikan secara ke keluarga an. Ucap Pak RT.

" Maaf Pak RT dia harus di hukum sudah merusak rumah tangga kami, dia menjual tubuh nya dengan pria lain yaitu suami Aku. " Ucap Sintia.

" Tidak seperti itu pak cerita nya, dia bukan pelakor." Dika membela.

"Bohong.. itu tidak benar." Ucap Dika.

" Jadi ini yang benar mana, dan kemarin Pak Tentara satunya dia Ayah dari anak yang di kandung Tasya. " Ucap Pak RT.

" Memang ini anak saya pak, darah daging saya dan saya siap hari ini juga menikahi dia." Ucap Reza.

Dika dan Tasya langsung memandang ke arah Reza, Dika menggelengkan kepala nya untuk memohon pada Reza.

" Sebagai lelaki yang bertanggung jawab, saya siap di nikah kan sekarang juga. Dan maaf saya terlambat menikahi Tasya hingga membuat kekacauan disini." Ucap Reza.

" Nah Bapak Ibu sekalian sudah jelas kan disini, mungkin ini hanya ke salah pahaman saja. Dan Ibu silahkan selesaikan masalah rumah tangga kalian, dan tolong jangan kembali membuat keributan sehingga memancing emosi warga." Ucap Pak RT pada Sintia.

Dika pun langsung pergi begitu saja, Tasya pun melihat punggung Dika yang menjauh ada tetesan air mata saat ini di kedua pipi Tasya.

*****

SAH..

Alhamdullilah...

Tasya mencium punggung tangan Reza, Tasya yang menggunakan gamis warna putih dan kerudung dengan polesan tipis di wajah nya, dan saksi pernikahan mereka tetangga sekitar rumah Tasya. Dan Saksi dari Reza adalah Faisal sepupu Reza yang berprofesi Dokter militer.

Pak Usman Paman Tasya pun hadir, dia sebagai wali nikah Tasya, yang di nikah kan secara agama.

" Tasya minta maaf sama Ibu, hingga ikut kedalam masalah ini." Ucap Tasya saat mencium punggung tangan Ibu Wati.

" Ibu sudah maaf kan dari dulu, bagaimana pun kamu anak Ibu, dan sekarang kamu sudah mempunyai suami walau pernikahan seperti ini, kalian harus benar - benar menjaga pernikahan suci ini." Ucap Ibu Wati.

*****

Di dalam kamar Tasya, mereka berdua diam tanpa sepatah kata pun. Reza yang hanya duduk di kursi meja rias Tasya sembari memainkan ponselnya, dan sedangkan Tasya duduk di tepi tempat tidur sembari memainkan jemari tangan nya.

Tasya pun bingung, saat ini adalah pertama kalinya ada seorang pria asing di kamar nya, apalagi tanpa ikatan cinta hanya sebuah ikatan pernikahan tanpa di landasi cinta.

" Hmmm... Kak." Ucap Tasya.

" Iya ada apa? " Tanya Reza.

" Kakak mau Tasya buat kan minum atau kakak mau makan." Jawab Tasya memulai pembicaraan.

" Nggak, kamu istirahat saja." Ucap Reza.

Tasya pun hanya diam sembari memandang tempat tidur nya yang ukuran sedang mungkin tidur berdua saling berdesakan.

" Kakak tidur di lantai saja, kamu di atas." Ucap Reza sembari mengambil bantal yang ada di tempat tidur lalu Reza letak kan di lantai.

" Kak disitu dingin, tidur lah di atas, biar Aku sama Ibu."

" Kamu lucu Tasya, bagaimana nanti Ibu lihat kamu tidur dengan nya. Kita sudah suami istri, kita harus tidur satu kamar, tenang kakak tidak akan macam - macam sama kamu."

Reza pun lalu membaringkan tubuh nya, dan memejamkan mata nya, tidak lama terdengar suara dengkuran halus bahwa Reza sudah masuk ke dalam alam mimpinya.

" Dia orang lain yang sekarang telah menjadi suami Aku. "

Tasya bergumam dalam hatinya sembari memandang Reza yang sudah tertidur pulas mungkin karena capek nya hari ini menghadapi apa yang terjadi.

******

Hiks... hiks... hiks...

" Tasya... hiks... hiks.. Tasya.. jangan tinggalin mas.. mohon maaf Tasya.. hiks.. hiks.. "

Dika meracau di sebuah Diskotik dengan menghabiskan beberapa botol minuman.

" Maaf... maaf.. kan Mas sayang... hiks.. hiks..Maaf... "

*****

Reza terbangun saat tengah malam, di lihat nya Tasya sudah tertidur pulas, serta nampak matanya yang sembab dan masih tersisa bekas air matanya.

" Aku sudah mengikat kamu dalam suatu ikatan janji suci, Aku tidak akan pernah melepaskan kamu, perlahan Aku akan belajar untuk mencintai kamu, dan selalu membuat kamu tersenyum setiap hari. Anak yang kamu kandung adalah anak ku juga."

Reza membelai rambut Tasya yang panjang yang sedikit menutupi wajah nya dia selipkan di telinganya.

Dukung terus Satu Hati Untuk Dua Prajurit jadikan selalu favorite di rak baca Reader's jangan lupa kasih vote, Hadiah, dan nilai ⭐⭐⭐⭐⭐

Karena kalian semua Author selalu semangat untuk tetap berkarya.

Doakan Saya agar sehat selalu dan bisa membawa ide cerita di setiap bab nya, karena dukungan kalian semua Saya selalu semangat.

Salam Sabahat Puspa....

I love you All......

Untuk semua Reader dimana pun berada...

1
Dewi Oktavia
syukur klo sudah nampar istri itu berarti kdrt alhasil cerai
Dewi Oktavia
astaghfirullah,,,,ujung y ketawan juga🤦
Dewi Oktavia
astaghfirullah,,,,mertua macam pa tuh...
Dewi Oktavia
jarang seperti itu
Dewi Oktavia
wah di gembur habis janda dan duda
Dewi Oktavia
asyik jadi nikah
Dewi Oktavia
sedih x
Dewi Oktavia
bijak y dan dewasa y
Dewi Oktavia
kasihan x
Dewi Oktavia
asyik
Dewi Oktavia
sedih x y,,,,,
Dewi Oktavia
hahahaha ngidam aneh
Dewi Oktavia
sedih x
Dewi Oktavia
menjijikkan
Dewi Oktavia
syukurin
Dewi Oktavia
sadis
Dewi Oktavia
Reza sama seperti saya cemburu y besar
Dewi Oktavia
nah lo
Dewi Oktavia
astaghfirullah
Dewi Oktavia
astaghfirullah,,,synk x,,,mau dong seperti itu😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!