Beyza Shalsabila atau biasa di sapa Beyza merupakan seorang gadis yang mempunyai paras cantik dan murah senyum. Suatu hari sebuah kejadian menimpali Beyza yang mengharuskan ia menghindari Ketos yang terkenal tegas dan bermuka datar. Akankah Beyza bisa terus-terusan menghindari Ketos?.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys!.
Terimakasih^_^
IG : rosaaa1769
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS²TN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ketahuan Bunda
" *Kak farzan ngapain di depan kelas aku?"
"Nungguin Lo"
"Kan aku udah bilang mau pulang bareng raya kak"
Farzan menatap Beyza datar" Gak terima penolakan!"
Raya berbisik di telinga Beyza"Udah za mending pulang bareng kak farzan aja, kan Ayah Lo belum balik kantor jam segini"
Beyza mengangguk menyetujui saran Raya, Raya berpamitan terlebih dahulu.
" Yaudah, tapi gak usah banyak gaya, pakai acara lepas tangan dua segala, mending kalau langsung meninggal, kalau masuk rumah sakit kan malah jadi beban orang tua"
Farzan menatap Beyza tajam dan membekap mulut Beyza menggunakan tangannya.
" Ucapan adalah doa za"
Beyza memberontak ingin menjauhkan tangan Farzan dari mulutnya, mukanya memerah ketika udara yang ia terima semakin menipis.
Beyza menginjak kaki Farzan dengan keras.
Akhh
Beyza menghirup udara dengan rakus
"Rasain, tengil banget sih!"
Farzan terkekeh" Tengil, tapi ganteng kan?"
Beyza mendelik "Kamu ternyata selain tengil, narsis juga ya"
Farzan mengedikkan bahu.
" Oh ya, kamu kalau ngomong dengan orang selalu gini mukanya" beyza mencontohkan raut wajahnya tanpa ekspresi" kok sekarang banyak ketawa sih?" Tanya Beyza dengan raut wajah heran.
" Mereka gak lucu"
" Emang aku ngelawak?"
Farzan menatap dalam Beyza " Lo gemesin"
Beyza langsung memalingkan wajahnya, ia tau sekarang mukanya berwarna merah, ia berjalan lebih dulu agar Farzan tidak melihat wajahnya.
***
Ketika Beyza sampai di rumahnya yang ia lihat pertama garasi rumahnya. Alhamdulillah, batinnya ketika tidak mendapatkan mobil ayahnya.
" Gue duluan"
" Hati-hati kak"
Farzan mengangguk, ia memakai helm nya dan kembali memacu motornya.
Ehmm
"Astagfirullah Bunda" kaget Beyza.
"Ojek kamu za?" Tanya Bu Santi sambil melihat Farzan yang sudah lumayan jauh.
"Teman, ah iya teman bunda" ucap Beyza cepat sambil tersenyum meyakinkan.
"kenapa gak naik motor kamu?"
"Rusak bund" refleks Beyza, ia tidak bisa berpikir panjang ketika mendapat tatapan mengintimidasi dari bundanya.
"Bukannya motor kamu baik-baik saja"
Beyza gelagapan " Emmm"
Bu Santi menggeleng-gelengkan kepalanya" kamu Pintar bohong sekarang ya. Beyza kamu kan tau ayah kamu kalau bilang A harus A"Beyza hanya mengangguk membenarkan.
" emang sejak kapan za? Tanya Bu santi.
" Baru bund" jawab beyza lesuh.
" Nah mumpung baru mending kamu putusin aja" saran Bu santi sambil mengelus rambut beyza.
Beyza menggelengkan kepalanya" beyza gak mau"
" Yaudah, siap-siap aja kamu di marahin Ayah kamu, terus cowok itu, kita gak tau gimana nantinya" ucap Bu Santi setelah itu meninggalkan Beyza yang bergeming di tempatnya*.
Beyza menutup buku yang habis ia pelajari, ia mengacak rambutnya frustasi pada saat kembali mengingat masalahnya "Gue harus gimana" gumamnya, ia menjatuhkan badannya di atas kasur. "Semoga aja Ayah bisa nerima" gumamnya sebelum benar-benar memasuki alam tidur.
***
" Assalamu'alaikum "
" Waalaikumalam" jawab Farzan di seberang sana.
" Kak Farzan gak usah jemput aku"
"Kenapa?"
"Beyza" teriak Bu Santi.
Beyza mematikan langsung sambungan telponnya. "Iya bund"
Beyza merapalkan doa dalam hati sebelum ia benar-benar keluar kamar.
"Semoga aja bunda gak cerita"
Bu Santi menatap beyza " Cepat sarapan nanti terlambat"
Beyza mengangguk
"Beyza" panggil pak Adit di hadapan beyza.
Beyza mendongak menatap ayahnya, tangannya mulai berkeringat, ia meremas roknya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
" Kalian Ulangan semester kapan?" Tanya pak adit
"Oh itu yah, mungkin Minggu depan" jawab Beyza berusaha terlihat bisa saja. Pak Adit mengangguk.
Beyza menyalimi tangan kedua orang tuanya" Beyza berangkat"
"Hati-hati za"
"Siap bund"
Alhamdulillah, batin beyza bersyukur. Ia kira bundanya akan memberitahu ayahnya tentang kesalahan yang ia lakukan.
***
Dahi Beyza mengkerut ketika melihat Farzan berdiri di samping jalanan dengan ponsel yang di tempelkan di samping telinganya. Ia menepikan motornya ke pinggir jalan.
Beyza turun dari motornya "Motor kak Farzan kenapa?"
" Bocor"
" Berangkat bareng aja yuk" ajak Beyza, Farzan mengangguk. Farzan pergi meninggalkan Beyza membuat Beyza menyerit bingung.
" Kamu dari mana?"
" Titip kunci motor" jawab Farzan.
Farzan menjalankan motornya. Ralat, motor Beyza dengan santai. Beyza dan Farzan tidak ada yang mengeluarkan suara, Farzan yang fokus dan Beyza yang menikmati udara pagi, ada yang ingin Beyza tanyakan tetapi ia terlalu malas apabila harus berteriak.
" Aku duluan"
Farzan menahan tangan beyza" Aku antar"
Beyza menatap farzan "aku kamuan nih" ucap beyza seraya menahan senyum.
Farzan tidak merespon, ia berjalan mendahului beyza.
Auw
" Jidat gue" keluh Beyza sambil mengelus jidatnya yang habis menubruk punggung Farzan.
" Jangan jalan di belakang aku"
Beyza memutar bola mata malas tadi yang jalan duluan siapa?, batinnya.
" Oh ya, kak Farzan kenapa bisa ada di sekitar perumahan aku tadi?" Tanya Beyza dengan kening mengkerut.
" Jemput kamu"
Beyza membelalak " dibilangin gak usah jemput, batu sih, bocor kan motornya"
Farzan mengelus kepala Beyza" Musibah za"
"masih pagi, woi" teriak Farel dari arah lapangan.
Farzan tak menghiraukan teriakkan temannya.
" Ayo Cepat keburu jam masuk berbunyi" ajak Beyza yang di angguki Farzan. Mereka berjalan beriringan di koridor sekolah, banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka. Tetapi tidak dihiraukan oleh Farzan.
Beyza yang sebelumnya belum pernah mendapat berbagai tatapan seperti itu tidak terbiasa, jadi ia hanya menundukkan kepalanya apabila berpapasan dengan orang banyak.
JANGAN LUPA LIKE,COMMENT AND VOTE NYA GUYS🙏
thanks kak
tetep semangat🥰🥰🥰