NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Penguasa

Jerat Cinta Sang Penguasa

Status: tamat
Genre:Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Balas Dendam / Konflik etika / Obsesi / Tamat
Popularitas:6.1M
Nilai: 5
Nama Author: Quin

Graciella menderita karena menikahi pria yang salah. Jerat rayu Adrean menjebaknya masuk dalam neraka dunia. Pria itu berubah seratus delapan puluh derajat setelah janji suci terucapkan. Graciella tak pernah tahu kenapa? apakah hanya karena kesalahannya yang tak sengaja tidur dengan pria seminggu sebelum pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Pria itu hanya bercanda.

“Jadi bagaimana rasanya?” tanya Laura menatap ke arah langit-langit yang berlapis kayu mahoni di apartemennya.

“Apanya?” tanya Graciella yang berbaring di samping Laura.

“Tidur dengan Tuan es batu," goda Laura melirik Graciella. Graciella mengerutkan dahinya.

“Apaan? aku tidak tidur dengannya.” Graciella mencubit kecil bahu Laura.

Laura memasang wajah tak percayanya. Dia mengangkat tubuhnya dan menyangga kepalanya dengan tangannya. Memandang wajah kecil Graciella yang berbentuk hati.

“Kau serius? semalam bersamanya. Kalian tidak melakukan apapun?”

“Ya. Memangnya kalau bermalam harus melakukan sesuatu?” Graciella membuat alisnya bergelombang.

“Ya tidak. Tapi! Kalian benar-benar tidak melakukan apapun?”

“Kau tidak percaya?”

“Sejujurnya tidak. Mungkin kalau aku, aku akan tidur dengannya semalam hingga pagi!”

Graciella semakin mengerutkan dahinya sambil sedikit tersenyum tak percaya. “Bagaimana kau berpikiran seperti itu? kau kan belum pernah tidur dengan pria.”

“Nah! Itu dia. Kalau saja itu Tuan es batu suka padaku. Aku mungkin akan tergila-gila padanya. Dia itu … Ah! punya daya tarik tersendiri. Bahkan lirikannya saja sangat menggoda,” ujar Laura menerawang. “Tapi jangan khawatir, aku tidak bermaksud mengambilnya darimu.”

“Kau ini bicara apa sih?” tanya Graciella yang merasa Laura mulai ngelantur.

“Serius tahu, apa kau tidak merasa? Tuan es batu itu sungguh memikat. Dia diam saja mungkin semua wanita akan menyukainya. Wajahnya itu tampan sekali loh, apa kau tidak memperhatikannya?”

Graciella diam sejenak. Gambaran wajah Xavier muncul di benaknya. Tiba-tiba saja dia merasakan apa yang dikatakan oleh Laura benar adanya. Wajahnya yang tegas, matanya yang tajam, tapi yang paling membuat Graciella tertarik adalah bola matanya yang hitam kelam itu. Jika sudah menatap, Graciella merasa terperangkap.

“Hei, melamun Tuan es batu ya?” tanya Laura dengan senyum menggoda Graciella. Graciella yang mendapatkan teguran itu langsung tersenyum.

“Kau tahu, Antony juga tidak buruk. Dia tampan dan tahu bagaimana memperlakukan wanita.”

“Hah!” Laura mengeluarkan napasnya dengan kasar, wajahnya yang tadi sumringah tampak sedikit berubah kesal. Dia lalu kembali membaringkan tubuhnya. “Aku tidak menyukai pria seperti dia. Dia itu, terlalu mudah! Aku butuh tantangan.”

“Kau ini bagaimana. Antony seperti itu karena dia menyukaimu. Aku yakin dia akan sangat menyayangimu saat kalian menikah nanti. Ah! aku jadi iri padamu," ujar Graciella yang sekarang mengganti posisi. Melirik Laura.

“Kalau kau suka dengannya. Aku akan memberikannya padamu. Tapi kau harus membuat Tuan Es Batu itu menyukaiku," ujar Laura. Dia merasa Xavier benar-benar pria yang menantang. Graciella mengerutkan dahinya tak percaya.

“Kau ini ada-ada saja. Jangan berbicara yang aneh-aneh. Jika nanti Antony pergi meninggalkanmu, kau baru tahu betapa kau membutuhkannya,” kata Graciella lagi. Pria seperti Antony sayang sekali jika dilepaskan. Tampan, baik, pintar, punya pendidikan yang baik dan dari keluarga terpandang. Kurang apalagi? Graciella memang  tak bisa mengerti jalan pikiran dari sahabatnya ini.

“Tidak! aku rasa dia sudah cinta mati padaku. Aku sudah mencoba menolaknya tiga tahun ini. Dan dia tetap saja datang padaku. Cobalah … bagaimana aku bisa pacaran dengan pria lain jika dia selalu mengikutiku seperti ekor," keluh Laura. Dia kesal karena setiap kali dia mencoba dekat dengan pria. Antony pasti muncul untuk menggagalkan kedekatannya dengan pria itu. Menyebalkan sekali.

“Hah! entahlah! Kau wanita paling bodoh yang pernah aku temui! Sudah mendapatkan emas tapi masih ingin mencoba-coba mencari emas yang lain, aku harap kau tidak terpuruk dalam lumpur nantinya.” nasehat Graciella pada Laura.

“Kalau aku terpuruk dalam lumpur. Aku akan menyeretmu, jadi kita bisa main lumpur bersama,” ujar Laura melirik Graciella.

“Tidak mau! aku sudah masuk dalam kubangan lumpur duluan. Untuk apa bermain lumpur lagi denganmu!” ejek Graciella menjulurkan lidahnya.

“Oh! Begitu ya! mentang-mentang sebentar lagi akan masuk ke danau dingin! Malah tak ingin main lumpur lagi denganku!”

Graciella mengerutkan kembali wajahnya dengan ekspresi aneh. “Apa sih maksudmu?”

“Itu, si Tuan es batu. Jika meleleh akan menjadi danau es,” kata Laura tertawa mengungkapkan pemikirannya. Graciella hanya tertawa kecil. Ada-ada saja sahabatnya ini.

Mereka diam sejenak. Laura tampak termenung, begitu juga Graciella. Dia tiba-tiba ingat esok dia harus kembali bertemu dengan pria itu. Sebenarnya, jika saja statusnya seperti Laura, mungkin tak ada masalahnya dia bertemu lagi dengan Xavier. Tapi … bagaimana pun statusnya sekarang adalah wanita yang sudah menikah. Terlepas bagaimana perlakuan suaminya terhadap dirinya. Tak semua orang tahu itu, mereka hanya tahu Graciella sudah bersuami. Pergi dengan pria lain, bukankah itu artinya Graciella pun sama dengan Adrean. Tak setia?

“Memikirkan apa?” tanya Laura melihat wajah Graciella yang tampak berpikir keras.

“Laura …” Graciella melihat ke arah Laura yang menaikkan satu alisnya, menunggu apa yang ingin dikatakan oleh Graciella. “Kau punya uang $20.000?”

“$20.000? wow, itu uang yang sangat banyak. Aku punya setengahnya, jika kau ingin aku bisa meminjam sisanya pada ayahku. Tapi untuk apa uang sebanyak itu?” tanya Laura. Setahunya Graciella bukanlah orang suka membeli barang-barang bermerek atau menghambur-hamburkan uangnya.

“Aku ingin membayar hutang,” Graciella menurunkan nada bicaranya. Matanya yang indah itu sedikit sayu tertutup oleh bulu matanya yang tebal bagaikan kipas kecil.

“Kau hutang apa hingga sebanyak itu? kau dijebak rentenir?” tanya Laura tak percaya. Ini seperti bukan sifat dari Graciella.

“Anggap saja begitu. Lalu? Bisakah kau meminjamkannya?” Graciella menatap berharap pada Laura. Senyuman tipis dia sunggingkan. “Aku akan membayarnya dengan cara mencicilnya.”

Laura tak menjawab langsung. Dia masih heran mengetahui bahwa Graciella bisa terlilit hutang sebegitu besarnya. Tapi melihat wajah Graciella yang berharap, Laura percaya Graciella memang membutuhkan uang itu.

“Baiklah, aku akan meminjam sisanya dari ayahku. Kapan kau butuhkan?” tanya Laura mengambil ponselnya. Dia anak satu-satunya, tentu ayahnya tak pernah mengatakan tidak padanya.

“Besok pagi.”

Laura melirik tak percaya pada Graciella, cepat sekali harus mendapatkan uang sebegitu banyaknya. Kenapa tidak dari kemarin-kemarin saja Graciella memintanya. “Baik, aku coba dulu. Nanti aku berikan langsung jika uangnya sudah terkumpul.”

“Terima kasih ya.” Graciella tersenyum tertahan. Dia menggigit bibirnya. Lebih baik memang tak berhubungan dengan Xavier lagi. Bahkan Graciella ingin tidak berhubungan dengan pria manapun. Dia benar-benar ingin hidup tenang tanpa pria.

“Ya. Gracie! Jangan terlibat dengan rentenir lagi. Jika kau kesulitan keuangan, kau pinjam saja denganku! aku pastikan bunganya lebih tinggi!” ujar Laura kembali mencoba menghibur Graciella yang tiba-tiba saja tampak sendu.

“Ah! itu sama saja. Kenapa kau juga ingin memerasku?”

“Eh? Siapa yang memerasmu? Kan memang harus begitu. By the way, kapan kau akan menemui Xavier lagi?” tanya Laura. Setiap kali dia melihat Graciella rasanya tak ingin lepas membicarakan si Tuan es batu.

“Tidak. Aku tidak akan bertemu dengannya lagi.”

“Lah kenapa?” Laura tak percaya.

“Tidak apa-apa. Ah! sudah malam! aku lelah menemanimu pindah ke sini. Tidur yuk!” ujar Graciella berguling membelakangi Laura.

“Yah! Kenapa tidur? Aku masih ingin dengar tentang dirimu dan Tuan es batu. Pria dingin seperti dia adalah pria cita-citaku!”

“Kalau begitu kau saja yang coba menggodanya! Aku mau tidur saja!” ujar Graciella lagi tanpa mengubah posisinya.

“Maunya! Tapi pria dingin seperti itu tidak suka dengan wanita yang banyak bicara seperti ku," kata Laura lagi.

“Makanya, cobalah diam dan mulai tidur.”

“Hah! ya sudahlah, selamat malam.”

“Selamat malam.”

Graciella nyatanya tak menutup matanya. Dia memandang tembok berlapis wallpaper bunga-bunga pink dan putih itu. Entah kenapa tak mengantuk.

‘Bagaimana jika aku berencana merebutmu dari suamimu?’ suara dan tatapan tajam itu tiba-tiba terngiang dalam ingatan Graciella. Seriuskah dia? Ha! Tidak mungkin serius! untuk apa dia merebut Graciella. Graciella bahkan tak bisa dibandingkan seujung kuku pun dengan calon tunangannya. Pria itu hanya asal bicara saja. Sudahlah! Tidur Graciella!

1
Betty Wulansari
Seru seru seru 😍😍😍
Betty Wulansari
Ikutan tegang Kak 😱
Betty Wulansari
Graciela bravo 👏🏻👏🏻👏🏻
Betty Wulansari
Kaoru Maori 😭😭😭
Betty Wulansari
Sedih... 😭😭😭
Betty Wulansari
Ceritanya mirip The Lin Family Kak
pawon ngebul
update sampai tamat k quin please
pawon ngebul
update sampai tamat ya kak 🙏
pawon ngebul
kak tlg update sampai tamat ya k please🙏
pawon ngebul
please quin tlg update lgi ya sampai tamat ya
pawon ngebul
please k tlg update 🙏
pawon ngebul
k tlg update lagi dunk tlg tamatin novel ini y please
pawon ngebul
kak please tamatin novel ini donk please🙏🙏🙏
pawon ngebul
please update thor sampai tamat ya
niar laura sm antony bahagia juga
pawon ngebul
please update smpe tamat ya kak
pawon ngebul
please update gy kak smpai tamat
pawon ngebul
k tlg update gy please
pawon ngebul
kak update gy dunk please ga tamat tamat ini uda brthun2 🙏🙏🙏🙏
Betty Wulansari
Jangan jangan Angelina itu Moira yg hilang 😭
Betty Wulansari
Xavier n Graciella 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!