hey iblis tampan jadilah kekasih ku, maka akan aku jaga kau di dunia ini.
Aku mencintaimu tanpa syarat, walaupun kau seorang iblis itu tidak mengubah apapun. cinta ku tulus.
"dia gadis yang aneh bersama dengannya sebentar mungkin tidak apa-apa
ini adalah kisah seorang gadis yang memungut iblis dan jatuh cinta pada iblis itu, namun apakah kisah mereka akan berakhir bahagia dengan perbedaan ras dan alam yang membentang di antara mereka?
*ini hanya cerita fiksi jadi tolong jangan dihubungkan dengan dunia nyata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alula. zhr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah dari Lucifer
"Hei Baal bagaimana cara berterimakasih kepada manusia?" Lucifer memulai obrolan, dia terlihat sedang berpikir namun karena tidak menemukan jawaban yang memuaskan dia memutuskan untuk bertanya.
Merasa terpanggil Baal melirik Lucifer, saat ini mereka sedang menikmati angin sore duduk bersebelahan disebuah gazebo yang terletak dibelakang rumah ditemani dengan secangkir kopi hitam.
"Apa yang yang membuat mu bingung? berikan dia sesuatu yang biasa kita lakukan untuk menunjukkan suatu penghargaan, dia pasti akan sangat senang." Baal memberikan jawaban dengan wajah yang terlihat sangat menyakinkan
"Kau yakin? Aku pikir manusia memiliki adat yang berbeda dengan kita." Lucifer mengernyitkan dahi terlihat tidak puas dengan usul yang Baal berikan
"Tidak, tidak yang sedang kita bicarakan adalah gadis aneh itu kan? Dia berbeda dengan manusia biasa Lucifer, jadi coba pikirkan lagi?" Mendapati respon yang Lucifer berikan, Baal merubah tempat duduknya dia menghadap Lucifer dan menatapnya dengan intens
Lucifer kembali terdiam terlihat sedang mempertimbangkan perkataan Baal
"Jika dipikir-pikir perkataan mu memang masuk akal, baiklah aku akan pergi mencarinya dulu." Setelah mengatakan itu Lucifer berdiri berjalan keluar dari gazebo kemudian terbang jauh entah kemana
"Ya hati-hati" Melihat Lucifer yang sudah pergi fokusnya kembali pada permainan yang sedang dia mainkan, dia terlihat heboh dengan wajahnya yang mengeluarkan berbagai macam ekspresi
Sementara itu Alma diam mematut dirinya didepan cermin, sepertinya dia baru selesai mandi terlihat dari dia yang hanya memakai selembar handuk dengan air yang masih menetes dari tubuhnya. Pandangannya terlihat kosong tangannya meraba punggungnya dimana terdapat beberapa bercak ungu kehitaman yang menghiasi kulit putihnya.
"Panas, seperti terbakar" Bibir mungilnya bergumam
"Apakah seperti ini juga yang dulu kalian rasakan? Ah tidak, pasti lebih sakit?" Mata kosong itu berair meneteskan air sebening kristal
Dia mengalihkan tangan memegang kepala, rasanya sangat sakit kala ingatan itu kembali muncul, sebuah ingatan yang selalu coba dia hapus tapi tidak pernah berhasil tidak perduli sekeras apapun dia mencobanya.
Sebuah moment yang sangat menyakitkan, sebuah kejadian yang telah merenggut hal paling berharga yang dia miliki.
Itu terjadi saat dia berumur tujuh tahun, dia dan kedua orangtuanya berencana pergi berlibur ke puncak, mereka tampak bahagia melihat keluar jendela dan mengobrol ringan, rute itu terlihat indah dengan hutan disebelah kiri dan tebing di kanannya, namun ditengah jalan mobil itu kehilangan kendali hingga menabrak tebing dengan begitu keras. Gadis kecil itu sempat kehilangan kesadarannya, tapi sang ibu berhasil membangunkan dia.
"Alma sayang? Bangun nak!" Dia mengguncang tubuh anaknya dengan kuat. Berharap anak itu segera bangun
"Ngh... Ibu? ada apa?". Gadis kecil itu mengerjapkan matanya mengusir pusing yang menyerang kepalanya, setelah pusingnya berkurang dia terlihat panik mendapati ibunya berlumuran darah, sedangkan ayahnya bahkan sudah tak sadarkan diri.
" Ayah dan ibu tidak apa-apa, Alma jangan menangis ok? Sekarang dengarkan ibu cepat keluar dan lari, cepat Alma" Dia meraih wajah putrinya mengecup lembut keningnya, air matanya sudah tak terbendung Dia menangis kemudian dengan cepat Dia mendorong tubuh anaknya
"Tapi bu?" Gadis kecil itu ikut menangis, menggenggam kuat tangan ibunya
"Cepat Alma keluar, nanti ibu akan menyusul! "
Mendengar itu sang anak pun menurut, dia sekuat tenaga mencoba membuka pintu mobil, dengan isakan yang masih terdengar jelas dia berjalan keluar dengan langkah tertatih, dia terus berjalan lumayan jauh hingga dia mendengar suara ledakan, spontan dia menengok kebelakang alangkah terkejutnya dia mendapati mobil yang masih memuat kedua orang tuanya terbakar menghasilkan kobaran api yang dahsyat.
"IBU! AYAH!" Gadis kecil itu berteriak histeris
Ting.. 💌
Suara ponsel membawa kembali kesadaran Alma, gadis itu terlihat menarik nafasnya kuat mencoba menstabilkan kembali deru nafasnya yang sempat memburu. Dia bergerak membilas wajah sembabnya.
"Tenang Alma sekarang tidak apa-apa" Dia mencoba tersenyum, melirik kesamping dia mengambil ponselnya, dia menyalakannya dan terdapat sebuah pesan
From: Lucifer ❤
KELUARLAHAKUMEMPUNYAIHADIAHUNTUKMU.
membaca pesan itu membuat Alma kembali tersenyum dan dia bergumam " Sepertinya aku harus mengajari dia bagaimana caranya menulis dengan benar"
"Tapi hadiah apa ya?" Merasa sangat penasaran Alma bergegas memakai bajunya, dia keluar berlari kecil dengan terus menggumamkan kata "apa ya"
"Lucifer apa yang ingin kau-EH APA ITU?" Wajah cerianya berubah menjadi sebuah keterkejutan mendapati Lucifer yang sedang bersandar pada sebuah telur raksasa
"Telur naga, tadinya aku berniat membawa bayi naga, tapi tidak ada jadi aku membawa telurnya saja." Dia memamerkan telur itu dan tersenyum bangga
Melihat itu Alma terlalu syok hingga dia kehilangan kata-katanya
Melihat Alma yang masih belum merespon Lucifer kembali menjelaskan
"Kau tidak usah takut ini adalah jenis yang tidak berbahaya, kau cukup mengerami nya maka saat naga ini menetas dia akan menganggap mu sebagai ibunya, bukankah menyenangkan mempunyai teman bermain? Jadi Ambillah."
Alma diam mencoba mencerna, "𝘪𝘯𝘪 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘓𝘶𝘤𝘪𝘧𝘦𝘳 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘬𝘶𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢" kemudian tanpa diduga dia tertawa sampai memamerkan deretan giginya
"Hahaha terimakasih Lucifer, dengan ini aku pikir aku menjadi orang yang paling beruntung" Alma tersenyum cerah "𝘺𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘱𝘢-𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘱𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘢"
Melihat Alma tersenyum tulus menghargai pemberiannya, Lucifer ikut tersenyum dan dia bergumam " Baal memang benar"
#PenaAutoon
bagiku ini rasanya nyesek🤧🤧
baru nyadar ya...
tapi itu juga hanya kemungkinan 😅