NovelToon NovelToon
TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS

TERJEBAK CINTA 2 PEWARIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:610k
Nilai: 5
Nama Author: Lea

WARNING NOVEL DEWASA 21+!!! BIJAKLAH MEMBACA MENGANDUNG UNSUR KEKERASAN DAN UNSUR DEWASA!!!

Kisah seorang gadis desa bernama Nindya Ayu Sukmawati yang di nikahi oleh pemilik pabrik tempatnya bekerja, Dirga Hartono Putra Jaelani, anak dari keluarga HARTONO JAELANI GROUP.

JAELANI GROUP adalah keluarga kaya pemilik Mall, perusahaan besar dan hotel serta apartmen mewah serta kekayaan lainnya.

Entah itu adalah sebuah kemalangan atau sebuah keberuntungan.

Lalu bagaimana akhir perjalanan pernikahan Nindya, yang penuh dengan siksaan sehingga membuat Dino Arman Putra Jaelani turun tangan.

Nindya adalah cinta pertama Dino namun bagaimana sikap Dino ketika ia tahu bahwa Nindya mengandung anak dari Dirga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Pertama

"Barang-barang sudah saya taruh di kamar Non..." Kata Pak Purbo pria paruh baya yang wajahnya sedikit rusak.

"Ba-baik... Terimakasih." Jawab Nindya gagap dan gugup serta bergegas pergi meninggalkan dapur.

Nindya merasa tidak nyaman berada di rumah yang mewah namun terasa sangat sepi. Apalagi Dirga sedang ada urusan dan tidak berniat untuk pulang.

Malam semakin larut, hujan turun dengan sangat lebat, apalagi kilat dan juga petir terus saja menyambar, Nindya tidur di atas ranjang, sesekali bahunya bergoyang karena terkejut dengan suara petir.

Kamar Nindya gelap karena gadis itu memang lebih suka tidur tanpa penerangan.

"GLODEK!!!"

Terdengar suara barang yang jatuh dan membuat Nindya terkejut dalam tidurnya, alam bawah sadarnya spontan bersiaga. Nindya bangun dan perlahan menuruni ranjang memakai alas kaki sendal berbulu yang ada di bawah ranjangnya.

Gadis itu keluar dari kamar dan menuruni tangga yang cukup gelap, hanya cahaya yang masuk melalui kilatan langit dan membuat Nindya bergidik ngeri.

Nindya menyalakan lampu dan terlihat Dirga ambruk di dekat sofa.

“Tuan Dirga!!!" Teriak Nindya.

Pria itu mabuk parah, dan Nindya mengangkat tubuh Dirga masuk ke dalam kamar, terlihat Pak Purbo pun berlari tergopoh untuk membantu.

"Tadi saya sedang menutup gerbang Non..." Kata Pak Purbo.

"Iya, Tidak apa-apa Pak Purbo."

Mereka kemudian menuntun Dirga masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuh berotot Dirga di atas ranjang.

"Katanya ada urusan, dan tidak tidur di rumah, kok balik kesini?"

Nindya hanya membatin dengan sewot namun juga lega karena kini ada yang menemaninya di rumah sebesar itu, jari lentik Nindya mencoba membuka dasi serta sepatu milik Dirga.

"Apa dia menyetir mobilnya sendiri dalam keadaan mabuk begini?"

Nindya masih membereskan jas dan sepatu milik Dirga.

"Tadi Pak Dirga di antar Tuan Felix. Saya permisi Nyonya..." Sahut Pak Purbo.

"Iya.. Baik."

Namun ketika Nindya hendak membetulkan tubuh Dirga, pria itu menarik Nindya masuk ke dalam pelukannya, membuat tubuh mungil Nindya jatuh ke atas tubuh Dirga.

"Alexa..." Kata Dirga mengigau.

"Alexa?"  Nindya mengerutkan keningnya.

Dirga membuka matanya dan memutar tubuh Nindya hingga pria itu berada di atas tubuh Nindya.

"Cantik..." Kata Dirga.

"Tu-tuan..." Ucap Nindya lirih.

"Siapa yang dia maksud cantik? Aku atau Alexa?"

Namun dengan cepat Dirga melumaat bibir mungil Nindya, dengan penuh kehangatan dan penuh dengan gerakan yang cukup intens. Menyesap setiap bibir Nindya hingga menimbulkan bunyi, lidah Dirga masuk melengsak, pelan Nindya pun membalasnya meski ia amatir memainkan lidahnya hanya mengikuti ritme gerakan lidah Dirga. Tak sampai di sana, semua wajah Nindya pun tak luput di cium oleh Dirga.

Tangan Dirga merayap perlahan menurunkan gaun tidur milik Nindya, hingga tubuh Nindya kini telah polos.

Gadis itu mencengkram sprei dan menggigit bibirnya. Jujur saja NIndya sangat takut.

"Aaakh!!!" Nindya menjerit kesakitan, air matanya mengucur di pelipisnya. Jemarinya meremas sprei namun Dirga mengarahkan tangan Nindya untuk memeluknya.

"Rileks..." Kata Dirga membelai kepala Nindya.

"Sakiit..."

"Sebentar nanti tidak akan sakit lagi..." Kata Dirga.

Malam itu dengan di temani hujan yang cukup deras dengan sambaran petir dan kilat di dalam kamar gelap yang hanya memiliki cahaya dari kilatan langit. Nindya menyerahkan seutuhnya miliknya pada Dirga.

Dirga tidur di samping Nindya yang sudah sejak beberapa jam lalu sudah pingsan, pria itu memeluk tubuh mungil Nindya dalam dekapannya.

Dalam ingatan Dirga, di dalam kamar yang gelap, sesaat yang lalu pria itu menemui Alexa dan mengatur makan malam yang sangat romantis di hotel berbintang 5.

Makan malam yang mungkin adalah paling romantis dan juga bentuk lamaran yang tentu juga sangat mewah. Dimana Dirga sudah menyewa seluruh hotel hanya untuk agar Alexa terkesan.

Namun ketika Dirga menyodorkan cincin berlian yang sangat mahal, tidak pernah Dirga sangka sebelumnya jika Alexa justru menolaknya.

Wanita itu tersenyum ketika melihat wajah pucat Dirga, tubuh pria itu kaku dan sangat tidak bisa menerima penghinaan itu.

"Kita sudah lama menjalin hubungan tanpa status Dirga, dan aku senang kamu melamarku... Tapi... Aku ingin menikah denganmu ketika kamu benar-benar telah menjadi pewaris sah Hartono." Kata Alexa dengan tersenyum.

Setelah kepergian Alexa, Dirga meminum alkohol nya dan menyandarkan punggung besarnya di kursi yang masih ia duduki dengan setia tanpa beranjak sedikitpun.

Pria itu meremas cincin yang ada di tangannya, dan membuangnya jauh, melempar melalui jendela besar hotel yang terbuka.

"Dia memandang tinggi dirinya... Padahal aku juga tidak benar-benar ingin menikahinya. Ini semua hanya karena papa memberikan perintahnya. Dia bahkan tidak bisa menghitung berapa banyak pria yang sudah dia tiduri." Kata Dirga menyeringai.

Namun yang membuat Dirga minum alkohol hingga mabuk sebenarnya bukanlah karena penolakan Alexa, melainkan Dirga tahu bahwa ternyata Dino sudah sangat mencintai Nindya sejak di bangku sekolah dari pesan WA Dino yang di kirim kepada Nindya, dan Dirga juga membaca Diary Nindya ketika saat menyita hape milik Nindya, saat itu Nindya memang sedang sibuk sarapan sedang Dirga sibuk mengecek semua isi hape Nindya. Dirga juga melihat di sampah yang di hapus bahwa fotonya telah di hapus oleh Nindya.

Di dalam Diary itu, Nindya menuliskan bahwa, ternyata sejak pandangan pertama Nindya telah menaruh hati pada Dino, saat Dino mendatanginya di Cafe, semua yang Nindya rasakan tertuang di Note Diary tersebut.

Hingga akhirnya kesadarannya sedikit berkurang karena mabuk, Felix pun datang mengantar Dirga pulang, namun sebelum Felix mengantar hingga masuk ke dalam rumah, Dirga menyuruh Felix untuk pergi mengurus sesuatu di catatan sipil.

"Besok aku ingin kamu mengurus akta pernikahanku dengan Nindya. Tidak ada yang boleh merebutnya dariku, terlebih itu adalah adikku." Perintah Dirga pada Felix."

"Baik Tuan."

***

Pagi telah datang, dan Pak Purbo sudah mulai menyirami tanaman serta membersihkan halaman. Nindya mendengar sesuatu bergetar yang itu adalah sebuah hape di atas meja.

Gadis itu sedikit demi sedikit membuka matanya, dan telihat Dirga sedang merantainya dengan tangan kekar milik Dirga.

Nindya mulai mengingat bait demi bait ingatan yang ada di memori otaknya, membuka lagi rekaman bagaimana suara rintihan dan desahannnya menggema di seluruh ruangan kamar milik Dirga.

Spontan Nindya menjitak kepala nya sendiri. Namun ia juga berfikir ini sudah menjadi kewajibannya dan ia memenuhi hak suaminya.

Nindya mencoba melepaskan dirinya dari tangan kekar yang merantainya, gadis itu turun dari ranjang dan memungut beberapa gaun tidurnya yang berserakan di atas lantai.

"Aakk..." Nindya meringis ketika di bagian antara paha nya terasa nyeri, sangat nyeri bahkan kaki nya terasa lemas dan gemetar.

Nindya ambruk di atas lantai, tidak kuat berdiri. Sedangkan Dirga merasa ada sesuatu yang hilang dari sampingnya, pria itu membuka mata dan menyapu seluruh ruangan dan terlihat Nindya yang berada di bawah ranjang terduduk dengan tubuh polos.

"Kamu sedang apa di situ?" Tanya Dirga masih dengan mata sayu.

"Sa... Saya... Mau mandi..."

Dirga hanya mengerutkan kening, melihat ekspresi malu Nindya yang terus menunduk. Tak berapa lama pria itu memakai celana boxer nya dan mengangkat tubuh Nindya.

"Tuan Dirga..." Nindya terkejut ketika Dirga menggendongnya.

"Kamu tidak bisa jalan dan aku membantumu ke kamar mandi." Kata Dirga tanpa melihat ke arah Nindya.

Pria itu kemudian masuk ke dalam kamar mandi dan kini Nindya sudah berada di bathup. Dirga menyalakan air hangat.

"Kalau sudah selesai mandi panggil aku." Kata Dirga meninggalkan Nindya.

~bersambung~

1
Dara Utami
nyesek banget
Dara Utami
ayo dino semangaat
Dara Utami
good job dino kamu laki" sejati
Dara Utami
perempuan gila
Dara Utami
jahat banget tu dirga dan ibunya pantas saja hartono selingkuh
Dara Utami
katanya sakit jiwa tapi kyk orang normal gitu
Dara Utami
sedih bnget
Dara Utami
kasihan banget dino 😢
Dara Utami
hhhmm
Dara Utami
nikahi aja din
arfan
up
Eva Rosita
bagus
Lina ciello
sayang yaw ga sama dirga.... lanjutannya apa ini judule thorrr
Lina ciello
akibat suntikan heroin iiki
pikolpreman
up
Lenkzher Thea
Lanjut 👍❤
Kezie Fitri
suka semua karyamu Thor,, bikin cerita yang bnyak Thor,, tulisan mu, ceritamu, semua nya best💗❤️💓💕🥰💖
☠ᵏᵋᶜᶟ𝕸y💞𝖄𝖘мєη𝕱𝖘ⓚ𝒾ᵗa✇
udah tamat beneran nih bang
Lenkzher Thea
Lanjut 👍❤
ALan
up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!