Novel ini masih on going ya dan akan diupdate satu episode tiap hari nya.
Mohon dukungannya juga untuk vote, like dan komen ya Terimakasih ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wasni Fania Imelda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Semua tamu undangan dalam ruangan itu langsung menatap kearah di mana datangnya seorang pria yang dikawal oleh beberapa bodyguard yang bertubuh kekar.
Semua orang yang melihat pria mudah yang nampak seumuran dengan Reyn pun bertanya-tanya dalam hatinya masing-masing.
Apakah pria mudah ini yang merupakan saingan tuan muda Reyn, Ia tak kalah tampannya dengan tuan muda Reyn,bukan?
Mungkin seperti itulah yang mereka pikirkan sekarang ini.
Saat pria itu telah hampir sampai di hadapan para tamu undangan , mereka semua dengan segera bersama-sama membungkukan badan sebagai tanda hormat mereka kepada satu-satunya orang yang menjadi saingan Reyn di negara ini,terkecuali Reyn seorang diri.
Walau ini merupakan kali pertama orang itu mau menampakan diri di depan semua orang dan hendak mengkonfirmasi identitas aslinya.
..."Kita beri tepuk tangan yang meriah kepada orang nomor satu dinegara ini! " Seru pembawa acara...
Semua orang yang berada dalam ruangan tersebut bertepuk tangan, karena semua akhirnya yang dikatakan sebagai orang misterius itupun menampakkan diri secara terang-terangan didepan orang-orang, serta dunia maya karena disana juga terdapat banyak wartawan yang sudah menunggu beberapa jam yang lalu karena tidak mau ketinggalan momen yang dinanti serta kesempatan yang dapat menambah tinggi penghasilan mereka.
..."Selamat pagi semuanya, pertama-tama saya sangat berterima kasih atas kalian semua yang sudah hadir dalam acara pertemuan ini. saya hanya ingin menyampaikan beberapa informasi serta hak kalian sebagai tamu undangan yang sudah hadir sebagai ucapan terimakasih karena telah menghargai undangan kami. " Jelas pria tersebut yang sudah berada diatas panggung...
..."Menyampaikan beberapa informasi? apa maksud anda? " Tanya seorang tamu undangan yang berasal dari luar negeri...
Semua orang langsung kebingungan atas perkataan pria tersebut.
..."Saya merupakan orang utusan tuan besar, dan maksud dari pertemuan ini adalah untuk membantu perusahaan besar yang sedang mengalami masalah serta tujuan kami meminta agar setiap tamu undangan hadir dengan pasangannya masing-masing karena kami ingin melakukan sebuah penyelidikan langsung disini dan penyelidikan ini menjadi privasi kami" Jelas pria tersebut...
Semua orang yang awalnya merasa senang karena mereka akhirnya dapat mengetahui identitas serta melihat secara langsung kehadiran orang besar di negara ini untuk pertama kalinya terlihat kecewa karena orang itu hanya merupakan utusan dari tuanya.
..."Karena penyelidikan inilah, perusahaan kami mengeluarkan undangan dengan cap tanda resmi dari perusahaan yang sudah diketahui orang yang bekerja di perusahaan kami "...
..."Mungkin saja ada orang disekitar kalian yang bekerja di perusahaan kami, namun mereka digaji besar agar tidak memberikan sedikit informasi apapun itu pada orang lain karena mereka akan menerima akibatnya yang besar dan semua identitas tuan besar sudah mereka ketahui. " Tambah pria tersebut. ...
..."Kau tidak perlu banyak bicara lagi untuk membuang waktu kami, hanya karena tuanmu itu ingin melakukan penyelidikan disini sehingga waktu kami terbuang percuma "tegas Reyn yang geram mendengar alasan yang tidak masuk akal untuk pertemuan ini...
..." Tuan Reyn, anda merupakan orang yang paling terhormat di negara ini selama tuan besar belum menampakkan diri, dan ... "...
perkataan pria tersebut langsung dipotong oleh ucapan Reyn sehingga tidak sempat melanjutkan ucapannya.
..."Aku tau itu, dan katakan pada tuanmu itu jangan terlalu sok misterius, atau apa dia akan rugi dan kehilangan banyak uangnya kalau dia mengaku serta menunjukkan dirinya didepan orang? " Ucap Reyn dengan suara yang terdengar seperti dua ekor singa yang saling menyerang...
..."Wah, nyalimu besar juga anak muda" Ucap pria misterius yang sedang menyaksikan siaran langsung tersebut lewat layar kaca di kediamannya...
..."Tuan Reyn, apa anda tidak malu memperlihatkan sifat anda yang buruk ini didepan banyak orang apalagi disini ada banyak kamera yang sedang menyoroti kita! "...
Tanpa menjawab ucapan pria itu, Reyn langsung pergi begitu saja meninggalkan ruang pertemuan, disusul juga dengan Willy dan Bianca.
..."Reyn, kau benar-benar sudah kehilangan akal bisa-bisanya kau bersilat mulut dengan orang utusannya tuan besar yang dapat menyebabkan dampak buruk dari ucapanmu itu. " Ucap Willy...
..."Aku tau itu, tapi hanya karena itu istriku malah memintaku pergi bersama wanita ini, itulah yang membuatku seperti ini"Ujar Reyn...
..." Ini untukmu sebagai ongkos pulang "...
Ucap Willy sembari menberikan beberapa lembar uang pada Bianca yang bakan bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhannya selama sebulan
..."Terimakasih tuan " Sahut Bianca yang langsung menerima uang yang diberikan Willy...
..."Ingat apa yang pernah ku katakan padamu tempo hari dan rahasiakan itu baik-baik kalau kau ingin hidup dengan tenang! " Tegas Willy pada Bianca yang membuat Reyn menatap bingung keduanya...
..."Tentu saja tuan! " Sahutnya...
Bersambung......
Halo teman-teman jangan lupa like,dan votenya ya 👍
Kalian juga bisa menambah saran maupun kritik dikomentar yang dapat meningkatkan perkembangan menulis author ya 😊
Terimakasih❤
Kritik dan saran dikolong komentar ❤