NovelToon NovelToon
Anak Genius Itu Anakku

Anak Genius Itu Anakku

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 5
Nama Author: rozh

10 tahun menikah bersama suaminya, ia tak kunjung memiliki keturunan, gunjingan, hinaan serta tekanan dari pihak keluarga suaminya, bahkan hingga suaminya meninggal dunia, semuanya dilimpahkan sebagai kesalahannya.

Nama baru sebagai janda baginya seolah menambah hina dirinya. Hingga suatu malam ia di perkosa lelaki yang tak dikenal. Entah anugerah atau musibah, bagaimana ia harus menyikapi itu, karena malam itu ia memiliki tiga orang putra.

Mereka anak-anak yang genius dibidangnya masing-masing. Kehidupan berubah total, Kinah wanita mandul yang miskin dan hina menjadi Nyonya kaya raya, cantik jelita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setuju

Sakinah menghela nafas. Ia telah kembali ke rumah sakit. Berpikir dan terus berpikir.

“Mom kenapa? Wajahnya cemberut begitu?” tanya Ardhen.

“Mom tak apa-apa, hanya sedikit lelah.” Sakinah membuat alasan.

“Kalau Mom lelah, istirahat aja Mom, mau berbaring disampingku?”

Sakinah berjalan mendekat, naik ke atas ranjang, berbaring disamping Ardhen, kemudian memeluknya.

Arhen dan Arsen mendekat, ia memijit kaki dan kepala Sakinah. “Apa Mom Sakit?” Arhen meraba kening Sakinah sembari memijat kepalanya.

“Tidak, Mom hanya lelah. Ingin tidur.”

“Ya sudah, kalau begitu Mom tidur saja. Biar kami yang jaga Ardhen.” tutur Arhen.

Sakinah mencoba memejamkan matanya, namun tak bisa. Pikirannya masih menerawang.

Tak lama, Ardhen pun bergerak hendak melepaskan tangan Sakinah. “Mau kemana?” tanya Sakinah.

“Mom belum tidur?” tanya Ardhen, Ia menatap Sakinah. “Kirain Mom udah tidur, aku mau buang air kecil.” Perlahan Ardhen duduk.

“Sini, biar Mom bantu.”

“Gak usah Mom, aku bisa sendiri kok.” sergah Ardhen, namun Sakinah tetap mengiringi langkah Ardhen.

“Mom berdiri di luar aja, Adik malu!” ucapnya dengan pipi merah.

“Mom putar wajah ke sana, ok!” jawab Sakinah. Ia memalingkan wajahnya menghadap ke dinding.

Ardhen terdengar meringis saat buang air kecil. Tentu saja itu membuat Sakinah memutar kepala dan tubuhnya menghadap Ardhen. Ia lihat warna kenc*ng anaknya berwarna sangat merah.

“Ardhen!!!”

“Mom! Katanya gak lihat ke sini! Tapi malah lihat ke sini!” sewotnya. Ardhen bergegas menghidupkan shower dan cebok.

Sakinah membantu Ardhen memasangkan celananya, walaupun Ardhen menolak ia tetap membantu. Ardhen tak mau membuat Ibunya kesusahan sekaligus merasa malu.

“Apakah selalu seperti itu air kenc*ngnya? Apa sangat sakit saat mengeluarkannya?” tanya Sakinah khawatir.

“Enggak kok, Mom. Sakitnya cuma sedikit. Ayo, keluar. Toiletnya bau.” ajaknya.

Sakinah dan Ardhen keluar, lalu ia gendong Ardhen untuk naik ke atas ranjang. “Mom, Adik bisa naik sendiri!” Memberontak tidak suka.

“Udah nurut aja,”

“Mom mau di pijit lagi? tanya Arhen saat Sakinah termenung melihat Ardhen.

“Enggak. Kalian lanjut aja belajarnya.” sahut Sakinah.

Kedua anak laki-laki itu pun sibuk membaca buku.

“Apa kalian ingin memiliki Papa?” Sakinah bertanya. Membuat kedua anak laki-laki yang sibuk membaca menoleh padanya, begitupula Ardhen yang tadinya berbaring, kini duduk menghadap Sakinah.

“Apa Mom akhirnya menerima Papa dan memaafkan Papa?” tanya Arhen dan Ardhen serempak dengan semangat.

“Rencana, jika kalian menyetujuinya.”

“Tentu saja, kami sangat menginginkan Papa, Mom.” jawab mereka bahagia. Sedangkan Arsen tampak cuek dan kembali membaca bukunya.

_________________

Keesokan harinya. Hari ini Arhen dan Arsen libur sekolah.

“Mom beli sarapan dulu, ya. Tunggu di dalam.”

“Ok, Mom.”

Sakinah membeli sarapan dan beberapa snack serta minuman untuk putra-putranya. Ia kembali ke kamar inap Ardhen dengan dua kantong kresek penuh.

“Nih, sarapannya. Ayo, makan dulu.”

Sakinah membuka lontong sayur yang ia beli di warung di depan rumah sakit. Ia berikan pada Arhen dan Arsen.

“Sudah, simpan dulu handphonenya. Atau mau mom sita handphonenya?!” Tegur Sakinah.

“Iya, Mom. Abang simpan.” Arsen segera menyimpan handphonenya. Duduk dengan baik dan tertib, seperti mana yang selalu diajarkan Sakinah pada anak-anaknya.

Kemudian Sakinah berjalan ke arah Ardhen, membukakan bubur kacang hijau untuknya. “Adik makan ini dulu, ya. Belum boleh makan yang pedas.” jelas Sakinah.

“Ayo, kita berdo'a dulu. Siapa yang mau pimpin do'a?” tanya Sakinah.

“Abang!” tunjuk Arhen dan Ardhen kompak.

“Ayo, Abang, pimpin do'anya.” pinta Sakinah menatap Arsen.

“Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannar. Aamiin.” (Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka.)

Setelah membaca do'a, Arsen dan Arhen pun menyuap sarapannya. Begitupula Ardhen sedang disuapi oleh Sakinah.

Setelah mereka sarapan, Sakinah terdengar menelfon seseorang. “Aku setuju.” ucapnya. Lalu bersiap untuk pergi.

“Mom mau pergi keluar dulu ya, Arsen dan Arhen jaga Ardhen, ya.”

“Keluar kemana Mom?” Arsen menatapnya penuh selidik.

“Mom mau ketemu seseorang, perlu.”

Arsen menatapnya tajam, kemudian ia membuka tasnya, mengeluarkan sesuatu dari dalam tas itu. “Mom pakai ini ya, bross cantik.” Arsen menunjukkan bros hijab yang memiliki permata berwarna biru.

“Aku pasangin, ya, Mom.” pinta Arsen.

Sakinah berjongkok, menyejajarkan badannya setinggi Arsen. Anak laki-laki itu pun memasangkan bros berwarna biru.

“Mom pergi dulu, kalian baik-baik, ya. Kalau ada apa-apa telfon Mom.” pamitnya.

Sakinah berada di restoran sekarang. Ia berdiri di depan pintu masuk menunggu Andrean.

“Kau sudah lama menunggu? Maaf, tadi di jalan macet.”

Mereka pun masuk ke dalam private room.

“Pesan apa?” Andrean berbasa-basi.

“Tidak usah, aku sudah makan, cukup minum saja, anak-anak tidak bisa kutinggal lama.” tutur Sakinah.

“Hm, baiklah. Tadi kau berkata menyetujui menikah denganku bukan?”

“Iya.”

Andrean menyodorkan surat kontrak. “Tanda tanganilah.”

Sakinah hanya sekedar melirik surat itu dengan ekor matanya. Lalu berkata, “Aku tak butuh surat kontrak, jika menikah bukankah kita sudah terikat.”

Andrean tersenyum kecil.

“Aku ingin segera melakukan operasi transplantasi ginjal untuk Ardhen secepatnya, jadi segera lakukan syarat itu. Mari menikah.”

Senyuman Andrean semakin melebar. “Lebih baik tanda tangani dulu.” Andrean tetap menyodorkan surat itu.

“Aku tak pernah menganggap surat ini berarti dan lebih kuat dari surat nikah.” ucapnya seraya tangannya menandatangani surat itu tanpa membacanya terlebih dahulu.

Andrean memicingkan matanya.

“Sekarang aku sudah menandatangani surat ini. Kau sudah puas?” Sakinah memberikan surat itu pada Andrean.

“Kau bahkan tak membacanya, tak takut aku membuat sesuatu yang buruk?”

“Jika kau membuat sesuatu yang buruk, maka kau yang akan malu karena aku akan segera menjadi istrimu.” imbuhnya.

Andrean terkekeh kecil mendengar jawaban itu.

“Aku akan segera masuk agamamu, tunggulah beberapa hari, aku akan menghubungimu kembali.”

“Bagaimana dengan ginjal Ardhen? Kau harus melakukan operasi transplantasi terlebih dahulu.” tegas Sakinah.

Masih terkekeh, “Tadi kau langsung menandatangani surat ini sebelum meminta persyaratan operasi terlebih dahulu.”

“Maksudnya?”

Andrean mendekat, “Sudah ku katakan tunggu beberapa hari, aku akan mengabarimu.” Andrean menyeruput minumannya. Sedangkan Sakinah menatapnya lama. Untuk pertamakalinya ia menatap pria yang bukan mahramnya begitu lama. Bukan karena ia memiliki syahwat, namun karena kesal.

Andrean melirik Sakinah dengan ekor matanya, “Jangan sampai jatuh hati saat memandangku, pernikahan kita hanya kontrak.” ucapnya menyombongkan diri.

...***...

1
Syafiqa Rishman
adrean tak layak utk sakinah. dah celup sana sini. dpt isteri cantik Dan solehah. aku harap jodoh sakinah dgn dendrick. bkn adrean.
Syafiqa Rishman
bahasa English kamu sngat teruk.. jgn lah terlalu bergantung pada google translate. bila di baca jdi berterabur.
Eka Novariani
aku berharap ardhen segera menemukan donor nya sekaligus ayahnya 😍
ibeth wati
maaf Thor sampai disini bacanya karena terlalu kecewa dgn jalan ceritanya tak pikir happy ending ternyata sad anding ..sukses selalu Thor🙏
C2nunik987
Arsen liat penderitaan papa Andrean dgn kesedihan kehilangan istri tercinta dan anak kesayangan nya Arsen kehilangan kekasih hatinya ....beban hati Arsen sangat dalam dan sakit 😭😭😭😭 wajar dia bersikeras balas dendam
C2nunik987
Apa Arsen ke inggris jadi mafia gt....Arsen yg sangat terpukul mentalnya Krn kehilangan papa Andrean papa Dedrick mom sakinah dan rose serta Hans di dpn mata ....gmn dia ga penasaran balas dendam...pergilah Abang bantai mrk smua dan pulang lah dgn slmt utk adik adikmu 💪🔥😍🙏😭😭😭
Rozh: typo, maksudnya "Terjebak Dendam 2 mafia
total 2 replies
C2nunik987
Arsen nanti lagi klo bertemu perempuan yg bisa membuatmu jatuh cinta langsung blg iahh biar ga salah paham....🙏😍💪🔥tapi bunuh dulu itu Johan yg udh mengingkari janji membunuh mom dan rose 😭😭😭
C2nunik987
Johan dan Sonny mau bunuh vindo trs aja balas dendam yg ada kalian berdua dihabisi Arsen 😡😡😡
C2nunik987
Bilal genius saat kelingking bertaut terap aku pinang dgn bismillah 😅😅😅😅
C2nunik987
Bilal pengganti uncle Yusuf tergila gila ma Mila ....🙈🙈🙈
C2nunik987
😅😅😅😅 maharnya layangan pengin perang badar Mila diambil dr Jay 😅😅😅😅
C2nunik987
2 orang kesayangan dlm hdpnya setelah mjd yatim piatu ....papa Dedrick kesayangan triplets dan mom sakinah belahan jiwanya papa Andrean 😭😭🤲🤲
C2nunik987
mata Arsen buta sebelah ....ia kan papa Andrean pasti shock terluka kehilangan kakak dedrick juga istri kesayangan nya 😭😭😭😭
C2nunik987
Sabar ardhen nanti kepingan puzzle dlm otakmu bakal utuh jgn km paksa iahhh ganteng nya mom sakinah kesayangan papa Andrean 😍🙏😭
C2nunik987
Arhen sabar iahhh udh ga kebayang lagi klo smuanya sembuh trs ke makam mom Sakinah papa Dedrick Hans dan Rose.... banjir air mata semuanya jugaaa😭😭😭😭
C2nunik987
hah kawin lari .... ardhen smoga pln pln ingatan mu kembali 🫰😍🙏
C2nunik987
Smoga hazium jodoh ardhen yg menyelamatkan nyawa ardhen dan bisa sembuh total kembali genius dan tampan 😍🙏😍
C2nunik987
Setelah smua sembuh dirawat pertemukan mrk dlm kebahagiaan ia thorr ....jgn biarkan mrk yatim piatu ....kasian Arsen dan adik adik nya klo hrs kehilangan papa Andrean juga 😭😭😭🙈🙈🙈
C2nunik987
Smoga Mila jd anak yg dewasa genius dan Solehah cantik dan ga nakal lagi ....dan dia bisa pahami keadaan yg ambyar di keluarga nya ....😭😭😭😭
C2nunik987
Pasti hancur hati arhen dgr mom nya meninggal dunia tanpa perpisahan....Abang dan papanya koma....blm klo tau ardhen amnesia 😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!