NovelToon NovelToon
SHOW ME

SHOW ME

Status: tamat
Genre:Contest / Badboy / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 5
Nama Author: Dhea Novita

[Terbit Novel]

Perjalanan cinta unik antara Psikiater dan CIA bernama Justin, untuk mendapatkan informasi mengenai mafia yang menjadi targetnya ia harus berpura-pura menjadi pasien dari Psikiater cantik bernama Jessy.

Bukannya berjalan dengan lancar sesuai rencana, ia malah harus terjebak bersama Jessy. Pertengkaran layaknya Tom & Jerry selalu mengisi pertemuan mereka. Tak menyangka, hal itu justru membuat mereka saling jatuh cinta.

Saat keduanya memutuskan untuk menikah, Justin tidak bisa menjawab pertanyaan Jessy 'Apa pekerjaan mu?' semua semakin rumit saat Justin mendapatkan misi tentang pembunuhan berantai yang disusul oleh kematian Larissa, sahabat Jessy. Kesalahpahaman dan kecurigaan mulai muncul. Akankah semuanya terpecahkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tom & Jerry

Justin menggeliatkan badannya, ia terganggu dengan suara ketukan pintu.

"Bangun.." sayup-sayup terdengar suara pria yang sudah beberapa hari ini semakin berani padanya.

"Lihat saja Sam, aku akan memecat mu jika ayah ku sudah memberikan semua kekayaannya pada ku." Gerutu Justin, ia bangun dari ranjang nyaman itu, membuka pintu kamarnya dengan wajah sebal.

"Apa?!"

Sam tampak sudah rapi dan tak ada wajah bersalah telah membangunkan Justin, ini baru jam setengah 6!.

"Cepatlah bersiap, kita akan ambil penerbangan pagi." Justin berbalik dan kembali menjatuhkan dirinya pada ranjang.

"Panggil-lah wanita galak itu, aku akan bersiap-siap jika wanita galak itu yang membangunkan ku." Justin tak mendengar ucapan Sam, hingga pria itu lelah dan menutup kamar Justin kembali.

Justin membuka matanya perlahan, mengintip dan merasa aman untuk tidur kembali. Perlahan-lahan kantuk mulai menyerangnya, Justin kembali pada alam mimpinya.

Suara pantai terasa nyaman ditelinga Justin, ia duduk bersantai seorang diri. Pantai ini sepi, dan tak lama kemudian terasa air pantai yang semakin tinggi membuat wajahnya terkena cipratan air pantai. Namun semakin lama air itu semakin tinggi dan membasahi wajahnya. Apakah ini hujan?!

---

Jessy tersenyum miring pada pria tengil dihadapannya. Sam merapikan koper milik Justin, sedangkan Jessy merangkak naik keatas ranjang, menyemprotkan beberapa kali face mist miliknya.

"Hujan apa ini." Gumam Justin mulai terbangun dari tidurnya. Ia langsung duduk dan terkejut melihat Jessy didekatnya.

"Apa yang kau lakukan?!" Justin mengelap wajahnya yang basah, wangi apa ini?.

"Aku membangunkan mu." Ujar Jessy dengan senyuman.

"Apa itu?" Tanya Justin pada botol yang dipegang Jessy.

"Face mist. Bukankah aku membangunkan mu dengan cara yang indah? Cara yang glowing? Dan cara yang romantis?" Ejek Jessy. Ia sedikit bangga dengan perbuatannya, sesekali memang pria ini harus diperlakukan seperti ini.

Bukan Justin namanya jika ia begitu pasrah dengan keadaan, ia tersenyum bad boy, sedikit miring dan menampilkan aura ketampanannya.

"Kau memang romantis sayang. Tapi aku ingin yang lebih romantis." Tak disangka, Justin dengan cepat mendorong tubuh Jessy hingga terlentang, jantung Jessy berdegup saat Justin diatasnya, ia tak bisa berkutik.

"EKHEM!!" Batuk Sam membuat keduanya menoleh, Jessy dengan cepat mendorong tubuh Justin keras, Justin yang terkejut melihat Sam membuatnya tak siap dengan dorongan Jessy.

"Cepatlah bersiap. Mr.Franz tidak suka menunggu lama." Entah bagaimana tanggapan Sam tentang anak muda itu, ia berjalan keluar kamar sambil membawa koper Justin.

"Aku sudah menyiapkan pakaian untuk mu." Ujar Sam sebelum menutup pintu kamar.

"Kau! Mencuri kesempatan lagi. Huh?!" Pekik Jessy geram, wajahnya memerah dan saat sudah duduk kembali diatas ranjang.

"Kau yang mencuri kesempatan memandangi wajahku." Jawab Justin santai. Kini ia sudah pasrah dengan takdirnya, jika Jessy siap menghadapinya ia tak masalah, ia akan mendapatkan teman bermain. Namun jika Jessy menyerah, itu artinya Justin masih memiliki waktu untuk bebas. Bertualang dalam bidang memberantas tindak kejahatan. Lupakan jabatan GM-nya, ia tidak mengerti dengan dunia kerja itu, terlalu membosankan dan mengekang.

"Aku tidak memandangi wajah mu!" Jessy melemparkan bantal kepada Justin yang tengah santai terlentang, ingin rasanya ia membekap wajah tampan yang mengesalkan itu.

"Stop! Jangan memulai sesuatu dengan kasar Jessy." Ini pertama kalinya Jessy mendengar Justin memanggil namanya.

"Kau benar-benar seperti Tom."

Seketika kemarahan Jessy hilang, ia sedikit berfikir.

"Tom?" Ulang Jessy.

"Tom. Kucing galak, pemarah dan kasar." Ejek Justin, ia mulai duduk dari tidurnya, menyaksikan perubahan raut wajah itu.

"Kau Jerry?" Tanya Jessy sambil menaikan sebelah alisnya, kini wajah mereka sejajar.

"Ya. Aku tikus pintar, sabar, dan menggemaskan." Jawab Justin dengan senyuman yang membuat Jessy tambah kesal.

"Ya..ya..ya. Jika kau Jerry, aku akan menangkap mu dan memakanmu sekarang juga." Justin dengan gesit berlari turun dari ranjang sebelum Jessy melemparkan kembali bantal yang ada ditangannya. Jessy yang tak ingin kalah turun dari ranjang, mengejar Justin dengan kencang.

"APAKAH KALIAN TIDAK MALU DENGAN UMUR KALIAN!" Bentakan Alex didepan pintu membuat mereka berhenti berlari, kini mereka ditonton oleh tiga orang. Jessy dengan cepat melemparkan bantal keatas kasur dan berdiri panik, ia sendiri bingung, biasanya ia tak pernah seaktif ini.

"Dan dia Spike." Ujar Justin pelan. Jessy memejamkan matanya, Justin memang benar-benar pria kurang ajar, ayahnya sendiri dijadikan tokoh kartun. Spike adalah teman baik Jerry, dan akan selalu membantu Jerry dari kejaran Tom.

Alex yang mulai sadar dengan emosinya mulai menarik nafas, ia tidak boleh keras terhadap wanita cantik, apalagi kepada calon menantunya sendiri.

"Cantik.. aku benar-benar minta maaf, aku tidak bermaksud membentak mu. Ayo kita mulai sarapan dibawah sebelum keberangkatan." Lalu tatapan Alex menajam pada Justin.

"Cepatlah bersiap dan turun kebawah!"

Senyum Jessy mengembang mendengar itu, ia tersenyum mengejek pada Justin dan berbisik sebelum melewati Justin.

"Kau salah, dia bukan Spike, tapi Butch." Butch, karakter kucing hitam yang sama-sama mengintai Jerry.

---

Thank you

Dhea

Instagram @Dheanvta

1
Neno Arya
mulai back ni
Alexa Juliana
Justin menghilang kemana yaaa?
Tina Nine
Luar biasa
Nona Thampuz
ini awal nya baca novel yg mana dulu sih ?
bingung aku...
mohon pencerahannya para readers sekalian
Ig: Dheanvta: 1. one night stand with my CEO
2. show me
3. the perfect match
total 1 replies
Utiira
ceritanya menarik dan unik, memiliki warna sendiri yang selalu membuat penasaran untuk lanjut membaca..
semangat terus berkarya author
Aishnina(✿ ♥‿♥)
ceritanya menarik
tp aku lebih suka visual jessy yg di cerita tentang Alicia
Cancer
🤣🤣kocak bngett
Cancer
masih ngakak sma pikiran jessi tentang pkerjaan justin, menangkap hewan buas? 😂
bunda Thalita
syukaaaaa bangeeeetttt semangat terus ya buat karya2 baru yang luar biasa
yhoenietha_njus🌴
selalu menarik
Marhaban ya Nur17
oh gtu toh ???
Marhaban ya Nur17
ciyeeee udh baekan
Marhaban ya Nur17
yes thor g pp 😁 gw paam ko
Marhaban ya Nur17
se will pembunuhnya ??? berarti larissa
Marhaban ya Nur17
waduh ! Jessy emang berlebihan y
Marhaban ya Nur17
sabar wil
Marhaban ya Nur17
petakilan semua se kaya e
Marhaban ya Nur17
wkwkkw gw ngebayangine yg film Jackie chan yg part ini 😀😁
Marhaban ya Nur17
neh klo di ftv mh pantese vino ama Marsha ye
Marhaban ya Nur17
😜😀😝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!