Sejatinya pernikahan dilakukan karena adanya rasa cinta dan sayang diantara keduanya . Kamu dan pasanganmu haruslah memiliki ikatan secara batin dan lahir supaya dapat mengarungi rumah tangga dengan kesetiaan , kesabaran dan ketulusan .
Namun apa jadinya jika dua insan di persatukan dalam pernikahan karena adanya kesalah pahaman.
Itulah yang terjadi pada gadis cantik yang bersekolah menengah akhir harus disatukan dalam ikatan pernikahan dengan seorang pria dewasa darinya hanya karena kessalah pahaman.
Aleni Maulik Sifa nama seorang gadis cantik dan manis berumur 17 tahun , gadis sederhana yang tinggal bersama Ayah kandung , Ibu tiri dan kakak tiri yang sangat mengerikan untuk Aleni .
Karena satu kejadian dimana saat pria dewasa itu menolong Aleni yang sedang dalam keadaan yang berbahaya , namun karena fitnah seseorang Aleni dan pria dewasa itu harus terpaksa menikah atas dasar ke salah pahaman.
Apakah pernikahan mereka dapat berjalan langgeng atau sebaliknya ..?
Simak terus yaaa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MedianaNana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 SAH
“ Saya terima nikah dan kawinnya Aleni Maulik Syifa binti Maulik Aris dengan mas kawin uang tunai dua juta tujuh ratus ribu rupiah dan
seperangkat alat sholat di bayar tunai “ Dengan satu tarikan nafas Arjune mengucap ikrar ijab Kabul dengan lantang … Memang kecerdasan seorang arjune tak di ragukan lagi saat Ibu Iva memanggil anak murid yang kini menjadi Istri
kecilnya ia di beri secarik kertas berisi nama murid beserta nama Ayahnya lengkap dan terbukti dalam waktu sekejap Arjune mampu menghafal nya dengan baik untuk seperangkat alat sholat merupakan barang bawaan Papah Adi yang entah kapan membelinya serta uang mahar perkawinan nya merupakan uang tunai miliknya pribadi yang ada di dompet nya .
“ Sah “
“ Sah “
“ Sah “ sorak semua orang yang ada di ruangan itu saksi pernikahan atas dasar ke salah pahaman itu terjadi .
Saat Arjune berhasil menyelesaikan ijab kabulnya satu bulir air mata Aleni jatuh di tangan yang saling meremas kuat itu menahan dengan segala upaya isakan yang akan keluar dari bibir mungilnya .
Arjune menoleh pada anak murid nya yang baru empat hari ia menjadi guru di sekolah milik Papah nya … Terlihat jelas kesedihan di wajah
yang di rias cantik itu membuat Arjune iba namun rasa iba nya lebih besar dari kekecewaan yang entah ia tujukan pada siapa .
Pemikiran dua pasang muda mudi itu buyar setelah mendengar suara pria yang menggunakan peci di depannya bersuara .
“ Alhamdulillah kini kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri dan sekarang Mba Aleni monggo mencium tangan dengan takzim suami mu “. Ucap Pak penghulu .
“ Deg “
Tatapan Aleni dan Arjune ber sitatap dengan perasaan yang berkecamuk dan Aleni langsung memutuskan tatapan nya menuju tangan besar pria di samping nya yang ada di pangkuannya … Aleni meraihnya dengan tangan bergetar
dan mulai mendekatkan punggung tangan itu ke bibirnya untuk ia cium dengan takzim dan Arjune yang merasakan tangan nya di cium oleh Istri kecilnya seketika ada yang bergetar tapi bukan ponsel …. Entah reflek atau apa setelah Aleni selesai mencium tangan suaminya dengan takzim , Arjune tanpa ragu
memegang kedua sisi kepala gadis di depannya dan langsung mendaratkan ciuman
yang dalam di kening si gadis yang kini bergelar sebagai istri seorang Syauki Arjune Adiwilaga .
Aleni yang sadar atas apa yang di lakukan guru baru di sekolah nya yang kini bergelar suami seketika matanya membulat sempurna dengan
bibir yang sedikit terbuka karena hal ini baru ia dapatkan dari seorang pria selain Ayahnya .
Arjune yang telah selesai dan melihat ekspresi gadis di depannya hanya mampu bergumam dalam hati “ lucu “ dan dengan jailnya ia mendekatkan bibirnya ke telinga Aleni dan berucap “ Tutup bibirmu atau mau saya cium “.bisik Arjune menggoda istri kecilnya dan meniup telinga Aleni setelah nya menjauh dari tubuh Aleni yang langsung tersentak kaget atas ucapan frontal pria di sampingnya dan langsung mengatupkan bibirnya rapat rapat dengan mata yang mendelik pada Arjune
dan di balas senyuman tipis oleh pria di sampingnya .
“ Dasar orang sinting “. Umpat Aleni dalam hati dengan menatap kesal pria di sampingnya .
“ Ar ini pakaikan ke jari istrimu mudah mudahan muat ya “. Kata Papah Adi pada Arjune sambil memberikan kotak merah beludru pada Arjune yang tampak mengerutkan keningnya mungkin merasa heran kapan Papah nya itu mencarikan barang yang tak terpikirkan olehnya .
“ Sini kan tangan mu “. Ucap Arjune pada Aleni yang malah menoleh pada Ayah Aris yang duduk di samping pak penghulu depannya sejajar dengan Arjune , Melihat Ayah Aris menganggukkan kepala akhirnya Aleni
mengulurkan tangannya ke arah Arjune untuk di pakai kan nya cincin kawin sederhana dengan bermata berlian terlihat simpel namun elegan selanjutnya Aleni pun memakaikan cincin se motif dengan yang ia pakai hanya saja milik Arjune polos tak bermata ke jari Arjune yang ajaibnya ternyata pas di jari keduanya .
Setelah selesai prosesi pemakaian cincin kini Arjune dan Aleni bergantian menyalami kedua orang tua nya masing masing dengan di iringi
tangis haru dari bibir Aleni dan Bu Iva .
“ Jangan nangis terus putri Ayah yang cantik lihat kamu persis dengan Bunda cantik … Dengar Ayah kini tanggung jawab mu bukan lagi di pundak Ayah tapi sudah berpindah di bahu Suami mu jadi Ayah minta Leni putri
Ayah harus menghormati dan nurut dengan Suami mu ya nak dan ingat satu yang tak
pernah berubah dalam segala keadaan Ayah selalu mencintai dan menyayangi gadis
kecil Ayah yang cantik ini “. Ucap Ayah Aris dengan mata yang mengembun dan
terakhir menjawil hidung Aleni .
Aleni yang sudah tak sanggup berkata kata langsung memeluk ayahnya dan menangis kencang .
“ Leni juga sayang Ayah tapi Leni harap dari sekian banyak orang yang salah paham pada Aleni , Ayah lah orang yang tak ikut memberi
pandangan buruk itu pada Aleni kan , sungguh Aleni tak melakukan sesuatu yang di luar batas yah “. Jawab Aleni dengan terisak di dada Ayah Aris .
“ Dengar Ayah jika semua memandang buruk Leni putri Ayah tapi tidak dengan Ayah karena Ayah orang yang sangat mengenal Aleni bahkan apa yang Ayah lakukan sekarang Ayah percaya karena ini sesuatu yang baik untuk mu
nak jadi mulai sekarang nurut dan hormat dengan nak Arjune yah “. Bisik Ayah
Aris di telinga Aleni membuat seketika Aleni mengurai pelukannya untuk melihat
raut wajah Ayahnya yang mengangguk yakin .
Setelah pada Ayahnya Aleni pun beralih pada Ibu tirinya Bu Iva “ Yang sabar ya Al anak Ibu … pokoknya satu pesan Ibu hormati Suami mu dan sayangi keluarganya “. Ucap Bu Iva saat memeluk tubuh ramping putri sambung nya .
“ Terimakasih Bu , titip Ayah ya Bu “. Jawab Aleni masih dengan terisak .
“ Hey kamu lupa kalau Ayah mu itu Suami Ibu tanpa kamu pinta pasti Ibu rawat dengan senang hati Al “. Ucap Bu Iva mengelus punggung Aleni .
Kini Aleni pun beralih pada pria paru baya dengan wajah yang tersenyum ramah pada nya yang ia ketahui Ayah dari pria yang bergelar suaminya bingung ingin berucap apa Aleni pun hanya menyalami tangan yang terdapat keriput mencium dengan takzim dan di balas oleh Papah Adi dengan memeluk gadis di depannya yang merupakan menantunya .
“ Papah Adi , panggil saya Papah mulai sekarang kamu putriku jadi Papah harap kamu mau menerima pria tua ini sebagai mertua mu , satu pesan Papah bertahanlah dengan putra Papah dengan segala sikap buruknya dan jangan pernah berpikir untuk berpisah dengan nya “. Ucap Papah Adi pada saat memeluk
Aleni dan Aleni hanya diam tak menjawab hanya menganggukkan kepala nya karena
Aleni bingung jawaban yang tepat untuk Papah mertuanya yang bahkan ia pun tak
tau jawaban nya .
Dan kini giliran Arjune yang menyalami dam memeluk Ayah Aris yang kini menjadi mertua nya “ Ayah mohon perlakukan Aleni dengan baik jangan sakiti ia dan lindungi ia selayaknya kamu melindungi diri mu sendiri … Jika memang sudah tak sanggup dengan putri ayah tolong serahkan ia dengan baik jangan nak Arjune campakkan bak sampah … “ ucap Ayah Aris pada Arjune yang mengangguk patuh .
Setelahnya Arjune menyalami Ibu Iva mertuanya dan terakhir pada Papah Adi , keduanya pun langsung memeluk erat “ Selamat anak keras kepala Papah kini sudah menjadi seorang Suami , Jadilah Suami yang bertanggung jawab dan mampu merangkul kekurangan dan kelebihan istri mu nak “. Ucap Papah Adi pada Arjune .
Pukul 8 malam rumah Ayah Aris tampak lebih lenggang ,para tetangga sudah pulang ke rumah masing masing setelah acara pernikahan dadakan antara Aleni dan Arjune selesai pukul 4 sore , Papah Adi dan Om Erwin pun sudah pamit setelah acara makan malam bersama dan setelah kepulangan Papah adi dan Om Erwin , Aleni pun ijin ke kamar untuk istirahat dan Ibu Iva masih sibuk membereskan sisa makan malam karena sisa acar pernikahan putrinya sudah beres dengan bantuan para tetangga yang membantu membersihkan nya sebelum pulang ke rumah masing masing .
Dan tinggal lah Arjune dan Ayah Aris yang sedang berbincang dengan canggung di teras rumah usai mengantar Papah adi pulang .
“ Nak Arjune , boleh Ayah minta tolong.” Ucap Ayah Aris .
“ Kalau Arjune bisa kenapa ga Yah , apa yang bisa Arjune bantu ?”. tanya Arjune .
“ Ayah mohon untuk memberi ijin Alei tetap bersekolah menyelesaikan sekolahnya yang tinggal beberapa bulan lagi lulus selain meminta untuk menjaga hati dan fisik putri Ayah “. Jawab Ayah Aris pada Arjune yang
manggut manggut .
“ Kalau soal sekolah Ayah tak usah risau biarpun kini Aleni sudah bergelar jadi seorang Istri tapi sebisa mungkin Arjune tak akan membatasi ruang geraknya dan juga tidak membebaskan geraknya secara garis besar karena untuk melarang Aleni putus sekolah itu tak ada di pikiran saya malah setelah ini jika Aleni berkeinginan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi Arjune dengan senang hati akan memfasilitasi jadi Ayah jangan khawatirkan lagi mengenai Aleni , yah “. Ujar Arjune dengan serius membuat hati Ayah Aris merasa tenang .
“ Terimakasih ya nak , sudah malam Ayah yakin kamu pasti lelah istirahatlah karena besok kamu kerja lagi karena Ayah tau kamu pasti tak
akan mengambil cuti pekerjaan mu layaknya pengantin baru pada umumnya “. Ucap
Ayah Aris yang membuat Arjune meringis dan tersenyum canggung pada Ayah mertuanya , Arjune pun mulai beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju kamar tamu namun pada saat Arjune akan memutar knop pintu kamar tamu , Ayah aris yang ada di belakangnya setelah mengkunci rumah langsung menegur Arjune yang tampak salah tingkah .
“ Nak Arjune itu bukan kamar Aleni tapi itu kamar tamu , pergilah ke lantai dua disana kamar Aleni berada di depan pintu ada bertuliskan nama Istrimu “. Kata Ayah Aris memberi tahu Arjune yang sebenarnya taka da niat tidur bersama dengan Istri kecilnya .
Arjune menggaruk kepala nya yang tak gatal menjawab ucapan mertuanya “. I iya Yah , terimakasih udah kasih tau kalau gitu arjune naik dulu ya Yah “. Pamit Arjune dari hadapan Ayah mertuanya .
Arjune pun melangkahkan kaki menuju lantai dua dimana letak kamar istriya berada dengan pikiran yang berkecamuk .
“ Tidur berdua sama dia nanti kalau gue khilaf gimana “. Gumam Arjune .
“ Terus gimana nasib Tiara hah gak boleh terjadi bisa bisa Tiara ngamuk kalau tau sebenarnya “. Gumam Aerjune dalam hati sambil menggeleng geleng kan kepalanya hingga tanpa sadar kakinya telah sampai di depan kamar bercat ungu lengkap dengan gambar animasi kuda bertanduk unicorn dan terdapat nama pemilik kamar .
Arjune yang merasa ia punya hak masuk ke kamar aleni , Arjune tanpa mengetuk langsung membuka pintu setelah pintu terbuka Arjune
melihat sesuatu yang baru saja ia takutkan berbeda dengan tubuhnya yang cepat
merespon apa yang baru di lihat .
“ Tuh kan baru buka pintu udah dapat ujian aja … Aaarrg dasar gadis kecil “. Arjune menggeram kesal .
************************
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Kok gak UP lagi yaa
penasaran kelanjutannya