Kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya tidak membuat Kirania terpuruk dia terus melanjutkan hidupnya seperti sebelumnya.
Hingga saat dia tahu kalau dia hamil dan di usir oleh keluarga angkatnya membuatnya hampir mengakhiri hidupnya. Tapi saat dia mencoba bunuh diri ada seseorang yang menghentikannya dan membuat dia kembali menjalani hidupnya dengan penuh semangat.
Hingga beberapa tahun kemudian dia membuat kesalahan pada atasan di tempat kerjanya dan untuk menebus kesalahannya itu dia dipaksa untuk menikah dengan atasannya itu! bagaimana kelanjutan hidupnya setelah menikah dengan atasannya tersebut apakah bahagia atau menderita?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @tiiam97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Azri Dhananjaya
...🍀Happy Reading🍀...
"Tujuh tahun lalu di tengah malam ada seorang wanita yang sedang frustasi dan ingin mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari jembatan," Kata pria itu membuat Kirania
membulatkan matanya.
"Jadi kamu pria yang malam itu menolongku?" Tanya Kirania.
"Hmmm, apa kamu tidak mengingatku?" Tanya Pria itu.
"Ma, ayo kita berangkat ini sudah siang bukankah mama juga harus pergi bekerja," Kata Kania memotong pembicaraan antara Kirania dan pria itu.
"Iya sayang sebentar lagi ya belum ada taksi yang lewat," Kata Kirania melihat ke kiri dan ke kanan.
"Masuklah biar aku yang anterin kalian," Kata Pria yang masih dia dalam mobil itu.
"Apa tidak merepotkan?" Tanya Kirania tidak enak karena mereka belum kenal tapi kalau harus menunggu lama bisa-bisa dia dan anaknya telat.
"Tidak, tenang saja daripada si cantik ini kesiangan ke sekolahnya," Kata pria itu meyakinkan Kirania dia tersenyum kepada Kania tapi Kania hanya menatapnya datar.
"Kania kita ikut om ini saja ya karena taksinya belum datang juga," Kata Kirania kepada Kania.
"Baiklah," Kata Kania singkat.
Setelah itu Kirania pun masuk ke mobil pria itu dia tidak ingin mengambil resiko dengan telat datang ke tempat kerjanya.
"Namaku Azri," Pria itu memperkenalkan namanya saat Kirania dan Kania masuk ke mobilnya.
"Aku Kirania dan ini anakku Kania," Kata Kirania kepada Pria.
"Syukurlah kamu mau mempertahankan hal yang paling berharga dalam hidupmu dan menjaganya dengan baik," Kata Azri.
"Semua itu berkat pertolonganmu dan perkataan mu waktu itu lagipula aku tidak punya siapapun selain anakku ini," Kata Kirania.
"Tapi anak kamu sangat cantik," Kata Azri melihat ke arah Kania yang duduk di kursi penumpang belakang.
"Ya dia memang cantik," Kata Kirania tersenyum sementara Kania dari tadi hanya mendengarkan apa yang mereka bicarakan tanpa bicara.
Setelah beberapa saat kemudian mobil yang mereka tumpangi telah sampai di sekolah Kania, Kirania dan Kania turun dari mobil itu.
"Terima kasih sudah mau mengantarkan kami, senang bertemu kembali denganmu," Kata Kirania kepada Azri.
"Iya, sebaiknya kamu segera anterin Kania ke depan kelasnya, aku akan menunggumu di sini," Kata Azri.
"Tidak perlu, aku bisa berangkat naik bus dari sini," Kata Kirania.
"Cepat lah anterin Kania ke depan kelasnya nanti kamu telat berangkat ke kantornya," Kata Azri tanpa menghiraukan perkataan Kirania.
"Baiklah," Kirania pasrah dia menggandeng tangan Kania untuk ke depan kelasnya.
Azri melihat Kirania dan Kania dengan tatapan bersalah dan penyesalan dia sudah mengetahui semua tentang kehidupan yang Kirania jalani selama ini kehidupan di keluarga angkatnya, kejadian nahas itu dan harus mengandung, melahirkan dan merawat Kania sendiri dan bagaimana dia berjuang sendiri untuk menghidupi anaknya.
"Maaf kalau seandainya dulu aku tidak melakukan itu kamu pasti tidak akan mengalami semua itu," Kata Azri menatap nanar Kirania yang sedang berjalan kembali kearah mobilnya.
"Kamu pergi saja aku bisa berangkat sendiri dari sini," Kata Kirania saat di depan jendela mobil Azri.
"Cepat lah aku tidak akan pergi sebelum kamu mau aku anterin," Kata Azri lagi.
"Kita baru kenal tapi kamu kenapa memaksa sekali," Kata Kirania sambil naik ke mobil Azri.
"Bukan kah kita sudah bertemu dari tujuh tahun lalu berarti kita sudah lama kenalnya," Kata Azri.
"Terserah kamu saja. tapi terima kasih untuk pertolonganmu tujuh tahun lalu dan untuk pertolonganmu hari ini," Kata Kirania tulus.
"Sebagai balasan pertolonganku boleh 'kah kalau mulai sekarang kita berteman?" Tanya Azri kepada Kirania.
"Baiklah sepakat mulai sekarang kita bisa berteman. tapi hanya berteman tidak boleh lebih dari itu " Kata Kirania mengulurkan tangannya kepada Azri.
"Baiklah deal hanya berteman," Kata Azri menerima uluran tangan Kirania.
Setelah itu mereka tidak berbicara lagi Azri hanya fokus pada jalanan di depannya begitupun dengan Kirania dia melihat ke arah jalanan di depannya.
Beberapa saat kemudian mobil Azri sampai di depan Kantor tempat kerja Kirania.
"Terima kasih tumpangannya, emmmm bolehkah aku memanggilmu kak Azri karena sepertinya umur kamu lebih tua dari umurku," Kata Kirania.
"Panggil aku senyaman kamu saja," Kata Azri.
"Oke mulai sekarang aku akan menganggap kamu bukan hanya sebagai teman tapi juga sebagai kakak laki-laki ku bolehkah," Kata Kirania dengan tersenyum lebar.
"Tentu saja," Kata Azri membalas senyuman Kirania.
"Baiklah hati-hati di jalannya kak Azri," Kata Kirania.
"Iya kamu masuklah sebelum terlambat," Kata Azri.
"Baiklah kak bye," Pamit Kirania kepada Azri, Azri hanya membalas dengan anggukan kepala.
Azri melihat punggung Kirania yang semakin menjauh dan menghilang setelah itu dia menghidupkan kembali mobilnya untuk kembali ke rumahnya.
...****************...
Mobil Azri sampai di pekarangan rumah megah berlantai tiga dia menghentikan mobilnya dan turun dari mobilnya.
Azri melangkahkan kakinya memasuki rumah megah itu, itu adalah rumah keluarganya rumah keluarga Dhananjaya.
"Bagaimana keadaan mama sekarang?" Tanya Azri kepada kepala pelayan yang bekerja dirumahnya.
"Nyonya masih seperti biasanya tuan muda," Kata kepala pelayan itu.
Azri berjalan menaiki tangga menuju sebuah kamar setelah sampai di depan kamar itu dia membuka pintu kamar itu secara perlahan.
Saat masuk ke dalam kemar itu dia melihat seorang wanita paru baya sedang duduk di kursi roda dengan tatapan kosongnya melihat keluar jendela.
"Ma," Panggil Azri bersimpuh di depan kursi roda itu sambil memegang tangan wanita yang adalah ibunya.
"Ini Azri ma, bagaimana keadaan mama sekarang? ma Azri sudah menemukan dia dan Azri akan mendekatinya dan membawanya kepada mama, Azri akan menebus kesalahan yang telah Azri lakukan padanya ma," Cerita Azri tidak respon sama sekali oleh ibunya.
"Ma, mama tau saat ini mama sudah punya cucu yang sangat cantik ma, namanya adalah Kania, Azri mohon mama sembuh ya biar nanti saat Azri membawa Kirania dan Kania kesini mama bisa bermain dengan Kania," Kata Azri menatap wanita di depannya yang masih menatap kosong ke arah lain.
Azri mencium kedua tangan ibunya itu setelah itu dia berdiri dan keluar dari kamar itu melihat keadaan ibunya seperti ini setelah sekian lama membuat Azri merasa sedih.
Azri Dhananjaya adalah pria keturunan turki dan Indonesia Ayahnya Erwin Dhananjaya berasal dari Indonesia dan ibunya Emira biliz Dhananjaya berasal dari turki.
Karena kesalahan masa lalu yang di lakukan nya membuat ibunya menjadi orang yang tidak bisa di ajak berkomunikasi dan papanya sampai saat ini masih mendiamkannya karena menganggap dia adalah penyebab atas apa yang terjadi kepada ibunya.
.
.
.
.
.
.
.
...☘Bersambung☘...
Kira-kira siapa sih Azri itu sebenarnya dan kesalahan apa yang telah di lakukan oleh Azri di masa lalunya🤔
Jangan lupa terus dukung ceritanya ya dengan cara Like dan Komentarnya🥰