NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / CEO
Popularitas:138.1k
Nilai: 5
Nama Author: Thayati

Davina Fidelya, seorang gadis tomboy berlesung pipit dan berwajah manis. Sikapnya yang ceria dan selalu optimis dalam mengisi hari-harinya, mampu meluluhkan kerasnya hati seorang Radithya. Pada suatu ketika, karena suatu peristiwa diluar dugaan, membuat Davina terpaksa harus membayar uang ganti rugi yang tidak sedikit, sementara ia pun harus tetap membiayai ibu serta pengobatan adik kesayangannya yang sakit. Jalan satu-satunya agar ia bisa membayar utang serta tetap bisa membiayai keluarganya adalah dengan menerima bekerja sebagai supir sekaligus asisten pribadinya Radithya yang terkenal super cool. Ada berbagai kisah didalam novel ini, salah satunya tentang bagaimana Claudia mantan kekasih Radithya yang terpaksa menikah dengan adik kembarnya Radithya hanya karena harta, namun masih tetap mengejar cinta Radithya hingga ia menggunakan berbagai cara agar bisa mendapatkan kembali cintanya. Namun siapa sangka, salah satu dari rencana licik yang dilancarkan Claudia justru membuat Radithya semakin menjauh darinya, bahkan membuat Radithya dan Davina semakin dekat. Ikuti kisah selengkapnya hanya di sini, dan pastinya siap-siap saja untuk sakit perut akibat aksi-aksi kocaknya duo jomblo free hatin dan si wonder woman Davina dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Siapakah yang nantinya akan menjadi pelabuhan terakhirnya Davina. Ikuti kisahnya disini yaaaa.... 😘😘😘😘🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Rahasia

Kali ini Davina memilih mengisi waktu istirahatnya di warung sederhana yang tidak seberapa jauh letaknya dari tempat ia bekerja.

Ia lebih suka makan di warteg pinggir jalan daripada harus makan di cafe gaul bersama orang-orang bermulut lemes yang hobinya nyinyirin orang.

Davina melirik jam tangan yang melingkar di lengannya, sisa seperempat jam lagi waktu istirahatnya selesai. Kemudian ia berdiri dan menghampiri pemilik warteg untuk membayar makan siangnya.

Bergegas Davina keluar warteg menuju mushola yang letaknya tidak seberapa jauh dari gedung utama. Langkahnya di percepat agar ia tidak terlambat menunaikan kewajibannya terlebih dahulu.

Kau yang selalu kupuja-pujaaaaa..... namamu terukir indaaaah..... kau...

Tidak sampai mengulang dua kali, panggilan itu telah dijawab Davina.

"Iya baik, Pak. Saya segera persiapkan semuanya!"

Setengah berlari Davina langsung menuju gedung utama menemui bos nya. Dengan nafas sedikit terengah-engah ia mencoba mengatur nafasnya sebisa mungkin agar bisa normal kembali.

" Proyek kali ini, saya percayakan sama kamu. Dan ingat!, perkecil membuat kesalahan. Jangan khawatir saya pasti membimbingmu." terang Radithya disela kesibukannya mengecek setumpuk berkas-berkas penting yang berada diatas meja.

"Baik, Pak! saya akan berusaha semampu saya agar bisa menjalankannya dengan baik tanpa banyak membuat kesalahan, terimakasih atas kepercayaannya, dan saya mohon bimbingannya agar saya bisa mengerjakan kepercayaan ini dengan baik!"

Sambil sedikit menganggukkan kepala, Davina mencoba bersikap tenang walau sejujurnya ia tidak begitu yakin dengan apa yang baru saja ia ucapkan.

"Bagus!" hanya kata itu yang keluar dari bibir Radithya tanpa menoleh. Ia masih terlihat fokus dengan berkas-berkasnya, sampai terdengar suara ketukan dari luar ruangan membuyarkan konsentrasi sang Bos.

"Masuk!"

Nampak seorang perempuan cantik masuk. Dengan gaya elegan ia menghampiri Radithya, tatapan sejuk dengan seulas senyum ia lemparkan kearah Radithya yang nampak sedikit kaget.

"Hallo sayang, apa kabar?" tanya Claudia dengan senyuman yang masih mengembang di bibir ranumnya. Tanpa segan ia menghampiri Radithya yang masih mematung.

"Vina, kamu boleh keluar!, dan ingat jangan lupa kamu persiapkan semuanya dari sekarang!" kata Radithya seolah berusaha mengusir rasa kaget nya yang nyata sekali terlihat dari sorot matanya yang tiba-tiba seperti menyiratkan sesuatu.

"Baik, Pak!"

Davina Pamit seraya sedikit membungkukkan badannya kearah Radithya dan perempuan cantik tadi.

"Sayang, apa kamu tahu kalau aku sangat merindukanmu". bisik Claudia sambil mencium pipi Radithya yang masih belum bergeming.

Sesaat ia diam, tatapannya tajam seolah hendak menelisik relung hati Radithya yang paling dalam.

Sambil menghela nafas, Claudia berusaha menstabilkan suasana hatinya yang berkecamuk.

Ia dekatkan tubuhnya ke tubuh Radithya, lengannya ia lingkarkan ke bahu Radithya yang masih duduk dengan raut muka yang masih sama seperti tadi. Tanpa ekspresi.

"Maaf kalau keputusanku dulu telah menyakitimu, tapi aku mohon kamu mengerti kondisiku saat itu".

"Sudahlah, jangan bahas soal itu lagi. Aku sudah tidak perduli, lagipula itu sudah lama dan aku sudah melupakannya, lebih baik kamu urusi saja apa yang telah menjadi kewajibanmu!, jadi mulai saat ini kita sudah tidak ada lagi hubungan apapun." tandasnya sambil berdiri membuat pelukan lengan Claudia terjatuh perlahan.

Melihat sikap dan nada bicara Radithya yang dingin, Claudia merasa perlu untuk sedikit berani. Dengan gemulai ia mendekati Radithya yang sedang berdiri menghadap jendela.

Tanpa ragu Claudia memeluknya dari belakang dan berharap itu merupakan salah satu jalan meluluhkan hati Radithya.

"Sayang, tolong jangan bersikap seperti ini, aku tahu kamu masih mencintaiku, sama seperti dulu."

Dengan penuh percaya diri Claudia mencoba menggoda Radithya dengan pesonanya. Namun kali ini, usahanya itu gagal. Sedikitpun Radithya tidak meresponya.

"Sudahlah, lebih baik kamu pergi sekarang"

Tanpa menoleh Radithya hendak beranjak menuju meja kerjanya, namun dengan cepat Claudia menghalangi langkahnya. Tatapannya sendu seolah memohon.

" Ini tidak adil buatku!, Kalau saja ibumu dulu tidak memaksaku untuk menikah dengan kakakmu, pasti saat ini aku masih bisa bersamamu. Lalu, kenapa kamu masih tetap saja menyalahkanku?" dengan terisak Claudia berkata. Radithya hanya diam tertegun, batinnya terasa teriris.

"Dan sekarang, ibumu telah tiada. Jadi tidak ada alasan lagi buatku untuk mempertahankan pernikahan tanpa cinta ini". lanjut Claudia dengan tatapan sendunya yang begitu menusuk hati Radithya.

Radithya nampak diam, sesaat fikirannya melayang jauh ke masa lalunya. Disaat ia dan Claudia sedang indah-indah nya menjalin cinta. Namun tiba-tiba kenyataan hidup telah mengoyak hubungan mereka.

Kakak kembarnya telah jatuh cinta pada kepada Claudia hanya karena pertemuan tanpa sengaja mereka di Paris dahulu.

Claudia yang saat itu sedang ada pergelaran fashion show di luar negeri, bersamaan dengan Reyza yang kebetulan sedang ada pertemuan bisnis dengan rekannya tanpa sengaja bertemu dan menjalin hubungan dengan baik, dari situlah awal pertemuan mereka sehingga menumbuhkan benih cinta di hati Reyza, yang tidak mengetahui kalau Claudia adalah kekasih Radithya.

visual Claudia

1
Nola
keren
Caca Sweet
mana lanjutanya thor
Mashita Hakim 卌
🥰
RahmaYesi
nyimak
Ida Kamaruddin
habis yaa
Ida Kamaruddin
lanjuttt thor
Ida Kamaruddin
🙂🙂🙂👍
Ida Kamaruddin
🙂
Ida Kamaruddin
lanjut kakak🙂
Ida Kamaruddin
next kakak
Ida Kamaruddin
penasaran
Ida Kamaruddin
lanjut dong
Fransiska Sinaga
next dong kak
Kusmirin
lanjut dong
Kusmirin
hahahaha... devina devina..... 😁
Kusmirin
semangat ✊ 💪
Irwan Giantara
seru nie😀
Mala Jaits
lanjuttt torrrr
Ranny Azah
Lanjut...
Ria Indah
mana kelanjutannya lg seruu bngtt nie
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!