Novel ini merupakan kelanjutan cerita dari Novel Wanita Lucu Itu Istriku.
Marina merupakan gadis cantik, berambut ikal panjang, dan lemah lembut. Parasnya yang cantik membuat banyak kaum Adam menaruh hati padanya, tak terkecuali sahabatnya sendiri, yakni Daren. Pria blasteran Indo-Jerman itu sudah lama menyukai Marina. Namun, wanita itu tak peka terhadap cinta. Karena minimnya pengalaman dalam dunia percintaan.
Marina terkenal cukup pendiam, dia hanya bereaksi keras bila bertemu pria yang bernama Aljav. Pria itu selalu saja mengejeknya sebagai titisan body losion. Keduanya adalah anak dari dua pasang sahabat, yakni Alea dan Dina.
Sejak kecil hubungan mereka tak pernah akur. Namun, di tengah hubungan yang buruk itu, kedua orang tua Aljav justru menjodohkan Marina dan Aljav, meski tahu Marina sangat membenci pria tersebut. Sejujurnya ada alasan lain di balik perjodohan konyol itu. Apakah alasannya? dan bagaimanakah cara Aljav dan Marina mempertahankan rumah tangga mereka yang sering di warnai kesalahpahaman?
Saksikan kisahnya berikut ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suharni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode. 19. Perjodohan.
Seminggu pasca kepulangan Bunda Dina dan Ayah Alex dari Belanda. Keduanya mengadakan makan malam bersama di rumah Mama Alea dan Papa Javier. Entah apa yang membuat sepasang suami istri kocak itu tiba-tiba mengundang kedua orang tua Marina.
Malam itu langit mendung hitam kelabu. Suara hujan deras mengiringi khidmatnya makan malam mereka. Dua pasang suami istri itu tak saling membuka suara. Bahkan bunyi sendok makan seakan tersamarkan karena derasnya hujan mengenai atap rumah serta tanah.
Selama dua puluh menit keempatnya makan dalam diam. Sampai akhirnya hujan mereda. Dua pasang suami istri itu pun beralih ke ruang keluarga. Tempat yang biasa di gunakan ketika ingin merundingkan sesuatu.
Tampak Alea dan Javier sedang melempar pandangan, seakan menyiratkan sesuatu. Sedangkan Alex dan Dina tampak bingung ketika melihat dua sahabatnya itu seperti merasa canggung dalam rumahnya sendiri.
"Apakah kalian mengundang kami makan malam hanya untuk menunjukkan sikap kalian yang canggung? ayolah, katakan ada apa?" Alex membuka topik pembicaraan seakan tak sabar untuk menanti kabar berita dari Alea dan Javier.
Sebelum menjawab pertanyaan sahabatnya itu, Javier melepas kacamatanya dan meletakkan di atas meja. Lalu kemudian berkata, "Aku ingin menjodohkan putraku Aljav dan Marina," ucap Javier dengan satu kali tarikan nafas.
Tanpa berpikir dua kali, pria paruh baya itu mencetuskan sebuah lamaran untuk putranya. Bahkan dia tak bertanya lebih dulu, apakah Marina memiliki kekasih atau tidak. Baiklah, katakan Marina tak memiliki kekasih. Lalu bagaimanakah dengan Aljav? tidakkah dia bertanya dulu kepada putranya? apa yang akan terjadi jika perjodohan ini tiba-tiba harus di dengar oleh anak-anak mereka?
"Apa? perjodohan?" tanya Dina tak kalah terkejutnya dari Alex. Wanita paruh baya yang berperan sebagai dokter kandungan itu tak pernah menyangka jika sahabatnya akan melamar putrinya sekarang. Terlebih lagi semua orang dalam rumah itu tahu, bahwa hubungan antara Marina dan Aljav tak pernah akur.
"Iya Dina. Kita akan menikahkan anak kita. Marina dan Aljav," jawab Alea hati-hati. Wanita itu tak mau menyinggung perasaan sahabatnya tersebut.
"Tapi Alea, bukankah anak-anak kita tak saling mencintai? bahkan hubungan mereka tak pernah akur. Kalian kan tahu sendiri itu. Lagi pula, apakah Aljav tak punya pacar?" Dina seperti meragukan karakter Aljav yang tak pernah bersikap baik pada putrinya. Akan tetapi, Dina tak memungkiri jika Aljav tak pernah bersikap buruk pada dirinya dan Alex.
"Sayang, tenanglah," ucap Alex menenangkan Dina yang sudah tampak risau. Dia seperti menolak mentah-mentah perjodohan putrinya. Kendati itu putra dari sahabat sendiri.
"Vir, bagaimana bisa kalian mengambil keputusan untuk menikahkan Marina dan Aljav? apakah ada alasan lain di balik perjodohannya ini? dan apakah kalian sudah menanyakan pendapat Aljav sebelumnya?" tanya Alex bijaksana. Di bandingkan Dina, Alex lebih dewasa dan tenang dalam menyikapi sebuah masalah.
"Aku tidak memiliki alasan tertentu di balik perjodohan yang aku katakan tadi. Aku hanya ingin putrimu menjadi menantuku. Itu saja, dan mengenai Aljav. Aku yakin dia akan setuju dengan perjodohan ini," terang Javier penuh percaya diri. Dia seperti yakin betul akan pendapat Aljav yang tak akan menolak adanya perjodohan.
Sementara Dina masih tetap dengan pendiriannya, yakni menolak adanya perjodohan.
Marina adalah putri satu-satunya yang dia lahirkan dengan taruhan nyawa. Bahkan Dina harus mendapat perawatan di rumah sakit selama tiga bulan, karena mengalami pendarahan ketika melahirkan Marina dulu. Itulah sebabnya Dina tak pernah membentak atau menyakiti Marina sedikitpun. Mengingat proses panjang yang harus di laluinya ketika bertahan hidup dulu, Dina menolak mentah-mentah perjodohan. Dia tak ingin putrinya itu menderita.
"Tidak, aku tidak setuju. Aku tidak mau putriku menjalani perjodohan konyol ini. Sekarang bukan zaman Siti Nurbaya yang harus melakukan perjodohan. Ini zaman modern. Anak-anak kita berhak menentukan pilihannya sendiri. Lagi pula, apakah Aljav tak memiliki kekasih? apakah kalian tidak memikirkan bagaimana nasib anak-anak kita karena adanya perjodohan ini? bagaimana jika mereka tak bahagia lalu bercerai? aku tidak mau putriku harus mengalami masa-masa itu," terang Dina panjang kali lebar.
Wanita paruh baya yang masih tampak cantik meski tak lagi muda itu sangat mencemaskan kondisi Marina yang tak pernah mengenal cinta. Terlebih lagi dia harus menjalani perjodohan bersama pria yang sama sekali di bencinya.
Alea memahami kecemasan sahabatnya itu. Dia akhirnya berpindah tempat dan duduk di sisi Dina. Wanita itu berusaha untuk membujuk Dina agar menjadi besan.
"Din, apakah kamu tidak mau menjadi besanku? apakah kamu meragukan karakter putraku? atau kamu meragukan cara kami mendidik Aljav?" tanya Alea hati-hati. Meski dengan berbagai macam pertanyaan.
"Bukan begitu Al, aku tidak meragukan cara kalian mendidik Aljav. Aku tahu kalian sangat kompeten dalam mendidik anak, tapi ini bukan tentang kita, tapi tentang anak-anak kita. Bagaimana kalau--" Dina belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Alea lebih dulu menyela ucapan wanita tersebut.
"Marina akan baik-baik saja, dia akan bahagia disini. Percayalah padaku, em?" tutur Alea sungguh-sungguh, dan Dina dapat melihat kesungguhan sahabatnya itu lewat sorot matanya yang berwarna coklat.
"Tapi Alea,"
"Ayolah Din."
Tak ingin membuat Alea kecewa, Dina pun tak mengiyakan ataupun menolak sahabatnya itu. Dia hanya berkata, "Baiklah, beri kami waktu untuk berpikir."
Ya, Dina dan Alex hanya membutuhkan waktu untuk merundingkan masalah perjodohan konyol itu bersama secara matang-matang. Karena ini menyangkut masa depan putrinya.
"Tentu saja," jawab Alea antusias.
Alex tak mengucapkan satu katapun. Baginya tak baik jika mereka merundingkan masalah ini di depan Javier dan Alea. Terlebih lagi dia harus memikirkan bagaimana cara menyampaikan pada Marina. Apakah putrinya itu akan terima atau tidak.
**
Sepulang dari rumah Javier dan Alea, Dina tak bisa tenang. Dia selalu memikirkan percakapan Javier tadi. Perjodohan di tengah zaman yang modern sangatlah mustahil. Terlebih lagi Marina tampak tak menyukai Aljav. Pria itu juga melakukannya hal yang serupa. Bahkan dia jauh lebih dingin dari Marina. Lalu bagaimana bisa mereka menikah? bukankah itu sama saja menciptakan rumah, tetapi tak bisa di tinggali? karena di dalam rumah itu tak ada cinta sama sekali.
Marina merupakan gadis lugu, dia tak pernah mengenal cinta sebelumnya. Bahkan wanita itu tak memiliki teman pria selain Daren. Sementara Aljav? apakah pria itu tak memiliki kekasih? bagaimana jika dia juga menolak perjodohan itu? mengapa Javier tak bertanya pada pria itu terlebih dahulu? perjodohan itu hanya akan menghancurkan masa depan Aljav dan Marina. Setidaknya itulah yang ada dalam pikiran Dina saat ini. Namun, berbeda dari Alex yang menanggapi dengan bijaksana. Pria paruh baya itu tak menolak perjodohan antara putrinya dan Aljav. Entah mengapa dia sangat yakin, jika Aljav adalah pria yang tepat untuk Marina di masa depan.
To be continued.
semangat selalu Thor 💪💪
di tunggu feedbacknya 🙏😊😘
salam dari "My Bos CEO" yuk semua kepoin kuy 🤗