NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Presdir

Terjerat Cinta Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:745.3k
Nilai: 5
Nama Author: yulia.l

Karya pertama.
Masih tahap revisi.
Banyak typo bertebaran.



Hana seorang gadis yang cantik dan lembut, dirinya harus berurusan dengan Reihan, pria yang mencintainya tapi tidak suka di bantah.



Nb: Aku buat ceritanya enggak berat-berat tapi ringan dan datar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yulia.l, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 18

"Juna..." pekik Reihan.

"Eh, ada apa Bos? kenapa kau teriak?" tanya Juna bingung.

"Apa kau tidak lihat? sepatumu menginjak sepatu milikku, bo*oh!" geram Reihan.

"Maaf Bos... aku memang sengaja, hehe..." ucap Juna cengengesan.

Tatapan Reihan beralih pada Hana yang masih duduk di atas tikar. Reihan pun mendekati Hana lalu berjongkok didepannya.

"Lihatlah wajahmu yang masih sangat pucat itu. Aku sudah menyuruhmu untuk istirahat, bukan? tapi kenapa kau malah keluar kamar, hem?" tanya reihan dengan suara lembutnya sembari mengusap puncak kepala Hana.

"Aku bosan berada di kamar." jawab Hana sambil cemberut.

Tanpa banyak bicara Reihan langsung mengangkat tubuh Hana menggendongnya ala bridal style.

"Akh..." pekik Hana tubuhnya terasa melayang saat Reihan mengangkatnya.

"Cie... romantisnya..." goda Juna yang melihat kemesraan mereka berdua.

Hana yang merasa malu langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Reihan. Sedangkan Reihan hanya bisa tersenyum kecil melihat Hana yang begitu imut di dalam gendongannya.

Mereka yang ada di sana pun tersenyum bahagia menyaksikan adegan romantis kedua pasangan yang sangat serasi itu.

"Maaf ya adik-adik... acara kumpul-kumpulnya jadi terganggu," ucap Juna meminta maaf kepada mereka yang ada di sana.

"Tidak apa-apa Kak," jawab ketiganya.

"Kalau begitu kami bertiga pamit pulang ya Kak..." ucap Tika berpamitan kepada Juna

"Iya... Hati-hati... Baca doa sebelum pulang" jawab Juna.

Setelah mereka semua pergi, Juna sampai menjingkrak kaget melihat Jo yang masih ada di belakangnya.

"Kodok lompat....! eh, kodok lompat....!" ucap Juna yang latah.

"Anda kaget Tuan?" tanya Jo datar.

"Sialan Kao Jo, malah bertanya lagi? kenapa kau masih ada di sini? pulang sana!" ucap Juna yang emosi tingkat dewa.

"Saya sedang menunggu Tuan Reihan, Tuan..." jawab Jo.

"Aku tidak nanya...."

Dengan santainya Juna masuk ke dalam rumah meninggalkan Jo yang masih berdiri di luar dengan wajah bingungnya.

Saat sudah berada di dalam kamar, Reihan meletakan tubuh Hana dengan perlahan di atas tempat tidur.

Hana begitu kesal karena Tuan Reihan selalu saja berbuat sesukanya. Dia kan jadi merasa tidak enak meninggalkan mereka semua di luar.

Reihan duduk di sisi ranjang menatap lekat wajah Hana. "Kau ini... Kalau bukan karena sakit, pasti kau sudah aku hukum. Baru di tinggal sebentar sudah nakal." ucap Reihan gemas mencubit hidung Hana.

"Ah... sakit!" teriak Hana mengusap hidungnya yang memerah.

"Hana.... kau tau tidak, aku tadi pergi ke kantor untuk apa?" tanya Reihan.

"Tentu saja kerja. Memangnya ke kantor mau sekolah?" jawab Hana sambil cemberut.

"Hehe... Tebakanmu salah." ucap Reihan terkekeh.

Reihan merogoh saku jasnya dan mengeluarkan ponselnya lalu menyerahkannya kepada Hana.

"Ini, ambilah... kau harus melihat isi videonya sampai selesai." ucap Reihan dengan nada serius.

"Aku pergi dulu." sambungnya lagi sembari mengusap pipi Hana dengan lembut dan setelah itu ia pergi meninggalkan Hana sendirian di kamar.

Hana menatap ponsel yang ada di tangannya dengan bingung. Karena penasaran akhirnya ia menggeser tombol buka pada layar ponsel dan menampilkan video cctv di mana Reihan dan Angel sedang berbicara di dalam ruangan kantornya.

Hana melihat video itu sampai selesai. Dan betapa terkejutnya ia setelah melihat kejadian yang sebenarnya.

Seketika Hana turun dari tempat tidurnya dan berlari keluar kamar berniat untuk mengejar Reihan. Ia benar-benar sangat menyesal tidak mempercayainya dan ingin minta maaf kepadanya, sungguh.

Tapi ketika ia sedang berjalan cepat menuruni anak tangga, kakinya malah tergelincir dan seketika tubuhnya melayang dan akan terjatuh.

"Akhh...!!!"

"Hoapp" Juna menangkap tubuh adiknya yang hampir terjatuh.

"Astaga Han.... Kenapa kamu bisa seceroboh ini sih!" ucap Juna kesal.

"Jangan marah-marah, Kak.... Aku baik-baik saja kok?"

"Tentu saja kau baik-baik saja, coba kalo tidak ada Kakak? bisa benjol tuh kepala."

"Ngomong-ngomong kamu ngapain lari-larian di tangga?" tanya Juna.

"Tadi tuh aku lari karena mau kejar Tuan Reihan, Kak...." ucap Hana menjelaskan kepada Juna

"Oohh... Jadi sekarang sudah tidak marah lagi sama yayang nih ceritanya...." goda Juna kepada adiknya.

"Kakak ih, apaan sih!" kesal Hana memukul lengan Juna.

"Ngomong-ngomong soal Reihan, tadi dia bilang mau menemui cinta pertamanya gitu,"

Deg

Mendadak hatinya menjadi sakit, setelah mendengar ucapan Kakaknya yang mengatakan kalau Tuan Reihan akan bertemu dengan cinta pertamanya.

"Aku ke kamar dulu ya, Kak." pamit Hana ingin ke kamarnya.

"E, eh, jangan pergi dulu. Kakak belum selesai bicara." Juna menahan tubuh adiknya.

"Mau bicara apa lagi?" tanya Hana yang mulai kesal.

"Kau tidak ingin tau wanita yang Reihan cintai itu siapa?"

"Tidak!"

"Baiklah kalau begitu. Kakak akan katakan pada Mami Alma kalau kamu sedang cemburu padanya."

Mendengar ucapan Juna, Hana langsung mengerutkan keningnya.

"Maksud Kak Jun?"

"Pikir saja sendiri..." jawab Juna dengan santai.

Detik itu juga Hana baru menyadari kalau kakaknya sedang mengerjainya.

"Kakak! kau ini benar-benar ya... lihat saja, aku akan Jambak rambutmu lalu akan aku tarik kumis kebanggaanmu itu, heh!." teriak Hana sambil mengejar Juna yang berlari ke dalam kamarnya.

Saat Hana mengejarnya, Juna langsung menutup pintu kamarnya sambil tertawa.

"Dek... kamu jangan sekali-kali menyentuh kumis keramat Kakak ini ya.... Hahaha..." seru Juna di dalam kamarnya

"Ck. Heran aku sama kelakuan Kakakku itu? kelamaan menjomblo mungkin?"

Hana yang malas bertengkar dengan Juna, akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kamarnya.

*

Di kediaman orang tua Reihan.

"Rei... Bagaimana keadaan calon menantu Mami? kenapa kau tidak ajak Mami ke rumah hana? Mami kan ingin bertemu dengannya, Nak..." tanya Mami Alma.

"Hana Baik-baik saja kok, Mi. Nanti saja Mami bertemu dengannya."

"Kau ini Rei, bilang saja kau cemburu kalau Mami dekat dengan calon mantu Mami, iya kan? ejek Alma.

"Itu Mami tau? hehe..." ucap Reihan terkekeh.

"Rei, Papi dengar anaknya Paman Ben membuat ulah di kantormu?" tanya Papi Dion.

"Kok Papi tau?" tanya Reihan balik.

"Apa yang Papi tidak tau? Anak buah Papi itu kan banyak," jawab Papi Dion dengan bangganya.

"Ya... Papi benar. Karena kejadian itu, Hana menjadi salah paham dengan Rei. Tapi Papi dan Mami tenang saja, aku akan memberi dia pelajaran kalau sampai menyakiti Hana.

"Mami setuju. Wanita sombong itu memang harus di beri pelajaran." ucap Mami Alma menimpali.

"Mi, Pi, Rei pergi dulu ya..." ucap Reihan ingin pamit.

"Baru juga datang, sudah mau pergi lagi. Kau ini seperti setrikaan saja, bolak balik, bolak balik, pusing kepala Mami." ucap Mami Alma sambil memijit pinggangnya.

"Mami sakit kepala atau encok pinggang sih?" tanya Reihan bingung.

"Sakit gigi." jawab Mami Alma dengan kesal.

"Memang kau tidak tau sayang? putramu datang kemari hanya mau numpang mandi saja." sela Papi Dion menyindir putranya. Sedangkan Jo yang sedari tadi berdiri mendengarkan pembicaraan mereka, berusaha sekuat tenaga menahan tawanya.

"Sayang... kamu pusing kan? apa mau Papi antar ke dokter?" tanya Papi Dion kepada istrinya.

"Mami tidak mau ke dokter, Pi.... Mami cuma minta di belikan tas yang lagi trend dan viral itu Lo Pi," jawab Mami Alma dengan suara manja.

"Yasudah, nanti Papi belikan," ucap Papi Dion sambil mengusap tangan istrinya.

Reihan yang melihat kelakuan kedua orang tuanya yang lebay itu hanya menggelengkan kepala.

Reihan lalu menengok ke arah Jo yang nampak senyum-senyum kecil. "Cengar-cengir terus kau Jo, awas... nanti gigimu kering." ejek reihan.

Seketika Jo terdiam dan menunduk takut.

***

Visual Reihan.

***

1
Andariya 💖
eh..eh main sosor sj😀😀😀🤪
Andariya 💖
wah..di bos nyosor sj
Andariya 💖
suka pada pandangan pertama, ya bossss
Andariya 💖
mampir
Michelle Rafa
ini knp GK ada lanjutannya Thor
Rini Maryani
lanjut ka
Clay Primrosse
kok gak ada lanjutannya sih, bikin penasaran aja
Clay Primrosse
lanjutkan
Susanihikmah
up lagi kakk
ice lemon tea
nyam...
ice lemon tea
siap
ice lemon tea
yay
ice lemon tea
aku suka karya mu thor pas sekali mantap
ice lemon tea
suka.......
Herman
lanjutannya mana nih...🤔
E
hadir... lanjut 👍
E
semangat 💪
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
doyan ceker ayam jg nih bayi 😀😀😀😀😀
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
makanya leo Dinda tuh jangan di sia siain dah pergi aja loe kehilangan
Eni Trisnawati Mmhe Winvan
Leo kasihan dah ah dah mandi minyak wangi dah bergaya gak di lirik pula ma Dinda 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!