Dia adalah bidadari. Cantik bagai rembulan. Senyumnya kiasan keindahan matahari. Terasa sejuk. pesona alami.. Sial aku hanyalah pecundang. Don't worry, I never give up. kisahku di mulai....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaydiaz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Dan Tim
...Calon...
...Erika sekarang menjadi musuhku....
...Tania menjadi temanku....
...job menjadi dua sisi....
..." Sudah aku tanya pada Neng" jawab Udin....
...Berenam kami berkumpul di kafe yang sama....
..." Ternyata waktu terus berjalan" Ucap Bea Cukai....
..." Apa maksudmu Bea Cukai" tanyaku....
...Jelas Erika melotot padaku. Tania hanya tersenyum....
...Dan aku hanya mengangkat bahu....
..." Sudahlah" Ucap Biore....
..." Ciee calon suami" jawabku....
..." Hanya tinggal sebulan" kata Udin....
..." Trus berapa yang telah terkumpul" tanya Tania....
..." Sudah sepuluh Juta" jawab Bea cukai....
...Udin terlihat bingung....
..." Keluarga Neng meminta Tiga Puluh juta sebagai Mahar" jawab Udin....
...Astaga. Lumayan juga....
..." Sebaiknya Neng Nikah saja dengan Pria lain" jawabku...
...itu lebih masuk akal. Pria Tampan itu kaya. Nilai segitu tak ada artinya bagi dia. beres!!...
...Tania hanya melotot padaku....
..." Dasar!!! semprotnya padaku...
...Ayolah. Aku hanya memberikan gambaran yang logis....
..." Sabar kita akan cari jalan keluarnya" Ucap Tania menenagkan pada Udin....
..." Tapi Dua Puluh Juta sisanya bukanlah Uang yang sedikit" Ucap Bea Cukai....
..." Bagaimana menurutmu Tania" Lanjut Bea Cukai....
...Sekarang mereka berlima tak ingin aku memberikan pendapat. Aku lebih suka. Tak perlu lagikan aku pusingkan hal ini....
..." Bukankah kamu bilang bokapmu bisa bantu Tania" kata Biore....
..." Ya dia mau memberi Lima juta" jawab Tania....
...Hatiku lebih kekeh. Nikahkan saja dengan Pria tampan itu. Susah sekali mereka!!...
...Kalian berlima jadi peran Utama di Novel ini. Aku jadi Antagonisnya!!...
..." Jual Ginjal saja Din" kataku....
..." Kita akan bicarakan berdua nanti" Ucap Tania....
...Ah terserah!!!...
...Sekarang berkumpulah Lima manusia di rumah Pak Haji....
..." Dia memberikan aku nama Sobri Dukun" jawab Sobri Dukun....
...Aduh kenapa Empat Begindal tak jelas ini datang saat aku berkencan....
..." Awalnya aku tak terima' tapi karna orang menyebutku demikian' aku pasrah" lanjutnya....
...Gadis itu malah merasa senang. Padahal aku benci melihat Empat manusia ini....
..." Hanya karna aku menggunakan salah produk' maka aku harus di panggil demikian" lanjut Biore....
...Itu salahnya. Bukan salahku. Apalah sebuah arti nama!!...
...Suasananya ramai. Tapi aku tak mengharapkannya....
...Mereka senang. aku sedih....
..." Dia hanya membuatku malu saja di rumah Neng" jawab Udin....
...Ah kenapa mereka ini!!...
...Kafe...
...Tania hanya memainkan pipet di tangannya....
...Menatapku seolah tak percaya....
..." Jumlahnya kurang banyak Tania" kataku....
..." Cuma hanya kurang lima belas juta" jawabnya....
..." Keluarga Neng meminta Lima puluh juta" jawabku kesal....
...Ternyata Tiga puluh juta adalah Mas kawin yang di minta keluarga Neng. Kenapa Udin tidak kaya dulu sebelum menikah. Apalagi berat sekali permintaan dari keluarga Neng....
..." Jalannya hanya setengah bulan lagi" jawabku....
..." Tidak perlu khawatir' masih ada satu lagi yang Antri untuk Eneng kalau Udin gagal" kataku lurus....
...Gadis berkacamata ini diam berfikir. Mencari gagasan terdalam. Ide yang brilian. Dia memang cocok jadi ahli Akutansi....
...Aku sekarang menatapnya. begitu dalam. Tania Cantik tipikal Gadis Cerdas....
..." Ada apa" tanyanya kaget melihat tatapanku...
..." Aku ada Ide" cetusku....
...Bertiga...
..." Aku menjadi perwalian dari keluarga Udin" Ucap Tania....
...Aku membawanya sebagai juru bicara. Muka Tania mirip pengacara yang tangguh. Jadi mambawanya masuk akal bagiku. Awalnya dia menolak. Setelah aku paksa dia. Maka ikutlah dia....
..." Tapi harga itu telah di tentukan" Jawab Bu Muslik....
...Kenapa Istri Pak Muslik yang menghadapi Tania....
...Waktunya hanya tinggal satu minggu. Jika lebih. Maka di anggap batal. Dan aku juga berharap seperti itu....
..." Dananya sudah ada Bu" jawab Tania....
...Dana darimana' anak ini gila apa? Hanya lima belas juta. Aku sudah bilang Udin cari yang lain saja. Lima belas juta pasti cukup. Ada Dua janda di kampungku Yang satu punya anak tiga. Yang satu punya anak dua. Lebih murah. Ternyata Udin tak bisa pindah ke lain hati. Dasar Udik!!...
..." Kalau Ibu tidak mau punya menantu Udin ya sudah"'kataku cuek....
...Tania menatapku. Aku hanya mengangkat bahu' Ayolah!! Hanya seminggu' akan turun Keajaiban darimana!!...
..." Begini bu" Bujuk Tania....
..." Mereka kan saling mencintai" Ucapnya terseyum tulus....
...Dia bicara tentang Cinta....
..." Kamu sendiri saja jomblo" Ucapku....
...Wajahnya Tania menjadi merah....
..."Diem" Ucapnya padaku sambil di tekan....
..." Aku minta perpanjangan waktu" kata Udin....
...Dari tadi mestinya dia bicara. Neng hanya diam. sambil menundukan kepalanya. Pak Muslik sudah menunjuk Istrinya jadi juru bicaranya. dan aku menunjuk Tania....
...padahal pilihanku tetap Pria Tampan itu....
...Musyawarah terbesar terjadi lagi. kali ini bukan di kafe. terlalu banyak tokoh baru kami bawa. Sobri Dukun dan Gadis cantikku....
...Dari wanita ada Erika musuh bebuyutanku. Tania temanku sepertinya dan inayah....
...Dari Pria ada Dukun Sobari. Udin. Job. Biore. Suhaimi Sopir Ambulance. bea cukai dan aku....
..." Jumlah yang kurang begitu banyak" Ucap Job....
...Erika menatapku tak senang. Tapi masih ada Tania teman baikku....
..." Ternyata tidak mudah" Ucap Tania....
...Keuntungannya ada tambahan waktu satu bulan yang di berikan keluarga Neng. Aku harap tidak ada lagi waktu tambahan....
" Menurut anda bagaimana Bu Dosen" tanya Biore.
...Inayah hanya bingung. Dia tau rumor ini dari kebiasaan para cecunguk itu menemaniku di rumahnya' tanpa di undang lagi....
..." Entahlah" jawabnya....
...Jelas Tania sudah mengeluarkan Fatwa keras padaku untuk tak memberikan Pendapat apapun....
..." Kalau rajin Sholat tahajud ini bisa di selesaikan" jawab Suhaimi Sopir Ambulance....
..." Uang yang ada sudah mencapai Dua puluh juta" Ucap Sobari Dukun....
..." Jadi hanya kurang Tiga puluhan"' Ucap Erika....
...Tania menatapku dingin....
...Aku tak pernah tau' mereka serius sekali dalam masalah ini. apakah ini arti persahabatan ataukah ini sebuah Tim....
..." Menghasilkan tiga puluh juta dalam satu bulan. tidaklah mudah" kata Job....
...Mereka berada dalam pikirian masing-masing' Tapi aku yakin. ide terbaik akan tercetus....
..." Okey. bagaimana kalau kita membangun bisnis saja" Ucap Suhaimi Sopir Ambulance....
...Apa Suhaimi sudah sembuh??...
...Ide bisnis selalu menarik' tapi akan selalu membutuhkan waktu. Tapi bukankah lebih baik mencobanya. Kalau gagal korbannya hanya Udin ini. Dia paling hanya gagal Nikah. Hanya itu saja....
...Mereka punya kesibukan masing-masing' tapi cukup luar biasa bisa perduli terhadap sesama....
..." Okey" jawabku....
..." Kamu setuju" tanya Erika....
..." Lagian kalau bisnisnya gagal. Korbannya juga hanya Udin" Jawabku....
..." Darimana kita memulainya" tanya Job....
..." Dengan membuat Misi Terlebih dahulu. kemudian pembentukan Tim" jawabku....
...Misi kami adalah menikahkan Udin. Dan tim kami terdiri dari sepuluh orang....
...Job adalah pegawai PLN...
...Suhaimi adalah Supir ambulan....
...Udin adalah penggali Kubur(Mantan)....
...Inayah adalah Dosen....
...Biore adalah pengengguran....
...Tania adalah karyawan perusahaan....
...Sobri Dukun adalah politikus(Masih cita-cita)....
...Tatan adalah penggali kubur 2(Mantan)...
...Erika adalah Guru Yoga....
...Bea Cukai adalah Proyek....
...Lengkaplah sudah.....
#